
He Shu Huan tersenyum di belakang Fu Xiao Chao dan memberi ruang untuk gadis kecil itu bisa ada rasa bebas yang tidak pernah bisa di gantikan oleh rasa apapun setelah gadis kecil itu bertahun-tahun tak ada rasa bebas.
"Hmm, lalu adakah hal yang akan membuatmu tidak memberikan izin mu kepada ku? " Tanya He Shu Huan.
"Menikah dengan wanita lain selain diriku di saat kita dewasa nanti. " Jawab Fu Xiao Chao yang menoleh ke arah He Shu Huan dan memberikan tatapan matanya yang ganas terhadap He Shu Huan.
"Eh, kau ini mengancam ku ya?? Usiamu masih sembilan tahun sudah berpikir terlalu jauh, tahu? " He Shu Huan mendelik kasar kepada Fu Xiao Chao yang menarik punggung tangannya dan menggigitnya sampai bertanda.
"Aduhhh!! Heii..!! " Teriak He Shu Huan yang telah melepaskan tali kekang kuda hitam dan membuat mereka berdua nyaris terjungkal dari kuda hitam jika He Shu Huan tidak cepat- cepat menenangkan kudanya lagi.
"Kau juga baru empat belas tahun dan aku minta kau tunggu aku sampai aku dewasa dan kau pun dewasa paling lama kau menunggu aku dewasa sekitar lima atau enam tahun dan saat itulah usia ku sudah lima belas tahun dan usiamu pun sudah dua puluh tahun. Cukup'kan untuk kita berdua menikah? Jadi , jangan pernah berharap kamu akan bisa terlepas dariku selamanya. " Kata Fu Xiao Chao memberi He Shu Huan tanda kepemilikan sah pada punggung tangan kanan He Shu Huan.
__ADS_1
" Ahhhh, gadis kecil otak hiu dasar kau..!!" Maki He Shu Huan marah tapi ia bingung juga kenapa ia bisa sabar menghadapi Fu Xiao Chao.
"Biarin daripada aku menjadi gadis kecil otak ikan tuna yang lembek dan bisa di injak olehmu. Aku tak mau kalah darimu. " Tantang Fu Xiao Chao.
" Hmm, bagaimana jika setelah kau remaja dan dewasa kau bertemu dengan pria lain yang lebih hebat dari ku? Apakah kau akan berpikir sama seperti saat ini kau ucapkan dengan ancaman kasar mu itu kepada ku? " Balas He Shu Huan.
"Aku tidak akan pernah menyukai dan mencintai pria lain selain pria lain sehebat apapun mereka saat Aku remaja dan dewasa nanti karena aku sudah tertarik dan terikat serta mengikatmu selamanya.Intinya aku hanya mau kamu saja dan kamu harus mau sama aku saja. " Jawab Fu Xiao Chao tersenyum manis.
"Hmm kau takkan pernah bisa membunuhku dengan ucapan romantis mu baik di pikiran, hati, dan ucapan mu saat aku dan kamu dewasa nanti karena aku jodoh mu berbeda dengan para gadis lain yang bukan jodoh mu, maka kau bisa bunuh mereka dengan cara romantis mu itu, eh jika kau tak percaya akan ku buktikan kepada mu nanti dan kau tunggu saja sabar ya menanti aku usia remaja dan dewasa, tapi kau bisa menanam bibit cinta di hati, pikiran dan mulut mu untuk aku saja seorang yang bisa memetik hati mu untukku seorang. " Kata Fu Xiao Chao yang benar-benar membuat pikiran He Shu Huan sedikit linglung sesaat tapi ia tidak balas ucapan Fu Xiao Chao karena He Shu Huan fokus untuk mengendalikan jalan kuda hitam sesuai arah yang ia mau, yaitu arah Ibukota Kekaisaran Ming.
