
Rupanya di dalam villa itu, terdapat Angelica sedang mengamuk. Dia marah-marah kepada Gita setelah tahu kalau Gita itu istrinya Arya juga.
"Dasar wanita murahan, wanita gatal. Menggoda suami orang, apa kau tidak tahu kalau Arya itu suamiku?" teriaknya Angelica kepada Gita.
"Eeh, jaga ya ucapan kamu itu! aku nggak gatal aku dan nggak murahan, justru kamu yang sudah merebut suamiku karena aku lebih dulu menikah dengan Abang. Bila kau tidak percaya tanya aja sama Om Deri." Belanya Gita.
"Heh ... wanita nggak tahu malu, Om Deri juga tahu aku istrinya. Dia menjadi saksi waktu kita menikah, sembarang aja lu ngomong. Orang dia juga ada kok di pernikahan ku dengan Arya." Angelica tidak mau kalah.
"Ada apa ini? Lica kamu apa-apaan?" Arya langsung menghampiri kedua wanita tersebut.
"Kamu jahat ya, kamu itu suamiku, kenapa dia juga istrimu?" tanya Angelica sambil teriak-teriak.
"Lica-Lica ... aku bisa jelasin jadi kita bisa bicara baik-baik! nggak usah teriak-teriak kayak gitu malu!" Kata Arya menenangkan istrinya.
"Apa yang harus kau jelasin? dia sudah menunjukkan foto pernikahan kalian kan di rumah sakit, teganya jahat sama aku. Aku cinta mati sama kamu, tapi kau dengan teganya mengkhianati!" suara Angelica bergetar menahan tangisnya.
"Gita itu memang istriku, kita menikahi permintaan ayahnya yang sedang sakit keras dan kami menikah nya di rumah sakit! disaksikan ayahnya sebelum meninggal. Dan kejadiannya sehari sebelum kita berdua menikah." Jelas Arya.
"Jadi kalian udah menikah atas permintaan ayahnya dan sekarang ayahnya sudah meninggal, jadi sekarang kamu lepaskan saja wanita itu?" pintanya Angelica kepada Arya sambil menunjuk ke arah Gita.
Arya pun melirik ke arah Gita yang sudah banjir dengan air mata. "Aku tidak bisa meninggalkannya karena aku sudah berjanji akan selalu menjaganya!"
"Menjaga bukan menikahi," jelas Angelica.
"Tapi ayahnya minta aku untuk menikahi dia! makanya aku nikahi sekaligus menjaga dia!" timpalnya Arya.
"Kamu itu bisa menjaga dia tanpa harus menikahi, tanpa harus jadi suami. Kamu tidak cinta kan sama dia? ya sudah ceraikan saja dia, kamu juga masih bisa kok menjaga dia tanpa harus menjadi suaminya." Jelas Angelica kembali.
__ADS_1
"Tidak bisa, Lika ... aku tidak bisa menceraikan dia!" Arya menggeleng.
"Why don't you want to divorce her? why?" Angelica meremas dan menarik baju bagian depan nya Arya. "Jangan bilang kau sudah mencintainya? pantas saja kau sering ninggalin aku secara tiba-tiba! menginap di Villa, apalah. Rupanya punya simpanan!"
"Saya bukan simpanan, saya juga istrinya yang sah. Sah dimana agama. Jadi saya bukan simpanan!" suara Gita yang tidak terima dibilang wanita simpanan.
"Yes, I love him. I love Gita so I can't divorce her. Aku tidak bisa menceraikannya," ungkapnya Arya dengan jelas.
"Apa! You love him? Well, what do you take me for? kau anggap aku ini apa ha?" teriak Angelica, terasa sangat sesak menyiksa di jiwa.
Plak ....
Plak ....
Dua kali tamparan bersarang di kedua pipinya Arya, Angelica benar-benar marah dia kecewa dengan penjelasan dari Arya yang bilang mencintai wanita itu. "Kurang ajar ... kamu sangat keterlaluan, kamu sudah menduakan cintaku!"
"Iya aku menduakan cintamu, tapi harus kau tahu sebelumnya, aku tidak mencintaimu! aku terpaksa menikahi mu. Karena kamu selalu menguntit ku dan aku takut kalau kita melakukan sesuatu yang di luar naluri ku," ungkapnya Arya sambil mengusap kedua pipinya yang terasa panas akibat tamparan Angelica.
