
"Arghhh!! " Pekik Putri Ming Lan yang terdengar sangat menyedihkan.
"Wahhh enaknya... " Suara Bi Guan yang sibuk dengan mempermainkan gadis itu di dalam kamar pribadi Putri Ming Lan sendiri.
He Shu Huan membiarkan para pasukannya berpesta kemenangan dengan berbagai macam kegiatan yang mereka sukai secara bebas oleh He Shu Huan di seluruh wilayah kota Yong an.
"Aku pulang dulu.. Kalian lakukan tugas lain dengan baik untuk sisanya. " Perintah He Shu Huan kepada Yu Man Ji yang sibuk makan enak di tengah para prajurit nya yang berpesta pora dengan para istri, putri dan cucu perempuan Jenderal Yong 11.
"Ya, baiklah.. Kau pulanglah lebih dulu.. Biar kami yang menangani sisanya. " Kata Yu Man Ji.
He Shu Huan memacu kuda perangnya menuju ke wilayah Kekaisaran Liao dan berhenti di depan tenda milik Fu Xiao Chao, ia melihat bunga seruni putih di atas tanah depan tenda itu.
"Ahh, siapakah yang berani menculiknya dariku?! " He Shu Huan berkilat kejam dari sepasang matanya.
"Paduka, tuan putri Yinshuang di culik oleh Bibi dari Putri Guo Chin yang tinggal di selatan Kekaisaran Mongolia. " Lapor salah seorang rakyat Liao yang melihat peristiwa penculikan Fu Xiao Chao secara diam-diam kepada He Shu Huan.
"Hmm berani sekali orang Mongolia rendah itu mengganggu orangku..!! " He Shu Huan nada geram lalu memacu kuda perangnya menuju ke Kekaisaran Mongolia.
Sesudah mendapatkan informasi mengenai orang yang sudah menculik Fu Xiao Chao yang berasal dari Kekaisaran Mongolia. He Shu Huan memacu kuda hitamnya dengan gagah berani untuk menghadapi Kekaisaran Mongolia seorang diri saja.
"Paduka... Pendekar Serigala Emas Sakti berani datang seorang diri ke wilayah kita. " Lapor para pasukan Kekaisaran Mongolia yang melihat He Shu Huan menerjang dengan kudanya yang menghantam hancur pintu masuk ke wilayah Kekaisaran Mongolia.
Brakkk!!
"Tunggu apalagi... Ayo kita serang bocah setan itu yang sudah berani merendahkan Kekaisaran kita...!! " Perintah Kaisar Mongolia kepada para pasukannya yang serentak bergerak maju untuk menghadapi He Shu Huan.
He Shu Huan mengayunkan tombak perangnya dari atas kuda perangnya dengan gerakan yang sangat cepat dan tangkas, ia menghunuskan tombaknya sampai menembus beberapa orang prajurit Kekaisaran Mongolia dalam satu kali terjangan tombaknya saja.
Crasshhhh!
"Bocah setan berani kau menerobos wilayahku..! " Hardik sejumlah panglima perang Kekaisaran Mongolia yang mulai menyerbu maju dengan sejumlah senjata yang mereka miliki di gerakkan untuk menghadapi He Shu Huan.
Wuuushhh!
"Siapa suruh kalian berani menculik orangku..?! " Hardik He Shu Huan menggerakkan tombaknya secara cepat lalu membabat habis para panglima perang Kekaisaran Mongolia dengan ilmu tombak laut Utara.
Crakkk!
Crakkk!
Crakkk!
Sejumlah anak panah api di luncurkan oleh para pasukan Kekaisaran Mongolia untuk membasmi He Shu Huan yang dianggap nya telah berani sekali merendahkan Kekaisaran Mongolia dengan menolak untuk memperistri Putri dari Kaisar Mongolia yang bernama Putri Guo Chin yang akhirnya di jadikan istri oleh Bi Guan yaitu Perdana Menteri Kekaisaran Liao yang mesum tingkat tinggi.
Meskipun begitu Kaisar Mongolia berniat baik untuk memberikan Putri Guo Xiang untuk He Shu Huan, namun siapa sangka He Shu Huan tetap menolaknya dengan alasan yang amat dan sangat merendahkan itikad baik dari Kekaisaran Mongolia yang ingin mempersatukan Kekaisaran Mongolia dengan Kekaisaran Liao.
Maka mereka bisa bekerjasama dengan baik di dalam menghadapi Kekaisaran Ming, namun He Shu Huan tetap keras hati menolak itikad baik itu, karena itulah Kekaisaran Mongolia harus menggunakan cara lain untuk membuat He Shu Huan mau menuruti keinginan mereka yaitu dengan cara menculik gadis kecil yang sudah mereka perhatikan sangat dekat dengan He Shu Huan sebagai sandera dan pertukaran yang layak untuk diperhitungkan oleh He Shu Huan demi kesatuan kedua Kekaisaran hebat di luar Kekaisaran Ming bisa bersatu dalam misi besar mereka yaitu menghancurkan Kekaisaran Ming.
