
Xiao Yi terbelalak kaget melihat He Shu Huan yang melemparkan dirinya ke rumput yang basah karena hujan deras pada subuh hari dan sekarang pemuda itu berjalan meninggalkannya begitu saja. Xiao Yi merasa dirinya tidak di hargai oleh He Shu Huan.
" Shu Huan, kau dari mana saja selama tiga hari dua malam? " Tanya Si Sastrawan Bodoh Bi Guan yang sudah menghampiri He Shu Huan begitu pemuda mesum itu melihat He Shu Huan yang berjalan menuju ke perkampungan desa suku Rillian dan di belakang He Shu Huan.
Xiao Yi berdiri dalam keadaan sedih sekali serta basah kuyup oleh hujan deras yang menyiram gadis itu yang merasakan sakit hati karena cinta di tolak oleh He Shu Huan yang sangat arogan dan dingin sekali.
" Xiao Yi kau basah kuyup. Ayo cepat ikut aku kembali ke rumah mu." Ucap Sastrawan Bodoh Bi Guan meraih jemari gadis itu yang menuruti Si Sastrawan Bodoh Bi Guan yang menggandeng tangannya menuju ke tenda tempat tinggal gadis itu.
He Shu Huan tersenyum menyambut Si Berandal Gu Chuan dan Si Kera Manis Yu Man Ji yang berlari ke arahnya, kedua orang sahabatnya itu senang sekali bisa bertemu dengannya kembali dalam keadaan sehat dan selamat, terutama Si Kera Manis Yu Man Ji yang melompat-lompat senang sekali.
"He Shu Huan aku senang sekali bisa bertemu denganmu lagi setelah tiga hari dua malam aku tidak bertemu denganmu. "Kata Si Kera Manis Yu Man Ji memeluk He Shu Huan yang menepuk baju pemuda remaja tanggung yang sangat manis sekali itu.
" Aku dari pergi cari uang untuk biaya perjalanan kita menuju ke Ibukota Kerajaan Liao. " Kata He Shu Huan memperlihatkan kantong uang yang banyak yang berbentuk uang logam Perak yang cukup untuk biaya hidup mereka berempat.
"Wah darimana kau dapatkan uang Perak yang sebanyak ini? " Tanya Si Berandal Gila Gu Chuan terbelalak kaget melihat banyaknya uang di kantong uang He Shu Huan.
" Kerja. " Jawab He Shu Huan yang merangkul kedua orang sahabatnya untuk masuk ke dalam tenda suku Rillian yang menjadi tempat tinggal sementara mereka.
Xiao Yi terbangun dari tidurnya di dalam kamar tidur di tendanya dan melihat Si Sastrawan Bodoh Bi Guan yang merapikan pakaian dengan tersenyum bahagia pada wajah pemuda remaja itu.
" Ah apa yang telah kau lakukan terhadap ku? " Tanya Xiao Yi menangis karena ia baru sadar bahwa ia telah mengikuti Sastrawan Bodoh Bi Guan yang membawanya ke tenda pribadinya.
__ADS_1
" Aku dan kau melakukan sesuatu yang sangat membahagiakan kita berdua. " Jawab Bi Guan.
"Akh apa maksud mu? " Tanya Xiao Yi kecewa karena gadis itu kini milik Bi Guan bukan milik He Shu Huan.
" Jangan memasang wajah kecewa kepada ku.. Kau sendiri juga mau' Kan? " Ucap Si Sastrawan Bodoh Bi Guan yang menyentuh dagu gadis itu.
" Siapa yang mau denganmu?! HUHUHUHUHU. " Jawab Xiao Yi menepis tangan BI Guan.
" Ah, baiklah aku tak mau denganmu lagi. " Kata Si Sastrawan Bodoh Bi Guan yang benar-benar meninggalkan Xiao Yi usai melakukan hubungan intim dengan gadis itu tanpa mempedulikan perasaan gadis yang sudah hancur masa depannya oleh perbuatan Si Sastrawan Bodoh Bi Guan terhadap gadis itu.
