
Tetapi pada saat matahari pagi mulai menyinari hutan luar kota putik Sari. Nona Huang Rong Er terbangun mencium aroma ubi bakar yang di bakar oleh He Shu Huan.
" Selamat pagi, Nona Huang. Bagaimana tidur mu semalam? Apakah kau tidur nyenyak? " Sapa Yu Man Ji tahu - tahu berada di depan Nona Huang Rong Er dan menghalangi pandangan mata Nona Huang Rong Er dari He Shu Huan yang pagi itu terlihat sangat mempesona Nona Huang Rong bagai melihat seorang Dewa yang turun ke bumi atau malaikat matahari pagi.
" Hhhh, ya selamat pagi juga, Tuan muda Yu. Ya aku bisa tidur nyenyak. " Jawab Nona Huang Rong Er cepat karena ia sedang mencari siluet tubuh He Shu Huan yang hilang dari pandangan matanya.
" Kau cari apa, Nona Huang? " Tanya Yu Man Ji heran melihat sikap Nona Huang di pagi hari.
"Air untuk mandi. " Jawab Nona itu cemberut.
" Oh, air untuk mandi... Emmm, di sana ada di balik pohon itu ada sungai kecil bersih, jernih dan aman karena tak ada buaya. Aku sudah mandi , jadi aku tahu sungai itu aman untuk kita pakai. " Kata Yu Man Ji ramah menunjukkan sungai kecil di balik pohon tempat mereka bermalam kemarin malam kepada Nona Huang Rong Er.
"Ah, ya, terimakasih Tuan muda Yu. " Ucap Nona Huang bangun dan berjalan menuju ke sungai kecil untuk mandi.
Tetapi Nona Huang itu terhenti untuk kegiatan membuka pakaiannya karena teringat bahwa di tempat itu, ia bersama dengan dua orang pemuda remaja tanggung dan Ia juga khawatir akan ada orang lain yang melihatnya mandi.
"Jangan khawatir aku akan menjaga dari atas pohon ini untuk mu, Nona Huang. Dan, aku tidak akan melihat mu mandi. Emm, kalau Shu Huan dia sedang mencari buah untuk cuci mulut kita usai kita sarapan. " Kata Yu Man Ji sungguh tahu isi hati dan pikiran Nona Huang Rong Er.
" Emm baiklah, terimakasih Tuan muda Yu. " Jawab Nona Huang Rong Er memerah malu.
__ADS_1
Nona Huang Rong Er pun bisa menggunakan sungai kecil ini untuk kegiatan paginya dengan di jaga oleh Yu Man Ji dari atas pohon untuk jaga keamanan Nona itu selama mandi di sungai kecil.
He Shu Huan memang sibuk mencari buah untuk cuci mulut mereka bertiga, tetapi sebuah kereta kuda dari rombongan sekte angsa emas telah mengalihkan perhatiannya dan pandangannya terarah pada sosok kecil di dalam kereta kuda tersebut.
" Kancil Centil. " Kata He Shu Huan yang terdengar olehnya sendiri bahwa ia begitu amat bahagia bisa melihat Fu Xiao Chao lagi dalam waktu sepuluh hari ini setelah berpisah di rumah kediaman Pendekar Naga Es Luo Bu.
He Shu Huan mendengarkan percakapan dari orang-orang sekte angsa emas yang bercakap -cakap tentang penyerangan sekte mereka di tengah jalan menuju ke Ibukota Kekaisaran Ming oleh sejumlah orang dari kelompok sekte burung kenari biru dan melukai beberapa orang anggota sekte angsa emas.
" Ahh, apakah Kancil Centil juga di lukai oleh sekte burung kenari biru? " Pikir He Shu Huan gelisah dan cemas akan keselamatan Fu Xiao Chao.
Karena ia, He Shu Huan segera berkelebat cepat dan masuk ke dalam kereta kuda tempat Fu Xiao Chao seorang diri di dalam kereta kuda nomor dua di belakang kereta kuda milik Ah Wen sepupu dan tunangan gadis kecil itu.
