Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Perjalanan Ke kota Nan an.


__ADS_3

"Oh, lalu apakah kamu akan bersedia untuk di jodohkan dengan Pangeran pertama Kaisar Ming Luo? " Tanya salah seorang dari Suheng nya.


" Iya, aku harus bersedia, kalau aku menolaknya habislah keluarga kami. "Jawab Nona Chiu Chou tanpa sengaja menengok ke arah He Shu Huan yang sedang makan bakmi di meja seberang nya dan gadis itu tak bisa mengalihkan pandangan matanya lagi ke tempat lain.


Fu Xiao Chao mengerutkan kedua alisnya dan ia pindah duduk di depan He Shu Huan sehingga gadis di seberang mereka tidak bisa melihat He Shu Huan secara bebas karena terhalang oleh punggungnya.


" Kak Huan, bolehkah aku mencoba bakmi mu sepertinya lebih enak punya mu daripada bakmi punya ku? " Fu Xiao Chao mencari alasan untuk bisa makan bakmi satu mangkuk berdua dengan He Shu Huan.


He Shu Huan mengedipkan sepasang matanya karena ia merasa heran dan bingung dengan sikap Fu Xiao Chao yang kadangkala suka minta yang aneh -aneh tapi ia tidak bisa menolaknya.


"Iya, boleh. Silakan saja. " Jawab He Shu Huan yang menyerahkan bakmi nya kepada Fu Xiao Chao yang malah mengambil sepasang sumpit nya dan makan bakmi nya pakai sepasang sumpitnya pula.


"Eiii, wah kalian berdua sudah melakukan satu ciuman tak langsung, ya?" Tanya Yu Man Ji memakai istilah aneh Bi Guan.


"Ciuman langsung pun kami juga pernah kok. " Jawab Fu Xiao Chao tanpa malu sampai He Shu Huan tersedak minum teh dinginnya sampai He Shu Huan batuk -batuk dan Yu Man Ji terjatuh dari kursinya karena kaget dengar ucapan Fu Xiao Chao tadi.


"Apa kalian berdua sudah pernah ciuman secara langsung? " Tanya Yu Man Ji berdiri dan ia tak percaya He Shu Huan mau berciuman dengan gadis itu.


"Iya, kami sudah pernah satu kali di puncak gunung salju utara dan saat itu adalah ciuman pertama kami. " Jawab Fu Xiao Chao apa adanya.

__ADS_1


"He Shu Huan, apakah yang dia ucapkan itu benar adanya ataukah dia hanya membual saja? Karena aku tidak bisa percaya bahwa kau yang anti seorang gadis manapun, mau berciuman dengan gadis kecil liar ini. " Kata Yu Man Ji yang masih tidak percaya dengan ucapan Fu Xiao Chao yang ia tahu bahwa Fu Xiao Chao sangat centi terhadap He Shu Huan yang sama dengan para gadis lainnya yang ingin berdekatan dengan He Shu Huan tetapi selalu mendapatkan nasib sial, yaitu mati sendiri.


"Emm, ya kau benar... Dia cuma bermimpi saja. " Tukas He Shu Huan menendang lutut Fu Xiao Chao untuk menutup rahasia mereka berdua.


"Hmmmm." Gumam Fu Xiao Chao manyun.


"Tuhkan benar kau cuma bermimpi bisa ciuman dengan He Shu Huan yang terkenal dengan julukan pembunuh para gadis dari ucapannya saja apalagi kalau sampai ciuman... Wah, bisa hancur dirimu nanti, Angsa Putih. " Kata Yu Man Ji yang menggeleng kepalanya karena dia sudah terbiasa dengan komentar para gadis yang suka mengkhayal pernah di cium oleh He Shu Huan.


"Iya, nih dasar gadis kecil Centil dan genit. "Kata He Shu Huan menjewer daun telinga Fu Xiao Chao lalu menariknya keluar dari kedai kecil itu.


