Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Sebuah Janji Di Bukit Harapan Dan Cinta.


__ADS_3

He Shu Huan tertawa melihat senyuman malu- malu Fu Xiao Chao tetapi ia menggunakan jari nya untuk membelai lembut poni Fu Xiao Chao dan ia berjanji untuk suatu hari nanti ia akan hanya mau menikah dengan Fu Xiao Chao.


"Aku berjanji dan bersumpah dengan di saksikan oleh langit dan bumi, bulan dan matahari, bintang, awan, angin dan malam bahwa Aku He Shu Huan setelah dewasa hanya ingin menikah dengan seorang gadis saja yaitu Fu Xiao Chao atau He Yinshuang atau Kancil Centil Angsa Putih kecilku ini. " Kata He Shu Huan setulus hati nya, ia bahkan menggunakan dua jari ke atas langit untuk janji dan sumpahnya.


Fu Xiao Chao terharu dan ia mengikuti He Shu Huan dengan mengucapkan janji dan sumpah nya dengan lantang dan mengangkat dua jarinya ke atas langit.


"Aku Fu Xiao Chao berjanji dan bersumpah untuk setelah Aku dewasa Aku hanya ingin menikah dengan He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti. " Kata Fu Xiao Chao dengan suaranya yang jernih sekali.


He Shu Huan tersenyum menatapnya dan Ia pun memberikan kecupan manis di kening Fu Xiao Chao yang mengambil tangan kanan He Shu Huan untuk di kecup oleh bibitnya sendiri.


"Ah sudah, karena sudah malam hari sebaiknya kau tidur dan ingat berbantal lah dengan tujuh bunga warna warni mu dan bermimpilah tentang Aku dan kamu saja. " Kata He Shu Huan yang merapikan jerami untuk Fu Xiao Chao tidur.


"Ya, selamat malam dan selamat tidur Kak Huan. "Kata Fu Xiao Chao berbaring dan menyelimuti dirinya dengan jubah luar He Shu Huan lalu ia tertidur pulas.


He Shu Huan menghabiskan waktu untuk malam hari itu dengan berlatih ilmu pedang naga es dan naga api utara serta ilmu sembilan matahari dan sembilan bulan sesuai dengan petunjuk kitab dari kulit biri-biri yang di berikan oleh sepasang kakek dan nenek tua renta yang berjuluk sepasang Pendekar besar naga es dan naga api di hutan bunga kuning.


Pertama He Shu Huan menggerakkan telapak tangannya mengikuti lingkaran matahari dan bulan di kedua tangannya lalu menggerakkan kedua kakinya dengan gerakan berputar satu pusaran lingkaran yang membentuk bulat yang sempurna.


Kedua He Shu Huan menggerakkan kedua bola matanya mengikuti pergerakan matahari dan bulan sesuai dengan ingatannya dan di satukan dengan gerakan tangan dan kakinya.


Ketiga He Shu Huan meliukan tubuhnya yang membentuk lingkaran di udara dan tanah yang selaras dengan telapak tangan dan kakinya dan ia memekik pelan dan keluarlah sinar perak yang menghantam udara malam di bukit harapan dan cinta.

__ADS_1


Blaar!


Lalu He Shu Huan berlatih ilmu pedang naga es dan naga api dengan ilmu -ilmu sinkang yang sudah di salurkan oleh kedua orang kakek dan nenek sakti itu.


Maka ia dengan mudah menguasai ilmu pedang naga es dan naga api, ia bisa kuasai ilmu itu tanpa menggunakan pedang sekalipun, ia mampu memotong batu tebing bukit harapan dan cinta dengan jari telunjuknya sendiri dari jarak jauh.


Crash!!


Tak terasa waktu sudah menunjukkan akan pagi hari telah tiba dan menyadarkan nya untuk ia segera bergabung dengan para sahabatnya di dalam misi perang untuk mendapatkan kota Yong An utara untuk balas dendam kepada Keluarga Yong yang merupakan orangtua dari Permaisuri Agung Kaisar Ming Luo.


