Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Darah Di ISTANA Musim Panas.


__ADS_3

"Mati sih mudah tetapi jika kalian semua hidup segan matipun tak mau, bagaimana? "Tanya Bi Guan menghampiri mereka yang langsung pucat dan ketakutan.


" Loh kenapa kalian diam dan tak bicara lagi? " Tanya He Shu Huan berjalan bersama Fu Xiao Chao untuk menghampiri ibu suri Kekaisaran Ming secara perlahan-lahan, lalu mencengkram wajah ibu suri Kekaisaran Ming hingga remuk dan hancur.


Kreeekkk!!


Kresss!!


"Ibuuuuuuu...!! " Jeritan dan tangisan para putri ibu suri Kekaisaran Ming yang melihat ibu suri Kekaisaran Ming telah tewas hancur di tangan Kaisar Liao.


"Hmm jangan khawatir karena aku akan kirim kalian kepada ibu kalian di neraka." Kata He Shu Huan berjalan menghampiri para putri dari Ibu Suri Kekaisaran Ming yang ketakutan.


"Tolongg jangan bunuh kamiiiii....!! ARGHHHH!! " Teriak para putri dari Ibu Suri Kekaisaran Ming yang dipenggal oleh He Shu Huan secara sadis sekali dengan cara mencincang mereka hingga halus.


Crakk!


Crakk!


Crakk!!!


"Kemas mereka dan kirim ke dalam makanan khusus untuk Kaisar Ming Luo kita di istananya yang berada di Ibukota Kekaisaran Ming. " Perintah He Shu Huan kepada pihak Kekaisaran Liao yang dipimpin oleh Lu Lu yang terkenal sebagai tukang kemas barang dan jasa bagi mereka semua para sahabat gadis itu.


"Ahhh, ya Shu Huan.. " Jawab Lu Lu yang merasa senang sekali bisa membantu He Shu Huan kesayangannya itu.

__ADS_1


"Kalian rapikan barang -barang yang kita terima dari para wanita sialan itu dan kirim mereka ke panti asuhan di wilayah Xi atas nama Kaisar Liao, yaitu aku He Shu Huan. " Perintah He Shu Huan kepada Gu Chuan yang menganggukkan kepalanya lalu segera melaksanakan perintah nya.


"Siap Tuan besar.. " Jawab Gu Chuan tersenyum ramah dan gembira kepada He Shu Huan.


"Shu Huan bagaimana dengan kami berdua? " Tanya Yu Man Ji menunjuk dirinya sendiri dan Xue Li Lan di sampingnya.


"Bermainlah di wilayah Dong sampai awal tahun depan kita berjumpa lagi di pintu masuk ke kota Bangau Merah. " Jawab He Shu Huan sudah mengatur para sahabatnya untuk misi utamanya adalah menghancurkan seluruh wilayah dari Kekaisaran Ming.


"Lalu kami berempat bagaimana? " Tanya Bi Guan menunjuk ke dirinya sendiri dan ketiga orang kekasihnya.


"Ming Ming kau jaga kandang kita. " Jawab He Shu Huan tersenyum sayang kepada kakak perempuan kembarnya.


"Ya, dek. " Jawab Ming Ming merasa dirinya ini sangat menyayangi saudara kembarnya itu.


"Ya, ini ambillah aku sudah tidak berhak lagi untuk memiliki wilayah Jin karena aku sudah kalah dengan Bi Guan kesayangan ku.. Aku juga menyukai keberanianmu yang luar biasa untuk melawan Kekaisaran Ming musuh kita semua. " Jawab Putri Jin Yi yang menyerahkan stempel dan surat serah terima pemilikan wilayah Jin yang dulu adalah kekuasaannya kepada He Shu Huan.


"Aku tidak menggunakan Bi Guan untuk hadapi dirimu, aku menggunakan akal ku untuk aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. " Kata He Shu Huan sudah mencengkram batang leher gadis itu dan ia patahkan hingga gadis itu tewas seketika itu juga.


