
Tepat saat itu kereta kuda terhenti di tengah jalan di sebuah hutan yang seluruhnya adalah pohon daun kelor dan membuat bulu kuduk sejumlah anggota sekte angsa emas merinding.
Termasuk Ah Wen pemuda cilik sepupunya dan tunangan Fu Xiao Chao yang merapatkan diri di antara kelompoknya di dalam kereta kuda yang di depan kereta kuda khusus untuk Fu Xiao Chao yang di kawal oleh He Shu Huan yang menyamar sebagai kusir sekaligus pengawal pribadi Fu Xiao Chao yang bernama Ah Man.
Semilir angin berdesir dan suara pepohonan yang saling bersahutan di tambah suasana yang menjelang tengah malam hari yang menambah suasana hutan jadi tambah menyeramkan.
" Ah Man tolong aku...!! " Jerit Fu Xiao Chao dari dalam kereta kuda yang membuat He Shu Huan lari ke dalam kereta kuda dan melihat ada seorang pria bertopeng hitam dan pakaian hitam telah membawa lari Fu Xiao Chao dari dalam kereta kuda tanpa di ketahui oleh He Shu Huan yang duduk di depan pintu kereta kuda.
" Lancang..!! " Hardik He Shu Huan melompat dan mengejar si penculik dengan ilmu ginkang yang sangat cepat sekali sehingga He Shu Huan dapat melewati pria penculik Fu Xiao Chao yang berpakaian hitam dan bertopeng hitam itu.
" Bocah cilik berani sekali kau mengganggu urusan ku....!! " Hardik pria berpakaian dan juga bertopeng hitam yang menculik Fu Xiao Chao menyerang He Shu Huan dengan gerakan jari mirip cakar beruang kutub.
He Shu Huan mengelak sedikit dari serangan cakar si pria berpakaian dan bertopeng hitam yang menculik Fu Xiao Chao dengan cara memiringkan tubuhnya sedikit, lalu He Shu Huan menggunakan sikut lengan kirinya menghantam belakang leher pria itu hingga patah dan ia pun menjatuhkan Fu Xiao Chao dari pundaknya.
Krekkk!!
" Kancil Centil...! " He Shu Huan dengan sigap menangkap Fu Xiao Chao tepat waktu sebelum Fu Xiao Chao jatuh ke tanah rumput dalam hutan itu.
__ADS_1
Fu Xiao Chao jatuh di atas tubuh He Shu Huan yang langsung melindungi gadis kecil itu dari serangan seorang berpakaian hitam lainnya yang menggunakan telapak tangan berkuku tajam dan runcing ke arah punggung dan juga belakang kepala gadis kecil itu.
He Shu Huan menangkis telapak tangan berkuku tajam dan runcing dari seorang berpakaian hitam itu dengan ilmu angin bayangan dan ia pun langsung mencengkeram dada orang itu hingga berlubang dan isi dadanya hancur oleh He Shu Huan.
" Kancil Centil, sekarang ini kau sudah aman bersama ku. " He Shu Huan mengangkat Fu Xiao Chao dan menggendongnya untuk kembali ke dalam kereta kuda milik Kakek gadis kecil itu.
Namun saat mereka berdua telah tiba di kereta kuda, mereka berdua melihat Ah Wen bertolak pinggang dan menatap mereka dengan marah dan bengis sekali kepada Fu Xiao Chao.
"Gadis Hina bagus sekali kau tengah malam hari begini berduaan bersama dengan seorang budak dan pergi meninggalkan kereta kuda tanpa izin dan merepotkan kami semua...! " Teriak Ah Wen di depan Fu Xiao Chao dan He Shu Huan.
"Ah Wen, kau jangan bicara sembarangan. Aku tidak pernah meninggalkan kereta kuda ku tadi aku di culik dan nyaris di bunuh oleh dua orang yang berpakaian dan bertopeng hitam jika tak ada Ah Man yang menyelamatkan ku dan juga membawa ku kembali ke kereta kuda. " Kata Fu Xiao Chao memberi penjelasan kepada Ah Wen.
