Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Menuju Ke Pek San Pai bagian dua.


__ADS_3

"Nona Huang Rong Er, mereka yang kita bunuh itu adalah murid ayah tiri mu kah atau musuh ayahmu? " Tanya Yu Man Ji baru ingat dengan sejumlah orang yang sudah ia bunuh dan di bantu He Shu Huan sisanya saja.


"Aku juga tidak tahu karena aku belum pernah lihat dan jumpa dengan Pendekar besar Pei Su. Aku hanya tahu dari kakak angkat ku yang bernama Kim Bun yang menjadi pengawal pribadi Kaisar Ming Luo dan pernah datang ke rumah hiburan milik ibu angkat ku di kota Putik Sari. " Jawab Huang Rong Er dengan nada sedih sekali teringat betapa baiknya ibu angkatnya itu dan tewas di bunuh ayahnya sendiri karena ia mengira ibu angkatnya telah memaksanya menjadi seorang gadis penghibur kelas atas namun nyatanya ibu angkatnya menginginkan nya bisa menikah dan hidup nyaman dengan pria terhormat sebagai istri terhormat pula.


"Biar bagaimanapun caranya salah dengan hanya mempertontonkan dirimu di khalayak para pria hidung gajah yang merusak nama baik dan citra mu sebagai gadis pelajar yang berasal dari orang berada. " Kata He Shu Huan dari atas punggung daun bawang atau keledainya.


"Ah kalau begitu dia menolak ku karena aku pernah tinggal di rumah hiburan, begitukah maksud ucapannya itu? " Ucap Huang Rong Er semakin sedih dan rendah diri.


"Dia yang menolak mu karena ia sudah ada yang punya. " Jawab Fu Xiao Chao ketus sekali dan gadis kecil itu mengetahui arti ucapan Huang Rong Er.


He Shu Huan memalingkan wajahnya ke arah lain dan nyengir sendiri merasa aneh sendiri tapi ia senang sekali dengan jawaban Fu Xiao Chao yang ternyata cerdik juga.


"Eh, ada orang ribut tuh di balik bukit dekat rumah mewah satu-satunya di sana." Kata He Shu Huan tepat mencari alasan saat Fu Xiao Chao menoleh ke arahnya di punggung gadis kecil itu.


Yu Man Ji dan Huang Rong Er ikut melihat, lalu Huang Rong Er terkesiap kaget mengenal ibunya sedang di keroyok oleh dua orang tua dan ayahnya sedang bertarung dengan pria gagah perkasa usia sama dengan ayahnya serta ada gadis kecil usia Angsa Putih tergeletak pingsan di halaman rumah itu.


"Celaka itu ayah dan ibuku!! Mereka berdua akan saling membunuh satu sama lain...! " Teriakan histeris Huang Rong Er berlari kencang ke arah pertarungan sengit antara seorang pria gagah perkasa namun ganas sekali melawan seorang wanita cantik jelita sekali yang sudah hampir kehilangan nyawanya karena mengalami luka parah pada dadanya.


"Nona Huan, hati-hati..!! " Teriak Yu Man Ji yang melompat tiga kali saja sudah tiba di antara dua orang yang sedang bertarung itu dan ia dengan cepat menggunakan kedua tangannya untuk menghadapi keduanya di tengah-tengah antara kedua orangtua itu.


Wutttzz!


Plakkkk!


Desss!


"Arghh...!! " Teriak pria ganas itu terkejut sekali karena ia terjatuh ke tanah dan tangannya itu di halau dashyat oleh pemuda remaja tanggung berwajah manis sekali.

__ADS_1


"Arghh..!! " Teriak wanita cantik itu yang juga terjatuh ke tanah dalam keadaan muntah darah segar dari mulutnya.


"Ibu....!! " Teriak Nona Huang Rong Er cepat menolong wanita paruh baya yang terjatuh di tanah dalam keadaan muntah darah segar dari mulutnya.


"Nona kau siapakah dan kenapa kamu dapat memanggilku dengan sebutan ibu? " Tanya Song Dan terheran-heran melihat seorang gadis muda memanggilnya dengan sebutan ibu.


"Aku Huang Rong Er putrimu, ibu. " Jawab Huang Rong Er memeluk wanita itu sambil menangis rindu dengan ibunya.


