Pengantin Pengganti Tuan Arogan

Pengantin Pengganti Tuan Arogan
Semakin dekat


__ADS_3

"Aqil bangun, kita harus sholat bareng mama papa." ucap Aqila lalu kembali menguap.


"Iya, aku sudah bangun." ucap Aqil sambil mengucek matanya.


Mereka belum menyadari keberadaan nya dan masih menganggap Mai dan Morgan adalah orang tuanya.


Mai tersenyum mendengar ucapan ponakan kembarnya. Mai begitu salut kepada orang tua si kembar yang mendidik anak-anaknya sejak dini belajar tentang agama.


Morgan hanya mampu diam membisu mendengar ucapan ponakannya. Dia yang tidak pernah sholat merasa tertampar akan ucapan ponakan kembarnya.


Harus bagaimana lagi Morgan mencari-cari alasan untuk tidak melaksanakan sholat. Pasalnya tadi malam si kembar mengajaknya sholat bersama, namun dirinya beralasan akan sholat di ruang kerjanya, namun semuanya hanya kebohongan belaka.


Sebenarnya Morgan sedikit tahu tentang gerakan sholat dan bacaannya, hanya saja hatinya belum tersentuh untuk menjalankan perintah Allah dalam melaksanakan sholat lima waktu.


Dan pada akhirnya Morgan melaksanakan sholat subuh bersama dengan Mai dan ponakan kembarnya. Walaupun teramat berat karena belum terbiasa melakukannya.


Ditambah beberapa menit yang lalu terjadi drama bersama si kembar. Karena lagi-lagi Aqil dan Aqila mencari ayah dan ibunya sampai-sampai mereka nangis berjamaah. Hal itu membuat Mai dan Morgan harus ekstra sabar menenangkannya sebelum memulai sholat bersama.


Kini mereka belum beranjak dari atas sajadah. Mai dan Morgan duduk saling berhadap-hadapan dan masing-masing bersama si kembar.


Mai tak henti-hentinya bersyukur, baru kali ini dia melihat tuan mudanya sholat. Karena semenjak tinggal bersama di apartemen, sekalipun dirinya tak pernah melihat tuan mudanya sholat. Padahal setahunya tuan mudanya berasal dari keluarga yang religius akan agama yang dianutnya.


"Mengapa Paman tidak mencium kening dan kedua pipi kakak baik?." tanya Aqila yang tengah duduk di pangkuan Mai dan tampak cantik mengenakan mukenah.


"Ah itu..." Morgan menjadi kikuk harus menjawab apa. Sementara Aqil duduk bersila yang tengah bersandar di lututnya.


"Padahal papa sering melakukannya kepada Mama sehabis sholat" ucap Aqila sendu.


Morgan melirik Mai sambil mengusap peci hitam dipakainya. Sementara Mai hanya tersenyum tipis ke arahnya.


"Emm baiklah, Paman akan melakukan seperti yang kamu ucapkan." Perlahan Morgan memindahkan Aqil untuk duduk di sampingnya, kemudian mulai mendekati Mai.


Mai tersipu malu, wajahnya tiba-tiba merona memerah bak buah ceri melihat wajah Morgan semakin mendekat ke wajahnya. Untuk jantungnya tidak bisa ditanya lagi, sudah meletup-letup layaknya petasan.


Mai hanya mampu menunduk dan tidak berani mengangkat wajahnya hanya sekedar bertatap muka dengan Morgan. Sedangkan Aqila tampak senyum-senyum sendiri sambil menutup mulutnya.


Morgan menatap wajah Mai lekat-lekat lalu menyentuh dagunya. Dalam benaknya memang dia mengaku mulai ada rasa dengan wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya itu.


"Khumaira."

__ADS_1


"Iya kak " Sontak Mai mengangkat wajahnya dan tatapan mata mereka bertemu.


Kemudian Morgan menangkup wajah Mai lalu mendaratkan ciuman di keningnya. Cukup lama Morgan mencium kening Mai lalu berpindah mencium kedua pipi Mai. Terakhir Morgan ingin mencium bibir Mai, namun aksinya digagalkan oleh Aqila.


"Paman, Aqila tidak bisa bernafas, menyingkir lah." rengek Aqila sambil mendorong tubuh pamannya, karena posisinya masih duduk di pangkuan kakak baiknya.


Mai tersenyum merekah seolah menertawakan Morgan. Sementara Morgan ikut tersenyum sambil geleng-geleng kepala dengan aksinya itu yang hampir saja lupa daratan bahwa ponakan kembarnya sedang bersamanya.


Morgan terkekeh dan begitu gemas dengan aksi ponakannya itu. Morgan kemudian mencium pipi gembul Aqila sebelum duduk di posisinya semula. Dan tak lupa Morgan juga memberikan ciuman di kedua pipi gembul Aqil lalu mengangkatnya duduk di pangkuannya.


" Aqila sama paman ya, kakak baik mau buat sarapan dulu." ucap Mai tersenyum.


