
Sesudah He Shu Huan, Fu Xiao Chao dan Yu Man Jia berhasil masuk ke kota Nan An, mereka bertiga dengan cepat masuk ke dalam rumah Gubernur Fan dengan satu tujuan utama mereka adalah membunuh Pendekar Besar Luo Bu dan keluarganya.
Dengan menyamar sebagai tiga orang murid utama dari Sekte Bu San Pai, mereka bertiga dengan sangat mudahnya masuk di antara para rombongan anggota Sekte Bu San Pai, lalu mereka duduk di kursi barisan paling belakang sambil menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh pihak rumah untuk para tamunya.
Mereka bertiga melihat anggota keluarga besar Gubernur Fan sudah hadir di tengah-tengah acara perayaan musim semi yang akan segera di langsungkan di dalam rumah Gubernur Fan, dan mereka bertiga juga melihat rombongan dari Pendekar Besar Luo Bu dan keluarganya telah duduk di kursi masing-masing dengan rapi dan elegan.
"Ayah, aku sudah datang bersama para kakak senior. " Kata Nona Fan Shiu Chiu putri Gubernur Fan.
"Chiu Chiu, kau sudah datang. Ayo duduklah di dekat kedua orang ibumu dan juga ketiga orang kakak mu. " Kata Gubernur Fan.
Setelah para tamu undangan sudah duduk di kursi dengan rapi dan elegan. Gubernur Fan telah berdiri di atas podium untuk melakukan pidato sederhana untuk menyambut kedatangan para tamu-tamu nya yang terutama adalah calon menantunya, yaitu Pangeran Pertama Ming Yun dan juga para anggota keluarga besar dari Kekaisaran Ming.
"Para hadirin sekalian yang saya hormati, saya ucapkan terimakasih atas kehadiran kalian di perayaan musim semi yang diadakan di rumah ku sendiri dan yang paling istimewa untuk acara ini adalah kehadiran calon menantu saya, yaitu Pangeran Pertama Ming Yun yang terhormat telah bersedia untuk menyaksikan perayaan musim semi bersama keluarga kami dan juga segenap warga Kota Nan an. " Kata Gubernur Fan yang bicara kepada para tamunya.
"Iya, sama-sama dan terimakasih atas undangan yang telah anda berikan kepada ku, Tuan Besar Fan." Kata Pangeran pertama Ming Yun duduk di kursi paling dekat dengan anggota keluarga besar Gubernur Fan.
"Aku juga merasakan sangat penting dengan kehadiran para Pendekar Besar dari kalangan dunia persilatan turut hadir di acara kami. " Kata Gubernur Fan.
"Iya, kami datang berdasarkan undangan yang telah kami terima dari Anda tanpa maksud apa- apa. " Kata sejumlah tamunya.
"Wahh, aku juga tidak pernah menyangka bahwa Sekte Naga Hijau juga hadir di acara perayaan musim semi ku. " Kata Gubernur Fan tersenyum ramah sekali kepada semua tamunya.
"Untuk kesempatan kali ini kami datang ke rumah anda untuk menanyakan tentang cincin giok dan buku kitab peninggalan wakil ketua Dunia Persilatan yang bernama Wen Sung yang berjuluk Pendekar besar Elang Merah yang telah kami dengar telah berada di tangan permaisuri Anda yang kedua, Tuan besar Fan. " Kata gadis muda nan cantik murid dari sekte Naga Hijau yang bernama Hong Ruo.
"Nona Hong Ruo, kenapa Anda bisa bicara soal kedua pusaka yang awalnya bukanlah milik wakil ketua dunia persilatan Wen Sung melainkan milik Kekaisaran Ming yang mempersembahkannya sebagai tanda pertunangan antara Pangeran pertama Ming Yun dengan Putri Fan Chiu Chiu. " Jawab Pendekar besar Luo Bu.
"Sejak kapan Kekaisaran Ming mengakui dua pusaka dunia persilatan sebagai milik mereka? " Tanya Wakil ketua sekte kuda perak yang telah diketahui bernama Ma Yun Ki.
"Sejak hari ini dan selamanya. " Jawab Pendekar besar Luo Bu dengan nada tegas.
