
"Ehem, jangan bikin Om mu ini iri dengan kemesraan mu!" suara Deri menghentikan saling pandang di antara mereka berdua.
Arya menoleh dan mesem ke arah Deri, pria itu hanya mencuci tangan dan lalu bersiap pergi ke rumah sakit.
“Aku pergi dulu ya. Om mau pergi sekarang gak?” tanya Arya pada Om nya itu.
“Om lagi gak ada kerjaan nih, paling ke rumah mu nanti agak siangan.” Jawabnya Deri sambil meneguk minumnya.
“Ya urus saja dia. Biar menjadi orang baik.” Arya mengangguk.
“Em ... boleh gak aku ikut om Deri ke tempat adiknya Abang?” Gita meminta ijin pada Arya kalau dia ingin bertemu dengan adik kembar nya sendiri.
“Em ... boleh, Silakan saja ikut Om Deri.” Arya pun mengijinkan Gita untuk ke tempatnya Kayla biar mereka pun saling mengenal satu sama lainnya.
“Terima kasih ya. Sekarang aku mau beres-beres terlebih dahulu.” Ucap Gita sambil beres-beres meja makan.
Kemudian Arya pun berpamitan untuk pergi bekerja. Meninggalkan Vila tersebut.
Sementara Deri beranjak dari duduknya sembari berjalan ke luar Vila untuk menyiram bunga dan tanaman lainnya.
Gita sendiri, dia membereskan semua pekerjaan di dalam Vila.
Kini Arya sudah berada di atas motornya dan mengenakan helm. Detik kemudian Sepeda motor Arya melaju dengan cepat menuju tempat kerjanya.
Motor melaju begitu cepat berbaur dengan kendaraan lainnya dan membelah jalanan berpacu dengan kuda-kuda besi lainnya.
Selang beberapa puluh menit kemudian, sepeda motor Arya tiba di area rumah sakit tempatnya bekerja. Dan seiring dia yang berjalan di koridor rumah sakit bertemu dengan Lica yang memang sengaja mencari keberadaannya yang tadi tidak bilang mau bilang dulu.
“Kau dari mana? aku mencari mu.” Tanya Lica sambil memegangi tangan Arya yang terus berjalan menuju ruangannya dan sesekali tersenyum tipis pada orang yang sedang berpapasan dengan nya itu.
“Aku pulang dulu.” Jawabnya Arya singkat.
“Kenapa gak bilang sama aku? aku mau nitip!” ucapnya Lica.
“Aku pulang ke Vila, bukan ke rumah mu.” Arya sambil duduk di kursi kebesarannya.
“Oh ... ke Vila.” Lica melongo sesaat. Yang kemudian dia mengajak Arya untuk sarapan.
“Aku sudah sarapan di Vila, kau sarapan sendiri saja.” Jawabnya Arya sambil membuka laptopnya.
“Lho kok, aku ini? oke lah kalau begitu dan aku mau mencari sarapan dulu,” Lica pun pergi.
__ADS_1
Arya menatap kepergian Lica yang akhirnya dia susul istrinya tersebut.
Lica pergi membawa hati yang kesal. Merasa tidak dihargai oleh suaminya sendiri.
“Sayang. Tunggu? aku temani kamu mencari sarapannya,” pinta Arya sambil mengejar langkah sang istri.
Lica tidak menjawab dan tidak juga menoleh, dia terus saja berjalan tidak menghiraukan seruan dari suaminya. Sehingga geph. Tangannya di raih oleh Arya. Kini mereka berjalan berbarengan.
“Aku temani ya? mau cari sarapan di mana?” ucap Arya sambil menggenggam lengan nya Angelica.
Saat ini Arya menemani Lica yang sedang sarapan. Namun Lica berwajah sendu, pikirannya kacau dengan kondisi sang oma.
“Jangan bersedih begitu dong ... Soal oma ... semoga cepat sembuh.” Arya menyentuh tangan Lica.
“Tapi kau tidak akan memenjarakan mereka bukan?” Lica menatap lekat pada Arya. Dia khawatir kalau pria yang sekarang berada di hadapannya ini akan memenjarakan omanya.
Arya terdiam. Dia memang tidak berniat untuk memenjarakan wanita sepuh itu, lebih dia ingin membuat dia tersiksa dengan perlahan.
Hening ....
