Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Perburuan Pertama Kali.


__ADS_3

"Apapun yang ingin kamu lakukan kepada semua orang itu, janganlah kau gunakan Fu Xiao Chao karena dia adalah gadis pujaan hatiku. Aku tadi sempat cemburu saat ia memelukmy dan ternyata ia hanya ingin berteman denganmu, karena aku temanmu. Ya'kan? " Yu Man Ji percaya ucapan palsu He Shu Huan yang telah beritahu Yu Man Ji tentang pertemuan rahasia dia dengan Fu Xiao Chao di bawah pohon sakura halaman belakang rumah kediaman resmi dari Pendekar Naga Es Luo Bu adalah Fu Xiao Chao ingin menanyakan perihal Yu Man Ji dari He Shu Huan sahabatnya Yu Man Ji.


" Iya. " He Shu Huan menghadap ke arah lain saat Ia jawab untuk sembunyikan rasa bersalah nya pada Yu Man Ji tentang keterangan palsu nya tetapi Ia lakukan untuk Yu Man Ji tidak ikut campur urusan pribadinya dengan Fu Xiao Chao.


" Shu Huan, lihat target kita ke arah sungai di sebelah kanan kita. " Kata Yu Man Ji yang telah menunjuk ke arah sekte Rubah ungu sasaran utama mereka kali ini.


" Iya, aku sudah memberi mereka hadiah kok. Mari kita tunggu saja kejutan dari ku untuk mereka di seberang sungai ini. " Kata He Shu Huan yang telah melompati sungai batas kota Embun Bening dengan kota Putik Sari dengan cara menggunakan daun bawang yang jenius.


He Shu Huan menunggu targetnya dengan santai bersama dengan Yu Man Ji yang sudah makan pisang dan Daun bawang makan rumput tepi sungai, lalu He Shu Huan dengan asyik mancing ikan dengan alat pancing yang Ia curi dari anggota sekte Nelayab Sungai Huang Ho.


Dengan sikap santainya dan sepasang matanya terarah pada satu titik pada musuhnya yang bergerombol datang ke tepi sungai di seberang He Shu Huan dan Yu Man Ji.


" Shu Huan, mereka sudah datang tuh. " Kata Yu Man Ji menggunakan alisnya memberitahu He Shu Huan.


He Shu Huan menggerakkan alat pancing ke arah musuh dengan gerakan yang sangat cepat dan tangkas sekali terarah pada sekte rubah ungu dan akibatnya terdengar teriakan kesakitan pada sejumlah anggota sekte rubah ungu yang menjadi buta dalam sekejap mata karena He Shu Huan telah mencabut sepasang mata para anggota sekte rubah ungu dengan alat pancing nya.


Breett!


" Arghh...! " Lolongan kesakitan para anggota sekte rubah ungu terdengar di sekitar tepi sungai Huang Ho.

__ADS_1


Lalu teriakan mereka terhenti ketika He Shu Huan telah membabat mereka semua dengan alat pancing nya yang menggunakan ilmu pancing nyawa.


Crack!


Setelah itu He Shu Huan membakar para jasad musuhnya dengan api unggun serbuk kuning yang berasal dari bunga lotus kuning ciptaan salah seorang dari gurunya di pulau abadi.


" Shu Huan, barang-barang mereka bagus-bagus kita ambil, yuk? " Yu Man Ji sudah bongkar peti harta barang bawaan sekte rubah ungu sesuka hatinya dari kereta kuda milik sekte rubah ungu.


" Iya, barang-barang itu adalah milik rakyat kota putik Sari sebaiknya kita bagi-bagi ke rakyat dan sisanya baru kita pakai sendiri. " Kata He Shu Huan yang telah melompat kembali ke punggung keledainya.


Yu Man Ji merampas semua harta milik sekte rubah ungu dengan super kilat sekali hanya satu menit saja habis sudah harta sekte rubah ungu di ambil oleh Yu Man Ji Si Kera Manis yang lihai itu.


