
Di suatu malam yang di padang rumput yang berada di bagian utara daratan tengah terlihatlah seekor keledai warna hitam yang melakukan cepat menginjak-injak rumput-rumput liar yang bagaikan lautan hijau di malam hari karena angin kencang di kawasan padang rumput utara yang luas.
Seorang pemuda remaja tanggung berusia empat belas tahun dengan perawakan tinggi dan tegap, berkulit putih dan wajah sangat tampan sekali dengan lesung pipi kiri yang menambah kemanisan dari wajah pemuda remaja tanggung ini dan angin malam hari ini menerpa rambutnya yang panjang dan berwarna hitam pekat.
" Namaku adalah He Shu Huan usiaku empat belas, aku lahir pada tahun naga emas, bulan delapan dan tanggal delapan, hobi ku banyak yang terutama adalah hehe mendapatkan uang yang banyak. Kepandaian ya bisa di katakan tahap biasa saja akan tetapi aku sanggup untuk membunuh musuh ku hanya dalam hitungan satu detik saja. Aku mempunyai pedang naga perak yang aku dapatkan dari gunung cinta abadi sekitar beberapa hari lalu atau satu bulan yang lalu. " Kata He Shu Huan bicara dengan keledainya.
Pada malam hari itu He Shu Huan keluar dari istana Kekaisaran Liao dengan tujuan untuk keluar dari wilayah Kekaisaran Liao, tujuan utamanya adalah ingin masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Ming karena He Shu Huan ingin sekali membalas dendam kepada Kaisar Ming, tetapi He Shu Huan harus memiliki sebuah rencana yang matang sebelum menjalankan misinya itu.
Kini He Shu Huan berdiri di padang rumput bersama keledainya yang di beri nama ' Daun Bawang. ' Nama yang mengingatkan He Shu Huan tentang satu jenis nama sayuran yang paling tidak di sukainya, tetapi semua sahabat nya menyukai sayuran itu dan bahkan keledai ini pun juga suka sekali makan daun bawang.
" Shu Huan, kau sedang apa di sini malam- malam? " Tanya Puteri Guo Zi berlari ke arah He Shu Huan dengan riang gembira.
Gadis itu amat cantik jelita sekali dengan pakaiannya adat Mongolia dan usianya baru dia belas tahun, tetapi kecantikannya mengagumkan sekali karena banyak sekali pria di wilayah ini yang menginginkan gadis putri kesayangan milik Kaisar Mongolia.
" Kau sendiri mau apa datang ke padang rumput malam- malam? " Tanya He Shu Huan nada ketus dan hanya He Shu Huan seorang yang tidak pernah bersikap manis terhadap gadis itu.
Puteri Guo Zi sudah tiba di depan keledainya He Shu Huan dan ekspresi wajah dari gadis itu adalah heran sekali dengan sikap He Shu Huan yang jauh berbeda dengan para pria lainnya yang selalu bermanis -manis kepada Guo Zi untuk berharap bisa menjadi menantu Kaisar Mongolia yang terhormat.
" Kau sungguh keterlaluan, Shu Huan. Aku sudah bersikap baik kepada mu tapi kamu malah sikap mu ini kasar kepada ku. Kita ' kan teman. " Kata Guo Zi berjalan untuk mendekati He Shu Huan.
He Shu Huan menghindari gadis itu dengan cepat dan melangkah ke samping keledainya dan ia juga tidak menghiraukan gadis itu yang terus berusaha untuk mendekatinya. Tapi, He Shu Huan malah melompat ke keledainya dan pergi meninggalkan gadis itu tanpa menengok kembali ke arah Guo Zi yang tercengang melihat sikap dengan He Shu Huan terhadapnya.
__ADS_1
" He Shu Huan kau sombong sekali kauuu..!! " Teriak Guo Zi yang bertolak pinggang karena kesal ditinggal pergi oleh He Shu Huan.
