
Pada pagi hari berikutnya He Shu Huan bersama Fu Xiao Chao, Yu Man Ji, Xue Li Lan dan Lu Lu telah memutuskan untuk mereka pergi ke kota ti an barat bersama-sama.
"Kita juga harus meramaikan pesta dadakan di kota ti an timur untuk Jenderal besar ti an dan sejumlah orang-orang nya. " Kata He Shu Huan pada teman-teman nya saat di jalan menuju ke kota ti an timur.
"Untuk apa kita juga harus pergi ke sana? " Tanya Xue Li Lan yang mulai genit kepada Yu Man Ji yang juga senang sekali lihat sikap Xue Li Lan kepada dirinya.
"Bermain dan bergembira bersama mereka yang akan menjadi mainan menarik kita. " Jawab Yu Man Ji yang membiarkan Xue Li Lan berjalan di sampingnya sambil menggandeng tangannya.
"Memangnya mereka siapa nya kalian? "Tanya Lu Lu yang berjalan seorang diri di tengah- tengah dua pasangan yang menyebalkan itu.
" Kawan yang menjadi tawanan kami. "Jawab He Shu Huan yang berjalan bergandengan tangan Fu Xiao Chao.
"Emmm sayang sekali jika mereka hanya bisa di jadikan tawananmu. Bukankah lebih baik jika mereka di jadikan para penghuni kuburan massal?"Ucap Fu Xiao Chao.
" Kau semakin mengenal ku saja dan itu bagus untukmu yang ingin selalu bersamaku sesuai dengan cita-cita mu. "Ujar He Shu Huan yang menggunakan jemari telunjuknya mengusap hidung mancung Fu Xiao Chao.
" Iya, tentu saja aku perlahan-lahan mengenal mu dan aku pasti akan mengerti mu. "Sahut Fu Xiao Chao mengerling manis untuk He Shu Huan.
Satu hari kemudian mereka akhirnya tiba di kota Ti an timur di suatu siang hari yang sangat amat panas sekali serta menyilaukan mata namun angin sangat kencang luarbiasa yang berarti hari itu sudah masuk awal musim panas.
" Awww panas sekali di siang hari ini, aku bisa mencair nih jika terlalu panas lagi. "Kata Xue Li Lan sudah membuka payung untuk menaungi nya dari terik matahari dan ia berjalan bersama Yu Man Ji di depan He Shu Huan dan Fu Xiao Chao yang memakai topi jerami nelayan namun mereka tetap menarik sekali serta Lu Lu yang gunakan tudung hitam yang menutupi wajahnya yang cantik jelita dari panas matahari.
" Berhenti tolong anda perlihatkan wajah anda bila ingin masuk ke kota Ti An timur. "Kata para penjaga pintu gerbang ke kota Ti An Timur saat mereka akan masuk ke kota Ti an timur.
__ADS_1
He Shu Huan mengeluarkan plakat perak tanda identitasnya sebagai kepala komandan yang menjaga kota Ti an timur kepada penjaga itu yang langsung patuh untuk membukakan pintu untuknya dan para sahabatnya.
" Iya Tuan kepala komandan Shi, silakan anda dan para pengawal anda masuk ke kota Ti an timur. "Kata penjaga pintu gerbang kota Ti an timur dengan sikap membungkuk ketakutan.
He Shu Huan dan para sahabatnya pun berjalan dengan sikap tenang dan angkuh serta penuh wibawa seperti kepala komandan Shi dan para pengawalnya yang sebenarnya.
" Padahal kepala komandan Shi dan juga para pengawalnya sudah tewas dibunuh oleh mu He Shu Huan di tepi jalan menuju ke pintu gerbang utama kota Ti an timur dengan rumput racun hitam yang di torehkan di jalanan itu pada waktu malam hari kita bermalam di sana. "Bisik Yu Man Ji dari sudut bibirnya yang mengunyah kamboi rasa pisang dari Xue Li Lan hasil merampas melalui korban mereka yang telah di basmi He Shu Huan sampai tak tersisa lagi di malam hari itu.
" Iya gunakan otak jangan dengkul saat perang tanpa tenaga. "Jawab He Shu Huan sibuk juga dengan makan buah semangka kuning segar dari Fu Xiao Chao belikan di depan pintu masuk ke kota Ti an timur.
" Makan buah semangka kuning segar dapat menghilangkan rasa haus. "Kata Fu Xiao Chao yang telah membeli lima buah potong semangka kuning segar dari penjual buah segar di depan pintu masuk ke kota Ti an timur dan penjual buah juga ikut baris untuk masuk bersama-sama dengan mereka dengan aman.
