
Arya tampak melamun, memikirkan langkah apa yang akan dia tempuh, sebagai langkah pertama yang akan melancarkan aksinya.
"Oh, iya. Kau tidak mengajak keluarga mu untuk ikut? atau nanti langsung ke lokasi saja?" tanya dokter Aldo.
Arya melirik. "Bukankah kalian juga keluarga ku?"
"Bukan begitu anak muda mereka juga kan keluarga kamu, apakah tidak di kasih tau sama sekali! sambungnya Aldo.
Arya menggeleng pelan. "Tidak. Aku tidak bilang siapa pun Tante Maria atau Kayla! biarlah nanti juga akan tau sendiri."
"Hem ... ya sudah!" dokter Aldo mengangguk pelan lalu mengalihkan pandangan keluar jendela.
"Kenapa gak bilang sama keluarga mu?" tanya Tante Tika yang penasaran.
"Belum sempat saja. Tante, biar saja nanti mereka juga akan tau sendiri." Sambungnya Arya.
Selang sekitar satu jam perjalanan. Kemudian mobil yang membawa Arya dan yang lainnya sudah tiba di depan gerbang kediaman Mahdalena yang terlihat dari luar pun, di dalam sudah banyak orang.
Dan kedatangan Arya sama yang lainnya disambut dengan sukacita oleh Bu Mahdalena dan juga cucunya Angelica.
Wajah Angelica begitu sumringah menggambarkan betapa bahagianya ia saat ini. Yang melirik ke arah dia dengan mata yang berbinar Arya pun membalas dengan senyuman.
Lalu kemudian mereka bersiap ke kantor KUA karena sesuai rencana ijab kabulnya akan dilaksanakan di sana saja.
"Oh ini calonnya Angelica, Sepertinya dia seorang pemuda yang sangat berpendidikan tinggi."
"Iyalah, dia kan seorang dokter, dokter bedah dan aku sering melihatnya di rumah sakit tempat dia bekerja."
"Hooh. Dia seorang dokter bedah, dan Angelica sangat beruntung sekali mendapatkan dia, lihat dari cara senyum, mengangguk nya saja menggambarkan kalau dia itu sopan dan baik hati."
Begitulah percakapan orang-orang yang berada di sana yang tantunya sampai ke telinganya Arya yang sedang berjalan bersama Angelica menuju mobil pengantin
Sekarang ini menjadi 4 mobil yang berhias pita dan bunga, beriringan menuju kantor KUA yang jarak tempuhnya hampir kurang lebih satu jam.
Dan setibanya di kantor KUA, mereka pun langsung ke ruangan di mana mereka akan melaksanakan ikatan suci antara Arya dan Angelica.
Setelah pembukaan oleh petugas KUA ada di sana, dan sedikit berbincang dengan mempelai pria dan mempelai wanita.
__ADS_1
Kemudian Arya pun langsung mengucapkan ijab dan Kabul sebagai diawali nya peran dia sebagai suami dari seorang gadis yang bernama Angelica. Lanjut mengikrarkan janji suci sebagai seorang suami dan ini janji kedua Arya dari janjinya yang sudah diikrarkan terhadap Gita di malam itu.
Wajah-wajah yang penuh dengan kebahagiaan menghiasi wajah mereka. Menjadi pemandangan yang indah di tempat tersebut.
Lantas Arya mencium kening Angelica dan Angelica pun mencium tangan Arya yang kini udah menjadi suaminya, dan dia bebas mau ngintilin ke mana pun dan mau melakukan apa pun. Toh sekarang sudah menjadi pasangan halal.
Tangan Angelica pun bergelayut mesra di lengan Arya. Kemudian semuanya langsung berjalan untuk kembali ke kediaman Ibu Mahdalena.
"Sayang, aku bahagia sekali sekarang sudah menjadi istri mu. aku bebas temui kamu dan bersama kamu sayang setiap waktu," suara Angelica begitu manja setelah duduk di dalam mobil tersebut.
"Ya nggak gitu juga kali, kita punya kesibukan masing-masing bukan berarti kita 24 jam bersama. Aku punya kerjaan kamu juga punya kerjaan." Balasnya Arya sambil melihat keluar jendela.
"Tapi untuk berapa hari ini kita bisa quality time kan?" Angelica sedikit mendongak ke arah wajah suaminya.
"Nggak bisa. Hari ini saja aku mengambil libur. Besok aku masuk kerja lagi." Jawabnya sembari menyandarkan punggung ke belakang jok.
