Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Jatuhnya Kota Ti An Pusat.


__ADS_3

Sastrawan Bodoh Bi Guan dan Putri Ming Ming saudari kembar He Shu Huan dan Putri Jin Yi serta Putri Lan Jing Yu bersama sebagian besar dari pasukan Kekaisaran Liao di hari yang sama dan jam yang sama telah berhasil menerobos masuk ke dalam kota ti an Pusat.


"Serbuuu...!! " Teriak para pasukan Kekaisaran Liao yang dipimpin oleh Bi Guan menggempur hancur seluruh tembok pembatas pintu gerbang menuju ke kota Ti an Pusat.


Wuunggg!!


Boom!!


Duar!!


Bruk!!


"Arghhh celaka kita di serang oleh para pasukan Kekaisaran Liao yang sudah kita dengar telah berhasil menghancurkan seluruh wilayah Ti An dan merebut kota Ti an barat, timur, utara dan selatan.. Dan sekarang ini mereka menyerbu kota Ti an pusat...!! " Teriakan panik dari seluruh para pasukan keamanan dan keselamatan di dalam kota Ti an pusat.


"Ya tunggu apalagi, ayo kita serang kembali mereka.. " Kata Jenderal besar Ti yang menjaga keamanan dan keselamatan kota ti an pusat.


Tetapi sebuah bom yang terbuat dari bahan peledak yang diciptakan oleh Kekaisaran Liao telah meluncur tepat menghantam hancur para pasukan yang dipimpin oleh Jenderal besar Ti beserta para pasukannya yang menjaga tembok utama untuk masuk ke kota ti an pusat.


Wuunggg!!


Wushh!!


Boom!!


Duar!!


"Arghh..!! " Teriak para pasukan keamanan dan keselamatan di dalam kota ti an pusat.


Lalu sekelompok orang dari pasukan Kekaisaran Liao memanjat tembok istana milik selir terkasih Kaisar Ming Luo yang sedang berziarah ke makam para leluhurnya dan kelompok itu amat ganas membabat habis sejumlah besar pasukan keamanan dan keselamatan selir terkasih Kaisar Ming Luo.

__ADS_1


Crakkk!


Crakkk!!


Crakkk!!


"Siapakah kau yang sudah berani masuk ke dalam kamarku? " Terdengar suara selir terkasih Kaisar Ming Luo terkejut sekali karena kamarnya telah di masuki oleh seorang pemuda remaja tanggung yang sangat tampan sekali dan manis sekali tetapi sangat keji dan ganas sekali.


"Aku penyuka gadis cantik seperti mu... " Jawab Sastrawan Bodoh Bi Guan nada dingin telah menerjang dan menerkam habis selir itu.


"Arghhh!! " Teriak selir terkasih Kaisar Ming Luo yang menjadi korban keganasan Bi Guan dalam permainan cintanya.


Usai memuaskan diri dengan keindahan tubuh selir terkasih Kaisar Ming Luo. Bi Guan melukis wajah dan tubuh wanita itu dengan kawat berduri yang ia lilitkan ke leher wanita itu hingga putus dan ia membungkus dengan selimut sutra warna merah darah dari leher putus milik selir terkasih Kaisar Ming Luo.


"Lan Jing Yu tolong kau gantung dia di alun-alun kota ti an pusat. " Kata Bi Guan pada Lan Jing Yu yang muram durja karena ia sudah dimiliki oleh Bi Guan si Raja Iblis Kecil Pemetik Bunga di perjalanan menuju ke kota ti an pusat.


"Ya aku laksanakan. " Jawab Lan Jing Yu patuh kepada Sastrawan Bodoh Bi Guan yang sudah menaklukkannya dengan keganasannya dalam bercinta.


Bi Guan bertemu dengan Putri Ming Ming di koridor menuju ke taman istana Selir terkasih Kaisar Ming Luo, dan ia melihat Putri Ming Ming sibuk membabat habis sejumlah besar pasukan keamanan dan keselamatan selir terkasih Kaisar Ming Luo dengan seenaknya saja.


Wushh!!


Crakkk!!


