Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Ke Sekte Naga Hijau Bagian 2.


__ADS_3

Tetapi di hari itu Wen Hong Ruo bersikap manis sekali terhadap semua orang bahkan kepada tunangannya ia menjadi seekor burung merpati yang jinak dan sangat sopan sekali.


"Wahh, Bian Cheng mulai berkarakter nih dan Ia bisa menaklukkan hati Wen Hong Ruo yang judes minta ampun dan sok berpengaruh padahal ia tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Bian Cheng yang terkenal di seluruh dunia persilatan dengan julukan Pendekar besar Macan Kumbang Hitam. " Kata Anggota sekte Naga Hijau dan Sekte Gunung Nan dengan nada kagum melihat sikap Bian Cheng yang mereka kenal telah kembali lagi.


"Dulu Bian Cheng bersikap Ksatria tapi sejak ia tahu bahwa ia bertunangan dengan Wen Hong Ruo, ia jadi lemah karena jatuh cinta kepada Wen Hong Ruo yang menganggap dirinya sebagai gadis cantik jelita yang bisa menjatuhkan hati banyak pria manapun di dunia ini, maka Wen Hong Ruo bersikap angkuh dan memerintah Bian Cheng seperti budaknya saja. " Kata Murid sekte Gunung Nan.


"Siapa yang berhati lemah?? Aku hanya tes dia saja.. Uhhh Aku bukan karena guru yang telah meminta aku untuk jadi tunangannya.. Aku mana mau dengan gadis cantik ini. " Kata He Shu Huan yang tak sadar memuji kata cantik dan akibatnya Wen Hong Ruo tewas di serang kijang buruannya sendiri dan tertusuk tanduk kijang.


Jlebb!


"Ahhh, Wen Hong Ruo dia tewas terbunuh kijang buruannya sendiri!! Bagaimana ini kita jelaskan kepada guru- guru kita?!!! " Teriak murid-murid dari sekte Naga Hijau dan sekte Gunung Nan ketakutan.


"Jangan khawatir biar aku yang bicara kepada guru -guru kita tentang tewasnya Wen Hong Ruo karena ulahnya sendiri mengganggu ketenangan kijang gemuk yang sedang bersantai dengan keluarganya di tepi sungai di belakang hutan ini terganggu oleh ancaman nya yang serakah. " Jawab He Shu Huan sama sekali tidak sedih bahkan ia senang Wen Hong Ruo tewas karena ia sangat membenci gadis sombong itu.


"Bian Cheng, kenapa kau tidak merasa sedih Wen Hong Ruo meninggal dunia padahal dia tunangan mu? " Tanya salah seorang dari kakak seperguruan nya yang menyukai Wen Hong Ruo tapi ia harus menahan perasaannya karena Wen Hong Ruo ditunangkan dengan Bian Cheng adik seperguruan nya yang ia sayangi.


"Siapa bilang aku tidak merasa sedih melihat tunangan ku meninggal dunia tapi bagaimana lagi sudah takdirnya begitu? .. Ya aku harus bisa tabah karena aku laki-laki yang pantang untuk menangis sedih berlarut-larut karena hal seperti ini.. Kita ini murid Gunung Nan yang semua nya pendekar besar yang harus kuat menghadapi apapun di dunia ini. " Jawab He Shu Huan yang alasannya tepat sekali.


Maka semua kakak seperguruan dan semua adik seperguruan nya percaya kepadanya dan mengagumi ketabahan hati Bian Cheng yang layak untuk menjadi seorang Pendekar besar muda yang mengagumkan dunia persilatan.

__ADS_1


"Kita rapikan jasad Wen Hong Ruo untuk kita bawa pulang ke markas besar sekte Naga Hijau dan kita bisa semayam kan disana setelah kita laporan kepada Guru kita. " Kata murid-murid sekte Naga Hijau yang kini sibuk merapikan jasad Wen Hong Ruo.


Sedangkan Fu Xiao Chao memilih menyibukkan dirinya dengan membakar kijang gemuk bersama dengan Yu Man Ji dibalik pohon yang berada di belakang hutan pinggir jalan kota Nan an, dan He Shu Huan berpura-pura menangis seorang diri di sudut hutan itu.


"Kasihan sekali Bian Cheng harus sembunyikan rasa sedihnya "Kata Salah seorang suheng Bian Cheng turut rasakan kesedihan Bian Cheng yang menangis diam-diam dan tak ingin terlihat lemah oleh para saudara dan sahabatnya.


