Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Sekte Gunung Nan.


__ADS_3

"Ya, aku sudah kembali. " Jawab He Shu Huan singkat dan melewatinya begitu saja karena dia sudah melihat adanya seorang pria berusia tiga puluh enam tahun dan seorang wanita berusia tiga puluh tahun telah menunggunya di dalam rumah sederhana yang dikelilingi oleh daun bambu sebagai pagar rumah itu.


"Cheng... " Sapa wanita dewasa yang telah cepat menyambutnya dengan pelukan.


"Ah Xue jaga sikapmu. " Tegur pria dewasa yang sudah menyambutnya dengan senyuman yang tulus.


"Ya, maaf aku terlalu emosional karena aku sangat mengkhawatirkan dirinya. " Kata Ah Xue istri dari Pendekar Besar Nan Ji Ketua sekte gunung Nan.


He Shu Huan segera bersujud hormat kepada Pendekar Besar Nan Ji sebagai Bian Cheng murid utama dari sekte gunung Nan dan juga putra kandung Ketua sekte gunung Nan dengan Putri Ming Bian saudari kandung Kaisar Ming Chun ayah kandung He Shu Huan.


"Salam sejahtera untuk Guru dan Ibu Guru dari murid." Sapa He Shu Huan sopan dan hormat kepada Pendekar Besar Nan Chi dan istrinya yang kedua adalah Ah Xuen putri kandung dari Ketua Sekte gunung Nan yang terdahulu dan Tou Lu itu saudara tiri Bian Cheng karena Ah Xuen sebelum menikah dengan Pendekar Besar Nan Chi pernah memiliki seorang suami yang telah meninggal dunia karena dibunuh oleh pihak musuh besar mereka yang ternyata guru besar dari Pendeta Wanita sakti Leng Suo, karena sakit hati inilah Pendeta wanita sakti Leng Suo berniat untuk membalas dendam kepada pihak sekte gunung Nan dengan niat untuk membunuh Bian Cheng putra kandung mantan kekasihnya karena kekasihnya di rebut oleh Ah Xuen demi nama baik Sekte gunung Nan.


"Cheng Er berdirilah. " Kata Pendekar besar Nan Chi.


"Ya, suhu terimakasih." Kata He Shu Huan yang menundukkan kepala dan wajahnya untuk kesopanan.


"Cheng Er, karena kau sudah pulang ke rumah, marilah kita masuk ke ruang utama untuk kamu bisa menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh ibu gurumu untuk mu. " Kata Pendekar besar Nan Chi dengan sikap seorang ayah yang sangat baik dan penyayang.


"Ya, suhu. " Jawab He Shu Huan yang mengikuti Pendekar besar Nan Chi dan keluarganya menuju ke dalam rumah yang dijadikan sebagai markas besar sekte gunung Nan mereka.


Sementara itu Fu Xiao Chao dan Yu Man Ji yang terpaksa harus menunggu He Shu Huan di halaman depan rumah milik Pendekar besar Nan Chi dengan ikut berlatih bersama para murid dari sekte gunung Nan yang lainnya yang di pimpin oleh Tou Lu putri Ketua sekte gunung Nan.


"Qing Wen nanti malam kau bantu aku untuk mengerjakan tugas sekolah ku, ya? " Pinta Tou Lu dengan sikap memerintah.

__ADS_1


"Ya, Suci." Jawab Fu Xiao Chao dengan sikap sopan padahal ia ingin sekali beri pelajaran kepada Tou Lu yang sudah berani bersikap amat centil kepada He Shu Huan.


"Shi Wu, kemarilah dan ikut aku keluar untuk mencari kayu bakar untuk ibu guru kita. " Panggil gadis murid sekte gunung Nan yang menyapa He Shu Huan di pintu masuk ke markas besar sekte gunung Nan.


"Ya, suci. " Jawab Yu Man Ji cepat.


"Hei, sejak kapan aku menjadi suci mu?Aku ini cici mu, tahu? " Tanya Shi Hua heran.


"Ehh, ya, maaf. Apa bedanya antara suci dengan cici? " Tanya Yu Man Ji dengan cerdik.


"Suci adalah kakak seperguruan wanita dan cici adalah kakak perempuan mu." Jawab Shi Hua pusing menghadapi adiknya yang bengal.


