Pencuri Hati

Pencuri Hati
Ch. 5. Sisi Lain


__ADS_3

Sebuah mobil lamborghini berwarna hitam terparkir indah di sebuah rumah megah bercat tembok kuning keemasan.


Salah satu bodyguard langsung berlari menyambut sosok di dalam mobil tersebut, ia lalu membukakan pintu dan memberi hormat saat seorang gadis keluar dari dalam lamborghini tersebut dengan wajah datarnya.


Sang gadis berjalan tanpa mengeluarkan senyum sedikit pun memasuki rumahnya.


Sesampainya di dalam rumah, ia lalu melangkah ke arah lift yang terletak di sebelah kanan ruang keluarga. Tanpa membalas sapaan dari para maid yang bekerja di rumahnya.


Ia kemudian menekan tombol lift menuju ke kamarnya yang berada di lantai tiga.


Sampai di dalam kamar ia melempar asal tas sekolahnya, dan pergi ke dalam kamar mandi pribadi di kamar miliknya.


Setelah sepuluh menit berada di dalam kamar mandi, Si gadis pun akhirnya keluar dengan memakai pakaian santai. Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamarnya.


"Masuk," perintahnya.


Dan muncullah seorang maid dengan membawa nampan berisikan makanan dan segelas susu.


"Silahkan dimakan, Nona." Ucap maid itu menunduk setelah meletakkan nampan di atas nakas.


Si gadis mengangguk, "terima kasih." Ucapnya.


Sang maid mengangguk.


"Kau boleh keluar," usir gadis itu. Dengan segera maid tersebut mematuhi perintah atasannya.


Sepeninggal maid tadi, Si gadis hanya memandang makanan di nampan tanpa berselera.


Ia lalu menekan tombol 9 pada telepon rumahnya yang khusus disediakan jika ia membutuhkan sesuatu.


"Bungkuskan aku makanan beserta minuman sebanyak mungkin sekarang," perintahnya saat terdengar suara maid dari balik telepon.


Sang maid mengiyakan dan dengan segera mereka melaksanakan perintah Sang majikan.


☘☘☘


Zetta keluar dari lift masih dengan wajah datarnya. Ia lalu memanggil salah satu maid yang ada di rumahnya.


"Selly," teriak Zetta cukup keras.


Maid yang bernama Selly pun menghampiri Zetta dengan langkah tergopoh-gopoh.


"Apa semua sudah siap?" Tanya Zetta memastikan.


Selly mengangguk, "sudah Nona. Lalu mau diapakan makanan-makanan itu?" Tanya Selly pelan takut jika Sang majikan tersinggung.


"Masukkan ke dalam mobil Jeep milikku sekarang." Perintah Zetta.


Selly langsung mengangguk dan segera menyuruh teman-teman maidnya membawa makanan itu ke dalam mobil milik Zetta.

__ADS_1


Lima menit setelahnya, Selly menghampiri Zetta yang tengah duduk di sofa depan layar televisi.


Dengan hati-hati ia mendekat menghampiri Zetta. "Maaf Nona, pesanan Nona sudah kami siapkan." Ucap Selly.


Zetta lalu mematikan layar televisi dan bangkit berdiri meninggalkan Selly di tempatnya.


☘☘☘


Saat ini Zetta tengah berada di sebuah perkampungan yang dihuni oleh para pemulung dan anak jalanan.


Dengan memakai sweater berwarna merah maroon serta skiny jeans yang melekat di tubuhnya, Zetta berjalan menghampiri sekumpulan anak-anak jalanan yang sedang bermain di bawah sinar rembulan.


"Hai adik-adik," sapa Zetta antusias.


Anak jalanan tersebut langsung menghentikan aktivitas bermainnya dan menatap Zetta dengan wajah berbinar.


"Hai Kak Tata..." sapa mereka penuh semangat.


"Coba tebak, Kak Tata bawa apa sekarang?" Zetta sedikit merendahkan tinggi badannya agar sejajar dengan anak-anak di hadapannya saat ini.


"Apa Kak?" Tanya salah satu anak jalanan antusias.


"Yuk kesini yuk..." ajak Zetta semangat.


Mereka pun berjalan ke arah mobil Zetta yang terparkir tak jauh dari perkampungan tersebut.


"Taraaa..." Zetta lalu mengeluarkan mainan dari dalam mobil miliknya.


"Ini untuk kami, Kak?"


"Iya, Dul... dan satu lagi, sini kalian bantuin Kakak bawa ini." Zetta lalu mengeluarkan makanan dan minuman yang ia bawa dari rumah.


"Wahhh... Kakak baik banget sih sama kita," ucap Dul bahagia.


