
" Pendekar Luo, silakan Anda terima hadiah dari kakekku. " Kata Fu Xiao Chao menyerahkan hadiah tersebut dengan sopan dan hormat.
" Terima kasih aku ucapkan kepada Marquis Fu yang sudah meluangkan waktunya untuk Beliau meminta cucu perempuannya yang datang untuk mengantarkan hadiah ulang tahun untuk ku. " Kata Pendekar Naga Es Luo Bu menerima hadiah yang di serahkan oleh Fu Xiao Chao untuk nya.
Lalu, acara pun di lanjutkan dengan berbagai atraksi barongsai, kilin dan naga -naga yang di mainkan oleh para pengawal Pendekar Naga Es Luo Bu di halaman depan kediaman Pendekar itu sendiri.
Di sela acara yang berlangsung di halaman depan kediaman Pendekar Naga Es Luo Bu. He Shu Huan dan Yu Man Ji lebih fokus pada setiap hidangan di meja panjang yang ada di ruangan lain dari kediaman Pendekar Besar itu.
" Wah kalau setiap hari kita bisa makan dan minum seenak ini. Kita bisa sejahtera, Shu Huan. " Kata Yu Man Ji yang asyik makan sup buah segar di bawah meja bagian buah-buahan.
He Shu Huan hanya menyimak dan menemani Yu Man Ji berpesta ria dengan aneka macam buah dan sebagainya di ruangan itu. He Shu Huan sendiri mengarahkan pandangan kedua matanya kepada Fu Xiao Chao yang sedang berbicara dengan putra dan putri dari Pendekar Naga Es Luo Bu di sudut ruangan yang sama dengan ruangan He Shu Huan dan Yu Man Ji berada.
Ada sebersit perasaan tidak suka muncul di hati He Shu Huan melihat cara pemuda remaja usia tujuh belas tahun itu memandangi Fu Xiao Chao dengan sinar mata yang aneh.
" Uhh, menyebalkan sekali sepasang mata yang mirip biawak itu melihat Kancil centil seperti si setan air tawar. " Kata He Shu Huan yang tangan kanannya menarik rambut Yu Man Ji yang kaget rambutnya ada yang rontok oleh He Shu Huan.
" Shu Huan, rambutku rontok tuh oleh mu. Kau kenapa sih? " Yu Man Ji mendelik ke arah He Shu Huan dengan mulutnya manyun.
" Eh, aku cari kutu rambut mu yang sedang main petak umpet di bagian tengah rambut mu. Kalau kami tak percaya, lihat saja nih. " Jawab He Shu Huan mencari alasan yang tepat dan tangannya itu memperlihatkan dua ekor kutu rambut Yu Man Ji di telapak tangan sahabatnya itu.
" Ah, jijik sekali. Aku harus keramas lagi nih. " Kata Yu Man Ji melemparkan dua ekor kutu rambut nya ke sembarang tempat dan jatuh ke mangkuk sup ikan milik Luo Guo Jing yang membuat kedua orang gadis kecil di dekatnya itu ketakutan berada di dekat pemuda itu.
__ADS_1
" Aghh!! Kakak kau jorok sekali sih...!! " Teriak Luo Miao Zi menghindari kakaknya.
" Ihhh, kau ternyata laki-laki yang tidak pernah mandi dan bersihkan rambut mu... Uhh.. " Kata Fu Xiao Chao yang juga lari menjauh dari Luo Guo Jing yang bingung seketika itu juga.
" Aku selalu mandi dan keramas kok. " Kata Luo Guo Jing dengan wajahnya yang bodoh terlihat jelas.
Nyonya besar Luo yang mendengar keramaian di sisi kirinya dan melihat mangkuk putranya ada dua ekor kutu rambut. Ia menjadi histeris dan ia segera menarik putranya untuk mandi dan juga keramas yang bersih.
" Aduh!! Ini anak buat malu saja.... Ayo kamu mandi dan keramas lagi yang bersih..!! "
Fu Xiao Chao mengangkat bahunya dan jalan ke arah meja buah, lalu bertemu dengan He Shu Huan yang menawarkan gadis kecil itu untuk makan buah kiwi yang segar.
