
"Yuhuuuu loncat...!! " Seru He Shu Huan yang telah memacu kudanya bagai gerakan luncuran dari puncak gunung salju utara.
"Yeahhh.. Kita bisa pulang ke rumah kita di Kekaisaran Liao..!!" Fu Xiao Chao meloncat- loncat di antara pohon-pohon sekitar untuk tiba di pintu masuk ke wilayah Kekaisaran Liao.
"Shu Huan..! Wahhh, akhirnya kamu pulang juga ke Kekaisaran Liao." Sambut Bi Guan dan Putri Ming Ming dari pintu masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Liao.
"Shu Huan, ini peta wilayah Ti untuk mu. " Kata Gu Chuan melemparkan peta wilayah Ti hasil rampasannya dari desa-desa yang ia rampok hasil pangan dan sebagainya yang semuanya adalah desa-desa wilayah Ti.
"Ini surat undangan untuk hari raya musim semi di kota Nan An yang dipimpin oleh sekte Bu San Pai yang bekerjasama dengan Pendekar Naga Es palsu Luo Bu untuk mengadakan perayaan musim semi yang mewah di sana. " Kata Yu Man Ji melapor hasil pesta makan dan minum enak nya bersama dengan para tokoh-tokoh dunia persilatan di kota Nan An.
"Hmm bagus sekali hasil kerjasama kalian.. Hmm, baiklah kita berbagi tugas lagi untuk tahun ini... Aku dan Kancil Centil serta Yu Man Ji pergi ke kota Nan an.. Bi Guan jaga kandang.. Gu Chuan babat habis kota kecil dan desa-desa di wilayah Ti, dan kau Ming Ming kumpulkan kepala para pejabat wilayah Ti untuk ulang tahun Sang Adipati Ti kesayangan kita itu. " Kata He Shu Huan mengatur teman-teman nya untuk misi tahun ini.
"Siap, Shu Huan. " Jawab Bi Guan gembira.
"Oke, dek..! " Sahut Puteri Ming Ming lembut.
" Ya, baiklah.. Aku sudah harus olahraga nih. " Kata Gu Chuan semangat.
"Aku sudah siap dari tadi, Shu Huan. " Ucap Yu Man Ji sudah duduk di atas punggung daun bawang dengan perbekalan lengkapnya yaitu pisang.
"Aku mau naik kelinci manis, bolehkah? " Pinta Fu Xiao Chao yang telah mempunyai seekor kuda poni yang lucu dengan di beri nama kelinci manis hasil rampasan He Shu Huan sebulan tak tak sengaja melihat salah seorang dari adik kandung Kaisar Ming Luo sedang berburu di hutan gunung salju utara di bagian timur laut.
Di saat itu He Shu Huan sedang melatih Naga terbang melompati sungai sedang dengan satu kali lompatan dan di sanalah He Shu Huan melihat Pangeran Ming Suo yang sudah dikenali oleh Fu Xiao Chao.
__ADS_1
" Kak Huan, dia itu adalah adik kandung dari Kaisar Ming Luo yang bernama Ming Suo. " Bisik Fu Xiao Chao dari balik semak belukar aliran sungai sedang di bawah gunung salju utara di bagian timur laut.
"Oohh.. "
"Iya, dan ia punya seorang putri seusia ku yang bernama Putri Ming San yang tinggal di wilayah Ti. " Kata Fu Xiao Chao yang semakin cantik saja.
"Ummm, tapi dia tidak sejelek kamu' kan? " Tanya He Shu Huan mengacak rambut panjang Fu Xiao Chao.
Fu Xiao Chao tertawa renyah mendengar pujian dari He Shu Huan untuknya, ia tidak menoleh saat He Shu Huan melemparkan piaw atau senjata rahasia terbuat dari jarum bening yang memiliki racun ular cobra kepada Pangeran Ming Suo yang langsung tewas dengan satu kali saja lemparan jarum beracun yang tepat mengenai ubun-ubun kepala pria usia tiga puluh lima tahun itu.
Jlebbb!!
