PENDEKAR KEGELAPAN

PENDEKAR KEGELAPAN
CHAPTER 21


__ADS_3

...***...


Di dalam stana, Di kediaman Putra raja. Tepatnya di bilik Raden kanigara Ganda dan Raden Kanigara Hastungkara.


"Ayahanda prabu sangat hebat sekali raka." Raden kanigara Hastungkara terlihat sangat bersemangat. "Rencana yang dibuat ayahanda prabu memang sangat luar biasa. Kita bisa belajar banyak mengenai strategi dari ayahanda prabu." Raden Kanigara Hastungkara sangat mengagungkan ayahandanya.


"Ayahanda prabu memang sangat hebat. Bahkan paman patih saja sangat mengagumi kecerdasan ayahanda prabu." Raden Kanigara Ganda juga mengagumi ayahandanya. "Ada yang mengatakan, jika rencana yang disusun ayahanda prabu itu, tidak pernah terduga sama sekali. Sangat tepat, dan berjalan dengan sangat sempurna." Lanjutnya dengan senyuman penuh kebanggan.


"Jadi?. Rencana menyingkirkan lakeswara itu sudah dipastikan akan berhasil dengan sangat sempurna raka?." Raden Kanigara Hastungkara jadi ingat dengan rencana ayahandanya.


"Tentu!. Aku Sangat yakin semuanya akan berjalan dengan sempurna. Itu tidak akan diragukan lagi rayi." Raden Kanigara Ganda dengan penuh percaya diri.


"Kalian terlalu memuji ayahanda. Ahahaha!." Prabu Kanigara Rajendra malah tertawa mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh kedua anaknya. Raden Kanigara Ganda dan Raden Kanigara Hastungkara juga ikut tertawa.


"Tapi itu adalah sebuah kenyataan ayahanda prabu. Bahkan semua orang mengetahui bagaimana kehebatan ayahanda prabu."


"Benar yang dikatakan raka ganda. Bahkan kami mendengarkan kehebatan ayahanda prabu dari para senopati dan dharmapati yang sangat setia pada ayahanda prabu."


"Mereka hanya membesar-besarkannya saja."


"Sudahlah. Nanti saja bahas masalah itu. Kini kita hanya menunggu kabar baik yang akan membawa keberkahan bagi kita semua."


"Baiklah ayahanda prabu."


Setelah itu mereka membahas masalah lain. Tentunya mereka akan membahas masalah yang berhubungan dengan tahta pemerintahan.


Sementara itu di sisi lainnya.


Arya Susena, Patari, Darsana, Bajra, dan Nismara saat itu sedang bertarung dengan kawanan perusuh yang akan mencegat perjalanan Raden Kanigara Lakeswara.


"Hei!. Arya susena!. Kenapa kau malah diam saja?. KEnapa kau tidak membantu kami?."


"Kau ini terlalu santi sekali."


Mereka saat itu sedang bertarung mengalahkan kawanan perusuh itu. akan tetapi gaya bertarung sangat santai sekali, hingga membuat Nismara dan Patari terlihat sangat kesal degan gaya bertarung itu.


"Jadi kalian ingin aku bertarung dengan serius?."

__ADS_1


"Sudahlah!. Aku sudah muak denganmu!." Bentak Nismara dengan sangat kesal. Saat itu ia melampiaskan kemarahannya dengan menghajar beberapa kawanan perusuh yang menghadangnya.


Ctak!. Ctak!. Ctak!.


Saat itu Arya Susena melempari mereka dengan batu kerikil yang telah ia lambari dengan tenaga dalamnya, sehingga beberapa kawanan perampok itu dapat dihentikan. Nismara dan Patari sangat terkejut melihat itu, mereka tidak menduga jika Arya Susena menanggapi ucapan mereka?.


"Kalian ini memang sangat sadis sekali. Aku kasihan dengan mereka yang menjadi korban kemarahan kalian."


"Padahal aku baru saja ingin mengeluarkan keringat kami. Tapi kalian malah terburu-buru menyelesaikan masalah ini."


Darsana dan Bajra terlihat sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh Arya Susena.


"Kalian semuanya."


Deg!.


Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang telah diperlihatkan Arya Susena. Mereka semua bahkan merasakan hawa sekitar menjadi panas.


"Kalian segera singkirkan mereka semua. Karena sebentar lagi mereka akan sampai disini. Jangan sampai para prajurit itu melihat kematian mereka."


"Dan jangan lupa kalian harus menyamar menjadi kawanan perusuh itu." Ucapnya dengan penuh kemarahan.


