Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Puncak Gunung Salju Utara.


__ADS_3

"Wahh, sebuah gunung yang sangat indah sekali " Seru Fu Xiao Chao saat He Shu Huan menuntun kuda di sampingnya.


"Gunung ini dulunya merupakan tempat berlatih para pendekar besar utara. " Kata He Shu Huan mengikat tali kuda di barang pohon bersalju.


"Kita bertiga akan berlatih di sini. " Kata Fu Xiao Chao sudah duduk di tumpukan salju dengan bermain bola salju.


"Berdua.Kuda perang tidak berlatih tetapi dia bertugas untuk menemani kita berdua di sini sebagai penjaga kita." Kata He Shu Huan yang mulai membuka pakaiannya dan duduk bersila di tengah salju.


"Tetapi dia harus tetap di latihan supaya Naga terbang bisa semakin hebat lompatan nya di medan perang. " Kata Fu Xiao Chao yang sangat menyukai tampilan gagah perkasa dari kuda putih besar milik He Shu Huan itu.


"Iya, aku selalu melatihnya untuk menjadikan dia sebagai seekor kuda perang laksana seekor naga lincah dan tangkas seperti ku pemiliknya. " Kata He Shu Huan sudah berdiam diri untuk menerima hawa dingin salju di pegunungan salju utara.


Fu Xiao Chao memilih untuk mencari makanan dan minuman serta pakaian untuk mereka berdua selama tinggal di puncak gunung salju utara, ia juga membuat rumah kecil yang terbuat dari bambu untuk tempat tinggal mereka berdua.


Sambil menanti He Shu Huan berlatih tenaga dalam salju. Fu Xiao Chao menggunakan waktu nya untuk berlatih ilmu pedang kayu harum Sakti berdasarkan ilmu -ilmu silat keluarga Fu, ilmu silat angsa putih dan ilmu pedang merah yang merupakan ilmu pedang pasangan dari pedang biru.


Wuttttz!


Singggg!


Fu Xiao Chao menggerakkan pedang Merah secara berputar dan di sertai ilmu bintang yang ia pelajari melalui gerakan kuda -kuda He Shu Huan yang amat cepat dalam melompat dan menerjang apapun di depannya.


He Shu Huan membiarkan salju membekukan dirinya sampai membuat dirinya seperti boneka salju atau kepompong untuk menyerap hawa sakti panas dalam tubuhnya.


"Kak Huan kau beku, ah bagaimana ini? " Fu Xiao Chao mencemaskan keadaan He Shu Huan tapi ia tidak berani mengganggu pelatihan diri He Shu Huan karena ia merasa khawatir akan mencelakakan diri He Shu Huan sendiri.


Demikianlah hari demi hari mereka berdua saling berlatih sesuai dengan keinginan hati dan bakat mereka berdua masing-masing yang membuat mereka berdua hari demi hari semakin dekat satu sama lain.


Tak terasa waktu sudah lewat satu bulan lebih mereka berdua berada di puncak gunung salju utara dan ilmu sinkang mereka pun semakin lama semakin meningkat pesat.


Bahkan mereka berdua saling berlatih ilmu pedang yang sesuai dengan bakat mereka miliki yang di satukan dengan inti ilmu pedang merah dan ilmu pedang biru yang mendatangkan kekuatan yang besar bagi keduanya, terutama untuk He Shu Huan yang hari demi hari semakin tinggi saja ilmu silatnya.


"Kak Huan, ilmu pedang apa yang kamu mainkan itu? " Tanya Fu Xiao Chao di bulan berikutnya.


"Ilmu pedang serigala emas sakti ciptaan aku sendiri. " Jawab He Shu Huan menggerakkan pedang naga perak dengan gerakan yang sangat cepat dan hebat bagaikan gerakan serigala yang menerkam mangsanya dengan sangat cepat sehingga tak terlihat bayangannya.

__ADS_1


Wushh!


Singgg!!


Singg!!


Singg!!


"Wah, aku kagum sekali dengan dirimu yang hari demi hari semakin hebat saja dalam ilmu silat mu. " Puji Fu Xiao Chao memandangi He Shu Huan berlatih memukul guci arak sebesar tong air tanpa pecah.


