
"Aku harap kalian bisa menerima keadaan ini, aku tidak akan meninggalkan kalian berdua sebagai istriku. Dan aku takkan lari dari tanggung jawab atas diri kalian, tidak perlu risau atau khawatir aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan tanggung jawab!" ucapnya Arya dengan nada yang sangat serius.
Semua orang yang ada di sana menatap ke arah Arya. Apalagi sebagai orang tuanya, Dimas dan Kanaya merasa bangga karena putranya itu menjadi orang yang sangat tanggung jawab.
Kalau Gita memang menerima dari awal, kalau dia itu dimadu. Namun Angelica belum bisa menerima kenyataan kalau dia sudah diduakan oleh suaminya itu.
Namun Angelica pun tak bisa berbuat apa-apa! apalagi saat ini dia sedang hamil.
Di saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba ponsel Angelica berbunyi. dan dia mendapat kabar kalau omanya sedang kritis dan saat ini sudah dibawa ke rumah sakit oleh asistennya.
Tentunya Angelica panik dan boro-boro pergi meninggalkan tempat tersebut mulanya Arya bingung tidak tahu harus bermata apa.
Baru saja sang Bunda mau ngomong, kalau putranya itu harus menyusul sang istri. Namun ternyata Arya pun punya inisiatif sendiri, dia langsung beranjak dan mengejar istrinya itu.
"Gita kita bisa menerima kan kalau suaminya punya istri dua?" tanyakan Ayah dengan lirik sambil mendekati gadis yang terdiam itu.
"Iya Ibu, aku tahu kok kalau abang itu punya istri dan sebelum menikahi aku ... dia sudah lebih dulu mempunyai rencana untuk menikahinya!" ujar kita sambil melirik ke arah Deri.
Dan Deri pun mengangguk. "Itu benar. Namun dalam hal ini tak ada yang harus disalahkan karena Angelica memang perencanaan dan Gita sebuah titipan dari sang ayah. Tinggallah Arya yang menjalankan tanggung jawabnya!"
Dimas, Kanaya. Aldo dan Deri bersiap untuk ke rumahnya Kayla. Mempertemukan nya dengan orang tua yang dia anggap sudah tiada itu.
Tidak lupa, gita pun diajak ikut serta dengan mereka semua. Sekalian mereka makan malam di luar.
Setibanya di rumah Kayla. Kayla begitu sok melihat kedatangan mereka apalagi dua wajah yang setahun dia sudah meninggal.
Gadis itu mematung tak bergeming, apalagi ketika Deri dan Aldo mengatakan, kalau kedua orang itu adalah orang tuanya yang sesungguhnya ... belum meninggal dan yang dinyatakan meninggal itu adalah orang lain sebagai perampok.
Namun Kayla heran, karena ekspresi ayah dan bundanya biasa saja. Tapi setelah dokter Aldo dan Deri mengatakan mereka itu hilang ingatan makanya mereka tidak ingat siapa keluarganya dan anak-anaknya.
"Jadi ini Kayla adiknya Arya dan putri kami?" tanya nya Kanaya sambil mengalihkan pandangan kepada Aldo dan Deri.
__ADS_1
"Benar dia kembarannya Arya coba kalian lihat dan perhatikan wajahnya wajahnya mirip kan dengan Arya!" Aldo meyakinkan.
Lalu kemudian mereka pun berpelukan, biarpun Kanaya tidak ingat yang sesungguhnya, namun setidaknya ingatan-ingatan itu akan kembali dengan sendirinya.
"Gita ini adiknya Arya kembarannya!" Deri melirik ke arah Gita yang terdiam dan melihat suasana haru antara Dimas, Kanaya dan Kayla.
"Benarkah? kalian orang tuaku yang katanya sudah tiada. Aku rindu dengan kalian berdua," Kayla menangis di pelukannya Kanaya dan juga Dimas.
"Insya Allah, mereka ini benar orang tua mu dan sekarang ini kami sedang menunggu hasil dari tes DNA. Tapi kami yakin kok, kalau Dimas dan Kanaya ini adalah orang tua mu yang asli, yang meninggal itu adalah dua orang itu merampok, dan penjahat itu pun punya niat membawa kalian berdua, sehingga kalian berada di mobil tersebut. Sementara orang tuamu tergeletak di jalan bersimbah darah!" ungkapnya dokter Aldo.
Keyla mendengarkan penjelasan dari Aldo. Kemudian Kayla kembali melihat ke arah Kanaya dan Dimas.
"Jadi Ayah sama Bunda tidak ingat siapa?" Kayla menatap keduanya.