"Jaga sikapmu. " Kata He Shu Huan menampar Ah Wen sampai pingsan karena mulut pemuda itu telah rontok giginya.
"Hei berani sekali kau menampar dan melukai Tuan Muda kami...!! " Hardik para anggota sekte angsa emas marah dan menyerang He Shu Huan yang menggerakkan lima jari telapak tangan kiri nya seperti gerakan kincir angin ke arah pelipis tiga puluh anggota sekte angsa emas dengan sangat cepat dan akibatnya tiga puluh anggota sekte angsa emas tewas remuk oleh He Shu Huan.
Plakkk!
__ADS_1
Fu Xiao Chao mengambil batu dan gadis kecil itu memukul kepala Ah Wen hingga terbelah dua dan pemuda cilik itu tewas oleh Fu Xiao Chao yang marah karena sikap Ah Wen terhadapnya.
"Kancil Centil kau telah membunuh sepupu mu sendiri. " Kata He Shu Huan seraya menebarkan bubuk bunga lotus kuning ke semua jasad para anggota sekte angsa emas di sekitar hutan itu.
"Dia bukan sepupu ku, dia manusia yang paling aku benci dan aku sudah menunggu waktu yang tepat untuk membunuhnya dan kebetulan sekali hari ini dan malam ini dia telah menghina ku dan mendorongku dengan kasar yang membuatnya pantas untuk mati di tanganku. " Jawab Fu Xiao Chao dengan nada puas sekali karena dia telah membunuh orang yang sudah menghinanya.
"Oh ya dia pantas untuk mati di tangan mu tapi bagaimana cara kau menjelaskan kepada kakek mu mengenai kematian Ah Wen dan tiga puluh anggota sekte angsa emas saat kau pulang nanti? " He Shu Huan menyukai sifat bengis Fu Xiao Chao di balik sifat polos dan centilnya.
"Aku akan bilang mereka meninggal dunia karena dibunuh oleh dua penyerang dan penculik ku yang berhasil kau bunuh juga dalam tindakan satria mu kepada ku. " Jawab Fu Xiao Chao yang menjatuhkan kedua lengannya pada leher He Shu Huan yang cepat menarik lepas kedua lengan Fu Xiao Chao.
"Ehhh, kau sudah memikirkan ide yang bagus untuk mu tapi kau jangan khawatir aku akan membantu mu dari amarah kakek mu saat kau pulang ke rumah mu dan jika kau gagal dengan ide mu itu. " Kata He Shu Huan yang berbalik ke kereta kuda dan He Shu Huan melepaskan satu ekor kuda untuk di pakai bersama Fu Xiao Chao sebagai alat transportasi mereka menuju ke Ibukota Kekaisaran Ming.
"Jika aku gagal menjelaskan kepada Kakekku mengenai kematian Ah Wen. Apa yang akan kau lakukan untuk ku? " Fu Xiao Chao duduk di depan He Shu Huan di atas punggung kuda hitam.
"Aku akan membawa mu kabur dari kakek mu dan jika kakek mu marah dan ingin membunuh mu dan Aku atau membunuh kita berdua, maka Aku akan membunuh kakek mu juga, dan ku harap kamu tak pernah membenci ku pada saat itu. " Jawab He Shu Huan lembut di belakang Fu Xiao Chao seraya memacu kuda hitam dengan cepat.
"Aku tidak akan pernah bisa membencimu. Aku justru akan membebaskan mu untuk melakukan apa saja yang kau inginkan termasuk memberi mu izin untuk membunuh kakek Fu yang aku benci juga karena dia telah membuat ku terpisah dari ibuku dan ayahku juga membuat hidupku menderita di dalam rumahnya. " Ucap Fu Xiao Chao.
__ADS_1
Bersambung!