
"Ah aku mau kesana. Ayo antar aku kesana. " Kata Fu Xiao Chao meminta He Shu Huan untuk mengantarkannya ke bukit harapan dan cinta.
"Untuk apa kesana? " Tanya He Shu Huan yang menyesal sudah bicara tentang bukit harapan dan cinta yang menjadi legenda para gadis di wilayah Kekaisaran Liao dan sekitarnya.
"Aku ingin tahu ada apa disana " Jawab Fu Xiao Chao menggoyangkan jemarinya dengan wajah meminta yang sangat cantik jelita sekali bagi pandangan mata He Shu Huan.
"Tidak ada apa-apa. " Kata He Shu Huan cepat.
Tapi Sastrawan Bodoh Bi Guan datang dan juga memberitahu dengan jujur kepada Fu Xiao Chao.
"Ada tujuh bunga warna warni yang tumbuh di atas bukit harapan dan cinta yang katanya apabila sepasang pria dan wanita kesana dan memetik bunga-bunga itu di hari pelangi usai hujan reda menurut legenda para orangtua di sini. Kita akan bisa melihat pasangan hidup kita di masa depan dan terutama menemukan dua gelang giok dan cincin giok ukiran naga dan burung hong di sana, wah berjodoh sampai maut memisahkan, intinya akan selamanya bahagia." Jawab Sastrawan Bodoh Bi Guan yang tanpa izin membocorkan rahasia bukit harapan dan cinta kepada Fu Xiao Chao.
"Wahhh, Kak Huan kita harus ke sana. "Kata Fu Xiao Chao dengan sepasang matanya yang bersinar-bersinar ingin sekali mendapatkan tujuh bunga warna warni dan sepasang gelang dan cincin giok ukiran naga dan burung hong yang tersembunyi di bukit harapan dan cinta.
" Bi Guan... Awasss Kauuu...!! " Teriak He Shu Huan memarahi Bi Guan yang langsung kabur dari lokasi yang sama dengan lokasi He Shu Huan dan Fu Xiao Chao berasa saat ini.
"Kak Huan jangan marahi dia, dia sangat berjasa besar bagi kita. Ayo kita pergi kesana." Rengek Fu Xiao Chao.
"Shu Huan dia sangat cocok denganmu. " Kata Sastrawan Bodoh Bi Guan dari jarak jauh sekali.
"Kakak.... "
"Iyaaaa kita pergi... Hush jangan teriak, nanti bunga-bunganya dan kedua gelang dan cincin di ambil orang. " Kata He Shu Huan bersiul ke arah kudanya yang patuh datang kepadanya.
__ADS_1
Fu Xiao Chao bersorak-sorai dengan naik ke atas punggung kuda milik He Shu Huan yang juga sudah duduk di belakang gadis kecil itu dan ia memacu kudanya menuju ke bukit harapan dan cinta sesuai dengan permintaan dari Fu Xiao Chao karena ulah Bi Guan yang sudah melihat adanya perasaan kasih diantara mereka berdua.
Dengan memacu kuda hitamnya laksana naga hitam di langit, He Shu Huan memenuhi janjinya untuk mengantarkan Fu Xiao Chao pergi ke bukit harapan dan cinta.
Tetapi di tengah perjalanan terjadi hujan yang sangat lebat dan di sertai angin kencang yang membuat mereka berdua berteduh di dalam goa yang berhasil mereka temukan.
"Kancil Centil, kau pakailah jubah luar ku supaya kau tak masuk angin. " Kata He Shu Huan seraya menggunakan saputangan nya sendiri untuk ia bisa mengeringkan rambut panjang Fu Xiao Chao.
Fu Xiao Chao menurutinya dan mereka berdua menyalahkan api unggun untuk mengerikan tubuh mereka berdua sambil menunggu hujan reda.
Dan, siapa sangka hujan reda yang membuat mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan ke bukit harapan dan cinta, lalu mereka berdua pun bisa melihat pelangi hadir di atas bukit itu.
"Wahhh... Benar-benar terjadi... Lihat pelanginya amat indah sekali... !! " Seru Fu Xiao Chao dengan nada riang ia berlari mencari tujuh bunga warna warni di sekitar bukit harapan dan cinta.
