
" Ahh, kau keterlaluan, Shu Huan. Gadis secantik itu kau nilai mirip dengan burung Beo. " Kata Yu Man Ji heran kepada sahabatnya itu.
"Tak ada gadis yang bisa menaklukkan hati ku secantik apapun dirinya. " Kata He Shu Huan menikmati teh segar melalui cawan dan Ia juga menikmati hidangan sayuran dan daging dengan nikmat sekali.
Ketika para pria lain sibuk dengan menebak lagu yang di mainkan oleh Nona Huang dengan alat musik kecapi nya. He Shu Huan menyiram air teh ke pakaian Nona Huang yang langsung terkejut sekali karena pakaiannya tersiram air .
Dan, kesempatan ini di gunakan oleh He Shu Huan yang berkelebat cepat mengambil batu giok ajaib yang bertepatan dengan Nona Huang yang sedang terkejut itu melepaskan batu giok ajaib untuk melihat bajunya yang basah terkena air secara ajaib sekali padahal jarak Nona Huang dengan para pemuda yang tergila-gila kepada nya cukup jauh sekali.
He Shu Huan sudah duduk tenang di kursinya tanpa seorangpun menyadari dirinya pernah pergi dari tempat duduknya kecuali Yu Man Ji di sisinya sibuk makan kuaci.
" Karena kau sudah dapat batu giok ajaib, yuk kita pergi dari sini. " Kata Yu Man Ji santai saja berdiri dan berjalan keluar dari rumah bunga Sari di ikuti oleh He Shu Huan yang tahu-tahu telah duduk manis di atas punggung daun bawang.
Lalu, baru saja mereka pergi dari rumah bunga Sari telah terjadi keributan besar di dalam rumah itu dan hal itu di sebabkan oleh Tuan besar Bao dan putra Kaisar Ming yang memperebutkan Nona Huang sampai memakan korban jiwa dan Si Nona Huang akhirnya melarikan diri dari rumah bunga Sari untuk menyelamatkan diri dari kejaran pihak Kaisar Ming yang di pimpin oleh seorang pria paruh baya yang kasar sekali dan orang itu adalah Huang Er Siong ayah kandung Nona Huang.
" Tolong...! Tolong aku...!!" Teriak Nona Huang yang terseok-seok berlari sepanjang malam keluar dari kota putik Sari dan Ia terjatuh di tanah rumput di luar kota putik Sari.
Beberapa orang datang untuk melakukan hal keji kepada Nona Huang yang ketakutan itu, tetapi He Shu Huan dan Yu Man Ji menerjang hebat dan keduanya menghantam beberapa orang pria yang keji itu dengan tinju dan tendangan mereka yang hasilnya membunuh semua orang itu.
Bughh!
Dukk!
__ADS_1
Ngeekk!
" Nona Kau aman, bangunlah. " Kata Yu Man Ji yang mengulurkan tangan untuk membantu Nona Huang bangkit dari tanah rumput.
" Iya, terimakasih kepada kalian berdua yang telah menolong ku. " Kata Nona Huang Rong Er sopan dan anggun.
" Iya, baiklah sama-sama. " Kata Yu Man ramah dan bersahabat.
"Ei sebaiknya kita cepat pergi dari sini sebelum ada masalah lagi. " Kata He Shu Huan dari atas punggung daun bawang dengan nada tidak suka berdekatan dengan Nona itu.
Nona Huang menangis meminta pertolongan pada mereka berdua untuk di izinkan ikut mereka berdua untuk menghindari pasukan ayahnya yang ingin membunuhnya karena ia telah menghilangkan batu giok ajaib dan ia juga tinggal bersama mucikari sejak ia terpisah dari keluarganya dari pulau kecil yang bernama pulau musang.
" Shu Huan, kita harus menolongnya karena Nona Huang sangat kasihan sekali nasibnya di culik oleh musuh ayahnya dari usia tujuh tahun dan terpisah dari ketiga ibunya dan dua orang saudarinya, dan saat ini Ia sudah dewasa, ia juga ingin di bunuh oleh ayahnya kandung sendiri yang ternyata anak buahnya seorang kasim Lalim yang bernama Kasim Wang yang menjadi kaki tangan Kaisar Ming yang kita benci itu. " Kata Yu Man Ji yang merasa iba kepada Huang Rong Er.