__ADS_1
"Aku tidak sudi menuruti kemauan kalian yang artinya sama saja menginginkan ku tunduk di bawah kaki kalian! Huhh, Aku Kaisar Liao tidak sudi menjadi budak kalian..!! " Teriak He Shu Huan yang mengayunkan tombak di atas kuda perangnya untuk menghantam hancur kuda -kuda Kekaisaran Mongolia.
Brukkk!!
Weerrrrr!!
He Shu Huan melihat sejumlah anak panah api meluncur ke arahnya dengan luar biasa cepat dari para pasukan Kekaisaran Mongolia,tetapi ia tidak takut. He Shu Huan menggerakkan ujung tombak untuk mengembalikan sejumlah anak panah api ke arah musuhnya lagi, yakni para pasukan Kekaisaran Mongolia.
Praakkk!
Brushhh!!
"Arghhh!! " Teriakan para pasukan Kekaisaran Mongolia yang terbakar api dari anak panah api mereka sendiri.
He Shu Huan membuat kudanya bisa melompati berbagai jebakan yang telah disiapkan oleh para pasukan Kekaisaran Mongolia untuk hadapi dirinya.
He Shu Huan menggerakkan tombak perangnya dengan cara ia gerakkan untuk melemparkan berbagai jebakan yang berupa luncuran tombak tajam untuk membuat kudanya jatuh dan dapat membunuhnya dengan satu tombak yang keluar dari rumput liar dan tanah.
"Gila bocah setan itu berani sekali menghadapi sejumlah alat jebakan kita bahkan ia dapat membalikkan keadaan dengan cara yang sangat cerdas sekali!! Aku tak pernah menyangka kita bisa dikalahkan oleh seorang bocah cilik saja!! " Teriak Ratu Kekaisaran Mongolia ikut melihat cara He Shu Huan mengatasi berbagai masalah jebakan yang telah disiapkan secara matang oleh Kaisar Mongolia sendiri.
He Shu melemparkan tombak perangnya dari jarak jauh sekali tetapi dengan tepat mengenai dahi Kaisar Mongolia yang tak pernah menduga bahwa ia akan tewas dengan cepat sekali.
Jlebb!
"Celaka Kaisar Mongolia kita telah gugur..!! " Teriak para pasukan Kekaisaran Mongolia mulai panik dan gentar menghadapi He Shu Huan yang kini menggunakan ilmu pedang Naga perak yang telah membabat habis para pasukan Kekaisaran Mongolia dengan satu kali lompatan telah tiba di hadapan Ratu Kekaisaran Mongolia yang telah menawan Fu Xiao Chao untuk menghadapi He Shu Huan.
Crakk!!
"Bocah berhent kau atau gadis kecil ini akan mati di tanganku..!! " Perintah Ratu Kekaisaran Mongolia yang sudah memerintahkan algojo nya yang badan gemuk dan seram sekali untuk mengayunkan kepalan tangannya ke arah kepala Fu Xiao Chao yang dipaksa untuk berlutut dan di ikat tambang oleh sejumlah pendekar besar dari Kekaisaran Mongolia.
"Kau mengancam ku..!! Lihatlah di sana siapa yang berada di kandang hewan kesayangan ku. " Kata He Shu Huan tersenyum dari sepasang mata ganasnya.
Ratu Kekaisaran Mongolia dan para pendekar besar Kekaisaran Mongolia terbelalak kaget sekali melihat Putri Guo Chin, Putri Guo Xiang dan sejumlah putra dan putri Kaisar Mongolia di kurung di dalam kandang harimau peliharaan Bi Guan yang sudah pintar membntu sahabatnya itu.
"Kurang ajar kalian...!! Bocah-bocah setan..!! " Teriak Ratu Kekaisaran Mongolia marah sekali dan ia benar-benar tak bisa berpikir untuk ia bisa menyelamatkan keturunan dari Kaisar Mongolia.
"Kancil Centil gunakan ilmu kaki anjingmu" Kata He Shu Huan meminta Fu Xiao Chao berguling dan menendang alat kelamin algojo besar dari Kekaisaran Mongolia.
Dan, Fu Xiao Chao mematuhinya yang membuat algojo itu menjerit kesakitan dan kesempatan ini digunakan oleh He Shu Huan memotong tubuh algojo itu dengan pedang naga perak.
Crakk!!
Fu Xiao Chao sudah diselamatkan oleh Yu Man Ji secara cepat membabat habis para prajurit penjaga Fu Xiao Chao dengan golok pembunuh naga lanjut ciptaan Yu Man Ji sendiri.
Crakkk!
Crakkk!
