
Yu Man Ji menaruh bom dimulut semua para pejabat teras kota ti an selatan dan ia segera mengajak Xue Li Lan pergi dari rumah paling besar dan mewah di dalam kota ti an selatan.
Lalu Yu Man Ji menyulutkan tali sumbu bom dengan percikan api dari luar rumah itu melalui ilmu sinkang memindahkan energi biasa ke energi api dan terjadilah....
Boom!!
Blaaarrr!!
Duarrr!!
"Luar biasa menarik sekali cara mu bermain bola api, Man Ji.. Aku semakin memujamu. "Kata Xue Li Lan dengan gemulai menaruh lengannya pada Yu Man Ji.
" Ehh, kau mau apa, Li Lan? " Tanya Yu Man Ji pura-pura gugup dan menolak hadiah dari Xue Li Lan berikan untuk dirinya.
Yu Man Ji merasakan gelora remajanya muncul saat Xue Li Lan menciumnya pada bibirnya dan Ia sangat menyukai rasa bibir lembut dan lunak Xue Li Lan pada bibirnya.
Bagaimana rasa bibirku, Man Ji Sayang?? Apakah kau sangat menyukainya??? " Tanya Xue Li Lan.
Yu Man Ji mengedipkan matanya seraya tidak bisa berhenti untuk menganggukkan kepalanya dengan manis dan manja kepada Xue Li Lan yang mengulangi hadiahnya untuk Yu Man Ji.
Di Istana Bupati Kota Ti An Selatan tak pernah menyangka bahwa ada sepasang muda dan mudi lain yang dengan santai dan tenang sekali memasuki setiap ruangan di dalam istana itu dan tiada pernah berhenti untuk membabat habis para penghuni istana Bupati Ti An Selatan.
Crakk!
Crakk!!
Crakk!!
__ADS_1
He Shu Huan menggandeng tangan Fu Xiao Chao di setiap langkahnya dalam menyelusuri seluruh ruangan dalam istana Bupati Ti an Selatan seraya mengayunkan pedang naga perak yang semakin lama semakin berkilat saja karena darah para manusia yang dibunuh oleh He Shu Huan.
"Kakak Huan pemilik istananya ada di sana di balik ruangan rahasia di belakang rak guci hias yang nilainya mencapai ratusan Fen atau sekitar lima belas juta Liang. " Kata Fu Xiao Chao nada manis sekali menunjukkan Bupati ti an Selatan beserta keluarganya sedang cari cara untuk kabur dari kepungan para pasukan Kekaisaran Liao.
He Shu Huan dengan santai sekali memasuki ruang rahasia penyimpanan harta karun milik bupati ti an Selatan dan ia menatap langsung Sang Bupati ti an Selatan tanpa rasa apapun di raut wajahnya yang sangat tampan itu dan juga di hatinya.
"Berikan semua milik kalian kepada ku dalam waktu satu menit dari sekarang. " Kata He Shu Huan nada datar.
"Benarkah kau akan membebaskan kami jika aku berikan seluruh milik kami ini kepada mu? " Tanya Bupati ti an selatan yang mengedarkan pandangan matanya pada seluruh hartanya.
"Iya." Jawab He Shu Huan dengan pedang Naga perak telah keluar dari sarungnya lagi.
"Baiklah.. Silakan kau ambil dan pergilah dengan tenang dan bebas maka kami tidak akan pernah balas dendam kepadamu sebagai pem... Akhh! "
Kata -kata Bupati ti an Selatan terputus mulutnya sudah di sobek oleh pedang Naga perak milik He Shu Huan yang meneruskannya ke seluruh para anggota keluarga Bupati ti an Selatan.
Fu Xiao Chao dengan tenang sekali juga telah menambahkan sobekan pada mulut Bupati ti an Selatan dan para keluarganya dengan merobek leher Bupati ti an Selatan dan para keluarganya sampai putus dan jatuh berserakan di lantai ruang rahasia milik Bupati ti an Selatan sendiri.
