
He Shu Huan menatap kagum terhadap lukisan di gua puncak gunung Liao. Ia merasa hatinya damai dan bahagia melihat gadis manis yang senyumnya menggugah hati He Shu Huan yang dingin dan kejam.
" Ammm, aku tak boleh tertarik dengan seorang gadis mana pun supaya cita- cita ku tak pernah terlupakan oleh ku. " Kata He Shu Huan yang membantah perasaan asing yang mengganggu pikirannya terhadap gadis di lukisan itu.
" Hei, siapa kamu yang telah berani memasuki gua rahasia Ayahku? " Tegur seorang gadis kecil usia enam tahun yang kecantikannya sangat mirip dengan lukisan gadis cantik jelita yang terdapat di dinding gua cahaya matahari.
" Aku He Shu Huan. Kamu sendiri siapakah, bocah cilik? "
" Bocah cilik?? Ah, kau sendiri juga bocah cilik yang belum dewasa..! " Kata Gadis cilik yang malah memarahinya.
" Hmm, aku dan kamu siapa yang paling cilik di sini?" Tanya He Shu Huan tertawa geli sendiri.
" Aku karena Aku berusia enam tahun. " Jawab gadis cilik ini menunjuk ke hidungnya yang mungil.
" Nah, kau tak boleh memanggil Aku bocah cilik karena Aku sudah berusia empat belas tahun. Jarak usia kita sangat jauh. " Kata He Shu Huan yang menjewer gadis cilik yang manis itu.
" Aduhhh, sakit, Kak galak. " Kata gadis cilik ini yang menangis.
" Eh, tangisannya kenapa menyiram hatiku yang dingin. " Pikir He Shu Huan yang bersimpuh di depan gadis cilik ini.
" Kakak, sebaiknya kamu pergi dari sini atau kau akan mendapatkan masalah besar dari ayahku. " Kata gadis cilik ini yang mengusir He Shu Huan pergi dari gua cahaya matahari.
" Baiklah, Aku akan pergi dari sini. Tapi, Aku ingin meminta satu hal darimu? " Kata He Shu Huan yang mengambil tusuk konde yang berada di atas puncak rambut gadis cilik ini.
" Aku mau menyimpan tusuk konde mu dan Aku janji akan mengembalikan tusuk konde mu ketika kamu bertemu dengan ku kembali yaitu saat kamu telah besar nanti." Kata He Shu Huan yang membelai lembut wajah mungil dan cantik jelita gadis cilik ini.
__ADS_1
" Iya, Kakak galak. Namaku Alina. " Kata gadis cilik ini yang mengejar He Shu Huan keluar dari gua cahaya matahari.
" Iyaa aku akan mengingat nama mu di hatiku. " Kata He Shu Huan melompat naik ke punggung daun bawang lalu melesat meninggalkan gua cahaya matahari.
Sesudah, He Shu Huan meninggalkan gua itu terjadi sesuatu terhadap gadis cilik ini yang telah di serang oleh seseorang yang berilmu tinggi dan menculiknya dari gua cahaya matahari.
He Shu Huan kembali ke Istana Kekaisaran Liao untuk menunjukkan bahwa ia sudah memiliki tunggangan istimewa nya kepada ketiga orang sahabatnya yang terperangah melihat hewan pilihannya itu.
" Huan, dimana-mana seorang penguasa itu hewan peliharaan istimewa nya adalah kuda, harimau, singa, beruang, serigala atau burung raksasa? Tapi, kamu malah memilih seekor keledai yang kurus dan kerempeng seperti kulit ular sanca yang belum makan setahun. " Kata Bi Guan menepuk dahinya melihat sahabatnya ini sungguh aneh bin ajaib.
" Tsk, Bi Guan. Aku ini penguasa yang berbeda dari para penguasa lainnya. Karena itu aku suka memelihara hewan yang tak biasa namun kamu jangan salah menilai kalau daun bawang ku ini adalah keledai biasa.Dia ini seekor daun bawang yang bernilai tinggi daripada nilai kuda paling mahal sekalipun. " Kata He Shu Huan membela keledainya.