" Hmm, ada apa dengan mu? Kenapa kamu melihat aku seperti itu? " Tanya He Shu Huan heran di lihat seperti di terawang oleh gadis kecil itu.
" Kau memang berbeda dengan anak laki-laki yang aku kenal dan temui selama ini... Kau ini sangat rapi, bersih dan wangi aroma segar yang membuat ku merasa nyaman bersama mu, Kakak Mentimun. " Kata Fu Xiao Chao yang meraih ujung rambut panjang He Shu Huan dan menaruh di hidungnya untuk menghirup aroma rambut panjang He Shu Huan.
" Ahhh.. Ada-ada saja. " Gumam He Shu Huan bingung dengan sikap gadis kecil itu.
"Kakak Mentimun kau ikut aku, yuk. " Ajak Fu Xiao Chao meraih jemari He Shu Huan dan mengajaknya ke sebuah taman kecil di dalam kediaman Pendekar Naga Es Luo Bu.
" Kenapa kamu mengajak aku ke sini? " Tanya He Shu Huan seraya bersandar di batang pohon bunga Sakura.
__ADS_1
" Aku ingin membuat perjanjian dengan mu. Apakah kamu mau melakukannya untuk ku? " Ucap Fu Xiao Chao berdiri begitu dekat dengan He Shu Huan.
" Janji apa dulu yang mau aku lakukan untuk mu? " Tanya He Shu Huan seraya menaruh satu kelopak bunga Sakura di belakang telinga Fu Xiao Chao.
" Hmm, aku mau kamu menjadi kekasih masa depan ku dan seumur hidup hanya setia kepada ku seorang setelah kita dewasa dan sukses. Intinya kau dan aku akan menjadi suami istri.. Kita akan menikah sampai tua. " Jawab Fu Xiao Chao sudah mengutarakan keinginan masa depannya secara terbuka dan polos sekali kepada He Shu Huan.
" Aku ingin membalas dendam kepada semua orang yang sudah menghancurkan keluarga ku, hmmm termasuk dirimu yang juga merupakan salah seorang dari keluarga Kaisar Laknat yang harus aku bunuh..! Tapi, jika aku gunakan kamu sebagai pion ku, ya tak apalah.. Aku berjanji asal saja untuk mu bisa mempercayai aku. Kata He Shu Huan di dalam hatinya.
" Bagaimana? Ayo jawab Aku.. " Kata Fu Xiao Chao dengan nada manja dan cengeng sekali meminta kepada He Shu Huan.
" Baiklah, Aku berjanji untuk masa depan ku dan kau bisa bahagia bersama. " Jawab He Shu Huan menatap Fu Xiao Chao dengan tatapan mata yang tidak di mengerti oleh Fu Xiao Chao, tetapi gadis kecil itu menganggap bahwa He Shu Huan benar-benar tulus berjanji kepadanya.
" Apa maksud mu? Apakah kamu setuju untuk menjadi kekasih masa depan ku dan setia seumur hidup bersama ku, lalu kita bisa menikah di masa depan? " Tanya Fu Xiao Chao sekali lagi seraya menatap polos He Shu Huan yang meraih wajah mungil dan cantik serta manis gadis kecil itu.
" Iya. " Jawab He Shu Huan tersenyum membius hati, pikiran dan jiwa Fu Xiao Chao yang masih bersih.
" Trimakasih, Kakak Mentimun. Aku juga berjanji untuk menjadi kekasih masa depan mu yang setia dan aku hanya ingin menikah dengan mu selamanya. " Ucap Fu Xiao Chao memeluk He Shu Huan dengan kesungguhan hatinya.
He Shu Huan membiarkan gadis kecil memeluk dirinya dengan perasaan hatinya sendiri ingin sekali mencekik mati gadis kecil itu, tetapi ada sekilas perasaan kecil lain yang melarangnya untuk melakukan hal yang kejam kepada Fu Xiao Chao.
Bersambung!
__ADS_1