Pendekar Serigala Emas Sakti

Pendekar Serigala Emas Sakti
Pesta Lautan Api Di Kota Ti An Utara.


__ADS_3

Pada suatu siang hari yang seharusnya menjadi suasana hiruk-pikuk yang selalu menjadi rutinitas sehari-hari di dalam kota ti an utara telah terjadi perubahan yang sangat amat drastis.


Pasalnya di kota yang biasanya hidup dengan aneka macam orang yang sibuk lalu lalang dan segala aktivitas lainnya untuk mencari nafkah dan kehidupan yang sangat hidup.


Telah terjadi suatu peristiwa yang amat sangat menggemparkan seluruh isi kota Ti an utara meledak sangat dashyat.


Boom!!


Duarr!


Brushh!!


"Arghhh....!! " Terdengar teriakan memilukan di seluruh penjuru kota Ti an utara.


"Tolongggggg!! Arghh...!! " Teriakan saling menyusul dari kota ti an utara lainnya.


Maka terjadilah sumber api yang menjilat liar di berbagai bangunan, toko-toko, sekolah, dan sebagainya di susul pula suara orang-orang dari beberapa rumah milik para pejabat teras dalam kota ti an utara yang mengiris hati setiap hari bila mendengar tangisan, histeris dan juga memilukan terdengar dari rumah-rumah mewah para pejabat teras yang memimpin kota ti an utara.


Di tengah jilatan api dan kabut asap yang telah menghitamkan udara dan langit pada siang hari itu, muncullah sosok sepasang anak muda yang masih sangat belia sekali sedang merobek setiap kulit dan daging walikota kota ti an utara.


"Rasakanlah nikmatnya daging dan kulit mu di rias pedangku.. " Suara pemuda cilik yang telah terdengar sangatlah gembira sekali melihat korbannya menjerit-jerit di hadapannya.

__ADS_1


Breett!!


"Arghh!! Tolongg!! " Jeritan walikota kota ti an utara yang kulit dan daging di wajahnya dan juga tubuhnya di sayat-sayat halus oleh sebatang pedang tajam di tangan pemuda remaja itu.


Dan, disisi pemuda itu ada seorang gadis kecil yang sibuk memanggang para istri dari walikota kota ti an utara di atas bara api yang menjilat -jilat tanpa ampun panasnya.


"Akhhhh!! Jangan!! Tolongggg!! " Jerit para istri dari walikota kota ti an utara yang di ikat tali tambang di gantung di batang bambu bagaikan daging kambing yang dipanggang hidup-hidup oleh gadis kecil usia tiga belas tahun itu.


"Emmm bagaimana rasanya hidup di atas api tangisan rakyat kecil yang kalian nikmati sebagai hiburan kalian para istri pejabat yang suka pakai uang rakyat untuk hiburan kecilnya? " Tanya gadis kecil itu yang suaranya terdengar seperti angin yang terkena terpaan daun -daun di dalam hutan liar.


"Kancil Centil sudahkah kau merasa puas hati bermain api di taman rumah orang kaya? " Tanya He Shu Huan pemuda remaja tanggung yang sadis itu usai ia menggores-gores wajah dan tubuh walikota kota ti an utara dengan pedang nya sampai pria paruh baya itu tewas hancur dengan kulit dan daging tubuhnya bagaikan terkena serutan kayu pohon yang bisa dijadikan kertas tulis.


Fu Xiao Chao menoleh dan gadis kecil itu telah melepaskan mainannya begitu saja di telan api yang semakin besar dan memanggang habis seluruh istri dari walikota kota ti an utara.


He Shu Huan tersenyum dan membawanya pergi dari taman rumah mewah walikota kota ti an utara yang sudah hancur berkeping-keping oleh kobaran api yang melahap habis seluruh rumah itu.


Brushh!!


