Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Suatu Malam Di Rumah Kosong Sudut Kota Nan an.


__ADS_3

"Aku sangat bahagia mendengar kesaksian Yu Man Ji tentang perasaan mu yang sama dengan perasaan ku untuk mu. " Kata Fu Xiao Chao yang melingkarkan lengannya ke lengan He Shu Huan yang menggenggam tangan Fu Xiao Chao.


"Emmm, sebagai laki-laki sejati aku tidak akan pernah menyangkal perasaan ku padamu, Fu Xiao Chao atau He Yin Shuang atau Angsa Putih kecil ku. " Kata He Shu Huan dengan nada tegas kepada Fu Xiao Chao di hadapan Yu Man Ji, Xue Li Lan dan Lu Lu.


"Hush diam dulu. " Kata Lu Lu dengan suaranya yang pelan sekali.


Mereka mendengar ada suara langkah kaki yang bersepatu berjalan ke arah rumah kosong itu dengan langkah tergesa-gesa untuk sampai ke pintu rumah kosong itu terbuka lebar dengan tendangan keras yang mengejutkan sejumlah penduduk kecil yang bermalam di dalam rumah kosong itu sehingga semuanya berwajah pucat ketakutan lalu merapatkan diri ke dinding.


"Tuan besar, tolong anda jangan mengganggu kami yang hanyalah rakyat kecil biasa saja. " Kata salah seorang dari penduduk yang berada di dalam rumah kosong itu.


Orang ini bertubuh besar dan membawa golok besar dengan sikap bengis kepada semua orang yang berada di dalam rumah kosong itu, dan orang yang baru datang ke rumah kosong itu adalah wakil ketua Yan yang suka mengganggu rakyat kecil sebagai kesenangannya itu.


"Kalau kalian semua adalah orang kecil yang tak layak untuk berada disini, ya sebaiknya kalian segera keluar dari rumah kosong ini supaya aku bisa istirahat dengan nyaman. " Kata orang itu nada sadis sekali sampai semua orang yang ada di dalam rumah kosong itu itu menggigil.


"I.. Iya tuan besar.. Kami akan segera pergi... " Kata penduduk kecil itu yang segera pergi ke rumah kosong itu.


Namun pria itu menarik tangan seorang gadis remaja dari kelompok penduduk kecil yang ingin keluar dari rumah kosong sampai ada beberapa hal dari kelompok penduduk kecil yang bersujud kepada orang itu meminta untuk gadis itu bisa dibebaskan dari pria itu.


"Hei berani sekali kalian meminta aku untuk aku tidak bisa bersenang-senang bersama dengan gadis ini..!! " Hardik pria itu dengan sikap bengis.


"Ta.. Tapi tuan besar.. Gadis itu masih kecil dan saya sebagai orangtuanya tidak pernah bisa membiarkannya bersenang-senang dengan anda di sini. " Kata seorang pria tua dari kelompok penduduk kecil itu.


"Ah diam kamu dan jangan ganggu aku..!! Pergi sana...!! " Hardik pria itu dengan sadis sekali menggunakan ilmu pukulan untuk membunuh ayah gadis desa yang akan dipermainkan oleh nya.


Tapi sebuah kayu bakar yang panas sekali telah terlempar tepat ke arah pria wakil gubernur Yan yang terkejut sekali melihat sebuah kayu bakar menyala ke arah dirinya dan ia berusaha untuk menghindari serangan kayu bakar itu, namun ada sebuah pedang tajam menebas kepalanya hingga putus dan tewaslah ia.


Crakkk!!


"Ye La kau tak apa-apa? " Tanya pria tua dari kelompok penduduk kecil yang kaget sekali saat ia melihat pria keju yang menjadi wakil gubernur Yan telah tewas dalam kepala terpotong pedang tajam dari seorang gadis remaja berusia empat belas tahun yang berdiri bersama dua orang pemuda remaja tanggung dan dua orang gadis kecil lainnya.


