Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
He Shu Huan Kembali Ke Kekaisaran Liao.


__ADS_3

"Shu Huan....!! " Panggil Berandal Gila Gu Chuan ramai sekali suaranya membawa bendera Kekaisaran Liao rupanya pemuda itu baru saja pulang perang di kota Yong Timur.


"Ya, bagaimana hasil buruanmu?" Tanya He Shu Huan menepuk bahu sahabatnya itu.


Di jawab tepukan di dada dan bahunya oleh Si Berandal Gila Gu Chuan yang artinya perang mereka berhasil dengan baik sekali dan Kota Yong Timur jatuh ke tangan He Shu Huan sebagai Kaisar Kekaisaran Liao yang berhasil memenggal kepala seluruh pimpinan besar dan para jenderal besar Kekaisaran Ming yang telah menjaga kota itu.


"Bagus sekali, ayo kita berpesta meriah untuk kita bisa merayakan kepulangan ku dan juga kemenangan Kekaisaran Liao. " Kata He Shu Huan tertawa terbahak-bahak karena ia sudah berkumpul bersama para sahabat dan saudari kembarnya.


Pesta pun di gelar semarak mungkin dan Ia pun segera bertemu dengan para pemimpin besar yang di wakili oleh Kekaisaran Mongolia yang menjadi salah satu sahabat Kekaisaran Liao apalagi Bi Guan menikahi Putri Guo Chin sebagai salah seorang dari anggota Harem Bi Guan.


"Wah aku sangat senang sekali mendengar kita semua adalah sahabat yang memiliki misi yang sama, yaitu menggulingkan Kekaisaran Ming yang di pimpin oleh Kaisar Ming Luo. " Kata He Shu Huan bersulang minum arak susu domba bersama para sahabat dan koleganya.


"Paduka Kaisar anda sudah cukup usia untuk mendapatkan selir untuk menambah kekuatan dan kebesaran Anda. " Kata Kaisar Mongolia yang berniat untuk putri nya bisa menjadi selir Kaisar Liao yang gagah perkasa itu.


"Aku tidak mau memiliki selir atau istri untuk saat ini. Aku ingin fokus untuk misi - misi ku agar aku bisa mendapatkan apa yang aku dambakan selama ini." Kata He Shu Huan nada tegas sekali kepada Kaisar Mongolia maupun koleganya yang akhirnya patuh kepada pilihannya dan juga keputusannya.


"Kak Huan, terimakasih kau memegang teguh janjimu kepada ku. " Kata Fu Xiao Chao setelah pesta itu usai dan mendatangi ruang kamar tidur pribadi He Shu Huan.


"Kancil Centil aku adalah seorang pria muda yang berambisi sekali untuk gapai semua yang aku inginkan dan aku juga tidak pernah berhenti untuk mendapatkan apa yang ku mau. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah aku janjikan padamu dan tunggu saja kita dewasa dan lihat apakah kamu dan aku berjodoh atau tidak. " Kata He Shu Huan lugas.


"Ya, aku tahu dan kau tenang saja karena aku tidak akan pernah mengganggu urusan mu. " Jawab Fu Xiao Chao menatap wajah He Shu Huan dengan caranya sendiri dan menggugah perasaan He Shu Huan.

__ADS_1


"Ah ya sudah, kau pergi istirahat di kamarmu. " Kata He Shu Huan meminta Fu Xiao Chao untuk pergi dari kamarnya dan Ia segera berbaring di atas tempat tidurnya dan tidur pulas tanpa menghiraukan Fu Xiao Chao.


"Iya selamat malam dan selamat tidur. " Kata Fu Xiao Chao pamit kepada He Shu Huan lalu gadis kecil ini berjalan keluar dari kamar tidur He Shu Huan.


Keesokan harinya, He Shu Huan mulai bertugas kembali sebagai Kaisar Liao dengan memimpin sebuah rapat pimpinan tertinggi di wilayah utara untuk menghimpun tenaga para pasukan untuk menghadapi perang merebut kekuasaan dan benteng pertahanan kota Yong An utara yang menjadi salah satu dari wilayah Kekaisaran Ming.


