
"Pulang Yo, Kayla gak asik nih. Dia sudah berubah gara-gara terlalu lama bertapa di rumahnya." Ajak temannya Kayla yang laki-laki.
"Ini minumnya." Kayla menyuguhkan minuman buat teman-teman nya tersebut.
"Jadi asli, kau tidak mau ikut dengan kami?" teman wanitanya Kayla menatap tajam.
Sejenak Kayla terdiam sembari mengedarkan pandangan ke arah tempat kawannya itu. "Aku nggak mau! dari pada aku nongkrong gak jelas mendingan aku di rumah saja, dan terima kasih kalian sudah menjenguk ke sini!"
"Ya ... sudah. Kalau begitu ngapain kita lama-lama di sini, biarkan dia sampai bulukan, bukan berdiam diri di rumahnya ini." kata salah satu temannya.
"Iya, paling sebentar juga dia minta gabung lagi sama kita! paling dia nanti nongkrong juga ke tempat mangkal kita. Sudah, sekarang kita pulang saja?" Timpal yang lainnya.
Kemudian mereka pun pergi meninggalkan Kayla, menjadi kembali sendiri.
Kayla bengong memandangi kepergian mereka yang pergi begitu saja, lalu Kayla berjalan mendekati pintu seraya berkata. "Terima kasih ya? kalian sudah datang."
Mereka tanpa menoleh, menaiki motornya masing-masing. Ini Kayla mendapat satu kesimpulan bahwa mereka hanya teman di saat bersenang-senang. Dan di dalam suatu yang kurang baik, mungkin sudah sewajarnya jika Kayla memilih dan memilah teman yang sekiranya akan membawa dia ke dalam kebaikan.
Ketika Kayla berniat untuk menutup pintu, masuklah sebuah motor besar yang dinaiki oleh seorang laki-laki yang memakai helmnya, tetapi Kayla tau benar kalau motor itu miliknya Om Deri.
Bibir Kayla tertarik ke samping menunjukkan sebuah senyuman yang manis, menyambut kedatangan Om Deri.
"Apakah teman-temanmu barusan dari sini?" selidiknya Deri sembari melihat ke belakang.
"Iya, Om. Mereka barusan ke sini!" Kayla mengangguk sembari berjalan ke dalam rumahnya.
"Apakah mereka mengajakmu pergi?" selidik Deri kembali sembari menyimpan helmnya di atas meja.
"Iya, benar karena mereka melihat aku sudah bisa berjalan! makanya mereka pun mengajakku untuk nongkrong lagi," jawabnya Kayla yang kini sudah duduk berhadapan dengan Deri.
"Terus kamu mau? kenapa nggak pergi?" ucapnya Deri seolah menyuruh kayla pergi.
"Emangnya, Om mau aku pergi ke tempat yang seperti itu lagi?" Kayla malah bertanya balik sambil menatap lekat ke arah Deri yang tampak kikuk dan salah tingkah.
"Ya ... ya terserah! itu pilihan kamu mau menjadi orang baik atau tetap bobrok seperti dulu." Deri menaikkan kedua bahunya.
__ADS_1
"Em ... kalau seandainya aku memilih jadi orang yang baik! apa Om Deri akan sayang sama aku?" dengan jelasnya Kayla bertanya.
"Ha? ada-ada saja kamu. Jika kamu bisa merubah diri menjadi orang yang lebih baik tentunya akan banyak orang yang menyayangimu bukan kebalikannya." Jelas Deri.
"Om Deri ... yang aku tanyakan khususnya buat om Deri, jika Aku jadi orang lebih baik. Apakah Om akan sayang sama aku?" tanya kembali Kayla dengan tatapannya lebih lembut dan lekat kepada Deri.
Deri menundukkan wajahnya melihat ke arah lantai, rasanya tidak sanggup jika harus bersitatap dengan Kayla. Yang tidak dapat dipungkiri sorot matanya persis seperti sang Bunda.
"Saya ... tentunya saya akan sayang seperti saya, kami sayang kepada Arya! sama aja bukan?" jawabnya Deri jangan mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Tapi ... Aku inginnya lebih, boleh dong. Jika aku minta lebih--"
"Maksud kamu apa?" tanya Deri memotong perkataan dari Kayla.
"Eem ... maksud aku, aku ingin disayang sama Om Deri, sama Om Aldo dan om Endro juga yang lainnya. Sebagaimana kalian semua menyayangi Abang!" Kayla meralat omongannya yang sesungguhnya tidak menjurus ke sana.
