Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Tiba Di Ibukota Kekaisaran Ming untuk pertama kali.


__ADS_3

"Awalnya kita akan masuk ke ibukota Kekaisaran Ming pada esok hari eh karena ulah kedua orang kakek gila itu.. Ya, terpaksa untuk masuk ke Ibukota Kekaisaran Ming pada tengah malam hari ini juga. " Kata He Shu Huan saat di haruskan mengikuti prosedur pemeriksaaan yang ketat untuk bisa masuk ke Ibukota Kekaisaran Ming dari para prajurit penjaga pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Ming atau Beijing dahulu.


"Ah, bukankah anda Nona Fu Xiao cucu luar perempuan Marquis Fu? " Salah seorang dari prajurit yang ikut memeriksa mereka berdua mengenal Fu Xiao Chao.


"Iya, kau benar sekali. " Jawab Fu Xiao Chao nada suaranya berwibawa dan sikapnya elegan.


"Ah, maaf Nona Fu.. Silakan anda masuk ke Ibukota Kekaisaran Ming. " Kata prajurit itu mempersilahkan Fu Xiao Chao masuk lebih dulu daripada He Shu Huan yang tentu saja telah menyelinap masuk bersama dengan kuda hitam nya tanpa mau di periksa dan di minta keterangan tentang dirinya kepada para prajurit penjaga pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Ming.


"Dia Ah Man pelayan ku. Apakah kalian tidak bisa mengenalinya?! " Hardik Fu Xiao Chao dengan nada menyakinkan para penjaga yang akhirnya meloloskan He Shu Huan masuk bersama dengan kuda hitam dan Fu Xiao Chao.


Mereka berdua menikmati perjalanan bersama di atas kuda hitam pada tengah malam hari itu dan tak sengaja mereka berdua bertemu dengan tiga orang yang akan pergi ke kediaman Fu.


"Kak Wei, Kau istirahatlah dahulu di sini. " Suara gadis kecil usia sebaya Fu Xiao Chao memapah seorang pemuda remaja usia tujuh belas tahun yang dahinya di perban dan di sisi lain pemuda itu ada gadis remaja usia sebaya He Shu Huan sibuk memberi minum air putih untuk pemuda yang di perban dahinya itu.


"Iya, Shiwei. Kau minumlah dulu air putih untuk panas mu tidak terlalu tinggi".Kata gadis remaja cantik itu.


" Ling Ling kau juga harus makan malam untuk menjaga kondisi tubuh mu yang sangat lemah saat ini. "Sahut gadis kecil itu juga perhatian kepada gadis remaja yang bernama Ling Ling.


" Xiao Hui, kau sungguh seorang gadis kecil yang baik dan manis. Kau sudah menjaga kami berdua dengan sangat baik dan sekarang kau sudah akan segera berjumpa dengan kakek mu yang bernama Fu Ching seorang Marquis yang ternama di seluruh negeri ini. "Kata pemuda yang di panggil Kakak Wei oleh gadis kecil yang bernama Xiao Hui itu.

__ADS_1


Fu Xiao Chao yang mengenali gadis kecil itu sebagai salah satu dari seorang sepupunya yang berasal dari kota Yangchou, tetapi ia tidak kenal dengan kedua orang yang menemani sepupunya untuk bertemu dengan kakeknya di kediaman Fu di Ibukota Kekaisaran Ming.


Karena itulah Fu Xiao Chao meminta He Shu Huan untuk menghentikan laju kuda hitam mereka agar Fu Xiao Chao bisa menghampiri sepupunya yang sedang duduk di tepi jalan dekat bersama dengan kedua orang muda lainnya.


" Xiao Hui... " Sapa Fu Xiao Chao.


Gadis kecil yang bernama Xiao Hui tertegun di sapa oleh Fu Xiao Chao gadis sepupunya yang tinggal bersama dengan kakek dan neneknya itu di Ibukota Kekaisaran Ming.


