Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Tiba Di Pulau Kayu Merah.


__ADS_3

Di lokasi tersebut terdapat banyak kijang yang sedang makan wortel yang menjadi daya tarik bagi mereka berdua yang baru pertama kali lihat kijang begitu banyak di hutan tersebut.


"Wah lucunya kijang-kijang itu. " Kata Li Wei Shiang akhirnya gadis kecil ini bisa tiba di lokasi yang sama dengan He Shu Huan dan Fu Xiao Chao datangi.


Tetapi He Shu Huan memintanya untuk kembali ke kapal untuk menjaga naga hitam agar kapal mereka tetap aman terjaga baik oleh Li Wei Shiang yang segera mematuhi perintah He Shu Huan.


"Kenapa kau tak mengizinkannya ikut bersama kita berdua untuk melihat-lihat hutan kayu merah ini? " Fu Xiao Chao bertanya usai Li Wei Shiang sudah turun kembali ke kapal mereka berlabuh di dermaga bawah gunung pulau kayu merah.


"Karena dia sangat mencurigakan sekali. Kau saja yang terlalu polos dan baik hati kepada gadis kecil licik itu. " Jawab He Shu Huan yang memandu Fu Xiao Chao untuk mengikuti langkahnya.


Mereka berdua menyelusuri hutan sampai ke arah dalam sekali sampai tidak menyadari bahwa hari sudah mulai gelap dan suara anjing hutan liar mulai terdengar di segala penjuru hutan tersebut.


"Ahhh seram sekali suara anjing hutan liar terdengar di kedua telinga ku. " Kata Fu Xiao Chao yang merangkul He Shu Huan dengan cepat untuk meminta perlindungan dari He Shu Huan.


"Jangan takut mereka tidak akan berani berada di dekat kita karena aku akan menjadikan mereka sate anjing hutan liar. " Kata He Shu Huan suaranya amat tenang sekali sehingga Fu Xiao Chao merasa hatinya nyaman dan tenteram bersama He Shu Huan.


Suara langkah sepasang sepatu mereka berdua terdengar menginjak banyak daun, akar dan tanah hutan kayu merah hingga nyaris membuat mereka terkejut sendiri karena hari sudah malam dan mereka harus mencari makan dan minum untuk menghilangkan rasa lapar dan haus mereka.


"Sebab kita sudah berjam-jam tidak makan dan minum sejak kita tiba di hutan kayu merah. " Kata He Shu Huan menyambitkan tanah liat pada dua ekor ayam hutan yang langsung pecah kepalanya oleh sambitan hebat He Shu Huan.


Prak!!


Prak!!

__ADS_1


"Wah kau memang pemburu hewan liar ulung dan hebat. " Ucap Fu Xiao Chao terbeliak kagum pada He Shu Huan yang sudah mengambil dan sibuk mencabuti bulu-bulu ayam hutan dengan jemarinya.


"Ini mereka sudah bersih, tinggal kau panggang pakai api unggun yang aku siapkan, tunggu di sini, aku cari buah atau air untuk minum dan cuci tangan serta mulut sebelum dan sesudah makan kita. " Kata He Shu Huan menyerahkan dua ekor ayam hutan yang sudah ditusuk batang pohon tipis untuk bisa di panggang dengan mudah oleh Fu Xiao Chao.


"Iya, terimakasih tapi kau jangan lama-lama, ya? Aku takut. " Jawab Fu Xiao Chao nada gemetar takut di tinggal sendirian di hutan yang sudah gelap oleh He Shu Huan meskipun sebentar saja kata He Shu Huan.


"Iya, aku hanya lima menit saja kok. " Sahut He Shu Huan merasa khawatir juga meninggalkan Fu Xiao Chao untuk lima menit dalam mencari buah atau air bersih untuk mereka pakai sebelum dan sesudah makan malam.


He Shu Huan bergerak lebih cepat untuk mencari pusaka yang sudah ia ketahui di bawah pohon yang ada ukiran pisau yang berada di dekat kanal kecil dekat pohon buah jeruk.


Maka, He Shu Huan segera menggali tanah di bawah pohon itu dengan pedang naga perak sakti dan ia bisa menemukan kotak kecil yang lalu is buka dan menemukan kunci emas yang sesuai dengan perkataan Kakek tua Pendekar naga es utara.