Sastrawan Bodoh Bi Guan sudah bersiap untuk menemui He Shu Huan dan kedua orang sahabatnya yang sudah berada di luar daerah perkampungan suku Rillian untuk pergi ke arah Ibukota Kerajaan Liao yang menjadi tempat petualangan baru untuk mereka yang belum pernah merasakan indahnya dunia ini.
Ibukota Kerajaan Liao.
He Shu Huan dan kawan-kawan nya menyebut pulau buangan sebagai pulau abadi yang lebih baik daripada nama pulau buangan, tetapi sikap dan perilaku mereka sungguh tidak lazim di sebut manusia pada umumnya, mereka berempat adalah empat orang pendekar remaja yang berwatak setan.
" Kita harus makan itu. " Kata Si Kera Manis Yu Man Ji yang melompat-lompat di jalan melihat aneka macam makanan yang belum pernah di lihat olehnya.
" Ambil saja, nanti aku bayar. " Kata He Shu Huan yang melemparkan uang Perak untuk setiap barang atau makanan yang di ambil oleh Si Kera Manis Yu Man Ji.
" Hore terimakasih He Shu Huan. " Sorak sorai Si Kera Manis Yu Man Ji gembira bisa menikmati makanan dan minuman enak yang belum pernah di cicipi oleh pemuda remaja liar itu.
__ADS_1
Pada saat mereka berempat sedang asyik untuk mencoba berbagai macam makanan enak serta membeli pakaian baru yang bagus -bagus, tiba-tiba ada seorang pria muda berteriak-teriak meminta pertolongan dari arah kanan Sastrawan Bodoh Bi Guan.
"Tolonggggg..!!!! " Teriak seorang pemuda wajah tampan yang keluar dari rumah makan yang di sebelah kanan Sastrawan Bodoh Bodoh Bi Guan.
Pemuda itu di kejar oleh sekelompok orang yang juga keluar dari rumah makan dan menyerang pemuda itu yang menabrak Si Berandal Gila Gu Chuan yang langsung kesal karena minuman nya tumpah ke baju barunya, maka Si Berandal Gila Gu Chuan menarik kerah baju pemuda itu.
" Hei, kau menabrak ku hingga minuman aku tumpah mengenai baju baru ku?! "Hardik Si Berandal Gila Gu Chuan membentak pemuda yang langsung ketakutan.
" Maaf, maaf aku tidak sengaja menumpahkan minuman mu. " Jawab pemuda itu ketakutan sekali karena Si Berandal Gila Gu Chuan telah menghardiknya.
" Aku akan memaafkan mu tapi ada syaratnya. " Kata Si Berandal Gila Gu Chuan.
" Apa syaratnya, Tuan mudah? " Tanya pemuda itu mengiba meminta maaf kepada Si Berandal Gila Gu Chuan.
Berandal Gila Gu tidak menjawabnya karena Si Berandal Gila Gu Chuan telah melihat adanya sekelompok orang yang datang menghampiri mereka dengan sikap garang sekali dan tatapan mata tajam yang ganas sekali sehingga Si Berandal Gila Gu Chuan melemparkan pemuda itu ke samping untuk Si Berandal Gila Gu Chuan bisa menghadapi sekelompok orang itu.
" Siapa kalian semua yang telah berani untuk mengganggu pemuda itu? " Tanya Si Berandal Gila Gu Chuan dengan sikap yang jauh lebih garang sekali daripada sekelompok orang itu.
" Kau jangan ikut campur urusan kami dengan pemuda itu yang sudah cari masalah dengan Nona kami. " Kata seorang pria yang menjadi pemimpin dari kelompok orang yang mengejar pemuda yang tidak sengaja menabrak Gu Chuan.
" Aku Si Berandal Gila Gu Chuan. " Jawab Si Berandal Gila Gu yang meniupkan air ludahnya kepada sekelompok orang itu.
__ADS_1
Cuhhh!
Bersambung!