Fu Xiao Chao berkelebat cepat menggerakkan pedang kayu harum membabat habis beberapa orang prajurit dari Pangeran Ming Suo dengan ilmu pedang kayu harum.
Crakk!
Crakk!!
"Wah, kuda pendek yang lucu... Aku mau miliki kuda ini. " Kata Fu Xiao Chao sudah melompat ke atas punggung kuda poni yang langsung bisa ia jinakkan dengan cekatan dan terampil sekali.
"Pintar juga kau dalam menjinakkan kuda poni liar itu. " Puji He Shu Huan kagum kepada Fu Xiao Chao seraya merampas semua barang milik Pangeran Ming Suo secara bebas.
"Kak Huan, lihat di atas pohon itu.. " Kata Fu Xiao Chao melihat seekor burung parkit yang hingga di atas pohon kapas dengan warna bulu yang indah.
__ADS_1
"Aku mau memelihara burung parkit itu sebagai teman ku yang baru. " Kata He Shu Huan yang melompat satu kali saja sudah bisa menangkap burung parkit warna kuning dan hijau itu.
"Kak Huan, parkit mu di beri nama siapa? " Tanya Fu Xiao Chao ingat kembali kejadian sebulan yang lalu di dalam perjalanan menuju ke kota Nan an.
"Er Niao. " Jawab He Shu Huan menggunakan Naga hitam bulu putihnya untuk perjalanan kali ini.
"Shu Huan, kita harus mempunyai lencana untuk kita semua bisa masuk ke dalam kota Nan an." Kata Yu Man Ji di atas punggung daun bawang yang berjalan di samping Naga hitam He Shu Huan.
"Kita bisa mendapatkan lencana itu dari tiga orang yang berada di kedai bakmi di pinggir jalan di pintu masuk ke kota Nan an. " Kata He Shu Huan yang menyusul Fu Xiao Chao dan Yu Man Ji.
"Pak, kami pesan tiga mangkok bakmi besar dan teh dingin. " Kata Yu Man Ji memesan makanan dan minuman kepada salah seorang pelayan kedai kecil itu.
"Iya, tuan- tuan dan nona..Silakan anda bertiga tunggu sebentar akan segera saya siapkan. " Jawab pelayan kedai kecil itu segera melayani pesanan Yu Man Ji ke dapur kedai kecil itu.
"Suheng, apakah kamu sudah mengetahui kasus hilangnya permata ibu kedua ku yang pernah kita lihat di kamar ibu kedua ku pada saat kita main di sana beberapa hari lalu? " Tanya gadis cantik yang duduk bersama lima orang pria di meja seberang meja He Shu Huan.
"Iya, aku sudah tahu Sumoi. " Jawab pemuda yang usianya sama dengan usia He Shu Huan.
"Permata itu adalah hadiah ulang tahun ibu kedua ku dari ayahku dan sekarang ibuku sedih karena permata itu hilang di curi orang yang tak di ketahui dari rumah kami.Kini, ayahku telah memerintahkan Yan Suheng (Kakak seperguruan senior) untuk mencari dan menemukan permata itu agar ibu kedua ku tidak merasa sedih lagi. " Cerita gadis putri dari Gubernur Kota Nan an yang bernama Chiu Chou.
"Kemana Yan Suheng pergi ke mana untuk cari dan temukan permata milik ibu guru kedua Qiu? " Tanya salah seorang dari lima orang pemuda dari Suheng gadis itu.
"Ke kota Ti An karena salah seorang pelayan ibu kedua ku di curigai sebagai orang yang telah nencuri permata itu yang berasal dari Permaisuri kesayangan Kaisar Ming Luo karena itulah ibu kedua ku bilang bagaimanapun permata itu harus bisa ditemukan, jika tidak bisa ditemukan, maka kita semua bisa di hukum mati oleh Sang Kaisar Ming Luo karena kita semua bisa di anggap merendahkan niat baik dari keluarga Kaisar Ming Luo. " Nona Chiu Chou yang telah menceritakan tentang permata milik ibu kedua gadis itu.
__ADS_1
Bersambung!!