Pencarian Dan Dendam

Pencarian Dan Dendam
Mencari angin


__ADS_3

Di kamar pengantin yang berhias bunga-bunga itu, menjadi saksinya kedua insan yang sedang bercumbu.


Sebagai pria normal. Tentunya Arya pun tergoda dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


Namun ketika keduanya siap untuk melakukan yang lebih dari sekedar cumbuan. Hasrat pun hampir memuncak ke ubun-ubun, tiba-tiba Arya menggelinjang bangun.


Sontak Angelica heran. Dia pikir Arya akan segera melepas perjaka ya dan unboxing miliknya.


"Sayang kenapa? aku sudah siap nih ..." Lica menatap suaminya yang bangun dan duduk itu.


Arya menoleh dan kembali mendekat. Terdengar napas keduanya terengah-engah, berat. Tangan Arya bergerak dan menyentuh milik Angelica dan lantas mengusapnya dengan lembut membuat sang empu merem melek.


Arya menyunggingkan bibirnya ke samping. Lalu di mendekati wajahnya Angelica yang terpejam. Arya berkata pelan. "Kau menginginkan itu kan? hah. Tidak akan ku berikan!"


Dengan refleks Angelica membuka manik matanya melihat wajah Arya yang begitu dekat dan tunjukan seringai yang mengejek pada Angelica yang memang sudah sangat menginginkannya.


Angelica menatap tanpa ekspresi, kecewa, terhina juga malu bercampur aduk,bila benar dengan yang di katakan barusan.


Arya bangun dan memakai pakaian dalamnya dengan bibir terus menunjukan senyuman yang sulit di artikan.


"Ke-kenapa?" Angelica sungguh tidak mengerti, malam pertama yang seharusnya menjadi dambaan dang sangat dinantikan oleh sebagian insan.


Tetapi ini malah kebalikannya. Tapi yang dia lihat milik Arya normal-normal saja tidak ada masalah. Namun kenapa tidak mau menyentuhnya lebih? padahal ia sudah siap untuk menikmati malam pertama dengannya itu.


Arya tidak menjawab. Walau Angelica terus bertanya kenapa tidak mau menyentuhnya. gadis itu pun bangun dan meraih tang Arya yang langsung di tepisnya.


"Kenapa kau tidak mau menyentuh ku? ini momen yang seharusnya kita pergunakan dengan baik, sebuah momen yang dinantikan setiap insan. Kamu normalkan sayang?" Angelica memeluk Arya yang sudah berpakaian! sementara dia sendiri masih polos.


"Hem, kau tampak murahan. Dan aku tidak suka dengan wanita yang murahan!" ucap Arya yang sangat menyakiti hati Angelica sebagai istri.


Mata Angelica berkaca-kaca sebagai ungkapan perasaanya saat ini, sudah nafsu meluap-luap terabaikan, di tampah dengan perkataan yang bikin sakit hati, dia tidak menyangka sama sekali kalau Arya tega mengatakan itu.

__ADS_1


"Kamu tega. Tidak berperasaan dan, kau bilang aku murahan ha? kau bilang aku murahan? murahan dari mananya, bilang? aku meminta hak sama kamu, suami ku. Kau bilang aku murahan!" Angelica memukul-mukul bahu Arya yang tidak bergeming.


"Kau tahu! ini penghinaan buat ku, kau sudah menghina ku!" teriak Angelica yang kini sudah membalut tubuhnya dengan selimut, percuma di buka juga bila Arya tidak menginginkan nya.


Arya terdiam dan mencoba menenangkan Lica yang kini menangis kesal. Tangan Arya merangkul bahu Angelica seraya mengusapnya.


Dengan sikap lembut Arya, Angelica pun dengan mudahnya luluh dan kini bermanja pada suaminya ini. Dan dia berusaha memulai sesuatu yang siapa tahu kali ini berhasil dapat melepaskan yang dia miliki.


Arya menilai dengan Alisa capek, Sehingga Angelica tertidur dalam pelukan Arya. Arya meletakkan kepala Lica di bantalnya. Lalu dia pergi ke kamar mandi untuk kencing.


Kemudian sesaat kemudian dia kembali hendak tidur namun teringat pada Gita, mana tadi gak berpesan apa-apa pada om nya. Jarum jam sudah menunjukan pukul 11 malam.


