
Di pagi hari yang cerah di kediaman resmi dari Pendekar Naga Es Luo Bu yang akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke empat puluh tahun yang mengundang banyak sekali tokoh-tokoh hebat di daratan tengah.
Ada He Shu Huan dan Yu Man Ji yang berjalan keluar dari kamar tamu khusus untuk mereka berdua yang berada di deretan kamar khusus untuk para anggota sekte Beng San Pai.
Mereka berdua bertemu dengan Fu Xiao Chao dan rombongan gadis kecil itu yang terdiri dari anggota keluarga besar Luo, termasuk Pendekar Naga Es Luo Bu, istrinya dan putrinya yang bernama Luo Miao Zi di Koridor menuju ke aula utama tempat acara akan di mulai.
Fu Xiao Chao tersenyum manis kepada He Shu Huan saat gadis kecil itu melewati rombongan anggota Sekte Beng San Pai dan senyuman gadis kecil itu mendatangkan rasa kagum di hati He Shu Huan.
" Shu Huan, gadis kecil keluarga Fu tersenyum kepada mu tuh? " Yu Man ji memberitahu He Shu Huan yang berdiri di tengah barisan rombongan anggota sekte Beng San Pai.
" Hei, gadis itu tersenyum untuk mu bukan untuk aku karena kita berdiri berbaris bersama-sama, jadi kau kira dia tersenyum untukku padahal untuk mu yang sangat manis. " Elak He Shu mengalihkan perhatiannya ke arah lain, yaitu Kakek tua dari Sekte Hoa San Pai.
" Benarkah? " Tanya Yu Man Ji polos.
"Iya, tentu saja benar. " Jawab He Shu Huan yang nyengir jahil.
Yu Man Ji tersipu malu-malu saat Fu Xiao Chao berpapasan dengannya sampai He Shu Huan menahan senyuman jahilnya, tetapi Fu Xiao Chao malah mengira He Shu Huan membalas senyumannya tadi.
__ADS_1
Maka, gadis kecil itu melambaikan tangannya ke arah He Shu Huan dengan semangat sekali dan pipi Yu Man Ji merona tanpa alasan yang jelas sampai persis seperti tomat matang.
" Dia melambaikan tangan menyapa ku. " Kata Yu Man Ji menunduk malu.
"Iya, dia sangat antusias ingin mengenalmu lebih dekat. " Jawab He Shu Huan yang membalas lambaian tangan Fu Xiao Chao dengan tatapan mata yang berarti kata'ya selamat pagi'.
Fu Xiao Chao mengangguk dan menyimpulkan senyum lesung pipi nya yang menambah manis pada raut wajahnya yang mungil itu sampai He Shu Huan terkagum-kagum dan Yu Man Ji pun melompat-lompat di tempatnya dengan sangat lincah sekali.
" Astaga, kancil centil mulai menyebarkan virus berbahaya untuk ku dan Yu Man Ji. " Gumam He Shu Huan merinding sesaat.
" Kalian berdua sedang apa di situ? Ayo, cepat masuk ke aula utama karena acara akan segera dimulai. " Panggil salah satu dari anggota sekte Beng San Pai yang menyadarkan mereka berdua bahwa mereka berdua sudah nyaris ketinggalan rombongan mereka.
" Ah, maafkan kami, Pendekar Besar. " Kata He Shu Huan dan Yu Man Ji menjura hormat dan tersipu malu-malu.
"Hahaha tak apa... Anak-anak... Duduklah di kursi kalian masing-masing. " Kata Pendekar Naga Es Luo Bu ramah kepada mereka berdua.
" Iya, terimakasih Pendekar. " Jawab He Shu Huan dan Yu Man Ji serentak, lalu mereka pun segera duduk di tempat duduk mereka berdua di belakang rombongan anggota sekte Beng San Pai.
__ADS_1
Luo Miao Zi melihat mereka berdua dengan rasa penasaran karena perasaan tak asing di raut wajahnya yang cantik tapi Ia lupa dimana dan kapan ia bertemu dengan kedua orang pemuda remaja tanggung itu.
Tetapi, gadis remaja ini pun tak bisa lebih lama lagi untuk mengingat hal yang tidak bisa di ingat nya saat ini, karena ia sudah teralihkan ke arah ayahnya yang sedang menjamu para tamu undangan mereka dengan sukacita dan ramah tamah.
" Terimakasih atas kehadiran para sahabat yang sudah hadir di perayaan ulang tahun ku yang ke empat puluh tahun, karena itu aku telah siapkan banyak sekali acara yang menarik dan Akupun menghidangkan jamuan pesta yang tentunya akan membuat para sahabat senang telah hadir di perayaan ulang tahun ku di rumah ku sendiri. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih. " Kata Pendekar Naga Es Luo Bu menjura hormat kepada para tamu-tamu nya.
" Iya, Pendekar.. Sama-sama dan kami ucapkan selamat hari ulang tahun ke empat puluh tahun untuk Anda dan semoga Anda selalu sehat, panjang umur dan sukses serta bahagia selalu di dalam hidup anda beserta keluarga Anda. " Kata para tamu- tamu nya ramai mengucapkan selamat hari ulang tahun dan memberikannya hadiah.
Lalu ada rombongan lain yang terlihat dari Ibukota Kekaisaran Ming yang di wakili oleh Adipati Wen dan Sekte Angsa Emas yang maju untuk menberikan selamat dan hadiah kepada Pendekar Naga Es Luo Bu yang cepat menatap ke arah rombongan tersebut.
" Pendekar Naga Es Luo Bu, kami dari keluarga besar Kekaisaran Ming datang ke perayaan ulang tahun Anda untuk meramaikan pesta mu dengan memberi mu hadiah istimewa dari Sang Kaisar Ming untukmu dan keluarga. Semoga kau menyukai hadiah istimewa ini. " Kata Adipati Wen mengambil kotak hadiah dari salah satu prajuritnya dan menyerahkannya kepada Pendekar Naga Es Luo Bu yang menerimanya dengan hormat.
" Tentu saja hamba akan menyukai hadiah yang istimewa dari Kaisar Ming untuk hamba. " Jawab Pendekar Naga Es Luo Bu bersujud hormat kepada Wakil Kaisar Ming itu.
" Pendekar Naga Es Luo Bu, kami juga datang untuk memberi hadiah dan ucapan selamat hari ulang tahun ke empat puluh tahun untuk Anda dari Marquis kami yaitu Marquis Fu yang di wakili oleh cucu perempuan Beliau, yakni Nona Fu Xiao Chao. " Kata Wakili sekte angsa emas pun maju dan wakil mereka itu adalah Fu Xiao Chao yang maju sambil membawakan sekotak hadiah istimewa untuk Pendekar Naga Es Luo Bu.
" Wah, kamu sungguh seorang gadis kecil yang sangat hebat sekali, Nona Fu Xiao Chao ini. " Kata para Pendekar dunia persilatan yang menjadi tamu undangan Pendekar Naga Es Luo Bu yang memberikan pujian mereka kepada Fu Xiao Chao.
__ADS_1
Mereka terkagum-kagum dengan kecantikan dan sikap agung Fu Xiao Chao yang sangat menarik hati mereka semua, termasuk putra dari Pendekar Naga Es Luo Bu yang bernama Luo Guo Jing yang sekali lihat langsung terpikat pada Fu Xiao Chao.
Bersambung!!