"Ayah, aku tak apa-apa karena aku diselamatkan oleh adik ini dengan tepat waktu. " Jawab Gadis putri dari kelompok penduduk kecil luar kota Nan an menunjuk kepada Xue Li Lan dan Lu Lu yang tanpa senyuman sudah berjalan keluar dari rumah kosong itu dengan mengikuti He Shu Huan, Yu Man Ji dan Fu Xiao Chao.


"Mereka semua pastilah seorang pendekar kaum persilatan yang sangat hebat dan berbudi luhur. " Kata para penduduk kota Nan an ramai-ramai telah bersujud untuk berterimakasih kepada mereka.


He Shu Huan dan para sahabatnya memutuskan untuk pergi dari rumah kosong untuk mencari tempat tidur yang nyaman bagi mereka namun tak menemukan tempat untuk mereka istirahat pada malam hari itu sesudah mereka keluar dari kota Nan An.


"Ahh, karena orang gila itu kita terpaksa harus tidur di tepi jalan. " Keluh Yu Man Ji yang telah menghempaskan dirinya di atas rumput bawah pohon rindang di tepi jalan luar kota Nan An.


"Tak apalah kita bisa menikmati indahnya langit malam yang penuh bintang-bintang dan bulan purnama yang menerangi kita. " Kata Xue Li Lan ikut berbaring di samping Yu Man Ji.


"Angin malam ini juga sejuk kok, Man Ji. " Kata He Shu Huan bersandar pada batang pohon yang rindang.

__ADS_1


"Suara burung apa itu? " Tanya Fu Xiao Chao yang berbaring dengan meletakkan kepalanya di atas pangkuan He Shu Huan.


"Burung gagak hitam. " Jawab He Shu Huan yang asyik memainkan kepang rambut Fu Xiao Chao.


"Aghh.. Burung gagak hitam.. Uhh, aku takut sekali." Kata Fu Xiao Chao meringkuk memeluk lengan He Shu Huan.


"Ugh, payah sekali sih kau cuma burung gagak hitam saja takut... Asal kamu tahu saja di rumah He Shu Huan dan aku ada banyak sekali burung gagak hitam. " Kata Lu Lu menyindir Fu Xiao Chao.


"Apa sih maksud mu mengatakan aku payah? Ah aku tak mengerti? " Tanya Fu Xiao Chao bingung.


"Tak usah di dengarkan.. Dia itu penghuni rumah hantu berbeda dengan mu yang penghuni rumah manusia. " Kata He Shu Huan yang membalas ucapan Lu Lu dengan sindiran pula dan Ia pun membela Fu Xiao Chao.


Lu Lu diam dengan cemberut karena kesal pada Fu Xiao Chao yang menurutnya licik sekali dapat menarik perhatian dari He Shu Huan yang gadis itu suka sejak Ia pertama kali jumpa He Shu Huan di tengah laut perbatasan Pulau Abadi dan Pulau Api Suci.


Karena kesal gadis itu memutuskan untuk pergi ke arah lain untuk melihat-lihat sekitar dan Ia terbelalak melihat banyaknya jasad-jasad manusia tak berbentuk di jalanan di bagian kiri tepi jalan luar kota Nan An.


"Ei sini lihat!! " Teriaknya pada para sahabatnya.


"Ada apa sih kau teriak -teriak membuat kami tak bisa tidur? " Tanya Xue Li Lan judes sekali.


"Sini dulu dan lihatlah di tepi jalan kiri kita. "Kata Lu Lu memanggil Xue Li Lan dengan gerakan tangannya ia gerakkan di belakangnya.


Xue Li Lan pun bangun dan ikut melihat apa yang dilihat oleh Lu Lu dan Ia dengan santai saja, lalu kembali berbaring di samping Yu Man Ji yang menoleh tepat berhadapan dengannya.


"Ada banyak mayat di tepi jalan bagian kiri kita. " Jawab Xue Li Lan acuh tak acuh tapi Yu Man Ji kaget setengah mati mendengar jawaban Xue Li Lan.


"Apa ada mayat? Kenapa kau malah terlihat tenang sekali sih? " Tanya Yu Man Ji yang sudah ingin bangun dan melihat bagian kiri tepi jalan tempat mereka berada untuk melihat He Shu Huan yang telah melarangnya untuk bangun.


