Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Ke Sekte Naga Hijau


__ADS_3

Sesudah He Shu Huan, Fu Xiao Chao dan Yu Man Ji menghabisi keluarga Pendekar besar Luo Bu, Gubernur Fan dan membunuh Pangeran Ming Yun di kota Nan an.


Mereka bertiga menyamar sebagai tiga orang murid dari sekte Naga Hijau dengan satu tujuan mereka adalah mencari dan merebut dua pusaka peninggalan dari Wakil ketua dunia persilatan Wen Sung yang berjuluk Pendekar besar Elang Emas Bulu Merah.


He Shu Huan yang cerdik menyembunyikan kuda-kuda dan keledai mereka di sebuah kuil kosong di pintu jalur kedua menuju ke arah kota Nan an selatan.


Agar Ia dan kawan-kawannya bisa aman dan nyaman menjadi murid-murid sekte Naga Hijau dengan nama samaran untuk He Shu Huan ialah Bian Cheng, Yu Man Ji adalah Shi Wu, Fu Xiao Chao adalah Qing Wen.


Di tepi jalan rombongan sekte Naga Hijau telah memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka ke sekte Naga Hijau yang berada di kaki pegunungan Nan yang tak jauh lagi dari tempat mereka semua beristirahat.


Hong Ruo adalah murid utama sekte Naga Hijau yang ternyata adalah tunangan Bian Cheng sejak mereka kecil oleh kedua orang guru mereka yang bernama Pendeta wanita Leng Zuo adalah guru Hong Ruo dan Ketua sekte gunung Nan adalah gurunya Bian Cheng.


Kedua orang sakti itu menjodohkan murid-murid mereka demi menjaga keutuhan wilayah mereka dan juga karena mereka gagal bersatu di usia muda mereka yang disebabkan oleh kedua orang leluhur Perguruan mereka dahulu saling bermusuhan satu sama lainnya.


Tetapi mereka menginginkan agar kedua orang murid mereka bisa melanjutkan hubungan kasih mereka yang terputus dengan menjodohkan kedua orang murid mereka yang sudah mereka anggap sebagai putra dan putri mereka sendiri.


Namun Hong Ruo adalah putri dari wakil ketua dunia persilatan Wen Sung yang pernah bertemu dengan He Shu Huan di pulau terpencil di dekat pulau Abadi.


Saat itu He Shu Huan berusia sepuluh tahun dan anak itu sedang melatih ginkang menggunakan kayu tipis mengarungi lautan luas dan ia tak sengaja pernah menyelamatkan Pendekar besar Wen Sung yang nyaris tewas dimakan ikan hiu karena terluka parah di perutnya.

__ADS_1


"Ahhh, Aku iba kepada mu karena itu aku tidak akan membiarkanmu menjadi santapan lezat pelihara ku. " Kata He Shu Huan menarik tubuh Wen Sung ke daratan Pulau kosong tak bertuan di tenggara Timur.


Wen Sung tersadar kembali saat ia merasakan perutnya yang bekas tusukan pedang milik musuhnya itu sudah tidak terlalu parah lagi.Hal ini dikarenakan sudah di berikan obat luka dan di balut kain tebal dari anak laki-laki sepuluh tahun yang sibuk dengan memanggang kepiting di daun pisang yang di bakar di atas api unggun.


"Nak, apakah kamu yang sudah menolong ku di lautan lepas? " Tanya Wen Sung menghampiri anak itu.


Anak itu menganggukkan kepalanya dengan singkat sambil menunjuk ke kepiting yang sudah disiapkan oleh anak itu untuknya, maka ia pun mengerti untuk makan dahulu barulah ia bisa cerita tentang dirinya kepada anak itu.


"Terimakasih atas pertolonganmu kepada ku.. Aku akan bercerita tentang diriku, aku adalah Pendekar besar Wen Sung yang berjuluk Pendekar besar Elang Emas Bulu Merah yang tinggal di kota besar Wen An. Aku mempunyai istri dan seorang putri usia sama denganmu yang bernama Wen Hong Ruo, dan suatu hari kota kami di serang oleh sekelompok orang yang menjadi musuh kami dengan satu tujuan utama mereka adalah mendapatkan dua pusaka dunia persilatan yang aku jaga bersama Kakak angkat ku yang memimpin dunia persilatan dengan namanya adalah Han Ji Min yang tinggal di Pulau Han di bagian timur daya.Dua pusaka yang aku jaga itu adalah Kitab Perang Tiga Kerajaan Kuno atau Sam Kok milik penasehat Perang Zhu Ge Liang dan cincin giok milik Kaisar Liu Bei yang menjadi legenda Sam Kok. Tetapi kedua pusaka itu telah hilang di hari kelahiran putri kedua ku yang bernama Wen Hong Ci karena di hari itu musuh berdatangan dan juga membunuh seluruh keluarga ku, lalu aku hanya berhasil selamatkan putri ku yang aku titipkan kepada salah satu dari sahabat ku yakni Pendeta Wanita Sakti yang bernama Leng Zuo ketua sekte Naga Hijau di kaki pegunungan Nan. Aku sendiri terus diburu oleh musuh-musuhku hingga aku terluka parah dan dibuang ke lautan oleh musuh -musuhku yang mengira aku meninggal dunia. Ahh, aku berterimakasih atas pertolongan mu kepada ku, Nak. " Cerita Pendekar besar Wen Sung saat itu pada He Shu Huan di pulau kecil tak bertuan di kepulauan Tenggara Timur daratan besar.