Arya mengambil ponsel dan dompetnya, lalu bergegas Angelica begitu saja dan melewatkan malam pertama tanpa sesuatu yang signifikan.


Di lantai bawah dan di gerbang tentunya Arya bertemu dengan asisten dan scurity yang bertanya akan kemakah Arya pergi. Dan dia cuma bilang mau cari angin saja sebentar.


Dan mereka pun percaya saja dengan omongan Arya yang akhirnya menaiki sebuah taksi dengan tujuan ke Vila.


Di dalam rumah tampak hening dan sepi, karena penghuninya yang cuma segelintir itu sudah pada tidur. Yang dia kunjungi pertama kali adalah kamarnya Gita gadis sederhana yang sudah menjadi istri nya tersebut yang tidak di kunci.


"Gita!" gamamnya Arya sambil mendekat dan menyentuh pelipisnya, kali saja masih panas. Tapi suhunya dah normal sepertinya.


Perlahan tangan Arya menarik selimut yang menutupi bahunya Gita.


Gadis itu tampak sangat lelap sekali tidurnya nya. Hingga tak bergeming dan entah ada dorongan apa sehingga Arya membaringkan tubuhnya di samping Gita yang sedang terlelap.


Mulanya ragu-ragu, tangan Arya memeluk pinggangnya Gita dari belakang. Gita yang merasakan pergerakan seseorang di belakangnya langsung terbangun dan menoleh.


Gita kaget, dan hampir saja berteriak. Namun dia segera sadar kalau Arya adalah suaminya, namun yang dia herankan kenapa Arya berada di sana? bukannya dengan istri dan bermalam pertama.


"A-anda kenapa berada di sini? ka-kapan pulang?" Gita memeluk selimutnya sambil melihat Arya yang dengan santainya berbaring di samping nya itu.

__ADS_1


"Kenapa? apakah aku tidak boleh tidur di sini! bukan kah aku sudah bilang kalau sewaktu-waktu kamar ini akan menjadi kamar ku juga." Jawabnya Arya sambil mengalihkan pandangan ke sekitar.


"Bukan-bukan seperti itu maksud ku, bukan kah kau itu sudah menikah dengan kekasih mu. Tapi kenapa malah ada di sini? apakah istri mu tidak mencari mu?" Gita yang tetap merasa heran.


Arya terduduk di samping Gita sambil menatap lekat dan yang di tatap tidak kuasa membalasnya.


"Kau juga istri ku bukan?" suara Arya pelan dan lumayan dekat dengan wajahnya Gita.


Gita memundurkan wajahnya sambil menunduk.


"Kenapa?" kini Arya memegang tangan Gita yang langsung bergetar dan tubuhnya menggigil tampak panas dingin.


Jantung Gita berdebar tidak karuan. Berdegup begitu kencang. Dia pun menarik tangannya namun pegangan Arya begitu mengunci. Tubuhnya menggigil dan panas dingin kena sentuhan tangan Arya yang mengunci tangannya.


Sekilas Gita menatap ke arah wajah Arya yang tampan dan. berbulu halus itu. Kemudian Gita mengalihkan pandangan tempat sekitar.


Bibir Arya tersenyum melihat tingkah Gita yang tampak malu-malu.


"Em, apa kau pernah berciuman?" selidik Arya yang kini mulai merasa gemas dan ingin mengecup dan mereguk manisnya.


Gita yang malu-malu menggeleng pelan, tangannya berusaha di tarik dari genggaman Arya yang tidak juga mau melepasnya.


"Masa sih, apa kau tidak pernah pacaran?" selidik Arya kembali sambil semakin mendekati wajah Gita.


Gita yang tampak sangat gugup dan ketakutan. Ketika mendapati wajah Arya yang semakin mendekat.


Arya meremas jemari lentik gadis itu seraya berkata. "Bolehlah aku menyentuhnya?"


Gita membalas tatapan Arya. Matanya bergerak-gerak melihat dua netra Arya. Dan entah kenapa kepalanya malah mengangguk pelan sambil tersenyum simpul, sebenarnya malu banget ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Apa kabar reader ku semua? semoga berada dalam lindungan yang maha kuasa. MAKASIH.


__ADS_2