Tetapi, usai He Shu Huan menemukan kunci emas itu, ia telah mendengarkan beberapa sepatu orang dewasa yang sudah melangkah dekat di belakangnya, ia dengan tenang sekali menyimpan kunci emas di balik bajunya dan Ia membalikkan tubuh menghadapi dua puluh oang pria dewasa berkulit tebal dan tubuh tinggi besar dengan sorotan mata yang mengancam akan keselamatannya, namun ia sama sekali tidak takut menghadapi ancaman itu melainkan ia balas dengan tatapan mata tenang dan sangat menantang sekali dengan sikapnya yang berani dan berwibawa.


He Shu Huan malah berdiri dengan santai sekali dan ia memilih sibuk untuk mengambil air bersih di kanal kecil menggunakan kantung air yang terbuat dari kulit sapi yang sudah bersih dan aman untuk menyimpan air perbekalan dari perjalanannya.


"Hei dasar bocah sombong dan tidak tahu diri!! Kita habisi saja dia dan rebut kunci emas darinya lalu kita bisa pulang serta melaporkan hasil kerja kita kepada Ketua kita di sekte bulan dan matahari. " Kata salah seorang pria dewasa itu yang sudah tak sabar untuk mengambil kunci emas dan bunuh He Shu Huan bocah itu.


He Shu Huan menggunakan air kanal kecil yang sudah ia taruh racun bubuk mawar merah dalam daun merah di dalam genggamannya dan ia balik menghadapi dua puluh orang pria dewasa itu.


"Ahhhh Lihat ini seranganku..!! "Hardik He Shu Huan melompat menyebarkan racun bubuk mawar merah ke arah dua puluh orang pria dewasa sekte bulan dan matahari dengan amat cepat sekali.


Brusshhh!!!

__ADS_1


" Arghhh!! " Pekik kematian dua puluh orang pria dewasa dari sekte bulan dan matahari yang tak pernah menyangka bahwa mereka akan tetap dengan mudahnya di tangan pemuda remaja tanggung itu.


He Shu Huan bersiul dan segerombolan anjing hutan liar berdatangan dan menyantap habis jasad-jasad dua puluh orang pria dewasa itu dengan ditatap dengan puas hati oleh He Shu Huan tanpa ada belas kasihan sedikitpun.


He Shu Huan sudah kembali kepada Fu Xiao Chao tepat waktu hanya lima menit dan mereka berdua sudah menikmati makan malam berupa ayam hutan panggang, buah jeruk manis dan minum air putih segar bersama-sama di tengah hutan kayu merah.


"Sekarang kau tidurlah, esok pagi kita harus bisa kembali ke kapal kita karna aku sudah rindu pada Yu Man Ji sahabat ku yang sudah terpisah begitu lama dengan ku. " Kata He Shu Huan sudah menggelar jubah luarnya untuk tempat tidur Fu Xiao Chao.


"Iya, Kak Huan. Terimakasih dan selamat malam untuk mu. " Ucap Fu Xiao Chao tersenyum manis dan menurut selalu kepada He Shu Huan.


He Shu Huan berjaga sepanjang malam di hutan kayu merah sampai pagi hari menjelang, ia sudah mengajak Fu Xiao Chao kembali ke kapal mereka di dermaga kayu bawah gunung pulau kayu merah.


Setibanya mereka berdua di kapal, mereka tidak menemukan naga hitam dan Li Wei Shiang di sekitar kapal itu dan hanya ada tulisan ancaman dari Ketua Sekte bulan dan matahari kepada He Shu Huan.


"Bocah cilik sinting, jika kau menginginkan kuda hitam dan teman kecil mu selamat, maka kau harus berikan kunci emas itu kepada ku dan aku tunggu kau di markas besar sekte bulan dan matahari pada hari ketiga kau meninggalkan kapal mu di dermaga pulau kayu merah, tapi jika kau tak datang dan memenuhi permintaan ku maka aku akan membunuh kuda hitam dan teman kecil mu. Tertanda Ketua sekte bulan dan matahari Murong Gu." Tulis surat ancaman itu yang dibaca oleh He Shu Huan santai saja.


"Silakan saja bunuh kuda hitam dan Li Wei Shiang mereka tak ada artinya bagi ku. " Kata He Shu Huan merobek surat ancaman tersebut dengan santai dan ia sudah menjalankan kapal nya menuju ke arah sungai hutan pohon kuning.


"Hmm, kau tidak menginginkan naga hitam lagi? " Fu Xiao Chao bertanya dengan nada halus dan lembut.


"Tidak, karena di tempat ku ada banyak kuda yang sangat hebat yang tiada duanya di dunia ini. " Jawab He Shu Huan tersenyum ramah dan sopan kepada Fu Xiao Chao.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2