Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Nama Baru Dan Marga Baru Fu Xiao Chao.


__ADS_3

"Aku milikmu. Marga dan namaku serta semua yang ada pada diriku adalah kepunyaanmu. Aku mulai hari ini adalah He Yin Shuang kekasihmu, calon istri mu, tunangan mu dan masa depan mu selamanya. " Ucap Gadis kecil yang manis di depan He Shu Huan.


"Ya, kau adalah satu-satunya yang bisa bersama dengan ku. " Jawab He Shu Huan memacu kuda hitamnya menuju ke pegunungan Pei untuk dirinya bisa menjemput Yu Man Ji di kediaman keluarga Pei.


"Yu Man Ji itu sahabat mu kah? " Tanya Fu Xiao Chao di hari berikutnya di daerah yang semua warna pepohonan nya berwarna kuning.


"Iya, benar sekali dan Ia menyukai mu loh." Jawab He Shu Huan memberikan roti isi daging dan susu kedelai kepada Fu Xiao Chao.


"Biar saja Ia suka kepada ku yang penting aku suka kepadamu. " Sahut Fu Xiao Chao dengan senyuman manis di hadapan He Shu Huan.


"Hmmm."


"Hmmm apa? " Tanya Fu Xiao Chao menyuapi He Shu Huan roti isi daging nya dari atas punggung kuda hitam.


"Tak ada apa- apa. " Jawab He Shu Huan yang mengunyah roti isi daging milik Fu Xiao Chao.


"Kakak mentimun ku yang baik. Aku berpesan kepada mu jangan pernah menyerahkan ku kepada orang lain termasuk kepada sahabat terbaik mu, meskipun kau tak merasa nyaman dengan menolak keinginan sahabat mu karena dia ada hati kepada ku, sebab aku pasti akan membencimu. Camkan itu baik-baik." Kata Fu Xiao Chao.


"Aku tak suka membagikan sesuatu yang paling penting bagiku kepada sapapun termasuk pada orang yang terbaik dan terdekat dengan ku. " Jawab He Shu Huan tegas.


"Terimakasih , Kakak sayang. " Sahut Fu Xiao Chao bernyanyi riang gembira di atas punggung kuda hitam.


Mereka berkuda memasuki hutan yang semua pohonnya berwarna kuning sampai He Shu Huan terperangah melihat fenomenal alam yang luar biasa di depan matanya.


"Aneh sekali hutan ini. " Kata He Shu Huan yang melihat pemandangan alam di sekitar hutan ini semuanya warna kuning.

__ADS_1


"Lihat ada tulisan di batu prasasti di ujung sana. " Kata He Yinshuang menunjuk ke batu prasasti kepada He Shu Huan.


He Shu Huan menengok pada batu prasasti yang di tunjuk jari telunjuk He Yinshuang dan ia bisa melihat tulisan yang tertera di batu prasasti bahasa yang tak ia kenal.


"Apakah kau bisa membaca tulisan pada batu prasasti itu? " Tanya He Shu Huan tanpa sungkan kepada He Yinshuang.


"Iya aku bisa membacanya untuk mu. Hutan pohon kuning nama hutan yang kita masuki dan ini kawasan daerah pedalaman para penghuni nya adalah daerah suku Miao. " Jawab He Yinshuang.


"Emmm baiklah, Yinshuang. " Kata He Shu Huan yang kemudian memacu kuda hitam menuju ke dalam hutan tersebut.


Di tengah hutan itu mereka berdua mendengar suara orang-orang yang bertarung dan suara gadis kecil meminta pertolongan dari dalam tandu pengantin.


"Kakak kita harus menolong mereka. " Kata He Yinshuang melompat cepat dari kuda hitam dan menerjang beberapa orang pria dewasa bertubuh kekar dan sangar dengan tendangan dan pukulan yang di sertai hawa sinkang kuat sehingga beberapa orang pria dewasa itu bisa terlempar dan babak belur oleh gadis kecil yang baru berusia sepuluh tahun itu.


Dukk!


Beberapa orang pria dewasa itu terperangah kaget karena mereka tidak pernah menyangka sama sekali orang yang membuat mereka dapat terlempar dan babak belur adalah seorang gadis kecil usia sepuluh tahun amat cantik jelita dan manis sekali dengan rambut panjang terurai lepas dan di atas ada dua kunciran yang diberi pita warna biru sesuai baju gadis kecil itu.