Kemudian mereka kembali ke rumah sakit. Arya ke ruang kerjanya dan Lica ke ruang omanya yang dirawat. Ketika datang, bu Mahdalena sedang berteriak-teriak dan menyebut-nyebut nama dokter Dimas dan Kanaya.
“Oma ... ini aku Oma, cucu Oma.” Lica menatap nanar omanya.
...----...
Sebuah motor besar menepi di depan kediaman Kanaya yang tampak sepi dan gadis itu terlihat keluar dengan memegang semprotan kaca untuk membersihkan kaca.
Kayla menatap heran pada Deri yang membonceng seorang wanita muda. “Siapa dia?”
“Permisi?” suara Gita dengan ramah sambil menghampiri Kayla yang bengong.
“Iya.” Kayla menatap intens ke arah Gita.
“Kayla. Dia istri abang mu yang pertama dan dia namanya Gita. Dan kamu Gita, ini kembaran suami mu namanya Kayla.” Deri mengenalkan mereka.
“Ha? apa? dia beristri dua ...” kayla alangkah kagetnya. Bobrok amat abangnya hingga punya istri dua segala.
“Kau pasti heran bukan? kenapa abang mu mempunyai istri dua. Ceritanya singkat.” Sambung Deri.
“Om ini. Orang itu pasti bilangnya ceritanya panjang, lah dia bilang ceritanya singkat.” Kayla menggelengkan kepalanya sambil masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
“Terserah saya dong.” Deri dan Gita mengikuti langkahnya Kayla yang lanjut menyalahkan untuk duduk.
“Duduk? Siapa tadi namanya. Gita ya?” tanya Kayla yang langsung mendapat anggukan dari Gita.
Kemudian Kayla menoleh pada Deri di tatapnya sangat lekat rasanya nyaman saja bila melihat dia. Dan bikin hati berbunga-bunga.
“Kenapa kau menatap ku seperti itu?” Deri menyembunyikan perasaannya yang tidak karuan.
“Emang kenapa? ini mata ku kok he he he ...” Kayla lalu menunduk lantas melihat ke arah Gita si gadis yang tampak sangat muda itu.
“Kau masih sekolah?” selidik Kayla sambil memandangi pada Gita.
“Em ... tidak aku sudah tidak sekolah dan aku baru keluar dari SMA,” jawabnya Gita sambil menggeleng.
“Ooh. Sudah bekerja ya?” tanya Kayla kembali.
“Kemarin sih iya, bekerja di karet. Tapi Setelah ayah meninggal aku di bawa abang dan aku tidak bekerja lagi,” jawabnya Gita.
“Ooh ... enak ya punya suami. Tinggal minta sama suami kalau tidak punya uang.” Kayla mengangguk. “Om. Nikahkan aku dong ... dari pada aku bekerja mendingan aku nikah saja lah.” Kayla melihat ke arah Deri.
“Sama siapa?” Deri bertanya tampak serius.
“Om ... nikahi aku saja, aku mau kok.” Kayla tanpa ragu bilang seperti itu pada Deri.
Membuat Gita melongo mendengarnya dan melihat keduanya bergantian.
Deri terkesiap mendengarnya. Bisa-bisanya Kayla bilang seperti itu entah bercanda entah serius. Pria yang sudah tampak matang itu menggeleng.
“Kalian kaget ya? oya giman ceritanya abang ku ada istri dua? Kebablasan atau memang sengaja atau—“
“Tidak, abang mu tidak seburuk itu kan Gita?” Deri melirik kearah Gita.
“Iya, Om. Aku sebelumnya baik-baik saja kok abang itu baik dan sopan jadi tidak melakukan apapun, dan kami menikah atas permintaan dari ayah ku yang kini sudah tiada.” Gita sedikit menjelaskan.
“Em ... mulanya di jodohkan gitu? tapi akhirnya jatuh cinta juga kan? secara abang ku kan ganteng dan siapa sih yang akan menolak dia?” celetuk Kayla.
Gita tersipu malu mendengar ucapan dari Kayla yang mengena banget ke hati.
“Terus kau sudah melihat istri yang satu lagi? em ... maksud ku, apa kalian sudah bertemu gitu?” tanya Kayla sambil memainkan jemarinya.
“Belum, mereka belum bertemu.” Kata Deri sambil membawa tiga gelas minuman buat mereka bertiga ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Di tunggu ya dukungannya 🙏