
"Lapor Jenderal , pasukan Kekaisaran Liao telah menerobos benteng pertama di wilayah kota ini dan kini mereka mulai menerobos benteng kota lainnya.. " Lapor salah seorang dari panglima perang nya yang terpucat-pucat menghadapi para pasukan perang Kekaisaran Liao.
"Payah sekali kalian semua bernyali pengecut! Hayo ayah.. Kita lawan mereka dan kita harus bisa mempertahankan benteng utama Kota Yong An Utara... " Kata salah seorang dari putra Jenderal Yong 11 sudah emosi dan ingin sekali membasmi para pasukan Kekaisaran Liao.
Tetapi belum lama putra pertamanya bicara datanglah para prajurit dari benteng kedua, ketiga dan keempat yang melaporkan tentang pertahanan mereka kini hanyalah benteng utama saja yang tersisa.
"Tunggu apalagi.. Siapkan peralatan perang dan bersiaplah untuk berperang sampai tetesan darah penghabisan sebagai prajurit Kekaisaran Ming..!! " Perintah Jenderal Yong11.
Namun ia mendapatkan laporan bahwa salah seorang dari istrinya atau selir termuda nya telah meninggal dunia terbunuh oleh salah seorang dari prajurit Kekaisaran Liao.
"Kurang ajar mereka....!! " Lengking amarah dari Jenderal Yong 11.
"Ayah kita harus serang balik mereka..!! " Seru salah seorang putranya dengan amarah yang sama besarnya dengan amarahnya sendiri.
Namun satu menit kemudian terdengar suara ledakan yang memekakkan telinga dan jantung mereka di karenakan rumah mewah mereka telah hancur berkeping-keping oleh meriam yang telah di luncurkan oleh para pasukan Kekaisaran Liao m
Boom!
Duarr!
"Ibuuuuu....!! " Teriakan histeris semua putra dari Jenderal Yong 11 dari atas tembok benteng pertahanan kota Yong an utara.
Mereka terbelalak kaget melihat para pasukan Kekaisaran Liao sudah mendatangi benteng utama pertahanan kota Yong an utara dengan pasukan lengkap dan juga beberapa kepala dari pimpinan pertahanan kota Yong an barat dan timur pun di gantung di atas busur panah api yang langsung di luncurkan ke arah mereka.
"Arghh...!! " Teriakan para putra dari Jenderal Yong 11.
Sementara itu He Shu Huan dan pasukannya sudah berbagi tugas untuk meruntuhkan kota Yong an keseluruhan dan harus menjadi miliknya di hari itu juga.
"Lapor Baginda Kaisar, kita sudah berhasil dalam menaklukkan kota Yong an lainnya. " Lapor salah seorang dari Jenderal perang Kekaisaran Liao usai dapat laporan dari teman-teman mereka yang lainnya.
"Iya, sekarang kita serbu pusatnya dan ambil kepala Jenderal Yong 11 segera...! " Perintah dari He Shu Huan yang sudah bergerak di atas punggung kuda perangnya dan ia sudah siap dengan tombak perangnya juga.
__ADS_1
"Paduka, di dalam benteng utama mereka ada satu orang putri Kaisar Ming yang bernama Putri Ming Lan yang akan di nikahkan dengan putra pertama Jenderal Yong 11 dan ini kesempatan kita untuk bunuh Putri Ming Lan juga. " Kata Putri Ming Ming yang menjadi wakil Jenderal Perang Kekaisaran Liao.
"Emmm, tentu saja segala hal yang berhubungan dengan Kaisar jahanam itu harus kita basmi sampai ke akar-akarnya. " Jawab He Shu Huan dengan nada benci dan dendam yang berkobar- kobar.
Kini para pasukan Kekaisaran Liao meluncurkan meriam langsung ke benteng utama kota Yong an utara dengan kecepatan yang tak bisa di ukur oleh Jenderal Yong an 11.
Syutttt!!
Werrr!!
Boom!!
Duarrr!!
"Arghhh....!! " Teriakan para pasukan Kekaisaran Ming di kota Yong an utara yang berada di benteng utama kota Yong an utara tercecer dalam keadaan berantakan dan hancur terkena bom meriam dari Kekaisaran Liao.