"Kak Huan kau dimana? " Suara Fu Xiao Chao menyadarkan lamunan He Shu Huan tentang taktik perang yang harus ia ingat setiap saat.


"Aku di luar goa. " Jawab He Shu Huan yang telah menyimpan kembali kedua pedang milik nya itu sedangkan kitab ilmu silat yang ia dapatkan dari kakek dan nenek sakti sudah ia musnahkan dengan ilmu sepasang kekasih di tebing bukit harapan dan cinta.


"Aku semalam bermimpi indah tentang kau dan aku setelah kita dewasa. " Seru Fu Xiao Chao riang.


"Wah, selamat kalau begitu. Aku senang sekali aku bisa hadir di mimpi mu..Hei, marilah kita pulang yuk... Aku ada tugas kenegaraan ku. " Kata He Shu Huan yang bersiul memanggil kuda hitamnya.


"Ah kau mau perang melawan Jenderal Yong 11 sesuai dengan rencana mu itu. " Kata Fu Xiao Chao di atas punggung kuda hitam bersama He Shu Huan.


"Iya." Jawab He Shu Huan singkat.

__ADS_1


"Kalau begitu kau harus berhati-hati tapi Aku yakin kau pasti menang soalnya Jenderal Yong 11 ada luka di pundak kirinya karena pernah terluka saat berperang melawan Bupati Na di kota Na. Kau serang bagian kiri pundaknya begitu ia lengah, maka kamu bisa membunuh nya dengan mudah beserta dengan keluarganya bisa kau lenyapkan juga. " Kata Fu Xiao Chao yang memberitahu He Shu Huan cara untuk mengalahkan musuh di kota Yong An utara.


"Terima kasih Xiao Chao atas informasi mu. " Kata He Shu Huan merasa gadis kecil itu sangat berguna baginya.


"Shu Huan.. Ayo kita bersiap berangkat ke kota Yong an utara. " Seru Yu Man Ji sudah memakai pakaian perang yang lengkap.


"Iya. Aku bersiap-siap dahulu. " Kata He Shu Huan yang di bantu Fu Xiao Chao berpakaian perang dengan lengkap.


"Aku disini berdoa untuk mu bisa menang tapi kamu harus hati-hati dan ingat tentang yang aku katakan tadi di atas punggung kuda hitam mu. " Pesan Fu Xiao Chao saat He Shu Huan sudah berada di kuda perangnya.


"Iya, aku tahu dan terimakasih.. Aku berangkat. "Kata He Shu Huan sudah berbalik arah kuda perangnya dan ia memacu kuda bersama para prajurit perangnya yang membawa panji- panji Kekaisaran Liao.


Fu Xiao Chao memandangi rombongan He Shu Huan dengan tatapan mata yang menyiratkan doa dan dukungan besar kepada He Shu Huan dan para prajurit Kekaisaran Liao yang sudah pergi ke luar dari Kekaisaran Liao.


" Gadis kecil lihatlah Aku.. " Suara halus orang di samping membuat Fu Xiao Chao terkejut sekali dan sebuah saputangan aroma bius menutup mulutnya dari belakang.


Lalu gadis kecil itu jatuh pingsan usai Ia taruh serbuk bunga seruni putih di tempat ia berdiri untuk He Shu Huan bisa mencarinya dan juga menemukannya...


Jenderal Yong 11 mendapatkan laporan dari pihak pasukannya mengenai jatuhnya kota Yong an selatan oleh para pasukan Kekaisaran Liao beberapa hari yang lalu.


Kini ia kembali mendapatkan laporan dari para pasukannya lagi mengenai kota Yong an utara di serbu oleh para pasukan Kekaisaran Liao secara tiba-tiba di hari ulang tahun Permaisuri Agung Kaisar Ming Luo.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2