"Pura-pura mati. " Kata He Shu Huan melalui bulu matanya.


Fu Xiao Chao menarik tangan Lu Lu untuk ikuti kata-kata He Shu Huan yaitu mereka pura-pura mati untuk mengetahui siapa atau kelompok apa yang telah melakukan pembunuhan keji yang di tepi jalan kiri mereka dan meninggalkan jasad para korban berserakan di jalanan.


Tak berselang lama kemudian terdengar suara angin baju panjang seseorang yang melangkah di dekat mereka dan orang itu sepertinya juga memeriksa mereka juga dengan cermat.


Lalu ada beberapa orang lain datang dan ikut juga memeriksa mereka untuk mengetahui apakah mereka benar-benar sudah mati atau belum? Dan, He Shu Huan melalui indra perasa nya yang ia matikan untuk sesaat.


"Guru mereka sudah kita bunuh sesuai dengan perintah dari Nona Ti kita. " Lapor salah seorang dari kelompok orang yang telah melakukan pembunuhan tersebut.


"Bagus sekalian.. Ayo kita segera pergi ke kota Ti An timur untuk melaporkan tugas kita kepada Nona Ti. " Kata pimpinan kelompok orang yang ternyata adalah tentara Kekaisaran Ming yang pimpinannya adalah Jenderal Besar Ti yang telah melakukan pembunuhan terhadap kaum dunia persilatan di sekitar luar kota Nan an untuk mendapatkan dua buah pusaka peninggalan wakil ketua dunia persilatan Wen Sung.


Lima menit setelah kelompok Jenderal Besar Ti An pergi dari tempat itu, He Shu Huan dan para sahabatnya segera pergi meninggalkan tepi jalan luar kota Nan an dengan menyimpan naga hitam bulu emas, kelinci manis dan daun bawang di kuil kosong dekat lokasi tersebut.

__ADS_1


"Kita pun harus segera pergi ke kota Ti an timur untuk melihat-lihat hasil kerja Gu Chuan dan Ming Ming untuk kita. " Kata He Shu Huan yang telah berlari gunakan ilmu ginkang naga terbang untuk secepatnya ke kota ti an timur di ikuti oleh yang lainnya.


Tetapi lari He Shu Huan terhenti sejenak karena ia mendengar suara derap kaki kuda yang akan tiba di tempat mereka berada saat ini. Ia pun langsung meminta yang lainnya untuk segera bersembunyi di balik semak belukar di hutan luar kota Nan an timur.


"Ayah orang-orang Jenderal besar Ti an sudah berhasil membunuh murid-murid mu dari sekte Hoa San Pai. " Kata seorang pemuda yang usia sebaya dengan usia He Shu Huan. Pemuda itu menunggangi kuda putih dan berhenti di tengah jalan luar kota Nan an.


"Ya, dia sungguh orang-orang yang tidak tahu terimakasih sudah mendapatkan kebaikan dari kita tetapi ia malah membalasnya dengan kejahatan keji demi kekuasaannya. " Kata pria tua yang duduk di atas punggung kuda lainnya bersama dengan seorang gadis yang juga usia sebaya dengan usia He Shu Huan.


"Hmm, kita harus membalas perbuatannya pada murid-murid Sekte Hoa San Pai untuk kita bisa memberikan penjelasan kepada Putri Ying di kota Ti an barat. " Kata pemuda ketua sekte Hoa San Pai cabang kota ti an barat.


"Tentu saja harus.. Kita harus bisa agar Puteri Ying tidak salah paham kepada kita yang Beliau sangka berkhianat kepadanya dengan cara membocorkan rahasia Kekaisaran Ying kepada Kekaisaran Ming. " Kata gadis remaja yang ternyata adalah wakil Puteri Ying dari Kekaisaran Ying.


"Nona Song, anda benar sekali dan kami pun ingin meminta bantuan mu untuk memberikan keterangan kepada Puteri Ying terkait ketulusan hati kami pada Puteri Ying yang menjadi sahabat kami. " Kata pria tua Ketua sekte Hoa San Pai cabang kota ti an barat.