He Shu Huan memacu keledainya menuju ke arah satu titik yang menarik perhatiannya sejak awal ia datang ke padang rumput tersebut. Dan, ia melihat ada seorang pria sedang bertarung melawan para pasukan berpakaian ala pendeta Tao dengan ilmu yang sangat hebat sekali sehingga He Shu Huan kagum dengan ilmu silat yang di miliki oleh pria itu.
" Han Le, kau adalah penjahat besar yang harus kami dari sekte Beng San Pai bunuh untuk tugas perdamaian dunia persilatan. " Kata salah seorang dari anggota sekte Beng San Pai yang menggunakan pedang hebat menyerang pria yang bernama Han Le yang menangkis setiap serangan pedang itu dengan gagah perkasa.
Crang!
Han Le adalah seorang pangeran kerabat dekat Kaisar Ming yang pernah masuk ke Beng San Pai untuk mencuri pusaka dari sekte Beng San Pai untuk memudahkan Kaisar Ming mendapatkan kekuasaan tertinggi di daratan tengah. Maka, ia di buru oleh pihak Beng San Pai kemana pun dia pergi dan sekarang ia tiba di utara dekat wilayah kekuasaan He Shu Huan.
He Shu Huan memperhatikan pertarungan yang sedang di lihatnya di atas batu bukit tebing yang bernama bukit harapan. He Shu Huan melihat bahwa ilmu silat sakti yang di perlihatkan oleh Han Le sangat hebat sekali sehingga pria berusia tiga puluh lima tahun ini bisa seimbang dengan ilmu silat pedang lima orang anggota sekte Beng San Pai.
Cranggg!
Breeeetttt!!!!
" Ahhh Kurang ajar kau orang jahanam....!! " Hardik para anggota sekte Beng San Pai yang marah karena salah satu dari anggota mereka telah di lukai oleh Han Le.
Han Le melihat ia berhasil melukai salah satu dari anggota sekte Beng San Pai. Ia pun terus menyerang dengan hebat sampai salah seorang lagi telah berhasil di bunuh olehnya dengan ilmu silat pedang awan burung sakti yang sangat hebat sekali. Maka ia segera melancarkan serangan maut untuk menghabisi para anggota sekte Beng San Pai lainnya.
Tetapi, He Shu Huan melompat cepat dengan mengerahkan ilmu mukjizat telapak sakti air laut Utara menyerang Han Le yang kaget sekali melihat ada seorang pemuda remaja tanggung yang membantu pihak sekte Beng San Pai dengan ilmu pukulan hawa sakti yang hebat sekali.
__ADS_1
Wuuuuttt!
Plakkkk!
Desssss!
Han Le menangkis serangan pukulan mukjizat dari He Shu Huan dengan ilmu pukulan hawa sakti bunga racun yang ternyata tidak berhasil membunuh pemuda remaja tanggung itu, namun sebaliknya He Shu Huan berhasil membuyarkan racunnya dengan ilmu telapak sakti bunga abadi yang digunakan oleh He Shu Huan dengan telapak kakinya yang bersepatu menendang wajah Han Le yang kaget sekali.
Wuuuuttt!
Dukkkk!
" Aduhh...! " Teriak Han Le yang sudah berusaha untuk menghindari dengan cepat tetapi tetap saja Han Le terkena tendangan dari kaki kanan He Shu Huan yang langsung mengubah serangannya dengan menggerakkan tangan yang memiliki kekuatan tinju yang sangat kuat seraya melompat cepat. He Shu Huan ini telah menggunakan ilmu tinju maut ciptaan dari salah seorang gurunya di pulau abadi.
Wuttt!
Bughhh!
Akibatnya Han Le tewas dengan giginya rontok dan mulutnya hancur oleh He Shu Huan yang memiliki watak ganas sekali.
" Anak muda kau sungguh hebat sekali bisa membunuh Han Le si manusia laknat dengan mudah sekali. Kau ini murid siapakah dan berasal dari mana? " Tanya salah seorang dari anggota sekte Beng San Pai dengan wajah mereka terheran-heran terhadap pemuda remaja tanggung tersebut.
__ADS_1
Bersambung!