" Eh, kenapa kau menangis? Apakah kau terluka? " Tanya He Shu Huan cemas,ia memeriksa dahi, nadi dan mengamati gadis kecil ini dengan teliti dan sungguh hati.
" Kakak Mentimun, aku tidak terluka tetapi aku hanya takut saja. " Jawab Fu Xiao Chao gemetar dan menangis.
He Shu Huan memeluk Fu Xiao Chao dengan hangat sampai gadis kecil ini merasa tenang dan nyaman berada di pelukan He Shu Huan yang menjaganya sampai gadis kecil itu tertidur pulas di dalam kereta kudanya.
Selama Fu Xiao Chao tidur, He Shu Huan selalu menjaga gadis kecil itu dan membuatnya ambil keputusan untuk menemani gadis kecil itu pulang ke Ibukota Kekaisaran Ming dengan cara menyamar sebagai pengawal pribadi Fu Xiao Chao.
__ADS_1
Karena itulah He Shu Huan menulis sehelai surat kepada Yu Man Ji untuk mengantarkan Nona Huang Rong Er ke gunung Pei untuk mencari dan menemukan keluarga ibu kandung Nona Huang, sedangkan He Shu Huan ada urusan lain di Ibukota Kekaisaran Ming.
" Ah, Tuan muda He sudah pergi? " Nona Huang Rong Er terdengar sedih mengetahui He Shu Huan berpisah dengan Yu Man Ji dan dirinya untuk hal lain yang harus di kerjakan oleh pemuda remaja tanggung yang menarik hati Nona Huang.
"Ya.. Ah, aku bisa mengantarkan mu ke rumah ibumu di gunung Pei di temani oleh Daun bawang. " Kata Yu Man Ji menghibur Nona itu yang ia kira bahwa Yu Man Ji tidak bisa mengantar Nona itu sampai ke ibu Nona Huang.
" Hmm, ya aku percaya kau bisa menemani ku dan mengantarkan ku kepada ibuku di gunung Pei sesuai yang aku dengar dari kakak angkat ku yang menjadi pengawal pribadi Kaisar Ming. " Kata Nona Huang Rong Er merasa tak enak hati kepada Yu Man Ji.
" Tapi, kau tak boleh naik daun bawang pesan He Shu Huan.. Kau jalan kaki saja, ya? " Yu Man Ji memberitahu Nona Huang pesan He Shu Huan yang lainnya yaitu Nona Huang dilarang naik daun bawang keledainya He Shu Huan.
Nona Huang mengangguk paham untuk Ia tahu diri terhadap kebaikan He Shu Huan dan Yu Man Ji yang sudah berkenan hati untuk membantu nya dengan sangat ramah dan bersahabat.
Dengan di temani oleh He Shu Huan di dalam kereta kudanya. Fu Xiao Chao sangat nyaman sekali dan ia sangat bahagia ada He Shu Huan yang menjaganya di sepanjang perjalanan kembali ke rumahnya di Ibukota Kekaisaran Ming.
Bahkan Fu Xiao Chao berani meletakkan kepala mungilnya di pangkuan He Shu Huan yang asyik memainkan kepang rambut gadis kecil manis dan cantik ini.
"Kak Huan, aku sangat senang di temani olehmu untuk perjalanan pulang aku ke rumah Kakek Fu Ching aku yang sangat galak dan aku sangat kesepian di rumah besar itu. Jadi, aku mau kau tidak hanya mengantar ku pulang tetapi juga tinggal bersamaku di rumah Kakek Fu Ching. Bagaimana apakah kau bersedia dan berbaik hati kepada ku? " Fu Xiao Chao mengajukan permohonan dengan suaranya yang manis dan tatapan matanya yang polos kepada He Shu Huan.
" Hmm lihat saja nanti. Aku pertimbangkan dahulu. " Jawab He Shu Huan membalas tatapan mata Fu Xiao Chao.
__ADS_1
Bersambung!