
He Shiwei adalah putra bangsawan He ternama di kota Hang yang kabur dari perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tuanya dengan teman masa kecilnya yang bernama Yang Ce Lin gadis dari adipati Yang dari kota Zhao , tetapi ia tak sengaja bertemu dengan Fu Xiao Hui dan Fu Ling Ling kedua orang gadis asal kota Yangchou di tengah jalan menuju ke kota Shenzhen.l
Pagi hari He Shu Huan terbangun dengan kaget karena Fu Xiao Chao sudah mengantarkan menu sarapan pagi dan pakaian bersih yang baru untuk He Shu Huan.
" Selamat pagi Kakak Mentimunku. " Sapa Fu Xiao Chao tersenyum cerah bak matahari pagi yang hangat.
"Eh, ya selamat pagi, Kancil Centil. " Jawab He Shu Huan tersenyum seadanya.
" Ayo kau mandi dan berpakaian rapi lalu kamu bisa sarapan pagi dengan tenang di ruangan ini kemudian kau temani aku ke sekolah di istana Kekaisaran Ming. Aku sudah bilang Kong Kong untuk kamu bisa sekolah di sekolah yang sama dengan karena aku sudah cerita kepada Nai Nai bahwa kamu adalah penolong ku dan penolong Fu Xiao Hui. Jadi, atas ungkapan rasa terima kasih mereka terhadap mu. Kamu di izinkan untuk sekolah bersama dengan kami dan itu berarti kamu selama dua puluh empat jam nonstop bersamaku sebagai calon suamiku. " Kata Fu Xiao Chao ramai sekali dan mengatur jadwal He Shu Huan tanpa izin.
" Eh kenapa kamu tak tanya dahulu kepada ku? " He Shu Huan memilih kembali ke tempat tidur dan pejamkan kedua matanya lalu menyelimuti dirinya lagi, tapi Fu Xiao Chao menarik selimut nya dan berbaring di atas tubuhnya.
"Ummm ya aku tanya dahulu kepadamu.Maukah kau ikut aku ke sekolah? " Ulang Fu Xiao Chao yang berada di atas tubuh He Shu Huan dengan sikap manja sampai He Shu Huan langsung ada ide lain di otaknya.
" Hmm, ya aku mau ikut ke sekolah mu. " Jawab He Shu Huan tersenyum sabar kepada Fu Xiao Chao.
Fu Xiao Chao melompat dengan riang gembira berlari keluar dari kamar He Shu Huan dan Ia rela menunggu He Shu Huan di depan pintu gerbang ruang khusus untuk kamar para pria di dalam rumah keluarga Marquis Fu.
__ADS_1
Lima belas kemudian He Shu Huan menemani Fu Xiao Chao dan Fu Xiao Hui ke sekolah istana Kekaisaran Ming sebagai teman dan pengawal pribadi mereka berdua dan setibanya mereka di pintu gerbang sekolah. Ada seorang pemuda menyapa Fu Xiao Chao dengan nada riang dan ramah sekali di ikuti oleh beberapa pemuda cilik lainnya yang menambah sempitnya pintu gerbang sekolah.
"Selamat pagi, Nona besar Fu. " Sapa Pangeran Mahkota Ming Zhi dengan senyuman yang amat terkesan menyebalkan bagi He Shu Huan.
"Iya, selamat pagi juga untuk mu, Pangeran Mahkota Ming Zhi. " Sapa Fu Xiao Chao yang melewati mereka untuk berjalan masuk ke sekolah bersama dengan He Shu Huan dan Fu Xiao Hui tanpa menengok kepada pangeran Mahkota Ming Zhi dan para sahabat atau para pengawal pribadinya.
" Eh, gadis kecil yang berkarakter hebat dia itu membuat aku sangat mengagumi dirinya. " Kata pangeran Mahkota Ming Zhi tidak merasa kecewa di abaikan oleh Fu Xiao Chao tetapi Ia malah semakin menyukai Fu Xiao Chao.
" Jika anda suka kepada Nona besar Fu Xiao Chao. Anda harus mendekati teman dan juga pengawal pribadinya yang bernama Ah Man serta adik misan Fu Xiao Chao yang bernama Fu Xiao Hui. " Kata seorang gadis remaja cantik jelita teman satu kelas pangeran Mahkota Ming Zhi.
