Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Ketajaman He Shu Huan.


__ADS_3

He Shu Huan memandangi Fu Xiao Chao yang ada di sampingnya dengan berbaring dan juga bersandar di sepasang kakinya yang di luruskan dan Ia sedang duduk di bawah pohon bunga Sakura di taman bunga Kediaman resmi dari Pendekar Naga Es Luo Bu.


" Fu Xiao Chao, kau terlihat nyaman sekali berada di dekat ku. " Batin He Shu Huan seraya mengelus rambut di atas kepala gadis kecil itu.


Fu Xiao Chao mengangkat wajahnya menatap He Shu Huan yang sedang memandangi dirinya, Ia pun melayangkan senyuman seindah bunga Sakura di sepasang bibir mungil dan manis yang mengapit mulutnya yang indah.


"Kak Huan, kau sungguh baik sekali sampai aku merasa sangat damai dan nyaman juga bahagia berada di dekat mu. " Kata Fu Xiao Chao setulus hati dan Ia mengangkat jemarinya untuk sentuh relung-relung wajah He Shu Huan.


He Shu Huan merasa bulu kuduk nya meremang dan Ia segera berdiri sampai membuat kepala Fu Xiao Chao terbentur tanah dan gadis kecil itu pun terbengong -bengong dengan heran.


" Kak Huan, ada apa denganmu? " Tanya Fu Xiao Chao mengelus kepalanya sendiri dan ikut pula berdiri sembari menatap He Shu Huan yang juga mendongak ke atas langit untuk menghindari tatapan mata Fu Xiao Chao yang polos, lugu dan bersih.


" Aku haus... Aku mau mencari minuman dahulu di dalam. " Jawab He Shu Huan berlari ke arah ruangan dalam tanpa menoleh ke arah Fu Xiao Chao yang tertawa-tawa merasa lucu melihat tingkah laku He Shu Huan.


" Oh, ternyata kamu merasa haus ya, Kak Huan? Tetapi, kenapa kamu begitu aneh dan manis sekali bagiku? " Ucap Fu Xiao Chao yang segera berjalan menuju ke ruangan dalam untuk gadis kecil itu bisa mencari He Shu Huan.


Tetapi, gadis kecil itu bertemu dengan seorang anak laki-laki yang menjadi salah seorang dari rombongan anggota sekte Angsa Emas yang juga sepupunya.


"Xiao Chao, darimana saja kau sampai aku jadi bingung mencari mu ke seluruh rumah ini?" Tanya sepupunya dengan nada ketus dan juga memerintah kepada Fu Xiao Chao.

__ADS_1


" Ah Wen, Aku tidak pernah pergi ke mana-mana dari tadi aku berada di ruangan dalam ini. " Jawab Fu Xiao Chao dengan nada ketus juga dan menghindari pemuda cilik itu.


"Ah, kau jangan bohong ya kepada ku atau aku akan mengadukan mu kepada kakek atas sikap mu yang kurang ajar kepada ku yang menjadi calon tunangan mu sejak kamu lahir dan kamu hanya boleh menikah dengan ku saat kamu telah dewasa nanti.. Ingat itu. " Kata Ah Wen nama pemuda cilik itu dengan nada berkuasa penuh terhadap diri Fu Xiao Chao.


" Hei, aku tak pernah berbohong kepadamu. " Tukas Fu Xiao Chao melirik dingin dan berjalan ke arah Luo Miao Zi yang sedang menemui He Shu Huan yang sedang mengambil minuman di sudut ruangan dalam di acara pesta ulang tahun ayah dari sepupunya itu, yaitu Pendekar Naga Es Luo Bu.


" Hei, siapa namamu dan kenapa aku sepertinya aku pernah melihatmu tapi aku lupa kapan dan dimana aku pernah melihatmu?" Sapa Luo Miao Zi terpana dengan ketampanan He Shu Huan dan sikap yang tak pernah gadis remaja itu jumpa dari setiap pria maupun yang ia kenal dan temui selama ini.