"Xiao Chao.. " Gadis kecil ini memeluk Fu Xiao Chao dengan menangis sedih.


Fu Xiao Chao memberikan kehangatan dengan membelai lembut punggung kecil sepupunya dan ia merasa kasihan mendengar nasib malang dari sepupunya ini.


" Nona Fu, salam kenal aku adalah He Shiwei dari kota Hang. "Kata pemuda tampan itu yang jatuh pingsan di tepi jalan.


" Ah Man bisakah kau tolong dia? " Fu Xiao Chao meminta He Shu Huan yang masih duduk di atas kuda hitam untuk menolong He Shiwei pelajar muda yang malang nasibnya.


"Hmm, baiklah. " Jawab He Shu Huan melompat dari atas kuda hitam dan mengangkat He Shiwei untuk di taruh di punggung kuda hitam agar mudah ia bawa ke Kediaman Fu yang tak jauh dari lokasi mereka berada saat ini.


"Xiao Hui dan Kak Ling mari ikut aku ke rumah keluarga Fu. " Fu Xiao Chao menggandeng tangan Fu Xiao Hui dan Fu Ling Ling untuk jalan bersama menuju ke rumah keluarga Fu.

__ADS_1


Kediaman Fu amat terkenal di seluruh Ibukota Kekaisaran Ming, maka amat mudah sekali bisa menemukan rumah bangsawan kelas atas itu berada di mana? karena semua orang pasti tahu dan rumah itu adalah nomor dua paling mewah di Ibukota Kekaisaran Ming setelah Istana Kaisar Ming sendiri.


"Wahh besar sekali rumahnya. " He Shu Huan terperangah dengan megah dan mewahnya rumah itu.


"Nona besar anda sudah pulang, marilah anda cepat masuk ke rumah karena sekarang sudah hampir subuh dan Nona harus segera istirahat sejenak sebelum nona memberikan salam dan sarapan pagi bersama dengan Tuan besar dan Nyonya besar Fu serta kelima Tuan Muda Fu." Salah seorang dari pelayan rumah keluarga Fu menyambut kedatangan Fu Xiao Chao di pintu gerbang rumah mewah itu.


"Achiu, tolong kau panggil tabib Wan untuk datang ke rumah, segera. " Perintah Fu Xiao Chao begitu Ia melangkah masuk ke dalam rumah kediaman Fu di ikuti oleh He Shu Huan yang menuntun kuda hitam yang di atasnya ada He Shiwei yang sedang sakit demam dan Fu Ling Ling yang berjalan pada pandangan mata kosong seperti mumi hidup.


"Ah baik Nona Besar. " Jawab Achiu pelayan rumah keluarga Fu.


Sekonyong-konyong para pengawal dan pelayan rumah keluarga Fu berdatangan keluar dari halaman utama keluarga besar Marquis Fu di hadapan Fu Xiao Chao.


"Kalian siapkan kamar untuk Xiao Hui dan Kak Ling Ling juga siapkan kamar tamu untuk Tuan muda He Shiwei dan juga Ah Man yang layak pakai. " Perintah Fu Xiao Chao kepada semua para pelayan rumah keluarga Marquis Fu.


"Siap, Nona besar, kami jalankan perintah dari Nona. " Jawab para pelayan rumah keluarga Fu segera bertugas sesuai perintah Fu Xiao Chao.


Akhirnya He Shu Huan bisa beristirahat dengan nyaman di dalam kamar yang sangat nyaman disediakan oleh para pelayan rumah Marquis Fu atas perintah Fu Xiao Chao untuk malam hari itu.


"Akhirnya aku bisa meluruskan tubuh ku. " Kata He Shu Huan berbaring telentang dan tidur pulas dengan cepat tanpa mempedulikan orang-orang di luar kamarnya sibuk mengurus He Shiwei pemuda asal kota Hang.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2