
He Shu Huan menepis barang-barang rumah makan yang di lemparkan oleh kedua orang kakek tua aneh itu secara asal saja namun He Shu Huan bisa membuat gempar seisi rumah makan dengan menghancurkan dinding rumah makan dan nyaris melukai kakek wajah hitam yang wajahnya jadi lebih hitam karena terkejut dengan apa yang kakek itu saksikan sendiri.
Bruak!
"Bocah berhenti kau...!! " Hardik kakek wajah putih menyerang He Shu Huan dan Fu Xiao Chao yang ingin menengok ke arah belakang untuk melihat kakek wajah putih itu di tahan wajah dan lehernya oleh He Shu Huan.
"Aku tidak bisa berhenti. " Jawab He Shu Huan terus saja berjalan mengajak Fu Xiao Chao menuju ke kuda hitam mereka yang sudah menunggu mereka di sebuah tiang depan rumah makan dan penginapan.
"Lancang sekali seorang bocah cilik berani tidak mematuhi perintah ku untuk berhenti! Maka, kau bocah layak untuk menerima hukuman mu dariku!! " Kakek muka hitam berkelebat cepat dan menerjang He Shu Huan yang sedang membantu Fu Xiao Chao naik ke atas punggung kuda hitam terpaksa menggunakan telapak tangan kirinya untuk menahan terjangan kakek muka hitam yang terbelalak kaget sekali.
"Kurang ajar memandang rendah diriku!! " Kakek itu semakin tersinggung oleh sikap He Shu Huan yang membelakanginya dan menahan serangan nya dengan telapak tangan kiri secara asal saja, maka kakek itu menggunakan tangan kirinya juga untuk menarik lepas telapak tangan kiri He Shu Huan dengan ilmu penarik tulang racun hitam.
Tetapi, Ia terkejut sekali karena telapak tangan kiri nya lah yang putus oleh telapak tangan kiri He Shu Huan yang menarik sangat kencang dan memelintir telapak tangan kiri kakek itu hingga putus dan membuang telapak tangan kiri kakek itu ke tempat sampah dan di makan anjing liar yang sedang mencari makan di tempat sampah depan rumah makan dan penginapan itu.
"Kakak kau tak apa-aps? " Tanya kakek muka putih terkejut sekali karena saudaranya telah kehilangan telapak tangan kirinya oleh pemuda remaja tanggung yang sudah pergi bersama gadis kecil di atas punggung kuda hitam di telan gelapnya malam.
__ADS_1
"Bagaimana aku tak apa-apa? Aku sudah tidak punya kedua kaki dan sekarang aku tak punya telapak tangan kiri. Ahhh, aku sudah menjadi orang cacat dalam satu hari ini. " Kakek muka hitam makin hitam mukanya karena sedih, marah dan kesakitan menjadi satu.
"Ah, ulah kalian sendiri berani mengganggu para pengunjung rumah makan dan penginapan ku yang kabur karena ketakutan melihat kedatangan kalian berdua dan juga kaki kalian yang menderita penyakit kusta. " Kata pemilik rumah makan dan penginapan menyalahkan mereka berdua.
"Bukan kami yang mengganggu kenyamanan para pengunjung mu tetapi kedua bocah itu. " Tukas kakek muka putih mendelik marah kepada pemilik rumah makan dan penginapan.
"Tetap saja kalian berdua pantas mati oleh kami karena kalian berdua telah berani mengganggu nona kami. " Beberapa orang berpakaian rapi warna biru dan putih telah berada di dekat kedua orang kakek itu lalu seorang pemuda berpakaian seperti bangsawan kelas atas menggerakkan tombak panjang ukiran kepala naga hitam telah menerjang kedua orang kakek itu yang mencelat bangun dari tanah dan cepat menerjang pemuda bangsawan dengan tapak racun putih dan hitam yang sangat hebat.
Wuuutttzz!
Lalu pemuda bangsawan itu menggunakan tombaknya menghunus perut kedua orang kakek dengan sekali hunusan nya saja sampai isi perut kedua orang kakek berhamburan.
Jlebb!
Jlebb!
__ADS_1
"Lapor Pangeran Mahkota, nona Fu bersama pemuda aneh itu telah masuk ke Ibukota dengan aman. " Lapor salah satu prajurit penjaga pintu gerbang masuk ke dalam Ibukota Kekaisaran Ming kepada pemuda bangsawan itu.
"Cari tahu identitas diri pemuda aneh yang berani akrab dengan Fu Xiao Chao gadis cilik yang sudah aku incar untuk menjadi calon putri Mahkota ku di masa depan. " Perintah Pangeran Mahkota Ming Zhi putra Kaisar Ming Luo yang berusia tujuh belas tahun tetapi sudah memiliki enam orang selir dan tiga orang anak hanya ia belum memiliki istri yang terbaik untuk menjadi putri Mahkota dan calon permaisuri nya.
"Siap, Pangeran Mahkota hamba laksanakan!! " Para pasukan Pangeran Mahkota Ming Zhi menjawab dengan lantang.
"Di antara gadis-gadis bangsawan ibukota dan gadis-gadis di seluruh wilayah daratan besar tidak ada yang sebaik dan sehebat yang setara dengan ku selain Fu Xiao Chao cucu tunggal luar Marquis Fu dan Nyonya besar Fu. " Kata Pangeran Mahkota Ming Zhi berjalan masuk ke pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Ming di ikuti oleh para pasukannya yang selalu hadir di sekitar pemuda putra yang paling di sayang oleh Kaisar Ming Luo karena ketampanan dan juga kecerdasannya di bandingkan dengan para putra dan putri lain yang di miliki oleh Kaisar Ming Luo.
He Shu Huan tidak tahu kalau kedua orang kakek berwajah hitam dan putih adalah kedua orang panglima dari Kekaisaran Ming yang mendapat tugas untuk mencari sebuah kitab ilmu silat dan pedang seorang sakti dari Gunung Bangau Putih di timur tetapi belum lama keluar dari Ibukota Kekaisaran Ming. Kedua orang kakek itu terlibat masalah dengan Marquis Fu karena cucu dalam Marquis Fu di hina oleh kedua orang kakek itu di dalam rapat pemerintahan Kekaisaran Ming.
Karena itulah Marquis Fu memerintahkan salah seorang dari anak buahnya yang terhebat untuk memberi peringatan kepada kedua orang kakek itu dengan melukai sepasang kaki dari kedua orang kakek itu dengan paku yang di masukkan ke dalam sepasang sepatu dari kedua orang kakek itu saat kedua orang kakek itu istirahat di pos penjaga pintu gerbang keluar dari Ibukota Kekaisaran Ming dan akibatnya sepasang kaki kedua orang kakek itu luka dan menderita penyakit tetanus.
Lalu He Shu Huan tak sengaja menumpahkan air teh panas ke sepasang kaki kedua orang kakek itu yang sudah terluka semakin hancur dan tak bisa di pertahankan lagi di tambah kedua orang kakek itu ada niat untuk membalas dendam atas perbuatan Marquis Fu kepada Fu Xiao Chao yang sudah di incar oleh kedua orang kakek itu.
Namun kedua orang kakek itu kalah oleh He Shu Huan yang memang melihat niat kedua orang kakek itu terhadap Fu Xiao Chao dan akhirnya kedua orang kakek wajah hitam dan putih itu telah tewas di bunuh oleh Pangeran Mahkota Ming Zhi putra kesayangan Kaisar Ming Luo yang juga incar Fu Xiao Chao untuk di jadikan sebagai calon putri Mahkota dari Pangeran Mahkota Ming Zhi.
__ADS_1
Bersambung!