Di dalam rumah milik Pendekar besar Nan Chi yang cukup luas dan bersih, He Shu Huan yang mendapatkan pelayanan hidangan makan siang yang sangat lezat dan bergizi tinggi dari istri dari Pendekar besar Nan Chi itu menganggapnya sebagai Bian Cheng.


"Ya, Ibu guru terimakasih. " Jawab He Shu Huan senang sekali bisa makan enak.


"Aku senang sekali karena kau sudah terbebas dari masalah pertunanganmu dengan Wen Hong Ruo murid dari sekte Naga hijau yang sudah berakhir karena ia sudah meninggal dunia yang disebabkan karena ulahnya sendiri dan aku ingat sekali kau fokus dahulu pada karir mu di masa depan sebagai seorang Pendekar besar Bian Cheng,dan apabila kamu bisa bertemu dengan Putri Lan Xing dari Kekaisaran Lan, maka aku ingin kau menikah dengannya untuk membantu perjuangan mantan Kaisar Ming Chun untuk bisa mendapatkan kembali kekuasaannya melalui pernikahan kalian berdua karena kau adalah keponakan luar dari mantan Kaisar Ming Chun, sebab ibumu adalah adik kandung dari mantan Kaisar Ming Chun. " Kata Pendekar besar Nan Chi usai mereka makan siang bersama.


"Hmm, Suhu apakah tidak ada yang lebih baik dari pernikahan yang kau atur untuk ku? " Tanya He Shu Huan yang malas sekali mendengar kata menikah.


"Tidak ada, kecuali jika mantan Kaisar Ming Chun memiliki seorang putra yang masih hidup dan pangeran itulah yang harus menikah dengan putri Lan Xing demi kepentingan Kekaisaran Ming di masa depan dan di mata dunia." Jawab Pendekar besar Nan Chi secara jelas.


"Ahh, kalau tahu begini, aku tidak akan pernah membunuh Bian Cheng jika ia adalah sepupuku. " Kata He Shu Huan di dalam hatinya.

__ADS_1


Pendekar besar Nan Chi mengajak He Shu Huan ke sebuah makam yang sudah lama sekali di dalam goa puncak gunung Nan dan ia meminta He Shu Huan untuk sujud kepada jenazah seorang wanita cantik jelita sekali seperti wanita bangsawan kelas atas.


"Cheng Er, dia adalah ibumu yang sudah lama sekali meninggal dunia usai kau lahir." Kata Pendekar besar Nan Chi memberitahu He Shu Huan mengenai jenazah wanita itu.


"Lalu di manakah ayahku? " Tanya He Shu Huan pura-pura sedih memeluk jenazah wanita itu yang masih ada hubungan dengannya karena wanita itu adalah bibi nya sendiri.


"Aku adalah ayah kandung mu. " Jawab Pendekar besar Nan Chi dengan suara bergetar menahan gejolak hatinya.


"Ayah? Suhu adalah ayahku? " Tanya He Shu Huan pura-pura terkejut sekali.


"Ya, nak. Aku adalah ayahmu juga suhu mu. " Jawab Pendekar besar Nan Chi.


"Jika kau adalah ayahku, kenapa kamu baru mengatakannya sekarang? " Tanya He Shu Huan pura-pura menangis sedih sekali memeluk jasad istri pertama Pendekar besar Nan Chi.


"Karena aku ingin melindungi mu yang mungkin saja bisa menjadi Kaisar Ming di masa depan setelah kita membunuh Kaisar Ming Luo dan keluarganya beserta semua orangnya yang telah merajai dunia persilatan daratan besar. " Jawab Pendekar besar Nan Chi yang menaruh telapak tangannya di atas bahu He Shu Huan.


"Begitukah ayah? " Tanya He Shu Huan menoleh ke arah Pendekar besar Nan Chi dan ia pun memeluk Pendekar besar itu dengan erat.


"Iya.. Arggh!!" Pekik Pendekar besar Nan Chi yang telah tewas di bunuh oleh He Shu Huan yang menggunakan jarum bening racun lipan merah yang ia taruh di sup bunga teratai milik Pendekar besar Nan Chi dan keluarganya secara diam-diam tanpa diketahui oleh pihak lain.


Brukkk!!


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2