"Bungkus dan gantung di alun-alun kota Ti an pusat. " Perintah He Shu Huan kepada para pasukan Kekaisaran Liao.
"Siap Baginda kami laksanakan. "Sahut para pasukan Kekaisaran Liao serentak patuh kepada He Shu Huan.
"Kancil Centil ayo kita lihat dalam gudang itu." Kata He Shu Huan mengajak Fu Xiao Chao melihat isi dari ruang harta pusaka Bupati ti an Selatan.
"Wahhhh harta Bupati ti an Selatan lebih banyak daripada harta walikota Ti an dan Pangeran Muda Ti . " Kata Fu Xiao Chao terbeliak melihat tumbukan emas, berlian dan sebagainya di dalam ruangan itu.
"Emmm, mari kita kumpulkan dan bagikan harta ini kepada rakyat kecil di luar kota ti an Selatan dan sisanya untuk masa depan kita. " Kata He Shu Huan memerintahkan para pasukannya di dekatnya untuk mengumpulkan semua harta di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Fu Xiao Chao melompat ke sebuah rak guci hias yang paling kecil dan gadis kecil itu telah turun kembali usai mengambil sebuah stempel dan surat wilayah ti an seluruhnya yang mulai hari itu adalah milik Kekaisaran Liao.
"Teliti sekali kau dalam memeriksa gudang harta rumah orang kaya palsu hati seperti Bupati Ti. " Kata He Shu Huan menerima hasil penemuan Fu Xiao Chao untuknya.
"Semua karena dirimu yang menularkan virus hati asli yang sangat peka terhadap sekitar ku dan sekitar mu. "Jawab Fu Xiao Chao yang telah meraih jemari He Shu Huan.
" Apakah kau ingin sesuatu dariku atas semua pekerjaan mu yang sangat hebat untuk ku? " Tanya He Shu Huan nada lembut sekali menatap Fu Xiao Chao yang sudah merangkulnya dan menciumnya.
"... "
"Apa? " Tanya He Shu Huan melihat Fu Xiao Chao bergumam usai menciumnya.
"Aku tidak merasa sakit dan aku masih hidup usai menciummu, karena itu aku bisa bebas menciummu. " Jawab Fu Xiao Chao tanpa rasa malu berkata hal itu kepada He Shu Huan.
"Ahh karena rasa suka dan cinta yang terjadi pada hatiku dan diriku yang membuat mu bisa terbebas dari kutukan ajaib ku yang bisa bunuh para gadis hanya dengan kata romantis dari pikiran, hati, mulut dan tindakan ku. "Kata He Shu Huan nada halus menyelipkan anak rambut Fu Xiao Chao di telinga gadis itu.
" Kalau kau suka dan cinta kepada ku.. Cium aku sebagai balasan aku sudah menciummu."Kata Fu Xiao Chao merangkulnya dan mendekatkan bibirnya pada bibir He Shu Huan.
He Shu Huan menundukan wajahnya dan dia pun mencium bibir manis Fu Xiao Chao, lalu pemuda ini tersenyum sangat tampan yang dibalas dengan senyuman sangat cantik dari Fu Xiao Chao untuknya.
"Shu Huan... " Panggil Yu Man Ji dan Xue Li Lan di pintu ruangan gudang harta Bupati Ti.
"Iya.. Ayo kita lanjutkan pesta di kota ti an pusat bersama dengan Bi Guan dan Ming Ming." Kata He Shu Huan meraih jemari Fu Xiao Chao lalu melesat cepat meningggalkan rumah bupati Ti sekaligus meninggalkan kota ti an Selatan.
"Hei.. Tunggu kami juga... " Kata Gu Chuan dan Lu Lu usai mereka membuang para jasad korban mereka ke lautan api yang semakin besar saja.
Bersambung!!
__ADS_1