"Kau tahu saja bahwa ia sangat picik sekali untuk merendahkan mu yang ia kira kau menang dari Kekaisaran Jin karena wajah tampanku yang menaklukkannya, namun ia sama sekali tidak pernah tahu kalau aku menggunakan metode perang gerilya menghabisi para pasukan serta keluarganya dengan mengirimkan tim khusus kita ke wilayah Jin. " Kata Bi Guan yang tersenyum bangga dengan kecerdasan yang tinggi di miliki oleh He Shu Huan sahabatnya itu.


"Iya, aku juga bisa menaklukkan gadis yang bersamamu itu. " Kata He Shu Huan melirik Lan Jing Yu yang menggigil ketakutan setelah gadis itu melihat kekejaman He Shu Huan.


"Akhh... Aku akan berikan pusaka Kekaisaran Lan kepadamu se.. se telah ki.. ta di istana Kekaisaran Lan... Ku.. " Jawab Putri Lan Jing Yu gemetaran berhadapan dengan He Shu Huan.

__ADS_1


"Oh baiklah.. Aku juga ingin melihat Kekaisaran Lan seperti apa.. " Kata He Shu Huan menarik rahang gadis itu dengan paksa, lalu ia masukan pil racun ular cobra ke dalam tenggorokan gadis itu yang terpaksa menelan pil racun ular cobra.


"Waktumu hanya satu minggu dari sekarang untuk memenuhi perintah ku. " Kata He Shu Huan mendorong gadis itu hingga jatuh ke lantai marmer.


"Arghhh....!!! " Jerit Putri Lan Jing Yu merasakan sakit pada tubuhnya.


"Bi Guan kau uruslah dia selama perjalanan kita ke istana Kekaisaran Lan. " Kata He Shu Huan yang sudah menyambar jubah luar Bi Guan dengan cepat sampai sahabatnya itu haruslah berpisah dengan Putri Ming Ming dari jarak jauh sekal dari pintu keluar dari istana ibu Suri Kekaisaran Ming.


"Shu Huan kau tak pernah ada rasa simpati sekali sih kepada sahabat mu dan kakakmu sendiri. " Kata Sastrawan Bodoh Bi Guan dan Putri Ming Ming bersamaan dari jarak jauh sekali karena Putri Ming Ming sudah berkelebat cepat keluar dari kota Ti an pusat sesuai perintah dari He Shu Huan adiknya itu.


"Bodoh... Memangnya aku pikirkan... Weh... " Kata He Shu Huan sadis meledek Bi Guan dan Putri Ming Ming yang tertawa-tawa senang sekali dan sama sekali tidak marah ataupun ada rasa tersinggung dengan sikapnya He Shu Huan yang kadang suka semaunya saja.


"Kak Huan bagaimana dengan ku?" Tanya Fu Xiao Chao menunjuk ke hidungnya sendiri dengan sikap manjanya.


"Iya, kau bertugas untuk menemani ku lah dan jangan banyak bicara lagi. " Jawab He Shu Huan merangkul Fu Xiao Chao dan berkelebat cepat menuju ke dalam kereta kuda mewah untuk misi perjalanan menuju ke Kekaisaran Lan yang telah disiapkan oleh pihak Kekaisaran Liao untuk He Shu Huan dan Fu Xiao Chao.


"Lan Jing Yu, ayo kita ikuti mereka. " Kata Sastrawan Bodoh Bi Guan menyambar tangan gadis itu dengan berkelebatan cepat sekali dan tiba di depan kusir kuda He Shu Huan.


Kereta kuda yang di kusiri oleh Bi Guan telah berjalan menuju keluar dari kota Ti an pusat dan tak lama lagi akan sampai ke wilayah Kekaisaran Lan yang hanya memakan waktu sekitar satu hari dua malam di perjalanan yang dilakukan oleh He Shu Huan dan Fu Xiao Chao yang berada di dalam kereta kuda itu.


"Kak Huan, apakah kau dapat mendengar sesuatu yang aku dengar dengan jelas oleh kedua telingaku? " Tanya Fu Xiao Chao duduk di sampingnya.


"Ya, aku bisa mendengar adanya manusia- manusia kelelawar bodoh yang berani untuk cari mati sendiri dengan mengganggu perjalananku. " Jawab He Shu Huan nada tenang.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2