"Kau sungguh keterlaluan, kamu tega sama aku bilang seperti itu! kenapa kau tidak menolak aku kalau kamu nggak cinta sama aku? hik-hik-hik," Angelica menangis sejadi-jadinya tidak hanya terasa sakit ... mendengar penjelasan dari Arya, kalau sesungguhnya pria itu tidak pernah mencintainya.
Angelica merosot dan duduk bersimpuh di lantai sambil menangis tersedu. "Aku gak menyangka kalau kamu hanya menipu ku, seharusnya kamu bilang saja kalau kamu tidak pernah mencintai ku! buat apa kau menikahi ku?"
Arya melihat kedua wanita yang sama-sama sedang terisak gara-gara ulahnya yang memliki dua istri. Lalu dia mendekati Angelica yang memang perlu penjelasan darinya.
"Aku memang gak pernah mencintai mu sebelum kita menikah, dan sekarang aku juga menyayangi mu! tapi keputusan ada di tanganmu, jika kamu ingin berpisah dariku ... aku pun akan melepaskan mu. Aku tidak akan memaksakan kehendak." Arya berucap lirih.
Angelica mengangkat wajahnya melihat ke arah Arya. Dia yang cinta mati kepada Arya, mana mungkin dia mau dilepaskan oleh Arya, paling juga wanita itu yang minta dilepaskan oleh Arya, bukan dirinya.
__ADS_1
"Aku mau tanya sama kamu, kamu mau pilih siapa, dia atau aku?" tanya Angelica sembari menatap kedua netra mata Arya yang sedang berjongkok di hadapannya itu.
Sejenak Arya terdiam, dia bingung jika harus memilih salah satunya, melepaskan Gita? tidak mungkin. Karena janjinya kepada ayah Gadis itu dan dia sudah merasa nyaman dengan gadis tersebut.
Sementara melepaskan Angelica rasanya tidak tega dan Arya pun sudah merasa sayang sama wanita tersebut. Walaupun sebelumnya dia pikir yang tidak-tidak terhadap Angelica, ternyata tidak sama dengan kenyataannya. Ternyata Angelica memberikan suatu yang berharga hanya untuk dirinya.
"Kenapa tidak menjawab! kamu pilih salah satu Dia atau Aku?" tanya Angelica sambil menunjuk-nunjuk ke arah dirinya dan Gita.
Arya menghembuskan nafasnya melalui mulut, lalu dia berkata. "Aku tidak bisa memilih salah satunya, karena aku sayang kalian berdua."
"Tidak bisa. Kamu harus memilih satu di antara kita berdua!" Angelica memukul-mukul dadanya Arya. "Aku ingin berpisah darimu, aku ingin berpisah dengan mu. Tapi ... aku hamil, hik-hik-hik," ucap Angelica menjadikan Arya kaget setengah mati mendengar kata-kata Angelica .
"Apa kau hamil?" Arya menangkap kedua tangan Angelica yang memukul-mukul dadanya.
"Hik-hik-hik, dari kemarin aku mencari mu. Telepon ku pun kau abaikan, aku ingin memberi tahu kalau aku sedang hamil." Angelica sambil menangis. "Tapi kau jahat pada ku. Sudah mengkhianati ku!"
Gita yang tidak banyak bicara terhadap suaminya. Karena dia tahu dari awal juga tentang pernikahan Arya dan Angelica, sehingga dia pun tidak banyak menuntut. Yang penting Arya menjadi suami yang bertanggung jawab lahir maupun batin untuk dirinya.
Saat ini Arya tidak tahu harus bahagia atau gimana? mendengar kabar baik yang katanya Angelica sidang mengandung benih darinya.
Dimas, Kanaya. Aldo dan Deri yang sedari tadi mereka mendengarkan keributan anak muda di lantai atas, sementara mereka berkumpul di lantai bawah.
Deri pun jelaskan pada Dimas dan Kanaya akar permasalahannya kenapa Arya bisa mempunyai istri dua, sehingga menjadikan pemuda tersebut mempunyai dua istri dalam kurun waktu hitungan jam saja.
Membuat Dimas dan Kanaya menggelengkan kepalanya. Aldo pun menjelaskan kalau Angelica itu adalah cucu dari Mahdalena anak dari wanita yang dulu mau dinikahkan sama Dimas. Dan juga Magdalena itu adalah dalang dari sabotase taksi yang mereka tumpangi, sehingga menyebabkan terjadinya insiden tersebut.
Kenaya begitu shock, rasanya tidak percaya kalau semua ini ada dalangnya ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Terima kasih masih mau menikmati karya recehan ini.