" Baiklah, kita tolong dia. " Jawab He Shu Huan pada akhirnya bersedia juga untuk membantu Nona Huang.
" Nona Huang, mari kita pergi secepatnya dari sini. " Kata Yu Man menemani Nona Huang yang berjalan di samping He Shu Huan yang duduk tenang di atas punggung daun bawang.
Keledai He Shu Huan berhenti di tengah hutan luar kota putik Sari untuk beristirahat sejenak di malam hari itu. He Shu Huan menyibukkan diri pada api unggun yang di buatnya untuk usir nyamuk hutan dan hawa dingin malam hari.
Yu Man Ji sibuk dengan Nona Huang Rong Er yang duduk di dekat Yu Man Ji dengan sikapnya yang manis bercerita tentang diri gadis itu yang mengunakan hati Yu Man Ji.
__ADS_1
" Oh, malang sekali nasibmu, Nona Huang. " Kata Yu Man Ji iba kepada Nona Huang.
" Terimakasih Tuan Muda Yu. " Kata Nona Huang yang menangis di pelukan Yu Man Ji yang jadi gugup karena Yu Man Ji bisa menghirup aroma wangi rambut dan tubuh Nona Huang.
Nona Huang melirik ke arah He Shu Huan yang bersikap acuh tak acuh terhadap dirinya bahkan pemuda itu tak tertarik dengan kisah hidupnya yang membuat Yu Man Ji bersimpati kepadanya.
" Aku heran dengan Tuan Muda He yang sangat membuatku penasaran dan ingin tahu tentang nya yang sangat misterius itu. " Batin Nona Huang bicara pada dirinya sendiri seraya dirinya memandangi wajah tampan dan manis He Shu Huan yang terbingkai rambut hitam panjang yang berjuntai lembut.
" Aku ingin tahu Kancil Centil sedang apa dia saat ini? Apakah dia sudah sampai di rumahnya di Ibukota Kekaisaran Ming ataukah dia masih berada di perjalanan? Ah, kenapa aku bisa memikirkan Kancil Centil terus beberapa hari ini usai berpisah di rumah kediaman Pendekar Naga Es Luo Bu? " Batin He Shu Huan yang sibuk memikirkan Fu Xiao Chao pada saat ini.
He Shu Huan mengeluarkan bandul giok ukiran buah strawberry dari lehernya dan ia teringat bahwa bandul giok ini adalah hadiah dari Fu Xiao Chao untuknya di hari terakhir mereka berdua bertemu di taman bunga sakura milik Pendekar Naga Es Luo Bu.
"Ahh, kenapa aku jadi orang linglung sih? " He Shu Huan memarahi dirinya sendiri sampai Ia telah membuat Yu Man Ji dan Nona Huang Rong Er terkejut dengan suara kerasnya di tengah malam hari di tengah hutan luar kota putik Sari.
" Shu Huan, kau kenapa sih marah - marah sendiri di tengah malam mengagetkan aku saja yang mau tidur nih? " Tegur Yu Man Ji duduk di jerami terbangun dari tidurnya karena suara He Shu Huan.
" Iya, Tuan muda He. Anda kenapa? " Tanya Nona Huang kepada He Shu Huan.
" Hmm, tidak ada apa-apa aku tadi di gigit nyamuk dan nyamuknya kabur saat aku mau tepuk makanya aku menjadi marah dan kesal pada nyamuk yang mengganggu ku. " Jawab He Shu Huan tersenyum menyakinkan Yu Man Ji dan Nona Huang Rong Er yang tersenyum geli terhadap tingkah laku aneh He Shu Huan.
" Ahhh, aku kira ada apa. Ya sudah aku mau tidur lagi. " Kata Yu Man Ji meringkuk kembali di atas jerami nya dan langsung mendengkur kembali.
__ADS_1
Nona Huang Rong Er memilih untuk menemani He Shu Huan menjaga api unggun pada malam hari itu sampai menjelang pagi barulah Nona itu tertidur pulas.
Bersambung!