"Kau juga hari demi hari semakin jelek saja. " Kata He Shu Huan melatih gerakan air di tong air besar dan menghempaskannya ke udara yang akibatnya sejumlah daun cemara runtuh dan berhamburan di tanah salju.


Fu Xiao Chao tidak marah dibilang jelek oleh He Shu Huan karena ia tahu kata itu kebalikannya adalah cantik, itu artinya adalah Ia semakin cantik di pandangan sepasang mata He Shu Huan.


"Hmm, terimakasih atas pujian mu. " Kata Fu Xiao Chao merona merah pada kedua pipinya.


"Ilmu ginkang mu harus di latih sesuai dengan bentuk tubuhmu yang kecil sekali. " Kata He Shu Huan berulang kali merendam kepalanya di dalam tong air selama dua jam tanpa bernapas.


"Iya, aku pelajari ilmu ginkang capung dan kupu -kupu sesuai dengan pengamatan ku terhadap kedua hewan kecil yang bisa terbang cepat di langit. " Jawab Fu Xiao Chao menggerakkan tubuh nya seringan capung dan kupu- kupu yang sangat lincah berdiri di atas air sekalipun.


"Ramuan herbal racun ular, kelabang, lintah dan lebah bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita terhadap segala racun apapun di dunia ini. " Kata Fu Xiao Chao menikmati hidangan hewan racun yang ia makan mentah-mentah dan hidup-hidup.


"Mengunyah nyali ular anaconda sangat berguna untuk mendapatkan khasiat yang tinggi terhadap hawa dingin di musim dingin sekalipun. " Ucap He Shu Huan yang asyik makan nyali ular anaconda yang ia dapatkan di sungai hutan di dalam puncak gunung salju utara tanpa takut di telan ular raksasa. Ia sanggup membunuh ular raksasa itu dengan satu kali lemparan batu yang terbuat dari tanah liat saja.


Prakk!


"Minum air ludah trenggiling bisa menguatkan rongga mulut dari sengatan panas racun lalat pemakan bangkai musang bodoh. " Kata Fu Xiao Chao yang semakin lama semakin seperti He Shu Huan yang terbiasa hidup liar dan bebas di pulau abadi yang membuatnya kejam dan haus darah.


"Minum darah kadal pegunungan salju utara bisa menetralkan segala macam racun panas akibat ular-ular Merah salju yang menimbulkan hawa panas yang membuat kita menjadi gila." Kata He Shu Huan yang memukul batu -batu karang dengan tinjunya yang menghancurkan batu -batu karang.


Brakkk!!


"Kau kenapa? " Tanya Fu Xiao Chao melihat He Shu Huan marah- marah sendiri pada batu -batu karang di tepi sungai beku.


" Jangan mendekati ku karena aku akan sangat berbahaya bagimu... "Cegah He Shu Huan yang rupanya keracunan ular Merah salju yang kini menimbulkan gairah yang membara karena itu ia marah -marah pada ular sialan itu makinya.

__ADS_1


" Berbahaya? Kau bilang kau berbahaya untuk ku jika aku mendekati mu?? Ahhhh! Hei kenapa kau malah menceburkan diri di sungai beku? " Tanya Fu Xiao Chao histeris sekali melihat He Shu Huan masuk ke sungai beku dan langsung beku dengan cepat.


Byuuurr!!


Fu Xiao Chao berenang di sungai beku dan Ia memperdulikan keselamatannya sendiri, ia malam memakai mulutnya sendiri untuk dirinya bisa menghangatkan He Shu Huan yang tiba- tiba terbangun dan memeluknya erat.


Lalu He Shu Huan menggunakan mulutnya juga untuk membantu Fu Xiao Chao tetap hangat dan tetap bergerak di dalam sungai beku, namun seiring berjalannya waktu mereka berdua di dalam sana.


Kesadaran He Shu Huan pun datang yang telah membuatnya mengeluarkan suara lengkingan keras yang menghancurkan sungai beku hingga menimbulkan getaran hebat di sekitar puncak gunung salju utara.


He Shu Huan membawa Fu Xiao Chao meluncur keluar dari dalam sungai beku, lalu ia segera menjauhkan diri dari Fu Xiao Chao yang telah pingsan karena beku.