"Tentu kau akan mendapatkannya, maka dari itu belajarlah untuk menjadi orang yang lebih baik dan pandai memilih teman! kau harus pandai mana teman yang akan membawamu dalam kebaikan atau teman yang akan menjerumuskan!" jelasnya Deri.
"Iya, Om kini aku sudah mengerti! terima kasih kamu sudah mau menasehati ku. Dan tolong bimbing aku! kan aku butuh Om, yang selama ini sering ada di kala aku susah!" kenangnya Kayla.
Antara keduanya saling diam sesaat dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Deri bangkit dari duduknya, dia melihat di luar. Bunga-bunga pada layu mungkin karena belum sempat Kayla siram.
Sementara Kayla hanya menggerakkan manik matanya yang indah melihat punggung Deri yang keluar dari ruangan tersebut.
Dengan rasa penasaran, Kayla pun beranjak dari duduknya menyusul langkahnya dari yang berjalan menuju taman.
Rupanya Deri mau menyiram bunga-bunga yang hampir layu tersebut.
"He he he ... iya nih belum sempat aku siram berapa hari ini, selama waktu Kayla sendiri. Habis capek semuanya aku yang kerjakan. Itu pun tidak selesai." Kata Kayla.
Deri hanya sesekali melihat ke arah Kayla yang terus berbicara, sementara tangannya begitu fokus menyiram bunga itu.
"Aku juga nggak bisa tuh bersihkan kolam renang, kira-kira Bibi balik lagi nggak ya? masalahnya kalau aku hubungin nggak pernah diangkat," sambungnya Kayla sambil mengarahkan pandangannya ke arah kolam.
__ADS_1
"Kalau saja sopirku datang, pasti aku nyuruh dia untuk mengurasnya deh. Sudah kotor kayaknya!" suara Kayla kembali terdengar.
Sementara Deri tetap aja fokus dengan kerjaannya. Tidak menghiraukan ataupun menjawab perkataan dari Kayla.
"Iih ... dasar ya ini orang. Kalau lagi cool! cool nya minta ampun, kalau lagi bicara? bawelnya juga minta ampun." Gerutunya Kayla dalam hati mengenai Deri yang terus terdiam.
Deri hanya sesekali melirik ke arah Kayla yang duduk di kursi di dekat bunga mawar yang masih pada kuncup, sambil terus berbicara sendiri yang kurang dia perhatikan berbicara apa saja.
Setelah menyiram bunga, Deri melanjutkan kegiatannya dengan niat ingin menguras kolam renang.
Kayla yang memperhatikan Deri tersenyum bangga, ternyata omongannya walaupun seolah tidak didengar apa lagi dijawab. Ternyata dia kerjakan juga, pria yang sudah agak berumur itu membuka celana panjang serta kemejanya juga dan hanya menyisakan celana pendek, kaos saja.
Kayla yang anteng perhatikan Deri yang sedang menguras kolam renang. Lalu Kayla mempunyai inisiatif sendiri untuk membuatkan minuman yang segar buat pria itu.
Tidak lama kemudian Kayla pun kembali dengan segelas air minum yang terbuat dari buah dan dia membawanya menghampiri Deri. "Om Deri ... ini minumnya! Diminum ya? kalau enggak, nantinya mubazir. Sayang lho ...."
Dari menggerakkan kedua netra matanya ke arah gelas yang Kayla pegang, sesaat kemudian dia mengambilnya seraya berucap. "Terima kasih?"
"Sama-sama, Om ku sayang!" sahutnya Kayla sambil mainkan kedua matanya yang genit.
Deri bergidik sembari senyum simpul melihat kelakuan Kayla yang genit-genit gimana.
"Ahc, aww ... sakit!" pekik Kayla sambil mengibaskan tangannya, tidak sengaja telunjuknya tertusuk duri dari batang bunga mawar.
Mendengar Kayla memekik dan mengibaskan tangannya. Deri terkesiap dan khawatir. Dia menarik tangan Kayla. "Kenapa?"
"I-ini Om, kena duri." Jawabnya Kayla, kaget juga dengan refleks nya Deri yang tampak cemas itu.
Deri meniup lembut telunjuk Kayla yang sedikit mengeluarkan darah bagaikan tertusuk jarum. Dan Kayla pun sedikit meringis perih.
Lalu keduanya saling memandang tanpa ekspresi. Serta tatapan yang lekat, saling mengunci pandangan. Membuat keduanya mendadak senam jantung ....
...🌼---🌼...
Di tunggu dukungannya ya. Makasih!
__ADS_1