"Kita bisa melihat peta kota Yong An utara ada beberapa titik kelemahan yang bisa kita semua manfaatkan untuk mendapatkan wilayah tersebut tanpa mengurangi para pasukan kita. " Kata He Shu Huan menggelar peta kota Yong an utara di atas meja kerja di Balairung Utama Istana Kekaisaran Liao.


"Aku sudah lihat tanggal lima belas bulan ini adalah hari yang tepat untuk kita habisi mereka. " Kata Sastrawan Bodoh Bi Guan yang menjadi Perdana menteri di dalam Kekaisaran Liao.


"Tanggal lima bulan ini adalah hari ulang tahun Permaisuri Agung Kesayangan Kaisar Ming Luo, dan kita bisa memberikan hadiah istimewa dengan kepala orangtua dari Sang Permaisuri tercinta. " Kata Si Berandal Gila Gu Chuan sebagai Jenderal Besar Perang Kekaisaran Liao.


"Aku juga mau ikut perang. " Kata Si Manis Yu Man Ji sebagai wakil Jenderal besar perang Kekaisaran Liao.


"Ya, kalian semua boleh ikut membantuku. " Kata He Shu Huan bersemangat untuk dirinya bisa mendapatkan wilayah Yong keseluruhan untuk membalaskan dendam atas kematian para anggota keluarganya karena perbuatan Kaisar Ming Luo.


Sesudah rapat, He Shu Huan berjalan-jalan di sekitar istana Kekaisaran Liao dan Ia melihat Fu Xiao Chao duduk di tepi kolam air mancur yang ada patung Dewi kecil. Gadis kecil itu sedang merenung seorang diri dan ketika He Shu Huan telah datang untuk menemuinya.


Fu Xiao Chao melayangkan senyuman manis sekali menyambut He Shu Huan yang meraih jemari gadis kecil ini untuk menemaninya jalan -jalan di sekitar Kekaisaran Liao.


"Apakah kau ingin mengajak ku melihat wilayah Kekuasaan mu? " Tanya Fu Xiao Chao di taruh di atas punggung kuda hitam yang ada cat emas di kedua alisnya.

__ADS_1


"Ya, karena kau adalah sahabatku. " Jawab He Shu Huan duduk di belakang gadis kecil itu dan memacu kudanya keluar dari istana Kekaisaran Liao.


"Aku tidak mau menjadi sahabat mu tetapi aku mau menjadi calon permaisuri mu. " Kata Fu Xiao merasakan kecepatan kuda He Shu Huan berlari.


"Untuk saat ini kita adalah sahabat dahulu saja, setelah kita dewasa barulah kita menjadi kekasih, lalu setelah kita jauh lebih dewasa lagi barulah kita bisa menjadi suami dan istri atau Kaisar dan Permaisuri. " Jawab He Shu Huan yang memacu kuda secepat angin.


"Baiklah, aku akan menunggumu sampai hari itu tiba. " Kata Fu Xiao Chao suara gadis kecil itu menggema di tengah-tengah terpaan angin utara.


"Walaupun begitu kau adalah Tuan Putri ku satu-satunya yang ku miliki selain adikku eh Kakakku Putri Ming Ming. Kau adalah Putri Xiao Chao ku. " Kata He Shu Huan menjatuhkan Fu Xiao Chao dari kudanya, tapi ia memeluknya erat.


"Arghhhh!!Kak Huan apa yang kau lakukan?! " Teriak gadis kecil itu.


"Sekadar ritual selamat datang di istana ku di wilayah ku dan di masa depan ku. " Jawab He Shu Huan memberikan kecupan hangatnya di kening Fu Xiao Chao.


Fu Xiao Chao terdiam merasakan kebahagiaan yang tiada tara saat ia merasakan kecupan hangat He Shu Huan di keningnya. Dan, ia pun memeluk He Shu Huan sebagai balasan yang pantas yang ia lakukan sebagai seorang gadis kecil yang memiliki pendidikan tinggi.


"Bukit apa itu di sana?" Tanya Fu Xiao Chao yang bangun dari atas padang rumput.


"Bukit harapan dan cinta. " Jawab He Shu Huan apa adanya.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2