"Kancil Centil apakah aku sudah membuat mu mati karena ciuman ku? Ahhh! Jangannn..! Kau jangan mati...!!" He Shu Huan berteriak-teriak sambil mengguncang tubuh Fu Xiao Chao untuk menyadarkan gadis kecil itu. Maka ia segera menggunakan ilmu sinkang panas untuk dirinya bisa mencairkan darah beku di dalam tubuh Fu Xiao Chao dengan kedua telapak tangannya di belakang punggung Fu Xiao Chao dan Ia sendiri duduk bersila sambil memejamkan sepasang matanya.


Lalu sekitar satu jam kemudian Fu Xiao Chao tersadarkan kembali dari pingsan tapi kali ini He Shu Huan yang lemas karena mencemaskan Fu Xiao Chao.


" Kak Huan, apa yang telah terjadi pada ku?.. Dan kenapa kau begitu pucat dan lemas?" Tanya Fu Xiao Chao dengan nada cemas dan sepasang matanya yang polos dan bersih.


He Shu Huan tak bisa menjawab gadis kecil itu, ia hanya bisa duduk dan memeluk gadis kecil itu tanpa suara yang keluar dari mulutnya tetapi hatinya berkata yang memilukan.


"Aku tidak akan pernah lagi cium kamu jika itu membuat mu lemah dan beku, Aku takut kau mati karena aku memang terkutuk tidak boleh sentuh gadis manapun. Aku tak sama dengan Bi Guan yang bebas sentuh gadis manapun yang Ia sukai.. Aku bila bicara soal romantis pun bisa membunuh gadis apalagi mencium atau yang kata Bi Guan main cap cip cup belalang kuncup apa itu? Kata Yu Man Jo permainan kucing belang dan kata Gu Chuan sama sekali mirip seperti tikus di jepit kereta kuda.... Aku tidak mau tahu dan Aku takut jika Aku membuatmu mati kalau gadis lain tak apa-apa mati karena aku benci kamu. " Kata He Shu Huan yang niatnya bicara dalam hati tapi ia malah bicara keras sambil memeluk Fu Xiao Chao.


Fu Xiao Chao tersenyum bingung tetapi ia amat senang dengan kebersihan dan kepolosan He Shu Huan yang ternyata dibalik keganasan dan kekejamannya itu.


He Shu Huan adalah seorang pemuda remaja tanggung yang bersih, lugu dan polos tidak tahu hal dewasa seperti Bi Guan yang terlalu banyak tahu, Yu Man Ji asal tahu saja tapi ia malas praktek dan Gu Chuan hanya ikut-ikutann Bi Guan dalam teori tapi praktek masih hijau sekali orangnya.


"Kak Huan, kau tenang saja aku juga takut mati muda karena aku tidak akan mau meminta mu cium aku lagi sebelum aku dewasa dan pantas untuk melakukannya. " Kata Fu Xiao Chao yang nada suaranya lebih dewasa daripada He Shu Huan.


"Hai, kau dewasa pun.. Aku tidak akan mau cium kamu karena kau bisa mati saat dewasa mu. Bagaimana jika aku selamanya tidak akan cium kamu saja untuk keamanan mu? " Kata He Shu Huan mengambil keputusan untuk Fu Xiao Chao tidak akan pernah menerima ciumannya lagi sampai kapanpun.


"Hei, rugi dong aku tidak akan pernah dapat ciuman darimu dan yang lainnya darimu.. Kata nenek orang dewasa sudah menikah harus bisa ciuman supaya mendapatkan anak yang lucu. Apakah kau tak mau punya anak yang lucu dari ku? " Fu Xiao Chao membahas hal dewasa.


"Anak lucu berasal dari ciuman memangnya? Ahhh, lebih berbahaya lagi... Cuh..Puhhh..!! " He Shu Huan meludahkan air liurnya sebanyak mungkin karena takut ada anak dari air liurnya.


Fu Xiao Chao tertawa geli sendiri melihat He Shu Huan membuang ludah sebanyak mungkin, tapi ia juga ikut meludah karena ia juga bingung sendiri.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2