"Kalau begitu Kekaisaran Ming adalah seorang perampok harta orang lain yang bukanlah milik mereka sendiri. " Kata seorang pemuda yang sangat tampan sekali dengan nada keras dan berani sekali bicara soal Kekaisaran Ming.
"Orang muda, kau siapakah yang telah berani sekali menghina Kekaisaran Ming yang berarti kau adalah seorang pemberontak? " Hardik wakil Pendekar besar Luo Bu marah.
"Heiii, siapa yang bilang aku adalah seorang pemberontak terhadap Kekaisaran Ming yang jadi pemerintah negara ku sendiri? " Tanya si pemuda remaja tanggung itu dengan nada amat santai.
"Bukankah tadi kamu bilang bahwa Kekaisaran Ming adalah seorang perampok harta orang lain yang bukanlah milik mereka sendiri? " Tanya wakil Pendekar besar Luo Bu membalikkan kata -kata yang diucapkan oleh pemuda itu.
"Heii, bukan aku yang bilang melainkan kau dan dia. " Jawab Pemuda tampan itu.
"Dia siapa dan aku tak pernah bilang begitu." Kilah Wakil Pendekar besar Luo marah dituduh sebagai seorang penghina Kekaisaran Ming.
__ADS_1
"Teman- teman bukankah tadi dia yang bicara bersama dengan temannya dan sekarang dia malah mengelak dari ucapannya sendiri. " Kata Yu Man Ji yang menyamar sebagai Tuan Muda Du seorang sastrawan yang terkenal dengan kejujurannya.
"Ya, aku percaya kepada Tuan Muda Du. " Kata Pangeran pertama Ming Yun yang menyukai sahabatnya itu.
"Paduka, jika anda mempercayai Tuan muda Du berarti Anda tidak mempercayai kami. " Kata Pendekar besar Luo Bu yang merasa nama baik nya telah tercemar.
"Pendekar besar Luo Bu, kami Kekaisaran Ming tidak pernah mengambil harta orang lain karena cincin giok yang aku berikan kepada Putri Fan Chiu Chiu bukanlah salah satu dari dua pusaka peninggalan dari Wakil ketua dunia persilatan Wen Sung melainkan cincin giok karya ibuku sendiri, yakni Permaisuri Qun. Kami Kekaisaran Ming juga tidak pernah ikut campur urusan dunia persilatan di daratan besar. " Kata Pangeran pertama Ming Yun bicara dengan jujur.
"Kalau begitu bisakah Anda perlihatkan cincin giok itu kepada kami? " Tanya Nona Hong Ruo murid dari sekte Naga Hijau meragukan ucapan jujur dari Pangeran pertama Ming Yun.
"Baiklah, aku perlihatkan cincin giok yang akan aku berikan kepada tunangan ku kepada kalian semua. " Jawab Pangeran pertama Ming Yun memanggil Kasim nya untuk memperlihatkan cincin giok pertunangannya yang sama sekali berbeda dengan cincin giok salah satu dari dua pusaka peninggalan Wakil ketua dunia persilatan Wen Sung.
Semua orang melihat dan mereka pun percaya bahwa Kekaisaran Ming tidak pernah mencuri pusaka dunia persilatan daratan besar ataupun harta rakyat mereka sendiri dan itu berarti cincin giok peninggalan Wakil ketua dunia persilatan Wen Sung berada di tangan orang lain yang kini mereka curigai adalah Pendekar besar Luo Bu dan keluarganya.
"Pendekar besar Luo Bu kau ternyata sudah berani mencemarkan nama baik Kekaisaran Ming di hadapanku sebagai Pangeran pertama Ming Yun dan di hadapan semua orang yang hadir di rumah Gubernur Fan yang merupakan calon mertua ku. Aku harus menghukum mati dirimu dan keluargamu atas penghinaan ini. " Kata Pangeran pertama Ming Yun marah sekali kepada Pendekar besar Luo Bu.
"Pangeran pertama Ming Yun tolonglah Anda jangan salah paham kepada hamba yang sudah setia selama ini terhadap Kaisar Ming Luo yaitu ayahanda anda. "Kata Pendekar besar Luo Bu mencoba untuk meminta kemurahan hati Sang Pangeran pertama Ming Yun terhadap dirinya.
