Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Musibah Sekte Naga Hijau.


__ADS_3

Tetapi He Shu Huan tidak menghindari serangan maut dari Pendeta wanita sakti Leng Suo yang ingin membunuhnya itu melainkan dengan sikap tenang menyambutnya dengan telapak tangan menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti inti salju yang sangat hebat sekali.


Plakkk!!


Desss!!


"Heiii berani kau menyambut serangan kuuu?! " Hardik Pendeta wanita sakti Leng Suo yang terhuyung-huyung karena tangkisan He Shu Huan lakukan tadi.


"Anda ingin membunuh teecu? Ya jelaslah aku membela diriku, wanita jahanam..!! " Balas He Shu Huan yang menerjang hebat sekali dengan menggunakan ilmu pedang Naga es menyerang Pendeta wanita sakti Leng Suo yang kaget sekali karena pemuda remaja tanggung murid utama sekte gunung Nan berani menyerangnya dengan ganas sekali.


Wuuuutttt!


Pendeta wanita sakti Leng Suo menggunakan kemoceng berbulu putih untuk menyambar leher pemuda itu, tapi siapa sangka kalau pemuda ini berani untuk menangkap kemoceng nya dan menariknya kencang, lalu pemuda itu menyerang nya dengan ilmu sinkang tapak naga api yang menghantam hancur kepalanya.


Plakkk!!


Desss!!!


"Guruuuu....!! " Teriak para anggota sekte naga hijau terkejut sekali melihat guru mereka tewas hancur berkeping-keping dibunuh oleh Bian Cheng.


"Bian Cheng berani sekali kau membunuh guru kami...!! " Teriak para anggota sekte naga hijau marah menerjang hebat sekali untuk membunuh Bian Cheng.


"Siapa suruh guru kalian ingin membunuh ku?!! ", Hardik He Shu Huan yang sudah menggerakkan telapak tangannya membuat gerakan menulis di udara dan tahu -tahu sejumlah pedang milik para anggota sekte naga hijau beterbangan terlepas dari genggaman tangan mereka dan menyerang mereka sendiri dengan cepat sekali.


Werrrr!!


Crasshh!!


Jlebb!!


Jlebb!!


Crakkk!!

__ADS_1


" Shu Huan kau hebat sekali membunuh mereka semua dengan tangan kosong saja. "Puji Yu Man Ji bersorak gembira seraya menebarkan bubuk bunga kuning untuk menghancurkan semua jasad itu.


Wuttt!!


Blarrr!!


" Terimakasih atas pujian mu, Yu Man Ji. "Jawab He Shu Huan sudah berkelebat cepat untuk melihat-lihat isi markas besar sekte naga hijau.


" Kak Huan tunggu aku. " Kata Fu Xiao Chao cepat mengikutinya dari belakangnya serta Yu Man Ji sudah menemaninya juga.


Mereka bertiga menyelusuri seluruh markas besar sekte naga hijau dan mereka menemukan sebuah surat wasiat dari leluhur sekte naga hijau yang isinya adalah keinginan terbesar dari sekte naga hijau adalah ingin membunuh selir agung Han Ji Hyun yang menjadi ancaman terbesar mereka dalam misi menggulingkan kekuasaan Kaisar Ming Chun ayah kandung He Shu Huan dan Ming Ming.


"Bedebah laknat mereka..!! "Hardik He Shu Huan meremas surat itu hingga hancur di dalam genggaman tangannya.


" Kak Huan lihat di balik sarung bantal nya. " Kata Fu Xiao Chao mengeluarkan belati kecil dari dalam sarung bantal tidur ketua sekte naga hijau.


"Belati pusaka macan kumbang dari Ratu Han." Kata He Shu Huan mengenali belati kecil itu.


"Kemoceng sakti ini sayang sekali jika tak ada yang mewarisi nya. " Kata Fu Xiao Chao yang sibuk memainkan senjata milik pendeta wanita sakti Leng Suo dengan senang sekali.


"Kau simpan saja sendiri jika kau suka. " Kata He Shu Huan seraya makan makanan yang telah dirampas oleh Yu Man Ji dari dapur markas besar sekte naga hijau.