Angelica terdiam saat, mobil pun melaju beriringan dengan mobil-mobil lainnya.
"Aku ambil libur 3 hari, terus aku mau ngapain kalau kamu nya cuma hari ini saja liburnya!" ucapin Angelica dengan sedikit merengut kan bibirnya.
"Yapi kan ... itu tadinya untuk kita berduaan, masa kita cuma sehari ini ... nggak asik ahc! cuti ya dua hari lagi? biar kita bisa berduaan terus!" Angelica memeluk tangan Arya dan menempelkan pipinya di sana.
"Aku nggak bisa, banyak kerjaan ku di rumah sakit. Lagian kan kita bisa bertemu setelah bekerja," sambungnya Arya sembari menunjukan kemesraannya dengan cara mengelus rambut Angelica.
Mahdalena tersenyum bahagia melihat kemesraan cucu dan suaminya, dan berharap ini awal kebahagiaan yang hakiki untuk sang cucu.
Mobil terus melaju dengan sangat cepat sehingga Akhirnya sampai juga di kediamannya tersebut.
Lalu sang mempelai pengantin duduk berdua di kursi pelaminan. Dan semua yang berada di sana mengucapkan selamat dan mendoakan semoga samawa.
Arya dan Angelica terus tersenyum mengembang.
"Selamat ya? atas pernikahan yang keduanya ini, masih muda sudah ada dua kali" ucap Aldo, Deri dan Endro.
Jelas bikin Angelica melongo tidak mengerti dengan perkataan ketiga pria itu yang mengatakan pernikahan kedua!
Angelica mengerutkan keningnya seraya mengarahkan wajahnya pada Arya. "Sayang, apa maksudnya nih?"
__ADS_1
"Apaan?" tanya Arya sembari menaikan alisnya.
"Apa maksud Om yang bilang kalau ini pernikahan mu yang kedua?" ulang nya Angelica dengan sangat penasaran.
Arya melirik pada ketiga om nya sambil mesem. Dan mereka pun begitu tampak santai seolah tidak ada apa-apa dan seolah yang mereka bilang itu biasa dan benar adanya yang tidak di tutup-tutupi.
"Ha ha ha ... bagaimana kalau kita makan dulu yu? aku lapar." Arya beranjak namun tangannya di tangkap Angelica.
"Apa lagi? aku lapar, apa kau tidak lapar Hem? atau mau aku ambilkan. Oh iya, kau belum kenal kan dengan dua bidadari itu?" Arya menunjuk ke arah Tante Tika dan Tante Citra. Biarpun sudah berumur. Namun masih tampak sangat cantik.
Angelica melirik ke arah Arya tunjukan dan lalu mengulas senyum nya yang manis.
"Yang memakai baju biru itu, namanya Tante Tika seorang. Istri dari om Aldo dan yang kebaya abu itu Tante Citra, dia seorang dokter. Istrinya Om Endro." Arya mengenalkan satu persatu.
Angelica tersenyum dan mengangguk hormat kepada mereka berdua.
Selanjutnya mereka makan bersama. Menikmati hidangan yang tersedia di sana.
Angelica sesekali menyuapi Arya, begitupun Arya terhadap Angelica. Keduanya menunjukan kebahagiaan yang teramat sangat.
"Nikmati saja kebahagian mu istri ku, karena sebentar lagi kau akan mendapatkan sesuatu yang menyakitkan." Batinnya Arya sambil menoleh ke arah sang istri lalu ke arah Bu Mahdalena bergantian.
Bu Mahdalena tengah mengobrol dengan seseorang. Dengan senyuman yang merekah dari bibirnya.
"Lica aku mau ke toilet dulu ya?" Arya pamit ke toilet yang akan melintasi tempat nya Bu Mahdalena berdiri bersama rekannya.
"Jangan lama-lama ya sayang?" Lica melepas tangan yang memegangi tangan Arya dan membiarkan nya pergi.
Arya berjalan melintasi bu Mahdalena, tangan Arya menjatuhkan sesuatu. Tepat dekat wanita tua itu.
Pemuda itu terus berjalan ke toilet yang berada dekat kolam renang.
Setelah beberapa saat. Bu Mahdalena menggeser tubuhnya dan kedua manik matanya menemukan sesuatu di lantai ....
...🌼---🌼...
Jangan lupa subscribe nya ya di titik atas. Agar aku tampah semangat ya! makasih.
__ADS_1