
"Ah, maaf paman. Aku harus membunuhmu karena kami sudah membunuh bibi ku untuk kau bisa mendapatkan Nyonya muda Ah Xuen putri Ketua sekte gunung Nan dan kau juga sudah mengkhianati kepercayaan Bibi ku dan Bian Cheng yang malang. " Kata He Shu Huan yang telah memberikan serbuk racun bunga kuning dan menghancurkan jasad Pendekar besar Nan Chi.
Lalu He Shu berdiri sambil meremas saputangan bertuliskan darah bibi nya yang menceritakan kebenaran dari ucapan yang sudah dikeluarkan oleh mulut Pendekar besar Nan Chi yang sudah menipu perasaan cinta yang tulus dan akhir dari bibi nya.
"Nan Chi, kau jahat sekali demi kepentingan mu, kau sudah mengkhianati kepercayaan ku dan Bian Cheng putra kita. Aku adalah tujuan utama mu untuk mu menjadi seorang pemimpin dunia persilatan daratan besar karena itu kamu bisa menjalin hubungan dengan Pendeta wanita sakti Leng Suo yang akhirnya kau sakiti dengan kamu menikah dengan Ah Xuen putri Ketua sekte gunung Nan yang kau bunuh secara diam-diam dengan menggunakan racun bunga lebah merah untuk kau bisa menguasai sekte gunung Nan. Ah Yuen kau buat idiot dengan racun perampas ingatan usai kau membunuh suaminya di dasar lembah gunung racun bunga cinta. " Tulis Putri Ming Yuen melalui darahnya sendiri sebelum meninggal dunia di bunuh oleh Pendekar besar Nan Chi dengan pedang milik Pendekar itu sendiri.
Dan, He Shu Huan tadi dalam sandiwara sedih memeluk jenazah wanita itu tidak sengaja menemukan saputangan yang di kepal erat di tangan kanan jenazah Bibi nya yang secara diam-diam tanpa diketahui oleh Pendekar besar Nan Chi yang berada di belakangnya tadi, He Shu Huan telah membacanya dengan cepat dengan cara menunduk menatap wajah bibi nya dan tangannya menutupi pandangan mata Pendekar besar Nan Chi.
"Baiklah ku rasa orang-orang sekte gunung Nan sedang sibuk dengan Yu Man Ji dan Fu Xiao Chao sekarang ini. " Kata He Shu Huan yang berkelebat cepat menuju ke markas besar sekte gunung Nan.
Brrrrrr!!
Di markas besar sekte gunung Nan, Ia melihat Yu Man Ji membakar seluruh anggota sekte gunung Nan beserta keluarga besar Pendekar besar Nan Chi, dan Fu Xiao Chao memanggang Tou Lu di tempat pemanggangan ikan di halaman depan markas besar sekte gunung Nan yang luas.
"Kancil Centil kau sadis sekali ternyata terhadap orang. " Kata He Shu Huan.
"Siapa suruh dia genit sama kamu?" Ucap Fu Xiao Chao berkilat kejam kepada korbannya.
"Emm apakah kamu akan membunuh setiap gadis yang menginginkan ku? " Tanya He Shu Huan yang mendekati Fu Xiao Chao.
__ADS_1
"Iya, karena kau milik ku. " Jawab Fu Xiao Chao melompat masuk ke dalam pelukan He Shu Huan.
He Shu Huan membelai lembut rambut panjang Fu Xiao Chao yang beraroma bunga sakura di musim semi dan Ia menghirup aroma itu dengan perlahan-lahan sampai aromanya meresap di dalam jantung dan hatinya yang mulai berdebar kencang saat ia memeluk gadis kecil itu.
"Ah tidak? Apa yang telah kurasakan saat ini?" Tanya He Shu Huan dalam hatinya seraya ia melepaskan diri dari pelukan Fu Xiao Chao yang malah menariknya untuk memeluknya lagi.