" Ya terimakasih Kancil Centil Kecil. "Kata He Shu seraya memperhatikan setiap orang yang masuk ke kota Ti an timur, dan Ia bisa melihat ada banyak kaum persilatan campuran di dalam kota itu.
" Ada orang-orang sekte Hoa San Pai cabang kota ti an barat, sekte bulan dan matahari, sekte pulau naga biru dan sekte bintang emas juga ada Putri Kekaisaran Lan juga hadir untuk pesta besar kota Ti an timur. "Kata Fu Xiao Chao yang sebagai mantan cucu Marquis Fu menjadi ketua sekte angsa emas yang terkenal di seluruh dunia persilatan, gadis ini tentu saja mengenal banyak tokoh-tokoh dan sekte-sekte dunia persilatan di seluruh daratan besar.
"Pangeran muda dari Kekaisaran Wei dan Ia di juluki sebagai Pendekar Besar Naga Barat Wei Da Xun. " Jawab Fu Xiao Chao membasuh mulut He Shu Huan memakai saputangan miliknya sendiri.
"Kalau gadis di sudut tembok dekat penjual susu kacang kedelai, itu siapa? " Tanya He Shu Huan yang memilih untuk duduk di kedai air teh segar di sudut alun-alun kota Ti an timur.
"Emm, dia itu Mei Yun murid dari sekte gunung Ermei, bukankah kau pernah melihat dia di rumah Luo Bu di kota Embun Bening? " Fu Xiao Chao mengipas-ngipasi nya dengan kipas lipat yang baru saja dibeli oleh gadis itu di dekat mereka.
"Aku lupa karena aku tak suka ingat orang-orang yang tak penting bagiku. " Jawab He Shu Huan kini ia sibuk makan kacang rebus bersama Yu Man Ji dan Xue Li Lan.
__ADS_1
"Gadis yang suka bawa pisang, ya? " Tanya Yu Man Ji ikut melihat gadis cantik yang duduk di sudut tembok kota Ti an timur.
"Iya.. Apakah kau suka dia? " Fu Xiao Chao tidak ikut makan kacang rebus karena kacang itu milik Yu Man Ji yang beli pakai uangnya Lu Lu gadis saingan cintanya.
"Apaaaa Man Ji suka gadis kurus itu?!!! "Pekik Xue Li Lan menyemburkan kunyahan kacang rebus tepat mengenai kepala orang-orang di sebelah mereka dan akibatnya orang-orang itu menoleh ke gadis itu.
" Nona , kau makan kacang rebus muncrat ke arah kami. "Tegur salah satu dari lima orang yang menjadi korban sisa kacang rebus dari mulut Xue Li Lan kepada gadis itu.
" Iya.. Lalu kalian mau apa? "Tanya Xue Li Lan galak sekali.
" Kami mau kau minta maaf dengan sopan atau kami akan beri hajaran sopan santun kepada mu. " Jawab salah satu dari lima orang dari sekte ular Sanca dari Tibet.
"Oh, aku tidak mau..!! " Hardik Xue Li Lan kasar.
"Eiii kalau begitu jangan salahkan kami yang akan memberikanmu pelajaran sopan santun. " Kata salah satu dari lima orang sekte ular sanca yang maju dan menggerakkan tangan untuk ia bisa pukul Xue Li Lan.
Tapi Yu Man Ji menangkap tangan orang itu dan di pelintir hingga putus dan di lemparkan ke arah wajan panas pedagang bakmie kuah di seberang jalan dan tepat menciprati sekelompok orang dari Jendral besar Ti an yang sembunyi di antara para tamu dunia persilatan yang ingin balas dendam atas pembunuhan yang telah dilakukan oleh Ketua sekte walet hijau yang merupakan orang-orang kelompoknya Jenderal besar Ti an yang licik.
Bruk!!
"Woahh apa itu??!!! " Teriak kelompok itu panik dan mereka melihat orang-orang sekte Hoa San Pai cabang kota ti an barat yang duduk di samping mereka dan mereka pun salah paham.
"Kenapa kalian melihat kami seperti kami yang telah melakukan hal itu kepada kalian??? " Tanya salah seorang dari anggota sekte Hoa San Pai nada tak suka.
__ADS_1
"Kalau bukan kalian yang membuang tangan orang tepat kepada kami?? Lalu siapa lagi?!! " Hardik orang-orang sekte walet hijau marah.
Bersambung!!