"Oke kakak baik." ucap Aqila lalu berpindah duduk di pangkuan pamannya.


Mai beranjak dari duduknya dan bergegas merapikan peralatan sholatnya. Setelah itu, Mai melangkah ke dapur untuk membuat sarapan.


Seharian ini Mai dan Morgan menjalani perannya sebagai orang tua untuk Aqil dan Aqila. Mulai dari sholat bersama, sarapan bersama, memandikannya bahkan memasak bersama persis keluarga sungguhan yang memiliki anak kembar.


Kebetulan hari ini Morgan tidak berangkat bekerja, begitu pula dengan Mai yang memilih izin untuk tidak hadir ke tempat kursus pelatihan memasak selama tiga hari kedepan demi bisa menjaga si kembar, karena ini merupakan momen langka bagi mereka.


Sejak kehadiran ponakan kembarnya membuat hubungan Mai dan Morgan semakin dekat saja. Canda tawa selalu mereka lakukan demi bisa membuat ponakan kembarnya tertawa bersamanya.


Sementara Malfin dan Adelia sudah sepuluh kali melakukan panggilan video call kepada anak-anaknya. Mereka pun merasa lega bisa melihat anak-anaknya tersenyum dan tertawa terbahak-bahak menunjukkan mainan barunya. Tidak salah mereka menitipkan anak-anaknya kepada pasangan pengantin baru itu.


*


*


*


Malam harinya....


"Apa mereka sudah tidur." tanya Morgan kepada Mai yang sedang duduk di pinggir tempat tidur. Sedangkan dirinya baru saja masuk ke dalam kamar setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Mai menoleh kearahnya lalu mengangguk menanggapi ucapannya.


"Khumaira, kita perlu bicara." ucap Morgan serius.


Mai kemudian bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah Morgan.

__ADS_1


"Ayo." ajak Morgan langsung menarik tangan Mai lalu membawanya ke balkon kamar.


Mereka menikmati pemandangan langit malam yang tampak indah bertabur bintang-bintang di langit.


Raut wajah Morgan berubah datar dan tak kunjung buka suara, sedang Mai juga diam sambil memeluk tubuhnya sendiri menatap bintang di langit.


Morgan menghela nafas berat, pikirannya masih saja diliput perasaan tidak tenang jika memikirkan kembali pesan tersebut.


"Khumaira, jawab dengan jujur, siapa pria yang sedang mendekatimu?" tanya Morgan menatap Mai dengan tatapan sulit diartikan.


Mai terkejut mendengar ucapannya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Morgan.


"Maaf kak, aku tidak sedang dekat dengan siapapun." jawab Mai jujur.


Morgan mengepalkan tangannya mendengar jawaban Mai.


"Lalu siapa pria yang menghubungimu malam-malam, bahkan mengirim pesan kepada mu bahwa dia sangat menyukaimu!" ucap Morgan terdengar kesal mengatakannya.


Seketika Mai kembali teringat dengan pria asing yang tak sengaja ditemuinya itu. Mai menjadi gusar dan serba salah.


"Katakan, siapa pria yang selalu menelpon mu dan mengirim pesan kepadamu hah!" ucap Morgan dingin sambil mencengkram kuat tangan Mai.


Mai menjadi ketakutan sembari menunduk yang begitu takut menatap wajah Morgan. Hal itu membuat Morgan melepaskan tangannya dari tangan Mai.


"Maaf, aku tidak bermaksud membuat mu takut." ucap Morgan mencoba berbicara baik-baik kepada Mai sambil memegang kedua pundak Mai.


Mai menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tidak mungkin juga jika dia hanya diam tanpa berkata jujur. Tuan mudanya harus tahu yang sebenarnya.


"Aku tidak sengaja bertemu pria asing di tempat kursus memasak pada hari dimana kak Morgan mengantarku ke tempat kursus. Pada waktu itu, aku tidak sengaja menjatuhkan ponsel pria asing itu hingga layarnya retak. Aku pun berinisiatif untuk ganti rugi, namun pria itu malah meminta nomor ponsel ku..."


"Dan kamu dengan gampangnya menyerahkan nomor ponselmu kepadanya." potong Morgan emosi dan Mai ragu-ragu mengangguk menanggapi ucapannya.


"Karena pria itu sedikit memaksa dan tidak ingin menerima bentuk ganti rugi jika hanya berupa uang tunai." jelas Mai tanpa ada yang ditutup-tutupi nya.


"Jangan pernah berurusan dengan pria itu atau pria manapun, karena aku tidak suka. Kamu itu sudah menjadi milikku!." tegas Morgan sambil mendekati Mai lalu menyentuh dagunya.


Mai membulatkan matanya mendengar setiap ucapan Morgan. Lebih-lebih ucapan Morgan diakhir kalimat yang sudah mengakuinya sebagai miliknya.


Jangan lupa, like, komentar, hadiah dan vote ya teman-teman... terima kasih 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2