
Hari yang sangat panas sekali menjadi awal baru bagi He Shu Huan dan para sahabatnya menuju ke kota ti an barat yang menjadi tujuan selanjutnya bagi misi He Shu Huan dan para sahabatnya untuk mereka bisa menghancurkan kekuasaan Kaisar Ming Luo musuh besar He Shu Huan dan para sahabatnya.
"Shu Huan jika kita telusuri peta yang pernah Bi Guan berikan kepada mu, maka kita akan mudah sampai ke kota Ti An Barat." Kata Yu Man Ji di sebuah kedai kecil di tepi jalan menuju ke kota Ti An Barat.
"Aku sudah ingat jalur menuju ke kota Ti An Barat di luar kepala ku, jadi kamu tenang saja kita takkan tersesat. " Ucap He Shu Huan seraya minum teh dari cawan yang sudah di siapkan oleh Fu Xiao Chao untuknya.
"Jika dari daerah Ki tengah kita akan tiba di kota ti an Barat pada pertengahan musim panas dan Gu Chuan sudah kirim bantuan untuk kita semua bisa bermain di kota itu. " Kata Yu Man Ji sambil makan siang di kedai itu.
"Man Ji, kau tak suka daging sapi kah? " Tanya Xue Li Lan melihat Yu Man Ji menyortir makanan nya yang ada bakso daging sapi.
"Ya aku tak suka aroma bau sapi yang terlalu sangat menyengat di hidungku dan aku bisa mual. " Jawab Yu Man Ji memilih makan menu sayur kailan dan pakchoi tumis isi tahu kuning yang tersedia di meja.
"Jika kau tak mau bakso sapi itu, maka kamu bisa berikan kepada ku dan bisa tukar dengan daging sosis ayam milikku. " Kata Xue Li Lan yang telah menukar makanannya dengan makanan milik Yu Man Ji.
"Terimakasih Li Lan. " Jawab Yu Man Ji yang tersenyum sopan kepada Xue Li Lan.
"Iya kita lanjutkan pembahasan kita, ini adalah daerah Ki tengah dan Ki ujung jalan yang ada tugu bundar yang mengarah ke belokan kanan ada dua sisi jalan sawah di desa mawar ungu dan di pintu keluar desa mawar ungu, ada tulisan bahasa Dali yang artinya kecamatan batu Ki dan di sana jalan menuju ke kota Ti an Barat. " Kata He Shu Huan yang mulai mengingat-ingat peta menuju ke kota ti an Barat.
__ADS_1
"Selain sekte Hoa San Pai di sana juga terdapat sekte bulan putih cabang sekte bulan dan bintang serta pejabat Yu yang memimpin kota ti an Barat dan istrinya merupakan saudari Kaisar Ming Luo. " Kata Fu Xiao Chao yang memberikan informasi mengenai orang-orang yang di incar oleh He Shu Huan.
"Apakah ia Putri Ming Ye? " Tanya Lu Lu asyik minum es jeruk segar.
"Iya benar sekali...Apakah kau mengenalinya juga? " Fu Xiao Chao bertanya kepada Lu Lu di depannya sambil minum es teh manis.
"Ya, ia adalah orang yang telah membunuh ayah ku yang menjabat sebagai seorang perwira tinggi Kekaisaran Ming terdahulu yang membuat ku terpisah dengan kakak laki-laki ku dan kedua adik perempuan ku yang di bawa pergi oleh ibu tiriku saat rumah kami di serang oleh pasukan Kaisar Ming Luo dan aku di bawa pergi oleh ibu kandung ku yang telah tersesat di pulau api dan aku di besarkan oleh kakek Lu, yaitu ayah kandung ibuku. " Jawab Lu Lu dengan jujur yang cerita riwayat hidupnya kepada para sahabatnya itu.
"Ah, kau jangan cemas kami pasti akan bantu kamu balas dendam pada mereka yang telah menyakiti mu dan membantumu untuk temukan ibu tiri dan ketiga saudara mu. " Kata Fu Xiao Chao yang merasa empati kepada Lu Lu yang meskipun mereka berdua musuh dalam saingan cinta tetapi mereka saling menyukai sebagai dua orang sahabat sejati.
