Pencarian Dan Dendam

Pencarian Dan Dendam
Berendam


__ADS_3

Selesai menguras kolam renang, Deri pun membersihkan diri terlebih dahulu, lanjut dia menyantap makan malam hasil masakan Kayla sendiri.


"Maaf ya Om! kalau nggak enak, sebab aku masih baru belajar. Sebelumnya kan taunya makan doang he he he!" ucapnya Kayla tertawa kecil.


"Lumayan kok, masih bisa dimakan!" sahutnya Deri sembari menikmati makanan tersebut.


"Tapi kalau menurut lidahku enak sih, gimana menurut Om. Aku kan mulanya nggak bisa masak! tapi pas sekarang aku bisa masak kok. Om mau kasih nilai berapa?" Kayla menatap ke arah dari dengan tatapan sangat lekat.


"Kau Jangan melihat aku seperti itu dan aku kasih nilai kamu ... 9 dari 10." Kata Deri.


"Ahh ... lumayan segitu juga makasih Om ganteng?" Kayla melempar senyumnya yang manis yang dibuat serba salah Deri nya.


...---...


Di waktu yang sama, di villa nya Deri, yang ada hanya Gita yang sedang menikmati makan malam sendirian.


Memang bagi Gita kesendirian itu memang sudah biasa. Karena memang dari dulu pun dia paling berdua sama sang ayah. Dan bila sang ayah tidak ada, tentunya dia sendirian.


Kepala Gita celingukan melihat ke arah luar. "Om Deri belum pulang dari tempat adiknya Abang. Abang sendiri pun nggak ada pulang hari ini," gumamnya Gadis itu dalam hati.


Selesai makan, Gita lanjut beres-bereskan dan mencucinya, menonton televisi sebentar! karena nggak ada acara yang menarik hati, lantas Gita berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Dan sebelum melanjutkan langkahnya dia mengarahkan pandangan ke arah pintu. "Pintu sudah dikunci kok, bila mereka pulang pun ... mereka bisa buka sendiri, tanpa harus ada orang membukakannya."


Namun baru saja dia mendudukan dirinya di tempat tidur, terdengar suara motor Arya berhenti di depan Villa. Gita buru-buru keluar dari kamarnya dan berdiri di ujung tangga atas, dan melihat kedatangan Arya yang baru saja memasuki ruang tengah.


Arya berdiri sejenak dan menolak ke lantai atas serta menemukan Gita berdiri di atas tangga sedang tersenyum ke arah dirinya.


Pemuda itu pun buru-buru menaiki anak tangga yang disambut dengan mesra oleh istrinya itu.


"Aku kira kau tak pulang malam ini!" kita mencium tangan Arya.


Arya pun mencium kening Gita penuh dengan kehangatan. "iya aku pulang dulu udah nanti aku kembali lagi ke rumah sakit."

__ADS_1


"Apakah kau lembur tanya kembali kita sembari mendongak menatap wajah Arya.


"Oma istri ku di rawat di sana. Dan istriku sedang menunggu orang yang sedang sakit," balasnya Ayah sembari merangkul bahu kita diajaknya berjalan ke kamar dirinya.


"Omanya sakit apa?" tanya lagi Gita sembari berjalan memasuki kamar pribadi Arya.


"Maklumlah sudah tua!" jawabnya Arya dengan singkat lalu dia membuka semua pakaiannya karena dia ingin membersihkan diri.


Dan Gita melongo melihat dengan sedikit malu-malu, ke arah Arya yang tanpa malu membuka semua dan menggantinya dengan handuk.


Beberapa kali Gita menelan saliva nya yang tercekat di tenggorokan. Memandangi dada bidang dan perut sixpack milik nya Arya.


Gita pandangi pria yang memasuki kamar mandi tersebut. Arya yang sebenarnya ngeh dengan Gita yang terus memandanginya itu. Namun dia ke kamar mandi dulu untuk membuang hajat.


Dan tidak lama kemudian Arya kembali ke kamar. Gita yang sedang duduk di tepi tempat tidur melonjak naik setelah Arya muncul dari balik pintu kamar mandi.