".. " Gumam Yu Man Ji usai berpesta pora untuk membakar habis musuhnya karena keluarga Sekte gunung Nan adalah musuh dari orangtua dan para sahabatnya Yu Man Ji di basmi habis oleh sejumlah besar sekte dunia persilatan daratan besar karena tuduhan palsu pada orang tua Yu Man Ji adalah kaum sesat kelas atas padahal tujuan mereka adalah pusaka keluarga Yu Man Ji sampai saat ini masih di cari oleh Yu Man Ji sendiri.
He Shu Huan dengan cepat melepaskan diri dari pelukan Fu Xiao Chao untuk ia bisa menghibur Yu Man Ji yang sedih setelah membasmi musuh nya yang belum semuaa terbalaskan olehnya, dan He Shu Huan menepuk bahu Yu Man Ji untuk menguatkan Yu Man Ji.
"Shu Huan bantu aku untuk membunuh mereka semua untuk dendam keluargaku terselesaikan dengan baik dan memuaskan hati ku. " Kata Yu Man Ji meneteskan air mata dendam.
"Ya, tentu saja, kau sahabat ku dan saudara ku, barangsiapa yang telah berani menyakiti mu.. Hmm aku akan membunuhnya untukmu, sobat ku. "Jawab He Shu Huan membiarkan Yu Man Ji menangis di bahunya.
" Senyuman mu hanya boleh untuk ku. "Kata Fu Xiao Chao dengan sikap manja sekali kepada He Shu Huan.
" Angsa Putih tadi kau dan He Shu Huan saling berpelukan , kan? "Tanya Yu Man Ji sadar bahwa ia telah melihat suatu yang aneh terjadi pada diri sahabatnya itu.
" Ya, benar. "Jawab Fu Xiao Chao lantang.
__ADS_1
" Tapi, kenapa kamu aman? "Tanya Yu Man Ji heran karena Fu Xiao Chao tidak mati dipeluk oleh He Shu Huan.
" Eh, entahlah mungkin aku beruntung sekali karena aku tidak mati dipeluk oleh Kakak manis ku. "Jawab Fu Xiao Chao dengan suaranya yang renyah di lontarkan kepada He Shu Huan yang bergidik ngeri.
" Ahhhh???! " Teriak Yu Man Ji polos.
"Jangan dengarkan dia!! " Teriak He Shu lari dari kejaran Fu Xiao Chao yang diikuti oleh Yu Man Ji.
"Wahhh, aku rindu sekali denganmu, Naga hitam alis emas. " Sapa He Shu Huan setibanya ia dan kedua temannya di kota Nan An lagi.
"Aku juga rindu kelinci manis. " Kata Fu Xiao Chao memeluk kuda poninya.
"Daun bawang kenapa kau tak mau aku pakai untuk menunggangi mu? " Tanya Yu Man Ji yang mengeluh kepada keledai milik He Shu Huan.
He Shu Huan memberikan wortel kepada daun bawang yang di gantung di atas kepala keledai nya sampai hewan itu mau menurut kepada Yu Man Ji barulah ia bisa memberikan makanan itu untuk keledainya makan di sepanjang jalan dari kota Nan An.
"Shu Huan dia mau juga digunakan oleh ku. " Kata Yu Man Ji mengikuti cara He Shu Huan untuk mengendalikan emosi keledai itu.
"Dia itu mengambek karena kita meninggalkan dirinya selama lima belas hari disini. " Kata He Shu Huan tersenyum menang dari keledainya yang melotot heran bisa mengerti isi hati dari daun bawang.
__ADS_1
"Oh, begitu rupanya.. Wah dia persis diriku bila di tinggal oleh mu, aku pasti ada rasa ingin merajuk juga. " Kata Yu Man Ji mengendarai keledai itu dengan cara He Shu Huan, yaitu menggantung wortel di atas kepala keledai hitam itu.
Bersambung!!