"Xiao Chao lihat di atas tebing itu...! " Seru He Shu Huan ramai.
Fu Xiao Chao mengikuti arahan pandangan mata He Shu Huan dan benar saja ia juga bisa melihat sepasang gelang dan cincin giok ukiran naga dan burung hong yang merupakan bukti nyata legenda orang-orang suku Liao.
"Wah benar-benar ada sepasang gelang dan cincin giok ukiran naga dan burung... Ayo, Kakak tolong kau ambilkan untuk kita berdua." Kata Fu Xiao Chao sangat antusias sekali dari suaranya dan sikapnya.
"Ya, baiklah. Ku tunggu aku disini dan jangan ke mana-mana, ya. " Jawab He Shu Huan yang melompat ke atas tebing bukit harapan dan cinta lalu ia ambil sepasang gelang dan cincin giok ukiran naga dan burung hong.
Di saat ia mau turun kembali ke tempat Fu Xiao Chao, ia melihat gambar lukisan sepasang orang berlatih ilmu silat bersama-sama dan sebuah celah-celah yang mengatakan bahwa.
__ADS_1
"Ilmu pedang sepasang kekasih sejati dan ada sepasang pedangnya juga. " Baca He Shu Huan yang tanpa perlu menunggu waktu lama lagi.
Ia cepat bergerak dan menggunakan pedang naga perak untuk membuka sebuah batu nisan yang ada sepasang pedang yang bertuliskan sepasang pedang kekasih sejati.
"Xiao Chao aku menemukan sepasang pedang kekasih sejati. " Kata He Shu Huan senang sekali kepada Fu Xiao Chao.
"Wah jangan-jangan bukit harapan dan cinta adalah tempat sepasang pendekar besar yang pernah menggemparkan dunia persilatan dengan julukan sepasang pendekar pedang merah dan pedang biru. " Kata Fu Xiao Chao yang menduga dengan tepat sekali setelah He Shu Huan membaca tulisan di sepasang pedang tersebut.
"Kita bisa mempelajari nya bersama-sama, kau pakai pedang merah dan aku memakai pedang biru. " Kata He Shu Huan menyerahkan pedang merah yang lebih pendek kepada Fu Xiao Chao.
Fu Xiao Chao menggerakkan pedang merah sesuai dengan petunjuk dari ukiran di atas tebing itu dan ia juga mengikuti gerakan He Shu Huan sehingga ia bisa dengan cepat menguasai ilmu pedang merah.
Dan, He Shu Huan menguasai ilmu pedang biru, ia juga mengajarkan Fu Xiao Chao berlatih ilmu sepasang kekasih sejati dengan cara mereka berdua menghimpun tenaga dalam di dalam goa tersembunyi tanpa busana satu sama lainnya.
Mereka berdua berlatih selama dua hari satu malam tanpa lelah dan akhirnya bisa menguasai ilmu sepasang kekasih sejati dan mereka berdua saling menukar gelang dan cincin yang mereka berdua pakai di pergelangan tangan dan jari manis mereka berdua.
"Kak Huan mulai dari hari ini kita berdua adalah sepasang kekasih sejati yang takkan pernah terpisahkan untuk selamanya. " Kata Fu Xiao Chao dengan manja bersandar di bahu He Shu Huan.
"Iya, karena aku sudah melihat semua yang kau miliki, kecuali isi dalam dan kau harus hati-hati jika sudah datang bulan jangan pernah dekat dengan pria lain selain aku nanti kau bisa sakit kepanjangan. Apakah kau mengerti? " He Shu Huan meniup poni Fu Xiao Chao.
"Eh, aku mengerti karena aku pernah di beritahu oleh nenekku kalau aku sudah datang bulan itu berarti aku sudah dewasa dan bila aku sudah dewasa ya aku harus menikah untuk keamanan ku sendiri begitu kata nenekku. " Jawab Fu Xiao Chao seraya menatap He Shu Huan dengan senyum malu -malu.
Bersambung!
__ADS_1