Sastrawan Bodoh Bi Guan meluncurkan anak panah bagaikan kilat yang menyambar di siang hari dan tepat mengenai dada putra pertama dari Jenderal Yong 11 yang berada di atas tembok kiri dari benteng utama kota Yong an utara.
Syuuuttt!!
"Ahhh... Kakak...!! " Teriak putra kedua Jenderal Yong 11 melihat kakak pertama telah tewas tertusuk panah dari Kekaisaran Liao.
Selanjutnya putra kedua dari Jenderal Yong 11 pun menjadi sasaran para pasukan Kekaisaran Liao yang tahu -tahu telah naik ke atas benteng utama kota Yong an utara dan membabat habis putra kedua dari Jenderal Yong 11.
Crakk!
"Lapor Jenderal..!! Kedua orang putra Anda telah gugur oleh para pasukan Kekaisaran Liao.. " Lapor salah seorang dari panglima perang dari Jenderal Yong 11 datang ke tempat Jenderal itu berada.
"Kurang ajar mereka...!!" Teriak Jenderal Yong 11 yang sudah berkuda dengan cepat untuk menuju keluar dari bentengnya dan ingin berperang secara langsung dengan Jenderal besar dari Kekaisaran Liao.
Tetapi pintu-pintu kota Yong an utara sudah terbuka lebar yang memperlihatkan para pasukan Kekaisaran Liao menyerbu masuk ke dalam kota Yong an utara dan membasmi para pasukan Kekaisaran Ming.
__ADS_1
"Jenderal Yong 11 apakah kau sudah tak sabar untuk menghadapi ku? " He Shu Huan tersenyum sadis seraya menggerakkan tombak perangnya ke arah leher Jenderal Yong 11
Trangg!
Jenderal Yong 11 tidak panik melainkan dirinya langsung menangkis serangan tombak perang dari Jenderal besar perang dari Kekaisaran Liao dengan pedang kebanggaan nya sendiri.
Tetapi, He Shu Huan menggerakkan tombak perangnya dengan sangat cepat dan tahu -tahu leher Jenderal Yong 11 tertebas tombak perang He Shu Huan yang sudah mengambil kepala Jenderal Yong 11 dengan kaki belakang kudanya dengan santai.
Crakkk!
Dukk!!
"Ahhhh..! Jenderal Yong sudah gugur....!! " Teriak para pasukan Jenderal Yong 11 sudah kalah perang dari Kekaisaran Liao.
"Tunduk atau mati!! Silakan di pilih...!! " Perintah dari Si Berandal Gila Gu Chuan yang hanya bisa bicaranya saja yang dilontarkan pilihan tetapi nyatanya, ia membabat habis seluruh pasukan Kekaisaran Ming yang berada di benteng utama kota Yong an utara hingga tak tersisa lagi satu orangpun dengan pedang panjangnya.
Crakk!!
Crakkk!!
Crakkk!!
" Ampun!! Tolong ampunilah kami...! "Ratap para anggota keluarga putra dan putri dari Jenderal Yong 11 yang dijadikan bahan permainan sadis dari para pasukan Kekaisaran Liao yang dipimpin oleh Putri Ming Ming sendiri.
He Shu Huan memacu kkuda perangnya yang langsung menerjang kediaman Putri Ming Lan dan di sanalah ia jumpa dengan seorang gadis usia tiga belas tahun yang berpakaian indah sekali yang berlutut dengan gemetaran di lantai.
" Tolong jangan bunuh aku.. Aku bersedia untuk menjadi budak mu.. Aku juga sangat membenci ayahku sendiri yang sudah membunuh ibuku demi selir kesayangannya yang baru dan Aku di singkirkan ke sini untuk keamanan ibu tiri ku... Jadi Aku mohon biarkan aku bergabung dengan mu untuk menghancurkan ayahku sendiri.. " Pinta Putri Ming Lan bersujud memberikan hormat berulang kali di bawah empat kaki kuda perang Sang Jendral besar perang Kekaisaran Liao.
"... "
"Jenderal, berikan Putri Ming Lan kepada hamba dan biarkan hamba yang menangani nya. " Pinta Bi Guan sudah meneteskan air liur begitu melihat kecantikan Putri Ming Lan.
__ADS_1
"Ya, silakan.. " Kata He Shu Huan acuh tak acuh dan langsung pergi ke seluruh istana kecil Putri Ming Lan untuk merampas semua harta keluarga Jenderal Yong 11.
Bersambung!!