
He Yinshuang menengok kepada He Shu Huan dan Ia melihat pemuda remaja tanggung yang amat tampan sekali itu tidak bereaksi apapun usai mendengarkan penuturan riwayat gadis kecil yang mereka tolong itu.
"Kakak Huan, bagaimana menurut pendapat mu? Apakah sebaiknya Li Wei Shiang ini ikut bersama dengan kita ke gunung Pei? " Tanya He Yinshuang yang meminta pendapat kepada He Shu Huan untuk Li Wei Shiang yang malang itu.
"Aku tak pernah suka ikut campur urusan pribadi orang lain terlalu jauh. " Jawab He Shu Huan nada datar saja.
Li Wei Shiang terpesona dengan ketampanan dari kakak penolongnya itu dan Ia punya harapan untuk bebas dari Keluarga Tu dan Keluarga Li, jika Ia ikut pergi bersama dengan penolongnya itu, maka Ia pun cepat bersujud kepada He Shu Huan.
"Tuan Muda, tolong izinkanlah saya ikut bersama dengan Tuan muda dan Nona muda seumur hidup saya. Saya berjanji akan menjadi seorang pelayan yang baik untuk kalian berdua. "Pinta Li Wei Shiang bersujud kepada He Shu Huan.
He Yinshuang yang merasa iba dan kasihan pada gadis kecil yang sebayanya itu menyentuh lengan He Shu Huan dan meminta izin untuk He Shu Huan menerima Li Wei Shiang sebagai pelayan mereka berdua.
"Kakak Huan yang baik, kita terima saja ya dia sebagai pelayan kita dan aku juga memerlukan pelayan untuk membantu ku untuk mengurus keperluan kita di perjalanan. "Pinta He Yinshuang dengan suaranya yang merdu dan manis sekali itu telah meluluhkan hati He Shu Huan.
" Iya, baiklah sebagai pelayan mu bukan pelayan ku. " Jawab He Shu Huan ketus dan melompat kembali ke atas punggung kuda hitamnya.
"Terima kasih atas kebaikan hati Tuan muda dan Nona Muda." Kata Li Wei Shiang cepat- cepat mengucapkan terimakasih kepada He Shu Huan dan He Yinshuang.
"Bangunlah dan mulai sekarang kau adalah pelayan ku. Namaku adalah He Yinshuang dan pemuda itu adalah He Shu Huan. " Kata He Yinshuang dengan ramah memperkenalkan dirinya dan He Shu Huan kepada Li Wei Shiang.
Li Wei Shiang membawakan buntalan pakaian dan barang-barang pribadi He Yinshuang dan Ia pun merasa sangat senang sekali mendapatkan seorang majikan sebaik dan seramah He Yinshuang.
__ADS_1
He Shu Huan yang berkuda seorang diri tanpa perduli kepada kedua orang gadis kecil yang berjalan di samping kuda hitamnya dengan bergandengan tangan satu sama lainnya.
Namun Ia berkuda dengan lambat dan santai agar Ia bisa menjaga keselamatan kedua orang gadis kecil yang awalnya adalah majikan dan bawahan.
Kini hari demi hari menjadi saudari angkat yang sangat erat sekali sampai He Shu Huan heran sekali dengan He Yinshuang bisa sebaik dan seramah itu kepada seorang gadis kecil lainnya.
"Biasanya kau judes dan tak mau berdekatan dengan gadis kecil manapun tapi kenapa kau bisa akrab dan dekat dengan Li Wei Shiang? " He Shu Huan bertanya kepada He Yinshuang karena ia tak bisa menahan dirinya lagi untuk rasa heran nya itu.
"Karena dia memiliki nasib yang sama dengan ku hanya berbeda aku dulu seorang cucu dari bangsawan ternama sedangkan dia serpong adik dari kakak laki-laki miskin tetapi baik Kakek ku maupun Kakak Li Wei Shiang sama-sama orang yang gila harta dan kedudukan sampai mereka tega menjual kami untuk menikah di usia belia kepada pria-pria yang sangat kami takuti, namun sekarang aku sangat bahagia dan bebas karena ada kamu seorang pria yang sangat aku sayangi. " Jawab Fu Xiao Chao menaruh kepalanya di bahu kekar He Shu Huan.
He Shu Huan bisa melihat sorotan mata polos yang meresahkan hati dan pikiran He Shu Huan untuk masa depan gadis kecil ini yang sama sekali masih gelap.
"Hmmm, apakah kau tak bisa menaruh kepala mu di tempat lain dan jangan di bahuku? " Ucap He Shu Huan ketus dan menjatuhkan kepala Fu Xiao Chao di rumput.
Li Wei Shiang memperhatikan He Shu Huan dari jarak sepuluh meter tempat gadis kecil itu istirahat di tepi sungai yang mengarah ke daerah lainnya dari hutan itu.
He Shu Huan cepat berdiri dari posisi berbaring nya karena ia melihat ada cahaya api di sebuah rumah di ujung tepi sungai itu dan ia langsung tertarik ingin mengetahui ada apa gerangan di rumah itu.
"Aku mau lihat rumah itu." Kata He Shu Huan sudah berlari kencang ke arah rumah di ujung tepi sungai di hutan pohon kuning.
"Kakak tunggu aku...! " Teriak Fu Xiao Chao yang berlari dan mengejar He Shu Huan yang berhenti sejenak untuk Fu Xiao Chao bisa meraih jemari nya dan mereka berdua bisa berlari bersama- sama.
__ADS_1
"Ah, Tuan muda dan Nona muda tunggu saya..!" Teriak Li Wei Shiang mengejar mereka berdua dengan lari yang sangat kencang sekali dan ia bisa melihat kedua majikannya melompat masuk ke dalam rumah yang sudah terbakar api besar.
"Kau tunggu kami di luar rumah...!!" Teriak Fu Xiao Chao mencegah Li Wei Shiang ikut menerobos ke rumah yang sudah terbakar api itu.
Di dalam rumah itu ada sepasang kakek dan nenek tua yang sudah sekarat tetapi mereka saling berdekatan satu sama lain dan terlihatlah raut wajah yang bahagia sekali.
Dan, ketika He Shu Huan dan Fu Xiao Chao telah tiba di dekat kedua orang tua renta itu melihat He Shu Huan dengan kekaguman yang amat luar biasa jelas terlihat di wajah kedua orang tua renta itu.
"Anak kecil kau sungguh berani sekali masuk ke dalam rumah kami yang sudah terbakar api suci merah yang juga sudah membakar diri kami sendiri.. " Kata kakek tua renta yang giginya kosong.
"Ugh, aku sama sekali tidak pernah takut apapun di dunia ini. " Jawab He Shu Huan tersenyum lebar.
"Wah, suamiku sepertinya dia adalah seorang yang paling pantas untuk mewarisi pusaka kita dan menjadi murid kita. " Kata nenek tua renta yang juga giginya sudah tinggal gusinya saja.
"Iya, benar sekali istri ku. " Jawab kakek itu yang terus menerus mengamati wajah He Shu Huan yang membalas mengamati wajah kakek dan nenek itu dengan cermat.
"Bocah siapakah namamu? " Tanya nenek tua renta itu.
"He Shu Huan. " Jawab He Shu Huan singkat.
"Namanya gagah sekali. " Puji nenek tua renta itu yang tiba-tiba menarik tangan He Shu Huan tanpa izin dari He Shu Huan sendiri.
__ADS_1
Bersambung!