" Jika kau tak ingat jangan pernah kau ingat sebab aku akan menyukaimu. " Jawab He Shu Huan nada sarkastis dan akibatnya Luo Miao Zi menjerit kaget karena cawan keramik yang gadis itu pegang tiba-tiba pecah dan melukai tangan nya.


Prangg!


" Aku tidak tahu kenapa cawan ini bisa pecah tiba-tiba di genggaman tangan ku. " Kata Luo Miao Zi meringis kesakitan pada telapak tangan nya karena pecahan cawan keramik telah melukai telapak tangannya dan Fu Xiao Chao telah cepat membalut luka telapak tangan Luo Miao Zi dengan saputangan sutra warna merah muda milik Fu Xiao Chao sendiri.


" Iya, sudah. Ayo kita ke dalam kamarmu untuk aku bisa mengobati luka pada telapak tangan kananmu. " Kata Fu Xiao Chao membawa Luo Miao Zi ke arah ruangan lain, namun sebelum gadis kecil itu pergi bersama dengan sepupunya.


Gadis kecil itu sempat menoleh dan melihat He Shu Huan dari ekor mata kirinya dan gadis kecil itu pun tersenyum senang karena He Shu Huan tipe laki-laki yang tak sembarangan mudah di dekati oleh gadis mana pun, kecuali dirinya.


" Shu Huan, aku mencari mu ke mana-mana usai aku mencuci rambut ku dan sekarang ini rambut ku sudah bersih dan wangi juga tidak ada lagi kutu di rambut ku. " Kata Yu Man Ji dengan nada terengah-engah napasnya yang tercium aroma pisang oleh hidung He Shu Huan.

__ADS_1


" Iya, rambutmu sudah wangi. " Kata He Shu Huan tanpa perlu terlalu dekat dengan kepala Yu Man Ji karena sahabatnya itu menyodorkan kepalanya di bawah sepasang mata He Shu Huan.


" Shu Huan, kau lihat apa sih dari tadi? " Tanya Yu Man Ji sadar kalau sahabatnya itu lebih fokus melihat ke arah kelompok Sekte Bulan Merah yang sedang diskusi tentang rencana untuk sekte tersebut bisa membunuh para anggota keluarga Pendekar Naga Es Luo Bu dengan cara halus yaitu racun di dalam hadiah yang di bawa Fu Xiao Chao untuk Pendekar Naga Es Luo Bu yang diam-diam telah di olesi racun lipan.


" Celaka...! " Aku harus menolong Kancil Centil. " Kata He Shu Huan pelan dan Ia menyodorkan cawan miliknya kepada Yu Man Ji yang terpaksa menerima cawan dengan tangkas karena He Shu Huan telah kabur ke ruangan dalam rumah kediaman resmi dari Pendekar Naga Es Luo Bu.


" Shu Huan, tunggu Aku...! " Kata Yu Man Ji yang meletakkan cawan di meja minuman lalu Yu Man Jilangsung melesat cepat mengikuti He Shu Huan.


Di dalam ruangan keluarga Pendekar Naga Es Luo Bu sedang berkumpul untuk membuka semua hadiah yang sudah di kumpulkan di dalam ruangan tersebut untuk di perlihatkan ke semua tamunya bahwa mereka menghargai hadiah yang di berikan para tamunya kepada Pendekar Naga Es Luo Bu.


He Shu Huan tiba dengan tepat waktu di saat Pendekar Naga Es Luo Bu bersiap untuk buka hadiah pemberian Marquis Fu kepada Pendekar itu melalui Fu Xiao Chao yang berdiri tenang di antara para anggota sekte angsa emas.


He Shu Huan mengambil kancing bajunya dan Ia lemparkan dengan tepat ke hadiah tersebut dan hadiah itu jatuh lalu terbuka dan pecah di lantai ruangan keluarga Pendekar Naga Es Luo Bu.


Wuuuutttz!


Prakk!


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2