Di kediaman milik Pangeran muda Ti Yen yang merupakan menantu Kaisar Ming Luo juga terjadi peristiwa yang mengejutkan dan sangat menakutkan sekali.


Pasalnya Pangeran muda Ti Yen dan Putri Ming Lien tengah di ikat pada tiang-tiang penggilingan tahu untuk membuat susu kacang kedelai oleh seorang gadis remaja usia tiga belas tahun yang amat cantik jelita tetapi senyumnya sangatlah mengerikan.

__ADS_1


"Akhh tolong jangan bunuh kamiii..!! " Teriak Ming Lien ketakutan melihat alat penggilingan tahu yang sudah di siapkan oleh pemuda remaja tampan usia tujuh belas tahun yang duduk santai sambil makan buah pisang.


"Heii, apakah kalian tidak pernah takut kepada hukum yang berlaku di Kekaisaran Ming?!! Kalian telah berani untuk menangkap kami dan juga mengancam keselamatan kami dengan kalian ingin membunuh kami di penggilingan tahu di pabrik susu kacang kedelai kami sendiri!! " Teriak Pangeran muda Ti Yen berusaha untuk tidak ngeri melihat cara kedua orang muda itu memilih cara untuk membunuh mereka berdua.


"Uhhh apa itu hukum yang berlaku di Kekaisaran Ming kalian?! Ughhh sangat takut sampai aku ingin menjadikan kalian berdua susu keledai karya ku..!! " Ucap Yu Man Ji tanpa menunggu waktu lagi ia sudah mengaktifkan alat tersebut dan menikmati proses terjadinya susu darah manusia di hadapannya.


"Man Ji, bagaimana yang di belakang dan di bawah sepasang sepatu kita? " Tanya Xue Li Lan dengan gemulai duduk di pangkuan Yu Man Ji yang menyuapinya makan buah pisang bersama dengan Yu Man Ji.


"Masukan saja mereka ke dalam tungku api untuk masak di dapur sana itu. " Jawab Yu Man Ji yang melemparkan kulit pisangnya seenaknya saja dan akibatnya seluruh tawanannya yang merupakan para penghuni istana Pangeran muda Ti Yen telah hancur bagai adonan kue pisang.


"Argghhh...! " Teriak para tawanan Yu Man Ji dan Xue Li Lan.


Di alun-alun kota ti an utara yang juga sudah jadi lautan api di atas menara tertinggi di kota ini ada sepasang muda-mudi yang dengan santai luar biasa membuang orang hidup ke dalam api.


"Arghhh!! "


"Lu Lu mereka masih bernafas tuh. " Kata Gu Chuan berjengit sedikit melihat Lu Lu yang telah melemparkan orang hidup bagai melemparkan sampah yang harus di bakar api.


"Masih mending punya ku masih bernafas dari punya mu yang masih bergerak-gerak dan juga berkedip-kedip bagai kunang-kunang ikan bawal di empang rumah mu. " Kata Lu Lu tanpa ekspresi melihat Gu Chuan lebih sadis daripada dirinya.


"Rumahku tak ada empang?? Adanya kolam ikan piranha dan kolam ular anaconda? Apakah kau melihatnya saat kau berkunjung ke rumah ku? " Gu Chuan bertanya halus kepada Lu Lu sambil sibuk membuang orang hidup yang masih bergerak dan matanya terbuka dan tertutup ngeri karena melihat para sahabat mereka di buang begitu saja ke api yang membara tetapi mereka tidak bisa bicara dan menggerakkan tangan dan kaki mereka lagi.

__ADS_1


Karena lidah dan kedua tangan dan kaki mereka telah di putus oleh Bi Guan saat penyergapan secara mendadak di seluruh rumah maupun istana para pejabat teras kota ti an utara di saat Lan Jing Yu dan Jing Yin serta para pasukan Kekaisaran Liao membobol pintu gerbang di seluruh kota ti an utara.


Bersambung!!


__ADS_2