"Hmm untuk mainan saja, Kakak aku juga makan bakpao itu. " Kata Fu Xiao Chao dengan nada manjanya.


"Ya, ini makanlah. " Jawab He Shu Huan yang memberikan bakpao nya kepada Fu Xiao Chao yang sangat menikmati bakpao bersama He Shu Huan.


Tak lama kemudian terdengar suara beberapa orang dari sekte gunung Nan telah datang untuk mencari mereka setelah sejumlah murid sekte gunung Nan telah melaporkan masalah kasus kematian sekte naga hijau kepada Ketua mereka yang segera memerintahkan para muridnya yang lain untuk menolong Bian Cheng dan kedua orang saudara seperguruan nya.


"Bian Cheng..!! Shi Jin..! Qing Wen dimana kalian bertiga?!! " Terdengar suara salah seorang dari suheng Bian Cheng.


"Kami bertiga disini. " Jawab He Shu Huan yang datang dengan santai sekali bersama dengan Fu Xiao Chao dan Yu Man Ji.


"Ah syukurlah kalian selamat. " Kata suheng Bian Cheng dengan nada lega.

__ADS_1


"Terimakasih atas perhatian para suheng dan suci kepada ku. " Kata He Shu Huan ramah sekali kepada semua murid dari sekte gunung Nan.


"Eh, kenapa markas besar sekte naga hijau sepi sekali? Dimana pendeta wanita sakti Leng Suo yang ganas itu? " Tanya salah satu suheng Bian Cheng melihat seluruh tempat itu sepi.


"Mereka semua tewas oleh ku karena dia sudah ingin sekali membunuh ku atas tuduhan tentang penyebab kematian muridnya. " Jawab He Shu Huan dengan nada jujur sekali.


"Ahhhh? Kau membunuh mereka semua? Ahh, bagaimana kau bisa membunuh wanita sadis dan sakti itu? " Tanya para suheng Bian Cheng tercengang dengan ucapan Bian Cheng.


"Dengan otakku yang jenius. " Jawab He Shu Huan bangga kepada dirinya sendiri dengan senyuman khas Bian Cheng.


"Ahhh hebat sekali kau tapi, ya? Mereka semua tewas karena ulah mereka sendiri bukan salah mu. " Kata suheng Bian Cheng membanggakan sute nya sendiri.


"Ya sudah sekarang kita pulang ke markas besar sekte gunung Nan kita. " Kata suci Bian Cheng.


"Iya aku sudah rindu dengan suhu kita." Jawab He Shu Huan manis sekali.


Sesudah He Shu Huan, Fu Xiao Chao dan Yu Man Ji menghancurkan sekte naga hijau, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke markas besar sekte gunung Nan untuk mencari tahu tentang kebaikan dan kejahatan apa yang telah dilakukan oleh sekte gunung Nan terhadap keluarga besar Kekaisaran Ming yang sesungguhnya.


"Pegunungan yang sangat indah sekali bagai lukisan surgawi tetapi aku harus tahu apakah orang-orang nya bersih atau tidak? " Pikir He Shu Huan di sepanjang jalan menuju ke markas besar sekte gunung Nan.


"Bian Cheng kau sudah pulang. " Sapa seorang gadis remaja berusia lima belas tahun yang berlari ke arah He Shu Huan dengan bersikap manis.


"Ya, aku sudah pulang. " Jawab He Shu Huan singkat.


"Tou Jin kau jangan centil, ya? " Salah satu dari suheng Bian Cheng menegur gadis itu.


"Suheng bisa saja. Aku tidak centil kok. " Kata Tou Jin murid terkecil sekte gunung Nan.


"Ya sufa, ayo kita cepat menemui Suhu kita yang sudah menunggu kita. " Kata He Shu Huan yang sudah berjalan dengan Fu Xiao Chao yang selalu siaga untuk mencegah dirinya dari kecentilan Tou Jin.


"Ceng apakah kamu sudah kembali dari sekte naga hijau? " Tanya seorang gadis lain yang menyapa di pintu masuk ke markas besar sekte gunung Nan.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2