"Bian Cheng biarkanlah kami saja yang akan mengantarkan jenazah Wen Hong Ruo pulang ke sekte Naga Hijau kami. " Kata salah seorang dari anggota sekte Naga Hijau pada keesokan harinya.


"Tidak, teman-teman, aku harus tetap antarkan Wen Hong Ruo pulang ke sekte kalian dan aku juga masih harus menjelaskan bagaimana Wen Hong Ruo meninggal dunia kepada Pendeta wanita sakti Leng Suo guru kalian." Kata He Shu Huan dengan suara sedih.


"Hmm, baiklah, jika kamu memaksa untuk ikut kami pulang ke markas besar sekte Naga Hijau kami. " Jawab salah seorang dari anggota sekte Naga Hijau dengan nada ramah.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke markas besar sekte Naga Hijau yang berada di kaki gunung Nan yang satu jalur dengan arah markas besar sekte gunung Nan tempat tinggal Bian Cheng murid utama sekte gunung Nan yang juga tunangan Wen Hong Ruo murid sekte Naga Hijau.


He Shu Huan, Fu Xiao Chao dan Yu Man Ji yang mengikuti mereka dengan sikap tenang dan nyaman tanpa ada perasaan khawatir dihati mereka bertiga bahkan mereka mencoret tanda jalan untuk mereka bisa keluar dari tempat itu secara diam-diam tanpa diketahui oleh seluruh anggota sekte Naga Hijau.


Tak lama berselang mereka bertiga telah melihat rombongan dari anggota sekte Naga Hijau telah bersujud hormat kepada seorang wanita berusia tiga puluh enam tahun yang berpakaian pendeta wanita yang membawa senjata persis kemoceng bulu putih yang duduk di batu besar di depan rumah mewah.


"Hormat kami kepada Guru. " Sapa para anggota sekte Naga Hijau dengan hormat kepada Pendeta wanita sakti Leng Suo.

__ADS_1


"Apakah yang telah terjadi pada kalian semua di perjalanan pulang kalian dari kota Nan An? " Tanya Pendeta wanita sakti Leng Suo dengan nada tajam.


Para anggota sekte Naga Hijau tidak ada yang berani untuk bicara kepada guru mereka semua mengenai masalah meninggalnya salah seorang dari saudari seperguruan mereka semua di tengah perjalanan mereka kembali ke sekte Naga Hijau, maka mereka mengharapkan agar Bian Cheng yang berbicara kepada guru mereka.


"Locianpwe sebelumnya teecu minta maaf karena teecu telah gagal dalam menjaga adik Wen Hong Ruo yang telah tewas terbunuh dalam serangan seekor kijang yang ingin ia bunuh untuk makan malamnya. " Kata He Shu Huan dengan nada sedih.


"Apa dan kenapa Wen Hong Ruo bisa meninggal dunia di serang kijang? " Tanya Pendeta wanita sakti Leng Suo tidak percaya bahwa muridnya yang ia tahu sangat pintar dapat dengan mudah tewas di bunuh oleh seekor kijang saja.


"Ya, teecu tidak tahu dan teecu sungguh minta maaf karena teecu telah lalai menjaganya yang menjadi tunangan teecu. " Jawab He Shu Huan dengan nada jujur dan polos.


"Jangan bohong kau atau semua ini adalah perbuatan mu untuk membatalkan pertunangan mu dengan Wen Hong Ruo murid ku?!" Hardik Pendeta wanita sakti Leng Suo dengan nada tinggi.


"Locianpwe kenapa anda tidak percaya kepada teecu? " Tanya He Shu Huan dengan nada tegas.


"Karena kau adalah murid utama sekte gunung Nan Si bajingan Nan Chen yang sudah banyak menipu ku di masa muda kuu...!! " Jawab Pendeta wanita sakti Leng Suo dengan nada bengis.


"Baiklah, jika anda tidak percaya sama sekali dengan keterangan teecu, anda mau apa? " Tanya He Shu Huan dengan nada tenang sekali.


"Aku ingin membunuhmu sebagai pembalasan dendam kematian muridku. " Jawab Pendeta wanita sakti Leng Suo yang sudah melayang ke arah He Shu Huan dengan telapak tangannya yang menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Naga Hijau.

__ADS_1


Wuuutttzz!!


Bersambung!!


__ADS_2