"Lho, kok belum mandi nya? bukan kah musik kembali ke rumah sakit," selidik Gita walau dalam hati yang paling kecil ingin bersamanya walau sejenak. Menikmati malam dan kehangatan dari pria yang sudah bikin dia candu itu.


Arya mendekati dan menarik pinggang Gita hingga menempel ke tubuhnya. "Aku ... mandinya nanti saja, setelah bermain dengan mu!"


Gita tidak bergeming di dalam pelukan Arya yang sangat erat. Wajah Arya mendekat untuk mengecup benda tipis yang merona dan seolah minta tuk di sentuh.


"Mmmmm." Arya menyesap dan mengeksplor dalamnya.


Membuat sang empu merasa pengap dan kekurangan oksigen. Arya memberi ruang untuk Gita menghirup udara sebanyak-banyaknya. Kemudian setelah itu Arya melanjutkan kembali ******* dan menyesap.


Sehingga timbulnya rasa yang ingin lebih dari itu. Tangan Arya pun sudah mulai bergerilya ke bukit mungil nan menjulang. Bahkan tangan Kayla menyelusup ke dalam tenda biru yang menutupi bukit mungil tersebut.


"Huuuh ..." gitu mengembuskan nafasnya dari mulut.


"Oh ... mengintai mu. Dari pandangan pertama kita bertemu!" ucap Arya sambil terus melanjutkan aksinya tersebut.


Kini Arya membawa Gita ke atas tempat singgasana yang ternyaman buat bergulat sesaat.

__ADS_1


Padahal semalam Kayla sudah melakukannya dengan Angelica hingga semalaman. Namun ketika bertemu dengan Gita, rasa itu timbul kembali. Muncul seiring waktu dan menuntut lebih dari sekedar biasa.


"Em ... bukannya Abang mau ke rumah sakit lagi. Istri mu pasti menunggu mu!" ucap Gita dengan suara nyaris tak terdengar karena parau dan dan bergetar.


"Iya, Nanti aku akan ke sana. Setelah memandikan benda pusaka ku yang perlu air suci dari goa Hero." Gumamnya Arya sekenanya.


"Ha?" Gita berpikir keras dan mencerna maksud dari Arya.


"Aku butuh air surga buat mencuci benda pusaka ku ini, walaupun aku harus mendaki gunung lewati lembah. Hanya untuk mengalirkan air suci yang teramat langka mengalirnya," sambung Arya.


Perkataan Arya bikin Gita semakin bingung, namun tidak berani bertanya. Dan hanya menikmati setiap sentuhan pria itu.


"Bingung ahc!" gumamnya Gita sembari menggeleng.


Pemuda itu hanya tersenyum tipis ke arah Gita yang sering memejamkan kedua manik matanya.


Arya kini bermain di area bukit yang eksotis, lalu Arya dengan senangnya membuat tanda kepemilikan dengan banyak.


Gita memejamkan kedua manik nya kuat-kuat, serta menggeliat geli. Meliuk bak sedang menari-nari. Dia tidak sanggup menolak permainan Arya yang menuntut untuk menanggalkan semuanya.


Selanjutnya Arya bermain di lembah madu milik nya Gita. Lantas bersiap merendam benda pusakanya itu di air suci yang sudah dia undang kedatanganya.


Arya membuka lebar-lebar jalan tanggul tersebut agar bisa menikmati dengan mudah sarta lancar.


Gita sebentar mengangkat kepalanya melihat tanggul air yang terbuka itu. Lalu dia berbaring kembali sambil memposisikan dirinya dengan sangat nyaman.


Tanpa membuang waktu yang lebih lama lagi, Arya pun langsung merendamkan benda pusaka miliknya di lembah yang bikin candu.


Hek!


Ketika benda itu masuk dan berendam dan bermain lincahnya di tempat yang paling indah dan mengenakan itu.


Dari mulai pelan sampai lincah dan aktif, itu Arya melepas penuh gairah. Dan tidak ingin ini hanya sebentar saja, pria itu terus menghantam gawang nya lawan ....

__ADS_1


...🌼---🌼...


Jangan lupa like komen untuk membuat ku lebih semangat. Makasih.


__ADS_2