" Hmmm, baiklah. Semoga daun bawang mu bisa membuat namamu menjadi besar dan juga terkenal di dunia persilatan. " Kata Gu Chuan yang memahami watak aneh He Shu Huan.
" Huan, Aku sudah membuatkan kamu sebuah peta wilayah utara yang harus kita taklukkan lebih dahulu sebelum kamu melakukan misi lain yang sudah kamu rencanakan di benakmu itu. " Kata Si Kera Manis Yu Man Ji membawakan peta yang di inginkan oleh He Shu Huan dengan senyuman manisnya.
" Wilayah utara ada bermacam-macam daerah yang memiliki pemimpin yang tangguh dan harus kita taklukkan supaya wilayah mereka jadi wilayah kita. " Kata Bi Guan yang mempelajari wilayah utara dengan cermat.
" Hmm, kenapa kamu masih diam di sini, Guan? Rampas mereka hingga mereka mengemis cinta darimu. " Kata He Shu Huan nyengir lebar untuk menyemangati Bi Guan.
" Oh, Aku menunggu perintah dari mu, Yang Mulia Kaisar Liao Huan.. " Kata Bi Guan yang langsung berkelebat cepat keluar dari Istana Kekaisaran Liao untuk melaksanakan tugasnya untuk He Shu Huan.
He Shu Huan pun langsung memerintahkan para pasukan Kekaisaran Liao untuk bersiap -siap membantu Bi Guan yang telah lebih dahulu pergi ke arah perbatasan antara Kekaisaran Liao dengan wilayah utara lainnya.
" Serbu....! " Perintah He Shu Huan kepada para pasukan Kekaisaran Liao yang membidik busur panah mereka ke arah para pasukan wilayah utara lainnya yang terkejut dengan kedatangan mereka secara tiba-tiba.
__ADS_1
Syuuttt!
Werr, weerrr!
Jleb, jleb!
He Shu Huan melesat dengan kecepatan kilat ke arah para pemimpin pasukan wilayah utara lainnya yang terbelalak kaget sekali dan tahu- tahu sejumlah kepala mereka berjatuhan ke tanah.
Crakkk!
He Shu Huan segera memerintahkan Gu Chuan yang segera paham untuk memasang bendera Kekaisaran Liao di seluruh wilayah utara lainnya yang telah di taklukkan oleh He Shu Huan dan ketiga orang sahabatnya.
" Huan, kita telah berhasil...! " Sorak sorai ketiga orang sahabatnya yang masing-masing telah mendapatkan hadiah dari perang mereka.
" Mari kita berpesta kembali untuk merayakan hari kemenangan kita atas wilayah utara lainnya yang menjadi kekuasaan kita. " Kata He Shu Huan yang memerintahkan Bi Guan untuk berikan surat kuasanya kepada Kaisar Mongolia yang terdekat dari wilayah Kekaisaran Liao untuk datang ke Istana Kekaisaran Liao.
" Huan , aku pasti akan membawanya kepada mu. " Kata Bi Guan yang telah melesat dengan kecepatan tinggi ke arah wilayah Kekaisaran Mongolia.
Brrrrr!
He Shu Huan menanti kedatangan Kaisar Yuma ke hadapannya di Istana Kekaisaran Liao dengan menghabiskan waktunya untuk memandikan daun bawang.
" Daun bawang, kau harus mandi dan sikat gigi supaya kamu selalu bersih dan sehat juga wangi seperti ku majikan mu. " Kata He Shu Huan yang menggosok tubuh daun bawang dengan kain basah yang di beri daun wangi.
" Hai, Huan. Kau Kaisar Liao Huan yang sangat terhormat tapi kenapa kamu sibuk memandikan Daun bawang mu dengan tanganmu sendiri?" Tanya Gu Chuan yang merampas kain basah di tangan He Shu Huan untuk mengganti tugas He Shu Huan.
__ADS_1
Bersambung!