Sesampainya mereka berdua di kota putik Sari, mereka berdua mulai membagikan harta sekte rubah ungu pada tengah malam hari dengan cara memasuki setiap rumah penduduk satu -persatu sampai barang hanya tersisa lima buah saja yang akhirnya di pakai oleh mereka berdua.


He Shu Huan sama sekali tidak tertarik pada gadis cantiknya tetapi kepada benda yang berada di tangan gadis itu karena banyak orang yang tertarik pada benda berwarna hijau itu.


" Batu Giok Ajaib. " Kata salah seorang dari pria muda asal kota Shong.


" Aku ingin mendapatkan batu Giok ajaib untuk ibuku selalu awet muda. " Kata pemuda lainnya yang berasal dari kota Cin ' An.

__ADS_1


" Aku juga ingin gadis itu yang katanya seorang gadis terpandai di kota putik Sari bahkan Kaisar pun tertarik untuk meminangnya. " Kata pemuda lain dari Ibukota Kekaisaran Ming.


Di saat itulah berkelebat seorang pria gagah dan tampan melarang masuk ke perahu si gadis yang terkejut sekali dengan kehadiran pria gagah dan tampan di hadapannya.


" Nona Huang, aku sangat menyukaimu. Maukah kau menerima lamaran ku?" Tanya pria gagah dan tampan itu dengan sikap yang menarik sekali.


" Tuan besar Bao, tolong anda sopan sedikit pada ku. " Kata Nona Huang yang terkesan amat angkuh sekali.


" Nona Huang, aku sudah lama sekali ada niat untuk melamar mu tapi belum ada kesempatan dan sekarang ini aku punya kesempatan untuk aku bisa datang ke rumah bunga Sari untuk aku bisa melamar mu dari ibu asuh mu yaitu Nyonya besar Cia. " Kata Tuan besar Bao memanggil Nyonya besar Cia pemilik rumah bunga Sari untuk ia bisa membeli Nona Huang sebagai salah seorang gundiknya.


Nyonya besar Cia datang dan menemui pria yang ingin melamar salah seorang dari putri asuh nya dan sikap Nyonya besar Cia sungguh mengesankan sekali karena wanita tua ini berani menghadapi Tuan besar Bao Sang Walikota Putih Sari.


" Maaf, Tuan besar Bao yang terhormat, jika anda ingin melamar putri saya yang bernama Huang Rong Er silakan anda memakai cara yang sopan dan bijaksana, jangan menggunakan cara yang kurang baik dengan menerobos masuk ke perahu putri saya. " Kata Nyonya besar Cia yang menganggap wajahnya dan menatap Tuan besar Bao dengan berani.


" Apakah yang kau maksud dengan cara seperti mereka itu yang berada di tempat makan mu atau aula utama rumahmu? " Tanya Tuan besar Bao menggunakan dagunya menunjuk ke semua pemuda di belakangnya atau di tepi danau buatan dalam rumah bunga Sari ini.


" Iya, benar sekali Tuan besar Bao. Mereka adalah pria- pria yang juga ingin melamar putri saya dan mereka sedang mengikuti lomba untuk menjawab lagu yang sedang di mainkan oleh putri saya dan siapa yang bisa menjawabnya dengan tepat.. Maka, ia lah yang berhak untuk melamar putri saya. " Jawab Nyonya besar Cia yang meskipun ia hanyalah seorang pemilik rumah hiburan tetapi Ia sangat menghormati dan menghargai keinginan setiap putrinya terutama Ia ingin Huang Rong Er bisa menikah dengan pria hebat yang bisa mrmbuat putri asuhnya bahagia dan terhormat.


" Baiklah, aku ikuti peraturan dari putri mu. " Kata Tuan besar Bao yang akhirnya menyetujui peraturan tersebut, maka Ia segera melayang dan duduk di kursi meja makan pilihannya sendiri di ruang khusus untuk para pria terhormat.

__ADS_1


Setelah itu, Nona Huang Rong Er melanjutkan permainan musiknya dengan tenang dan juga memperlihatkan senyuman secantik bunga matahari menurut Yu Man Ji tetapi bagi He Shu Huan mirip burung Beo.


Bersambung!


__ADS_2