" Pangeran pertama Ming Yun jika anda memberi nya ampunan untuk hari ini, dia akan melakukan perbuatan yang lebih besar lagi untuk dirinya bisa menjatuhkan nama baik Kekaisaran Ming. Kalau hamba menjadi Anda, hamba tentu akan menjatuhkan hukuman mati dia dan keluarganya supaya tidak menjadi penyakit di kemudian hari. "Kata Yu Man Ji dengan pintar memancing emosi Pangeran pertama Ming Yun.
" Kau benar sekali, Tuan muda Du. Aku harus menghukum mati dia dan keluarganya karena itu aku minta tolong kepada Pendekar Ma Yun dari sekte Bu San Pai untuk membantuku untuk aku bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. " Kata Pangeran pertama Ming yang rupanya telah menjadikan Pendekar besar Ma Yun dari sekte Bu San Pai sebagai pengawal pribadinya.
He Shu Huan yang menyamar sebagai Pendekar besar Ma Yun dari sekte Bu San Pai segera maju dan melaksanakan tugasnya untuk Pangeran pertama Ming Yun dengan menjadi algojo untuk menghukum mati Pendekar besar Luo Bu dan keluarganya.
"Hormat hamba Ma Yu kepada Sang Pangeran pertama Ming Yun. " Kata He Shu Huan dengan nada hormat memberikan sapaannya kepada Pangeran pertama Ming Yun dengan sikap yang persis seperti Pendekar besar Ma Yun.
"Paduka, tolong Anda jangan ceroboh dan salah mengambil tindakan kepada kami yang telah berjasa besar terhadap Kekaisaran Ming apalagi hamba masih terhitung paman Anda sendiri. " Kata Pendekar besar Luo Bu masih berusaha untuk menyadarkan keponakannya untuk berpikir ulang tentang dirinya.
"Dian kau dasar pengkhianat hina dan jangan pernah menilai Pangeran pertama Ming Yun ceroboh, kau sudah berani menghina nama baik Kekaisaran Ming. Maka kau harus mati di tangan ku.. " Kata He Shu Huan sudah menggerakkan tangannya untuk membuat gerakan ilmu silat Bu San Pai.
"Ahhh, baiklah. Aku berikan pelajaran kepadamu bocah sombong. " Kata Pendekar besar Luo Bu sudah berkelebat cepat menggerakkan ilmu silat awan hitam di tangan kirinya yang ia arahkan kepada He Shu Huan yang dengan tenang sekali menangkis serangan mautnya dengan telapak tangan kirinya juga.
Wuuuutttz!
Plakkk!
Dessss!!
Pendekar besar Luo Bu terkejut sekali karena ia terdorong jauh sekali oleh hawa pukulan telak yang di keluarkan oleh Pendekar besar Ma Yun dari sekte Bu San Pai. Ia pun segera membalas dengan menggunakan gerakan cakar beruang untuk menghadapi telapak tangan pemuda itu.
Wuuuutttz!
__ADS_1
He Shu Huan bergerak sedikit ke samping untuk menghindari cakar beruang dari Pendekar besar Luo Bu yang terkejut sekali karena Pemuda itu bisa menghindari serangan mautnya bahkan ia semakin terkejut karena pemuda itu dengan sikut nya telah memukul pelipisnya.
Plakk!
"Heii..Ayahhh hati-hati. " Kata putrinya yang telah ketakutan karena melihatnya hampir dibunuh oleh sikut pemuda itu.
He Shu Huan mengubah gerakan sikut kanannya dengan suara air tenang dan Pendekar besar Luo Bu segera menghindari dengan cara mundur tiga langkah untuk menyelamatkan nyawanya, tapi He Shu Huan bergerak dengan sangat cepat sekali dan tahu -tahu kepalanya sudah di cengkeram oleh He Shu Huan yang sekali tarik telah putuslah kepala Pendekar besar Luo Bu.
Kresss!!