"Kancil Kecil Centil tunjukkan arah Naga hitam ke arah Ibukota Kekaisaran Ming karena aku belum pernah dan tidak tahu dimana Ibukota Kekaisaran Ming berada. " Kata He Shu Huan memberikan tali kuda kepada Fu Xiao Chao yang mengambil alih untuk mengatur jalan kuda hitam mereka dengan benar.
__ADS_1
Melalui Fu Xiao Chao yang memegang tali kendali kuda hitam untuk He Shu Huan bisa santai lihat-lihat keramaian di sekitar kota kecil di balik pintu masuk ke dalam Ibukota Kekaisaran Ming.
He Shu Huan sangat terperangah melihat banyak hal yang belum pernah Ia lihat sejak Ia lahir ke dunia melalui ayah dan ibunya yang unik menutup kakek guru tua yang memberitahunya tentang riwayatnya yang sebenarnya adalah putra terakhir dari Kaisar Ming dengan seorang selir agung yang berasal dari rakyat biasa.
"Dan kau juga mempunyai adik perempuan yang menjadi saudari kembar mu. Dulu ibumu telah melahirkan mu dan adik perempuan mu dalam satu hari itu, tapi ibumu menyerahkan mu saja kepada ku untuk aku rawat sampai kau besar dan kau bisa mencari dan menemukan ibumu dan adik perempuan mu setelah kau dapat menguasai semua ilmu pelajaran silat ku dan para guru mu di pulau buangan ini untuk modal utama dalam perjalanan panjangmu dan yang paling terutama kau harus membunuh pengkhianat ayah kandung mu dan ambil alih dapuk kekuasaan darinya karena tahta itu adalah milik mu sah sebagai keturunan asli dari penguasa daratan besar yang asli dan juga yang sesungguhnya. " Kata kakek guru tua yang sangat baik hati kepada He Shu Huan di balik keganasan wataknya.
"Ummm, apakah kakek tahu siapa nama ayah dan ibu kandung serta adik kembar ku? " Tanya He Shu Huan saat ia berusia lima tahun dan baru bisa menguasai beberapa jurus unggulan para gurunya belum jurus lainnya dari seluruh para penghuni pulau abadi.
"Ayahmu bernama Ming Chun bergelar Kaisar Ming Chun, Ibumu bernama Han Ji Hyun yang bergelar Selir agung Han, dan Adikmu bernama Ming Ming yang bergelar Puteri Ming Ming. Sedangkan kau sendiri bernama asli Ming Huan bergelar Pangeran Ke dua puluh lima Ming Huan, tapi aku ganti dengan nama He Shu Huan untuk keamanan mu sendiri lagipula ayahmu juga dulu lebih suka dengan nama He Shu Chun untuk samarannya keliling negeri dan tidak sengaja jumpa dengan ibumu di Yunan dan menikah lalu lahirlah kau dan adikmu di istana kecil bunga tulip putih yang merupakan rumah asli ibumu yang berasal dari ayah seorang Pangeran muda dari Kerajaan Belanda yang bernama Han Fan Di dan ibu berasal dari Kerajaan Dali yang bernama Wu Li Yan, selain itu nenekmu yang berasal dari ayah kandung mu juga seorang putri yang berasal dari Kerajaan Irlandia yang memiliki darah campuran dengan Kerajaan kecil Bhutan, maka jadilah dirimu seorang anak laki-laki yang berkulit putih sepasang mata biru oval dan rambut mu sedikit berwarna coklat di antara rambut hitam panjang mu karena kamu adalah pangeran kecil berdarah campuran dan aku yakin sekali kalau adik perempuan mu sangat cantik jelita karena dirimu begitu tampan, ganteng, imut, dan manis sekali juga ada garis cantik pula. " Kata kakek guru tua menceritakan riwayat He Shu Huan secara detail.
He Shu Huan merenung sesaat di belakang Fu Xiao Chao yang mengendalikan kuda hitam dengan sangat terampil sekali yang membuktikan bahwa gadis kecil ini sangat pandai menjinakkan kuda.
__ADS_1
Bersambung!