"Ya, aku juga akan membantumu, Lu Lu. Aku juga punya misi untuk mencari dan menemukan orangtua ku dan kakak perempuan ku yang telah terpisah dari ku sejak aku baik dan dibesarkan oleh Guru di pulau Abadi." Kata Xue Li Lan juga menceritakan riwayat hidupnya kepada Fu Xiao Chao sedangkan He Shu Huan, Yu Man Ji dan Lu Lu sudah tahu riwayat hidupnya.
"Xiao Chao, kami sangat suka kepada mu dan kami ingin mengangkatmu sebagai saudari kami, apakah kamu mau menjadi sahabat dan saudari angkat kami? " Xue Li Lan dan Lu Lu dengan tulus hati ingin bersahabat dan menjadi saudari angkat Fu Xiao Chao.
"Ya, tentu saja aku mau menjadi sahabat dan saudari angkat kalian berdua. " Jawab Fu Xiao Chao dengan tulus hati, ia menerima Xue Li Lan dan Lu Lu sebagai sahabat dan saudari angkat nya yang membuat He Shu Huan dan Yu Man Ji suka mereka bertiga menjalin persahabatan baik sesama gadis.
"Terimakasih kami senang sekali, Adik Chao. " Kata Xue Li Lan tersenyum hangat untuk Fu Xiao Chao.
__ADS_1
"Hmm terimakasih juga dari ku. " Kata Lu Lu nada riang gembira menyambut persahabatan mereka.
"Emmm, jika kalian merasa cocok untuk menjalin persahabatan satu sama lainnya. Aku dan Yu Man Ji sangat senang sekali mendengar dan menyaksikan kalian bertiga menjadi sahabat." Kata He Shu Huan yang mengangkat cawan air teh untuk bersulang merayakan hari terjalinnya persahabatan antara Fu Xiao Chao, Xue Li Lan dan Lu Lu.
"Bersulang.....!! " Seru mereka serentak.
Lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan ke arah kota ti an Barat sesuai jalur yang sudah mereka sepakati bersama dan mereka pada sore hari itu telah tiba di desa mawar ungu yang jadi rute mereka sebelum menuju ke kota ti an Barat.
Di desa mawar ungu, mereka tidak sengaja telah menyelamatkan seorang kakek tua yang terluka di bagian perutnya oleh senjata tajam beracun yang tak bisa di sembuhkan dan kakek itu telah meminta satu permintaan untuk mereka lakukan sebelum kakek itu meninggal dunia.
"Selamatkan Putri Lan Jing Yu yang di sandera oleh Pejabat Yu. " Pesan terakhir kakek tua itu yang ternyata adalah Kaisar Kekaisaran Lan yang di serang oleh pasukan Kekaisaran Ming beberapa hari lalu.
"Mereka di basmi hingga tak ada seorangpun yang hidup kecuali Putri Lan Jing Yu yang masih hidup untuk Kaisar Ming Luo bisa mendapatkan pusaka Kekaisaran Lan yang di simpan oleh Putri Lan Jing Yu. " Lapor salah seorang dari prajurit Kekaisaran Liao yang menyusup sebagai mata-mata di dalam kota ti an Barat.
"Terimakasih, Ren Je Di. Informasi mu sangat berguna bagiku. " Kata He Shu Huan usai kakek tua itu Kaisar Kekaisaran Lan meninggal dunia di tepi jalan di desa mawar ungu.
"Shu Huan apa yang harus kita lakukan sekarang ini? " Tanya Yu Man Ji yang sudah terampil untuk membersihkan jasad dari Kaisar Kekaisaran Lan dengan profesional sekali.
__ADS_1
"Emm menyelamatkan Putri Lan Jing Yu. " Jawab He Shu Huan memerintahkan para anak buahnya dan para sahabatnya untuk mengambil peran mereka masing-masing sesuai rencana yang sudah ia siapkan dengan matang.
Bersambung!!