" Aduhh, sakit Kak Huan... " Kata Fu Xiao Chao yang mengelus daun telinganya yang di jewer He Shu Huan.


"Salah mu sendiri berani untuk membocorkan rahasia kita berdua. Apakah kamu ingin jatuhkan nama baik ku? "He Shu Huan memarahi Fu Xiao Chao yang sudah duduk di atas punggung kelinci manis sambil menunggu Yu Man Ji selesai membayar makanan dan minuman mereka bertiga di kedai kecil itu.


"Kekasih apa? Kita masih sahabat belum kekasih karena kau baru akan masuk usia dua belas tahun dan aku baru akan masuk usia enam belas tahun yang berarti kita berdua masih usia anak -anak. " Kata He Shu Huan nada menegurnya dengan keras.


"Ya, aku tahu.. Aku minta maaf, kau bisa atau tidak sih jangan memarahiku terus menerus.. Kau sama sekali tidak pernah mengerti perasaan ku.. Aku seorang gadis lebih cepat tanggap daripada kau seorang pria.. Aku sudah datang bulan kemarin dan aku cemas dengan perasaan ku yang tidak menentu dan aku takut kehilangan mu... Itu saja. " Jawab Fu Xiao Chao menangis memeluk kelinci manis.


"Ehhh, hei... Kau malah menangis... Aduhhh... " Kata He Shu Huan mengusap -usap kepala Fu Xiao Chao agar gadis kecil itu berhenti menangis tetapi malah tangisannya semakin keras sampai semua orang melihat mereka.

__ADS_1


Dan, Yu Man Ji menatapnya dengan tatapan mata yang bicara menuduh He Shu Huan yang telah bersikap kasar kepada Fu Xiao Chao yang hanyalah seorang gadis kecil saja.


"Ak.. Aku tidak melakukan apa -apa kepadanya.. Dia saja yang suka menangis.. " Kata He Shu Huan membela dirinya sendiri.


"Yu Man Ji, dia galak sekali kepada ku bahkan dia juga tadi menendang lututku hingga memar. " Kata Fu Xiao Chao yang mengadu kepada Yu Man Ji.


"Shu Huan, kau laki-laki bukan sih? Kenapa kau kasar sekali kepada Angsa Putih? " Tegur Yu Man Ji keras kepada He Shu Huan yang kaget sendiri.


Yu Man Ji mengangkat tangannya membelai lembut puncak kepala Fu Xiao Chao dan gadis kecil ini memilih untuk duduk di atas punggung daun bawang bersama dengan Yu Man Ji.


"Heii.. " He Shu Huan termangu sejenak sebelum Ia membawa kelinci manis bersama dengan Naga Hitam putih bersama-sama untuk berjalan berdampak dengannya.


Sampai di pintu masuk ke kota Nan an pun, Yu Man Ji yang terus menerus membantu Fu Xiao Chao untuk gadis kecil itu bisa masuk dengan aman dari pemeriksaan lainnya.


"Lencana kalian. " Kata para penjaga pintu masuk ke kota Nan an meminta lencana atau identitas mereka.


He Shu Huan mengeluarkan tiga lencana yang telah ia curi dari tiga orang murid dari Gubernur kota Nan an di pintu masuk ke kedai kecil tadi bersamaan dengan ia menjewer daun telinga Fu Xiao Chao.


"Ya, silakan Pendekar Ma. " Kata para penjaga pintu masuk ke kota Nan an mengizinkannya masuk ke kota Nan an usai mengetahui lencana atau identitasnya.

__ADS_1


"Tuan Muda De dan Nona Muda Yan, silakan anda berdua masuk ke kota Nan an. " Kata para penjaga pintu masuk ke kota Nan an yang telah memberikan izin Yu Man Ji dan Fu Xiao Chao masuk ke kota Nan an dengan bebas.


Bersambung!!


__ADS_2