"Paduka, hamba sudah menyelesaikan tugas yang telah Anda berikan kepada hamba. " Kata He Shu Huan membungkus kepala Pendekar besar Luo Bu di hadapan Pangeran pertama Ming Yun.
"Bagus, sekali kau sangat hebat sekali dalam melaksanakan tugasmu. " Kata Pangeran pertama Ming Yun yang terkagum-kagum pada kepandaian pengawalnya itu.
"Paduka, bagaimana dengan keluarga dan juga sahabatnya? " Tanya Yu Man Ji.
"Bunuh mereka. " Jawab Pangeran pertama Ming Yun memerintahkan Ma Yun melakukan hukuman mati kepada semua orang Pendekar besar Luo Bu.
"Dengan senang hati hamba akan melakukan tugas hamba. " Kata He Shu Huan berkelebat cepat menggerakkan pedang milik Ma Yun untuk memenggal semua orang Pendekar besar Luo Bu.
Keluarga besar Pendekar besar Luo Bu sudah berusaha untuk menyelamatkan diri mereka dari hukuman mati yang dilakukan oleh Ma Yun atas perintah dari Pangeran pertama Ming Yun dengan menggunakan ilmu silat yang mereka masing-masing.
Tetapi He Shu Huan jauh lebih cepat bergerak daripada mereka semua dengan keganasan telah membabat habis semua orang Pendekar besar Luo Bu tanpa ampun lagi dan hanya dalam waktu dua detik saja, He Shu Huan telah berhasil mengumpulkan semua kepala orang-orang dari Pendekar besar Luo Bu.
Crakk!
Crakkk!
"Ma Yun kau sungguh pengawal setia ku yang sangat hebat sekali. " Puji Pangeran pertama Ming Yun.
"Terimakasih atas pujian Paduka. " Kata He Shu Huan yang sudah memberikan pil racun ular cobra kepada Pangeran pertama Ming Yun di dalam minumannya tanpa diketahui oleh semua orang di dalam rumah Gubernur Fan.
"Paduka, kami semua minta maaf karena sudah salah paham kepada Kekaisaran Ming dan kini kami pamit untuk segera pergi mencari dan juga menemukan dua pusaka peninggalan Wakil ketua dunia persilatan Wen Sung " Kata para Pendekar kaum dunia persilatan kepada Pangeran pertama Ming Yun dan Gubernur Fan.
"Ya sama-sama, kami pun terimakasih kepada para Pendekar kaum dunia persilatan yang amat bijaksana dalam menangani masalah ini dengan sangat baik sekali sehingga kita semua bisa satu hati dalam menghadapi setiap masalah yang bisa disalahgunakan dan menimbulkan konflik yang merugikan masyarakat yang kita cintai. " Kata Pangeran pertama Ming Yun yang tersenyum ramah dan hangat kepada para Pendekar kaum dunia persilatan.
Setelah itu kediaman Gubernur Fan telah sepi kembali dan hanya ada keluarga dan Pangeran pertama Ming Yun beserta rombongan dari Sang Kaisar Ming saja yang berada di dalam rumah Gubernur Fan. Dan, He Shu Huan, Yu Man Ji dan Fu Xiao Chao juga sudah pergi dari rumah itu secara diam-diam tanpa diketahui oleh semua orang itu.
"Kita akan menunggu kabar kematian Pangeran pertama Ming Yun di dalam rumah Gubernur Fan yang tentunya akan segera di jatuhi hukuman mati dari Kaisar Ming Luo karena putranya telah meninggal dunia karena keracunan makanan di rumah Gubernur Fan. "Kata He Shu Huan dengan sumringah bahagia di wajahnya seraya minum teh segar di rumah makan depan rumah Gubernur Fan.
" Paduka Pangeran pertama Ming Yun Anda kenapa? " Terdengar suara panik dari rumah Gubernur Fan.
__ADS_1
Lalu sejumlah besar pasukan Kekaisaran Ming mendatangi rumah Gubernur Fan dengan kembali membawa pulang seluruh kepala para anggota keluarga besar Gubernur Fan sampai tak ada yang tersisa lagi usai rumah itu telah di segel oleh pemerintah Kekaisaran Ming.
Bersambung!!