"Tidak, kami hanya mengingat ... ya setelah kami tinggal bersama orang yang menolong kami saja, sama sekali! sebelumnya kita gimana? di mana? siapa kita? gak ingat." Kanaya menggelengkan kepalanya.
Kemudian Aldo dan Deri memperkenalkan rumah tersebut yang sesungguhnya rumah Dimas dan Kanaya, mereka berdua sedikit demi sedikit mengembalikan daya ingatnya Dimas dan Kanaya di masa lalu.
...----------------...
Dan akhirnya wanita itu meninggal setelah Angelica berada di dekatnya. Angelica tampak shock menangis sejadi-jadinya, mengingat dia tidak punya siapa-siapa selain omanya itu dan sekarang omanya harus meninggalkan dirinya juga.
"Sabar sayang, kamu masih ada aku, kita harus menyadari setiap makhluk hidup itu cepat atau lambat akan meninggalkan dunia ini, kamu tidak perlu khawatir! karena masih ada aku yang akan menjaga dan menyayangi mu." Arya mengingatkan sambil memeluk istrinya dengan sangat erat.
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi, hik-hik-hik." Angelica masih juga menangis.
Karena Angelica tampak shock dan terpukul dengan meninggalnya sang Oma. Sehingga Arya yang kini mengurus kepulangan Bu Mahdalena, sementara di rumahnya ada kerabat yang mengurus.
Dimas beserta istri pun datang untuk melayat, bagaimanapun Bu Mahdalena besan mereka. Mereka datang bersama Aldo dkk. Kayla dan Gita pun ikut.
Angelica yang berkabung Kanaya datangi di kamarnya. "Lica ... yang sabar ya Nak ..."
__ADS_1
Angelica yang tidak tahu akan kesalahan Oma nya pada keluarga arya. Menoleh dan memeluk Kanaya. "Bunda, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain Oma."
Dengan lembut, Kanaya membelai rambut Angelica. "Kata siapa kau tidak punya siapa-siapa? kita kan sudah menjadi keluarga. Ada bunda ada ayah dan suami mu yang menyayangi kamu, ada Gita dan Kayla."
Angelica menangis dalam pelukan Kanaya. Sementara Gita dan Kayla hanya terdiam.
...----------------...
Setelah beberapa Minggu kemudian. Aldo membawa hasil dari tes DNA ke Vila Deri dan memang mereka berkumpul di sana termasuk Kayla dan Arya pun datang bersama Angelica yang sudah mulai bisa melewati masa berkabungnya.
Dan Angelica pun mulai bisa menerima Gita sebagai madunya. Barusan pun mereka berdua memasak bersama Kanaya dan Kayla yang menonton lalu ikut menata di meja.
Sekarang ini mereka pun menyantap makan malam bersama, duduk lesehan di lantai bersama istri Aldo juga Citra istri Endro.
Madi pun sudah beberapa hari berada di sana yang di jemput oleh Dimas. Tidak ketinggalan keluarga Dimas seperti Maria dan saudara yang lain, rekan sesama dokter dari Kanaya klinik pun pun ada dan ikut bahagia dengan kembalinya Dimas. Biarpun hasil tes DNA belum di buka.
Namun mereka lebih memilih menikmati makan malam terlebih dahulu. Vila itu tampak ramai sekali dengan dihiasi dengan canda dan tawa sambil makan dengan sangat lahap.
Sesudah makan selesai. kini waktunya Aldo membacakan hasil tes DNA yang menyatakan ... ternyata Dimas, Kanaya dan Arya itu ... ternyata cocok dan terbukti kalau mereka benar-benar orang tua dan anak.
Semua orang menjerit histeris. Jerit bahagia karena Dimas yang sekarang adalah Dimas yang dulu seorang dokter bedah yang beberapa puluh tahun lalu dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tunggal.
"Masya Allah ..." jerit Kanaya dan Dimas sambil sujud syukur. Lalu memeluk Arya dan Kayla sebagai putra dan putrinya kandungnya yang dulu bernama baby Arief dan Kayla.
Akhirnya mereka hidup bahagia dan berkumpul saling menyayangi satu sama lain. Dimas Kanaya tinggal di kediamannya yang kemarin di tinggali oleh Kayla seorang, Kayla pun mulai menata diri dan di mau bekerja meneruskan Kanaya butik. Yang beberapa tahun silam di kelola sama orang.
Arya yang memiliki dua istri pun tetap menjadi suami yang bertanggung jawab dan membagi waktu untuk keduanya dan hidup rukun.
Tamat
...🌼---🌼...
__ADS_1
Terima kasih reader ku yang selalu setia dengan karya ku yang tidak bisa ku sebut namanya satu persatu.