"Ya, terimakasih atas kebaikan mu bercerita riwayat mu kepada ku, Paman Wen Sung. Aku He Shu Huan dari Pulau Abadi. " Jawab He Shu Huan nada singkat.


"Di hati dan pikiran ku. " Jawab He Shu Huan ceria.


"Eh, sungguh aneh. Baiklah, jika kamu tak mau cerita tentang riwayat mu tapi yang jelas mulai dari hari ini kau adalah saudara kecilku dan aku akan senang sekali jika saat kamu besar nanti bisa menjadi calon jodoh putriku Wen Hong Ruo karena aku punya firasat bahwa suatu saat nanti kau akan menjadi seorang besar yang sangat berpengaruh di dunia dan tentunya akan bisa menjaga putriku dengan sangat baik setelah aku meninggal dunia karena aku tidak bisa di sembuhkan karena luka ku yang sangat parah sekali dan aku hanya bisa bertahan hidup satu bulan saja. Aku terkena racun lidah api kadal gurun Gobi yang mematikan oleh musuhku yang seorang penguasa negara kita yakni Kaisar Ming Luo. " Kata Pendekar besar Wen Sung yang lalu pergi dari pulau tak bertuan pada keesokan harinya karena tak ingin membuat para musuh nya cari He Shu Huan yang terlibat karena mengetahui rahasia dua pusaka dunia persilatan yang sedang diburu oleh semua orang dunia persilatan dan Kekaisaran Ming untuk menjadi penguasa dunia.


Dan, sekarang He Shu Huan cemberut saat Wen Sung menganggapnya Bian Cheng dan gadis itu bersikap ramah berdasarkan statusnya saja sebagai tunangan Bian Cheng padahal hati Wen Sung tak pernah tertarik kepada pemuda manis tunangannya itu.


"Bian Cheng, bisakah kau memberikan kipas lipat mu kepada ku? " Pinta Wen Sung.

__ADS_1


He Shu Huan memberikan kipas lipat Bian Cheng kepada Wen Hong Ruo yang menggunakannya untuk mengipas-ngipas dirinya sendiri dan He Shu Huan acuh tak acuh dengan siapapun di saat itu.


Fu Xiao Chao melototinya terus menerus saat Wen Hong Ruo memintanya untuk mengipasi gadis itu sampai dia harus tahu bersikap dengan gadis lain selain dengan Fu Xiao Chao.


"Memangnya kau siapa mengatur ku? " Tanya He Shu Huan dengan tatapan matanya tapi anehnya ia mematuhi Fu Xiao Chao dengan memberi kipas lipatnya kepada Wen Hong Ruo, dan sedangkan Ia sibuk membuat api unggun untuk malam hari ini di hutan pinggir kota Nan an.


"Kau tangkaplah sendiri dan jangan memerintah ku terus, kau pikir aku budak mu. Ah, tunangan mu, tahu?! " Hardik He Shu Huan dengan ketus.


"Ah, kau berani menghardik ku.. Wah kau amat berubah menjadi orang lain. " Kata Wen Hong Ruo yang semakin heran dengan sikap Bian Cheng.


"Jadi orang lain apanya.. Kau saja yang pikun tak bisa mengenaliku dan satu lagi mulai saat ini kau harus menghormati ku sebagai tunangan mu bukan budak mu.. Ingat itu. " Kata He Shu Huan melemparkan kayu api unggun ke tanah dan ia sudah pergi ke sisi Wen Hong Ruo.


Fu Xiao Chao berpikir untuk membunuh Wen Hong Ruo dan ia menyamar sebagai gadis itu, maka ia bisa selalu berdekatan dengan He Shu Huan nya tapi He Shu Huan melarangnya untuk penyamaran mereka aman dan misi mereka tercapai.


"Ahh, baiklah.. Aku mematuhi mu asalkan jangan membuat ku emosi dengan kedekatan mu dengan gadis babi itu. " Maki Fu Xiao Chao dari tatapan matanya.


Yu Man Ji yang bingung dengan keduanya dan juga dengan Wen Hong Ruo karena ia dengar Wen Hong Ruo terkenal angkuh, dingin, judes dan suka memerintah siapa saja bahkan tunangannya dibuat budaknya.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2