"Baik. Baik arya." Mereka semua bergegas menyingkirkan kawanan perampok itu?.


"Kenapa dia cepat marah?. Arya susena goblok." Dalam hati Nismara sangat kesal, mengutuk apa yang telah dikatakan Arya Susena yang selalu saja memberikan perintah kepada mereka semua.


"Kenapa aku harus terlibat dalam masalah yang tidak menyenangkan sama sekali?." Dalam hati Bajra langsung menyelesaikan para Kawanan perusuh itu.


"Sial. Kenapa aku selalu saja melibatkan aku kawanan perusuh itu." Dalam hati Bajra sangat kesal.


"Sial. Kenapa aku selalu saja melibatkan aky dalam masalah ini?." Darsana juga sangat kesal.


"Dia ini pandai sekali memerintah kami." Dalam hati Patari mulai kesal.


"Kenapa aku selalu gemetaran dengan kemarahan yang ia keluarkan?. Apakah itu adalah kelebihan yang ia miliki?." Dalam hati Nismara sangat heran dengan itu.


"Mereka ini selalu saja membuat aku kesal." Dalam hatinya sangat kesal dengan semuanya.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah menyelesaikan para kawan perusuh itu, para prajurit itu langsung melewati mereka jalan itu. Arya Susena telah memberi aba-aba pada Mereka semua untuk keluar, tentunya mereka ingin mencegat para prajurit yang membawa Raden Kanigara Lakeswara.


"Berhenti!." Sutang memberi aba-aba pada mereka semua untuk berhenti.


"Apa yang kalian inginkan perampok bodoh?!." Bentaknya.


"Hei!. Prajurit bodoh!. Apakah kalian tidak mendengarkan?. Atau mengetahui dengan baik?. Rencana yang telah diperintahkan gustimu?!." Bentak Arya Susena dengan suara yang sangat keras.


Sedangkan Raden Kanigara Lakeswara yang berada didalam kereta kuda merasa sangat panik dengan apa yang ia dengar. "Apa yang mereka lakukan sebenarnya?. Apa yang mereka rencanakan terhadap diriku?." Dalam hati Raden Kanigara Lakeswara mulai menyadari ada yang tidak beres diluar sana?. "Arya susena bajingan!. Apakah dia ingin membiarkan aku terbunuh oleh mereka?." Dalam hatinya sangat kesal dengan rencana tak terduga ini.


"Apakah kalian tidak membaca dengan benar rencana yang telah dikatakan gusti kalian?."


Sutang turun dari kudanya, ia berdiri dihadapan Arya Susena dengan berkacak pinggang, dan tatapannya sangat sinis."Jadi kalian adalah para perampok itu yang disewa gustiku untuk membawa kanigara lakeswara?."


"Jangan banyak bertanya!. Dan jangan menghambat pekerjaan kami."


"Terserah kalian saja. Tugas kami juga telah selesai. Terserah kalian mau berkata apa."


"Kalau begitu kalian boleh menyingkir dari sini secepatnya." Arya Susena menyingkirkan Sutang dari hadapannya dengan mendorong Sutang. "Cepat pergi dari sini." Usirnya. Saat itu ia masuk ke dalam kereta kuda. "Sebelum aku merampok kalian semua." Ancamnya dengan senyuman menyeramkan. "


Deg!.


Mereka merasakan hawa yang sangat berbeda. "Kalian semua!. Kita pergi dari sini." Sutang memberi aba-aba pada Mereka untuk meninggalkan tempat. Sementara itu Arya Susena yang berada di dalam kereta kuda?. Ia melihat bagaimana kondisi Raden Kanigara Lakeswara yang sedang terbaring lemah tak berdaya.


"Siapa dia?." Dalam hati Raden Kanigara Lakeswara Sangat terkejut dengan kedatangan seseorang. Arya Susena menyentuh pundak Raden Kanigara Lakeswara dengan sangat pelan, hingga saat itu ia bisa bangkit?.


"Kau!."


"Ssh!." Arya Susena memberi kode pada Raden Kanigara Lakeswara agar tidak bersuara. "Pa-parasti!. Apakah mereka telah pergi?." Arya Susena memanggil Patari dengan nama lain.


"Mereka telah pergi." Balas patari.


"Untuk sementara waktu raden duduklah dengan tenang di sini." Arya Susena memberi aba-aba pada Raden Kanigara Lakeswara untuk duduk dengan Sangat tenang.


Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2