Zetta tersenyum menanggapi perkataan bocah berumur sembilan tahun tersebut, ia lalu menunduk dan mengusap rambut anak lelaki itu dengan gemas.


"Sudah... ayo sekarang bantu Kakak ya." Pinta Zetta pada mereka.


"Siap boss..." mereka semua lalu berdiri tegak dan memberi hormat pada Zetta membuat Zetta terkekeh atas tingkah polos anak-anak tersebut.


Anak-anak jalanan itu berjalan dengan penuh semangat sembari menenteng barang-barang di tangan mereka.


"Ayah... Ibu... lihat siapa yang datang," teriak salah seorang anak jalanan saat sampai di perkampungan.


Orang tua dari anak tersebut pun keluar dari rumah mereka yang terbuat dari kardus dan tripleks.


Dengan mata berbinar orang tua tersebut menyambut kedatangan Zetta.


"Astaga... Non Tata ngapain kesini, Non?" Tanya Bapak dari anak jalanan tadi.

__ADS_1


Zetta tersenyum hangat menatap ke arah lelaki paruh baya di hadapannya saat ini.


"Ini Pak, saya ada sedikit rezeki. Pengin berbagi kebahagiaan bareng anak-anak disini." Ucap Zetta sembari menyerahkan bungkusan yang berisi makanan.


"Ya ampun, Non... ngga perlu repot-repot kayak gini." Tambah lelaki itu, ia merasa tak enak dengan Zetta yang terus-terusan membantu keluarganya hingga sekarang.


Dengan cepat Zetta menggeleng menyanggah ucapan lelaki yang sudah ia anggap sebagai keluarganya itu.


"Engga, Pak. Tata ngga repot, malah Tata seneng bisa berbagi bareng anak-anak disini. Iya ngga, Dek?" Tanya Zetta kepada anak dari Bapak tadi sembari merangkul pundaknya.


Sang anak yang tengah memainkan mainan pemberian Zetta pun mengangguk antusias.


"Bener Pak, kalo Kak Tata kesini justru kita semua malah seneng," jawab anak itu polos.


"Husst... kamu ini." Lelaki itu memperingati anaknya yang berbicara sembarangan pada Zetta.


"Oh iya, Pak. Bolehkah Tata ikut makan bersama warga disini?" Pinta Zetta dengan menampilkan puppy eyes nya.


Lelaki paruh baya di hadapannya nampak berpikir sejenak. Kemudian menatap wajah Zetta yang tengah menunggu jawaban darinya.


"Baiklah Non Tata, tunggu sebentar biar Bapak panggil seluruh warga disini." Tutur Bapak itu.


Sang Bapak lalu berjalan menuju rumah-rumah disamping kanan kirinya memberi tahu kedatangan Zetta.


Semua warga antusias menyambut kedatangan Zetta yang bak malaikat nyasar di tempat mereka.


"Non Tata..." pekik warga saat melihat sosok Zetta di rumah Pak Badrun.


"Sini... sini..." ajak Zetta melambai-lambaikan tangannya diiringi senyum indah yang melekat di wajahnya.


Semua warga menghampiri Zetta dan bersalaman dengan gadis cantik itu.


Setelah beberapa saat mengobrol dengan Zetta, sebagian warga pamit untuk menyiapkan acara makan malam sederhana ala mereka.


Para bapak menyapu dan menaruh koran di atas jalan gang sempit mereka, sedangkan para ibu menyiapkan makanan yang akan dihidangkan.


Sedangkan Zetta, awalnya ingin membantu pekerjaan mereka. Namun dengan tegas mereka menolak bantuan Zetta agar Zetta menikmati waktunya di tempat sederhana mereka.


Akhirnya Zetta memilih berjalan-jalan sejenak bersama anak-anak jalanan sebelum akhirnya ia duduk di atas jembatan yang menghubungkan kampung tersebut dengan jalan raya.


"Kak Tata mau aku nyanyiin?" Tanya seorang anak jalanan yang menenteng ukulele.


"Wahhh... boleh, Drun." Jawab Zetta antusias.


Badrun pun memainkan ukulele nya dengan bersemangat.


☘☘☘


Usai melakukan kunjungannya, Zetta lalu bergegas pulang ke rumahnya. Waktu kini telah menunjukkan pukul 11.00 PM. Namun Zetta masih berada di perjalanan pulang.

__ADS_1


Dengan muka lelahnya ia keluar dari mobil saat sampai di pelataran rumah miliknya.


Dengan malas, Zetta membuka pintu depan dan betapa terkejutnya ia saat mendapati sosok di hadapannya tengah berdiri dengan tangan dilipat di dada.


__ADS_2