__ADS_1
"Hmmm, sekarang giliran mu yang mendapatkan sebuah hadiah menarik dari ku. " Kata He Shu Huan tanpa senyum menggerakkan kakinya dan berkelebat cepat merampas semua senjata para pendekar besar dari Kekaisaran Mongolia dan dalam hitungan sekejap saja ia telah membabat habis Ratu Kekaisaran Mongolia dan para pendekar besar dari Kekaisaran Mongolia.
Crakk!
Crakk!
Crakk!!
"Kak Huan, terimakasih kau telah menolong ku. " Kata Fu Xiao Chao yang sudah dibebaskan dari tali tambang yang mengikatnya oleh Yu Man Ji.
Kini berlari dan memeluk He Shu Huan yang menatap ketiga sahabatnya dengan perasaan sayang yang besar dari belakang punggung Fu Xiao Chao yang ia sukai.
"Bi Guan, mereka sudah mati tuh. " Kata Ming Ming melihat para sandera Bi Guan telah tewas di terkam harimau peliharaan Bi Guan.
"Ya sebagai tanda sayangku kepadamu yang sudah menggetarkan bumi dan langit di hatiku. " Kata Bi Guan sangat santai seakan-akan nyawa para putra dan putri dari Kekaisaran Mongolia tidak ada artinya baginya.
"Ah, kalian berdua sudah punya pasangan hanya kami berdua yang belum punya. " Kata Gu Chuan terkekeh senang melihat kedua orang sahabat sejati nya bahagia.
"Ya, kita harus sabar Chuan.Suatu saat nanti kita bisa menemukan pasangan kita kok. " Kata Yu Man Ji yang sedang asyik membakar istana Kekaisaran Mongolia sambil makan enak di temani beberapa guci arak hasil rampasannya di kota Yong An Utara.
"Shu Huan, selanjutnya apa rencana mu? " Tanya Bi Guan sembari membelai lembut rambut panjang Putri Ming Ming yang bersandar di paha nya.
"Hmm membesarkan nama Kekaisaran Liao dengan mengambil wilayah Ti. " Jawab He Shu Huan yang membiarkan Fu Xiao Chao bersihkan wajahnya dengan saputangan milik gadis kecil itu sendiri.
"Wilayah Ti terdekat dari wilayah Yong dan di pimpin oleh Adipati Ti yang memiliki tambang emas di pegunungan walet emas di wilayah itu. " Kata Fu Xiao Chao sebagai orang yang selalu memberitahu informasi tentang orang-orang Kekaisaran Ming kepada He Shu Huan dan para sahabatnya.
"Ya, kita istirahat dulu saja sampai awal tahun depan barulah kita berpesta pora lagi di wilayah Kekaisaran Ming. " Kata He Shu Huan yang telah menerima daging domba panggang dari Yu Man Ji tapi di suapin oleh Fu Xiao Chao yang ikut makan daging domba panggang yang sama dengan daging domba panggang milik He Shu Huan.
"Apakah kau ingin berlatih ilmu barumu di suatu tempat untuk menghabiskan musim dingin tahun ini? " Tanya Bi Guan sembari minum susu domba dari cangkir milik Putri Ming Ming.
"Ya, aku harus memperdalam ilmu sinkang ulat sutra salju milik salah satu dari guruku di tempat yang aman dan nyaman." Jawab He Shu Huan yang melirik Fu Xiao Chao yang menatapnya dengan tatapan mata mau ikut kemanapun He Shu Huan pergi.
"Istana Kekaisaran Liao kami lagi deh yang kerjakan. " Kata Bi Guan yang lebih suka perang daripada rapat dengan para pejabat Kekaisaran Liao.
"Ya, itu sudah resiko kalian bertiga sebagai sahabat ku. " Kata He Shu Huan meraih jemari Fu Xiao Chao untuk naik ke punggung kuda perangnya dan memacu kuda menuju ke arah puncak gunung salju utara.
Yu Man Ji memasang wajah pasrah di tinggal pergi oleh He Shu Huan berlatih ilmu silat di gunung salju utara bersama dengan Fu Xiao Chao dan ia harus rela berpisah dengan He Shu Huan selama setengah tahun lagi.
"Hmm, kita akan berlatih juga dengan cara lain di wilayah Kekaisaran Liao lainnya. " Kata Bi Guan yang juga sudah memacu kudanya bersama dengan Putri Ming Ming di belakangnya ke arah barat Kekaisaran Liao.
" Aku mau menghajar para perampok di timur ah. " Kata Gu Chuan memacu kudanya ke arah timur Kekaisaran Liao.
"Aku ke selatan saja.. Akh semoga saja ada teman baru yang bisa mengajak ku makan dan minum enak. " Kata Yu Man Ji memacu kudanya ke selatan Kekaisaran Liao.
Empat orang sahabat itu meninggalkan wilayah Kekaisaran Mongolia yang sudah hancur dan membiarkan burung-burung pemakan bangkai berpesta pora menyantap semua jasad seluruh Kekaisaran Mongolia.
Bersambung!!
__ADS_1