" Putri Ni Ya ternyata kau lebih mengenal kedua orang yang bersama dengan Fu Xiao Chao daripada aku." Pangeran Mahkota Ming Zhi menyapa teman satu kelasnya yang juga calon kakak iparnya karena gadis itu adalah tunangan dari pangeran pertama yang bernama Ming Yan yang usianya telah berusia dua puluh lima tahun tetapi tak bisa memiliki keturunan meskipun ia memiliki selirnya sudah ada lebih dari sepuluh orang selir dan Puteri Ni Ya adalah tunangan untuk calon Nyonya besar pertama sejak gadis itu berusia delapan tahun dan kini Puteri Ni Ya ini telah berusia lima belas tahun dan tak lama lagi ia wajib menikah dengan Pangeran Ming Yan untuk memperoleh keturunan bagi Pangeran Ming Yan putra pertama dari Kaisar Ming Luo.
" Apakah kau tertarik dengan Ah Man? " Tanya Pangeran Mahkota Ming Zhi dari bangku sekolahnya yang bersebelahan dengan bangku sekolah Puteri Ni Ya.
" Hmm, kalau aku bilang aku tertarik dengan Ah Man. Apakah kau akan mengadukan ku kepada ayahku dan ayahmu serta kakak pertamamu? " Puteri Ni Ya menoleh ke arah Pangeran Mahkota Ming Zhi dengan cepat dan raut wajahnya terlihat takut.
"Oh,justru aku senang sekali bisa membantumu untuk meraih Ah Man agar aku bisa dekat dengan Fu Xiao Chao. " Ucap Pangeran Mahkota Ming Zhi menawarkan kesepakatan dengannya.
__ADS_1
" Ya, terimakasih dan aku mau membantu mu. " Jawab Puteri Ni Ya yang tatapannya tetap fokus melihat He Shu Huan terus menerus tanpa pernah bosan baginya.
He Shu Huan berdiri di bawah pohon rindang di taman bermain di sekolah Kekaisaran Ming. Ia sedang menunggu Fu Xiao Chao dan Fu Xiao Hui seleksi sekolah.
Tiba-tiba datang seorang gadis membawa buku dan menjatuhkan buku tepat di depannya dan gadis itu terlihat gugup sekali melihat ke arahnya dan ada harapan agar ia membantu gadis itu memungut buku-buku gadis itu.
Puteri Ni Ya sudah sengaja berjalan di depan He Shu Huan dan menjatuhkan buku yang di bawa olehnya agar He Shu Huan membantunya untuk mengambil bukunya dan Ia punya kesempatan untuk menyapa serta berbicara dengan He Shu Huan.
" Ayo kau ambil bukuku dan aku akan menyapa mu. " Batin Puteri Ni Ya penuh harap.
Namun He Shu Huan tak bergeming dari tempat pemuda itu berdiri dan Ia malah sibuk dengan dirinya sendiri sambil melihat-lihat area sekolah dan arah ke istana Kekaisaran Ming dengan santai.
Puteri Ni Ya cemberut karena di abaikan oleh Ah Man dan Ia akhirnya mengambil sendiri bukunya dan pergi dari tempat Ah Man berada di bawah pohon beringin taman bermain di sekolah istana Kekaisaran Ming.
Puteri Ni Ya berpapasan dengan Fu Xiao Chao yang berlari ke arah Ah Man dan gadis kecil itu nyaris tersandung batu di depannya, tetapi Ah Man menangkap Fu Xiao Chao dan membantu gadis kecil itu membawa tas sekolah.
"Kancil Centil hati -hati kalau berlari. Apakah kau tak pernah bisa jalan saja untuk keamanan mu? " Tegur He Shu Huan mengambil tas sekolah Fu Xiao Chao dan suaranya lembut sekali.
__ADS_1
Fu Xiao Chao merangkul lengan He Shu Huan dan membiarkan He Shu Huan memapahnya berjalan keluar dari pintu gerbang sekolah istana Kekaisaran Ming. Dimana Fu Xiao Hui terlupakan dan tertinggal di depan kelas Fu Xiao Chao.
Bersambung!!