
Namun tiba-tiba Fu Xiao Chao menghentikan laju kuda hitam untuk menoleh ke belakang dan tepat sekali berhadapan dengan He Shu Huan yang juga sedang menatap gadis kecil itu dengan tatapan mata kagum.
"Kakak Mentimun, kenapa kamu menatap aku seperti itu? " Suara Fu Xiao Chao yang renyah membuat He Shu Huan tersadar dan cepat mengerjapkan sepasang matanya selama nol koma tujuh detik.
"Aku menatapmu karena kotoran di pipimu. " Elak He Shu Huan menunjuk debu di pipi kanan Fu Xiao Chao dengan telunjuk gadis kecil itu sendiri.
"Oh." Gadis kecil itu membersihkan debu di pipi kanannya dengan saputangan nya sendiri melalui sepasang bola mata He Shu Huan sebagai cermin-cermin yang bening sekali dan berbahaya biru.
"Kancil Kecil kita ke sana dulu saja untuk kamu bisa membersihkan dirimu. " Kata He Shu Huan yang menelan ludah karena pesona kecantikan alami gadis kecil ini sangat dekat sekali dengannya.
"Hmm, baiklah Kakak Mentimun. " Jawab Fu Xiao Chao berbalik dan memacu kuda hitam menuju ke sebuah penginapan yang di bawahnya ada rumah makan dan di samping kiri ada toko pakaian dan perhiasan untuk anak-anak perempuan kecil.
Sesampainya di rumah penginapan, He Shu Huan awalnya ingin menyewa dua kamar tidur untuk dia dan Fu Xiao Chao, tetapi Fu Xiao Chao menangis minta satu kamar saja.
"Ya, baiklah. " Jawab He Shu Huan cari aman saja daripada di pusingkan dengan tangisan gadis kecil manja itu.
"Oh, Anak-anak silakan kalian berdua naik ke kamar kalian berdua di lantai atas sudut kanan dan ikuti saja kakak ini yang akan mengantar kalian berdua ke kamar kalian. " Kata pemilik rumah penginapan usia lima puluh tahun dan terlihat sangat ramah sekali terhadap para pengunjungnya.
"Iya, terimakasih Paman. " Jawab He Shu Huan sopan dan ia menggandeng tangan Fu Xiao Chao untuk mengikuti pelayan menuju ke kamar sewa mereka berdua.
__ADS_1
Setibanya di kamar penginapan, He Shu Huan minta Fu Xiao Chao untuk mandi lebih dahulu di kamar mandi yang sudah di siapkan oleh pelayan rumah penginapan.
"Sementara kau mandi. Aku akan ke bawah untuk membeli pakaian dan perhiasan baru untuk mu. Kau tunggu aku selama kau mandi.. Hmm paling lama sepuluh menit waktu mu mandi tapi aku sudah akan kembali dan tiba di kamar ini dalam waktu dua menit untuk aku bisa menjaga mu selama kau mandi. " He Shu Huan berpesan kepada Fu Xiao Chao yang memberi nya senyuman manis dan pelukan hangat.
"Ya, Kak Huan sayang. " Jawab Fu Xiao Chao nada suara renyahnya itu membuat He Shu Huan ngeri sendiri.
Maka He Shu Huan cepat kabur dari Fu Xiao Chao dengan melompat melalui jendela kamar rumah penginapan sampai membuat Fu Xiao Chao geli sendiri melihat tingkah malu He Shu Huan kepadanya.
He Shu Huan menepati janjinya pada Fu Xiao Chao dua menit kemudian ia telah kembali di dalam kamar penginapan dengan bungkusan pakaian anak perempuan dan perhiasan anak perempuan untuk Fu Xiao Chao pakai sesuai pilihan He Shu Huan untuk gadis kecil yang sangat manis itu.
"Eh, dia sama sekali tidak manis melainkan pahit dan hambar. " Elak He Shu Huan dalam hatinya menepis pujian untuk Fu Xiao Chao.
"Aku masih kotor. Aku belum mandi dan juga aku belum bertukar pakaian. " Kata He Shu Huan lari ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan kencang tanpa ia sadari.
"Aku akan menunggu mu usai mandi dan rapi untuk makan malam bersama di lantai bawah. " Ujar Fu Xiao Chao memainkan pita rambut warna biru di atas rambut hitam yang menutupi kepala kecilnya di cermin rias dan gadis kecil itu tersipu seorang diri.
Dua puluh menit kemudian, He Shu Huan sudah rapi dan saat ini ia menikmati makan malam bersama dengan Fu Xiao Chao dengan hidangan makan malam enak yang belum pernah ia cicipi seumur hidupnya di usia empat belas tahun.
"Kak Huan, di rumah ku banyak sekali makanan yang lebih enak lagi dari rumah makan kecil ini. Aku jamin dengan leher ku ini bahwa kau pasti akan makan tiga sampai lima mangkuk nasi dalam satu kali makan saat kau mencoba masakan yang di masak oleh paman Chi juru masak dalam rumah ku yang tak kalah dengan masakan dalam istana Kekaisaran Ming. " Ucap Fu Xiao Chao saat ia melihat selera makan He Shu Huan sangat besar terhadap semua makanan yang ada di atas meja dalam rumah makan itu.
__ADS_1
"Eh, aku akan coba makanan juru masak mu juga aku ingin mencoba makanan juru masak istana Kaisar Ming saat aku berada di Ibukota esok hari. " Kata He Shu Huan dengan kerlingan mata indahnya.
"Jangan kau makan masakan juru masak istana Kaisar Ming karya Bibi Lin karena dia payah. Aku bisa membuatkan masakan yang sangat enak untuk mu setiap hari karena aku akan belajar masak melalui paman Chi ku. " Kata Fu Xiao Chao mengusap -usap punggung telapak tangan He Shu Huan yang memegang sumpit hingga jatuh ke lantai karena berkeringat dingin di usap oleh Fu Xiao Chao.
"Hhh, ini gadis kecil yang super gila. " Keluh He Shu Huan menghindari tatapan mata genit Fu Xiao Chao kepadanya.
He Shu Huan mengambil cawan untuk minum air teh dari teko yang di tuangkan oleh Fu Xiao Chao untuknya tetapi karena jengah atas sikap Fu Xiao Chao terhadap dirinya.
He Shu Huan menumpahkan air teh dari cawan ke arah sepasang kakek tua yang berwajah hitam dan putih yang lewat di antara kursi meja tempat He Shu Huan dan Fu Xiao Chao tempati.
Lalu kedua kakek tua itu menjerit kesakitan karena sepasang sepatu mereka berlubang dan kedua kaki mereka pun mengeluarkan nanah kehijauan yang mengejutkan semua pengunjung, pemilik dan para pelayan rumah makan dan penginapan itu menjadi pucat ketakutan.
"Wah, mereka berdua menderita sakit kusta yang menakutkan sekali. " Kata para pengunjung rumah makan dan penginapan itu.
"Ihhh, kita pergi saja dari rumah makan ini dan cari tempat lain saja daripada kita ketularan penyakit kusta dari kedua orang kakek itu. " Kata He Shu Huan merah jemari Fu Xiao Chao yang patuh kepadanya dan mengikutinya keluar dari rumah makan dan penginapan itu.
Tetapi, kedua orang kakek itu melemparkan sejumlah barang-barang ke arah He Shu Huan dan Fu Xiao Chao dengan marah sekali kepada ulah He Shu Huan yang membuka rahasia penyakit mereka kepada masyarakat umum.
Whusss!
__ADS_1
Bersambung!