Namun selepas dari rasa kagum dengan daya tarik kecantikan gadis kecil itu, mereka juga kaget dan penasaran sekali karena mereka bisa terlempar dan babak belur oleh gadis kecil asing itu.


"Gadis kecil siapa kau berani sekali ikut campur urusan kami?! " Gertak salah seorang dari pria dewasa yang masih bisa bangun dan melotot marah kepada He Yinshuang.


"Aku Pendekar Angsa Putih Sakti. " Jawab Gadis kecil itu kalem tetapi menatapnya dengan dingin sekali.


"Dasar bocah perempuan laknat!! " Hardik pria dewasa itu menyerang He Yinshuang dengan gerakan tangan yang mirip ular cobra dan juga gerakan tubuhnya cukup lincah.

__ADS_1


Tetapi He Yinshuang sama sekali tidak takut sama sekali, ia tenang saja karena He Shu Huan sudah melompat dan menusuk kan sepasang mata pria dewasa itu dengan ranting pohon sampai berlubang dan He Shu Huan tidak sampai situ saja.


Ia menggerakkan ranting secara cepat sekali dan menggebrak kepala pria dewasa itu hingga remuk dan otaknya keluar dari tempurung pria dewasa itu dan tewas bagaikan tikus tergiling kereta kuda.


"Agrhh..! Bocah-bocah setan mereka itu! Ayo kita lari dari sini..!! " Bentak para pria dewasa lain gemetar dan berinisiatif untuk kabur dari tempat itu.


Tetapi He Shu Huan tidak membiarkan mereka kabur, ia berkelebat cepat menggerakkan ranting dengan ilmu pedang Hoa San Pai yang sangat mahir sekali.


Wuuuuttzz!


Para pria dewasa itu juga menggerakkan tubuh mereka untuk menghindari serangan ranting di tangan pemuda remaja tanggung berusia lima belas tahun itu.


He Shu Huan meliukkan ranting dengan tepat mengenai pelipis , kening , tenggorokan dan juga dada para pria dewasa itu secara luarbiasa cepat sekali dan menewaskan lima belas orang pria dewasa itu yang sebenarnya adalah orang- orang sekte Elang Hitam.


He Yinshuang yang sudah berada di dalam tandu pengantin yang di dalamnya ada seorang gadis kecil yang usianya sama dengannya sedang menangis sedih dan ketakutan.


"Teman, kau jangan takut karena aku dan Kakak ku sudah membunuh semua orang yang sudah jahat kepadamu. " Kata He Yinshuang ramah.


Gadis kecil itu tergugah dengan keramahan He Yinshuang dan menganggukkan kepalanya dengan sikap yang mengagumkan hati He Yinshuang.


"Kalau begitu bisakah kamu ceritakan kepada ku tentang apa yang telah terjadi kepada dirimu dan kenapa kau bisa berpakaian pengantin? Apakah kau akan menikah di usia dini? " Tanya He Yinshuang nada ramah.


"Namaku Li Wei Shiang aku putri keluarga Li yang amat sangat miskin sekali dan aku sudah tak mempunyai orangtua sehingga aku tinggal bersama dengan Kakak dan Kakak iparku yang sangat gila harta sampai mereka menjual aku kepada seorang hartawan ternama di luar desa ku yang menginginkan selir baru untuk putra pertamanya yang sedang sakit keras yang telah di ramalkan akan meninggal dunia di usia muda. Maka Pak Tua Tu yang mempercayai adanya mukjizat untuk menyelamatkan putra pertama nya dengan cara menikah lagi dan mereka pun memilih aku. Dan, hari ini aku di paksa menikah oleh Kakak dan Kakak iparku tetapi di tengah jalan ke rumah Pak Tua Tu, rombongan yang membawa tandu pengantin ku di serang oleh sekelompok orang yang telah membunuh semua orang yang akan mengantarkan ku ke rumah Pak Tua Tu dan sekarang ini aku tidak tahu harus bagaimana lagi karena aku takut kepada Kakak dan kakak iparku juga aku tak mau menikah dengan Tuan Muda Tu. " Tutur Li Wei Shiang nama gadis kecil itu yang menceritakan kisah hidupnya kepada He Yinshuang.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2