"Kau adalah Huang Rong Er ku yang sudah lama sekali aku mencari mu selama sepuluh tahun sampai membuat ku nyaris putus asa dalam mencari keberadaan dirimu yang terpisah dariku. " Kata Song Dan membelai lembut wajah cantik jelita sekali itu.


"Iya, Ibu. Aku Huang Rong Er mu dan Aku sangat merindukanmu. " Jawab Huang Rong Er yang menangis memeluk ibunya.


"Rong Er, ayo ayah pergi dari sini karena ibumu sudah mengkhianati ku dan ia sudah menikah dan memiliki seorang anak lain dari musuh kita. "Kata Pendekar besar Huang menarik gadis itu dari ibunya.


" Tidak!! Jangan membawa putriku dari ku..!! " Jerit Song Dan merangkak dan Ia sudah menarik tangan putrinya dan berusaha keras untuk mendapatkan kembali putrinya.


Huang Rong Er menjerit-jerit ketakutan melihat ibunya akan segera dibunuh oleh ayahnya sendiri di hadapannya, tetapi sebuah rumput ilalang menangkis tapak racun merah milik Pendekar besar Huang dengan sangat cepat sekali, namun akibatnya Pendekar besar Huang harus kehilangan tangan kirinya tanpa ia ketahui apa penyebab utama tangan kirinya putus.


"Aduuhhhhh!! " Teriak Pendekar besar Huang kesakitan karena tangan kirinya putus asa dan tahu -tahu sebuah batu kerikil menyerang pelipis kanannya dan pecahlah kepalanya.


Prakk!


"Arghh!! Ayah..! " Teriak Huang Rong Er terkejut sekali melihat ayahnya tewas dalam satu serangan maut dari He Shu Huan dan Yu Man Ji memukul kepala ayahnya dengan batu kerikil saja.


"Rong Er jangan menangis untuk ayahmu yang sangat kejam itu kepada istri -istrinya sendiri." Kata Song Dan dalam keadaan lemah karena ia kehilangan darah.


"Ibu.. "Kata Huang Rong Er menangis di pelukan ibunya.

__ADS_1


Sementara itu He Shu Huan sudah berkelebat cepat untuk menolong Pendekar besar Pei yang sudah kewalahan menghadapi kedua orang tua yang menjadi musuhnya yang merupakan tokoh- tokoh golongan hitam yang haus darah.


He Shu Huan menggunakan gerakan bangau mematuk ikan ke arah pundak kakek dan nenek tua sadis itu menggunakan telapak sakti racun katak sawah untuk menghadapi Pendekar besar Pei, maka He Shu Huan menangkis serangan maut tersebut dengan cepat sekali.


Wuttzzz!


Tukkk!


" Aduhhhh!! " Teriak kakek dan nenek tua sadis itu merasakan pundak mereka lepas dari tubuh mereka, tapi sebelum sadar siapa yang telah melukai mereka berdua, tahu-tahu sebuah buah pisang memukul kepala mereka berdua hingga remuk.


Prakk!


Prakk!


Pendekar besar Pei terperangah sekali melihat kedua orang musuh saktinya telah dibunuh oleh kedua orang pemuda remaja tanggung yang sama sekali tidak pernah ia dengar dan di ketahui tentang kedua orang pemuda remaja tanggung itu, dan ia tidak pernah berhenti untuk memandang heran terhadap kedua orang muda itu.


"Pendekar besar Pei bagaimana keadaan mu? " Tanya seorang gadis kecil cantik jelita sekali yang tahu -tahu telah berada di dekatnya.


"Nona kecil siapakah kau dan kenapa kamu tiba-tiba datang ke rumahku dan siapa mereka berdua? " Tanya Pendekar besar Pei masih terheran-heran kepada ketiga anak kecil ini.


"Suamiku." Panggil Song Dan merintih kesakitan dan ia jatuh pingsan di dalam pelukan putrinya.


"Song Dan istriku...!! " Teriak Pendekar besar Pei segera menolong istrinya dan ia juga terkejut sekali melihat putrinya tergeletak pingsan di teras rumahnya.


"Pian Pian....!!! " Jerit Pendekar besar Pei sibuk menolong istri dan anaknya silih berganti.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2