"Ya tentu saja.. Aku akan membantu kalian karena kalian adalah orang-orang kaum dunia persilatan kaum bersih yang selalu menjunjung tinggi kejujuran dan kegagahan di dalam segala tindakan kalian. " Kata Nona Song wakil Puteri Ying.


"Terima kasih, Nona Song. " Kata putra dari Ketua sekte Hoa San Pai cabang kota ti an barat kepada Nona Song karena jatuh cinta pada Nona Song yang di lihat dari pandangan mata Lu Lu adalah kepalsuan hati seorang sahabat.


"Kenapa kau menilai gadis itu berhati palsu seorang sahabat? " Tanya Fu Xiao Chao setelah ketiga orang itu pergi dari tempat itu.


"Lihat saja cara ia tersenyum menunjukkan ia terlalu berlebihan dalam bersikap yang artinya ia harus sembunyikan hatinya yang ingin mengadu domba antara sekte Hoa San Pai dengan Puteri Ying dengan satu tujuan yakni mendapatkan pengakuan atas hasil kerjanya pada Jenderal besar ti an yang ternyata adalah ayah kandung nya sendiri. " Jawab Lu Lu dengan tepat sekali sesuai dengan pengamatannya pada kelompok orang yang mereka lihat di tepi jalan luar kota Nan an timur.


"Hmm, kau memang benar-benar gadis pulau hantu Lu Lu karena kau sungguh tajam sekali dalam pengamatan mu. " Kata He Shu Huan dengan jujur mengakui kecerdikan gadis itu.


"Shu Huan, apakah kau mengagumi ku barusan? " Tanya Lu Lu mendekati He Shu Huan dengan tatapan mata api cinta yang membuat Fu Xiao Chao mendorongnya untuk menjauhi He Shu Huan.


"Siapa yang mengagumimu..? Ihh yang ada aku muak kepada mu. " Tukas He Shu Huan sadis dan Ia sudah menarik Fu Xiao Chao untuk gadis berjalan lagi di dekatnya.


"Emm perang Dingin antara Fu Xiao Chao dan Lu Lu mulai terjadi akibat cinta segitiga dengan He Shu Huan. " Ucap Xue Li Lan yang memilih untuk jalan dekat lincah di sisi Yu Man Ji yang asyik makan buah pisang sambil menyanyi dengan tema hutan tanpa pisang terasa hambar.


"Ehh lagu ciptaan baru mu kah? " Tanya He Shu Huan terkekeh geli.


"Iya.. Aku ini calon Seniman terkenal di seluruh wilayah daratan besar. " Jawab Yu Man Ji yang begitu angkuh dalam gaya berjalan nya itu.


"Hahaha Seniman apa kau ini? " Tanya Lu Lu ikut tertawa terpingkal-pingkal dengar nyanyian aneh Yu Man Ji.


"Iya.. Seniman penyanyi kelas dunia.. Memang nya dirimu gadis hantu sinting yang suka gigit rumput ilalang untuk hobi bodoh mu." Jawab Yu Man Ji tajam tetapi Lu Lu tidak marah dengan kata-kata Yu Man Ji yang kasar justru ia malah tertawa bahagia yang membuat seluruh hutan luar kota Nan an timur seperti mendengar suara kuntilanak di tengah malam.


Fu Xiao Chao merapatkan diri pada He Shu Huan dan ia pikir teman-teman He Shu Huan adlaah orang-orang di luar batas normal manusia biasa dan He Shu Huan sendiri pun mungkin jauh di luar batas kenormalan nya.


"Emm dia tersenyum bagaikan mumi di dalam piramida Mesir di dalam kotak jenazah Fir'aun kuno dari Kekaisaran Ratu Nefertiti. " Kata Fu Xiao Chao dalam hatinya saat ia melirik ke arah He Shu Huan di sampingnya, tapi ia juga sangat nyaman dengan keanehan He Shu Huan ini.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2