Crakkk!!


"Ming Ming sudah cukup untuk kita semua bisa menyelesaikan tugas kita, ayo kita segera pergi ke tempat lainnya yang berada di kota ti an pusat. " Kata Sastrawan Bodoh Bi Guan yang meraih jemari kekasihnya dan berkelebat cepat keluar dari istana selir terkasih Kaisar Ming Luo yang sudah hancur oleh serangan bom dari Lu Lu lakukan di atas menara tertinggi di kota itu.


Wuttttzz!!

__ADS_1


Boom!!


Duarrr!!


Di sebuah ruang dalam istana lainnya, ada He Shu Guan dan Fu Xiao Chao yang berpesta pora dengan menggunakan kail pancingan yang isi umpannya adalah putra mahkota Kekaisaran Ming yang dimasukkan ke dalam sumur yang isinya adalah buaya muara yang sangat ganas sekali.


"Kak Huan, lihatlah mereka sudah tak sabar untuk memberikan makanan lezat kepada hewan peliharaan mereka sendiri yang biasanya makan orang miskin." Kata Fu Xiao Chao duduk manis di samping He Shu Huan sambil asyik mengaitkan leher orang ke alat pancing milik He Shu Huan.


"Iya sabar kita pastikan semua hewan peliharaan mereka akan dapat makan enak dari kita yang akan mempersembahkan makan malam untuk mereka. "Jawab He Shu Huan sudah ke sekian kalinya memasukkan manusia ke dalam sumur isi buaya muara.


" Shu Huan, kami sudah bawakan mu banyak sekali makanan untuk santapan malam hewan peliharaan mereka. "Kata Yu Man Ji yang telah melemparkan bungkusan kantong plastik hitam yang isinya adalah seluruh perwakilan dari para anggota parlemen Kekaisaran Ming yang berada di dalam kota ti an pusat.


" Emmmm... Emmmm...!! " Gumaman mulut yang hilang dari para korban keganasan Yu Man Ji kirimkan kepada He Shu Huan.


"Terimakasih banyak, Yu Man Ji. " Jawab He Shu Huan memerintahkan salah satu dari pasukan Kekaisaran Liao untuk membantu Fu Xiao Chao yang sibuk memberi makan buaya muara di dalam sumur dalam istana ibu suri kandung dari Kaisar Ming Luo untuk istana musim panas keluarga istana ibu suri Kekaisaran Ming.


"Siap, Paduka hamba laksanakan. " Jawab salah satu dari pasukan Kekaisaran Liao mematuhinya dengan segera.


"Kancil Centil ku, ayo ikut aku ke istana lain yang masih harus kita lihat bersama-sama. " Kata He Shu Huan meraih jemari Fu Xiao Chao lalu di ajak berkelebat cepat ke istana musim panas milik ibu suri Kekaisaran Ming yang berada di dalam kota ti an pusat.


Brrrr!!


Istana itu telah dikurung oleh para pasukan inti dari Kekaisaran Liao yang sudah menunggu kedatangan He Shu Huan yang menjadi Kaisar Liao mereka, Bi Guan, Putri Ming Ming, Lan Jing Yu serta Gu Chuan dan Lu Lu sudah menanti pula di istana itu.


"Kalian semua sungguh berani sekali dan kurang ajar menangkap kami yang merupakan anggota keluarga Kekaisaran Ming.. !! " Hardik Ibu suri Kekaisaran Ming yang di rantai besi bersama para putri dan beberapa orang istri dari Kaisar Ming Luo serta cucu di jadikan satu.


"Tentu saja kami berani, jika tidak. Untuk apa kami datang ke istana musim panas mu?! " Ucap Bi Guan dengan santai sekali menghadapi ibu suri Kekaisaran Ming.


"Ibu, kami sama sekali tidak pernah gentar dan takut untuk menghadapi para pasukan liar itu. " Kata para putri ibu suri Kekaisaran Ming.

__ADS_1


"Ya, kita harus berani meskipun nyawa kita yang menjadi taruhannya. " Jawab Ibu suri Kekaisaran Ming.


Bersambung!!


__ADS_2